Alasan Sulit Mendapatkan Pekerjaan, Fresh Graduate Harus Tahu

Apa Alasan Sulit Mendapatkan Pekerjaan? Ketika lulus menjadi sarjana, anda akan  dihadapkan dengan realita yang untuk mulai terjun ke dunia kerja. Di masa ini, anda bisa memilih berbagai macam pekerjaan yang sesuai dengan cita-cita atau passion yang diinginkan.

Alasan Sulit Mendapatkan Pekerjaan, Fresh Graduate Harus Tahu

Namun, nyatanya proses pencarian kerja tidaklah semudah saat anda merencanakannya. Untuk sarjana muda, yuk cari tahu alasan sulit mendapatkan kerja yang biasa dialami oleh para pelamar.

Alasan Pelamar Tidak Lolos dan Susah Mendapat Pekerjaan

1. Tidak Menjalin Networking yang Luas

Di masa perkuliahan, anda akan banyak sekali menemui teman atau bahkan orang-orang penting yang dapat membantu anda kedepannya. Teman-teman baru ini dapat berasal dari kampus lain  yang tidak sengaja bertemu pada komunitas yang sama atau rekan kerja dalam suatu proker organisasi. Orang-orang baru ini dapat menjadi penyedia informasi bagi anda dalam menemukan pekerjaan.

Dengan banyaknya wadah pengembangan diri yang ada di kampus, dapat membuat anda memiliki banyak rekan dan memperluas networking yang anda miliki.

Banyak realita yang membuktikan bahwa salah satu alasan sulit mendapatkan kerja yang paling utama adalah kurang banyaknya relasi yang anda miliki. Padahal, relasi dan jaringan yang banyak dapat mempermudah anda untuk mencari kerja.

Anda bisa mengikuti berbagai macam kegiatan yang ada di kampus, agar bertemu lebih banyak orang. Ketika sudah berada pada usia masuk kampus, memang tidak ada salahnya untuk mulai menyeleksi lingkaran anda dengan orang-orang yang dapat membantu dalam proses pencarian kerja. Selain itu, anda juga bisa menggunakan berbagai platform sosial media yang khusus untuk mencari kerja.

2. Minim Informasi Mengenai Perusahaan yang Dilamar

Kesalahan yang sering dilakukan oleh para pelamar kerja adalah tidak mengetahui dengan baik mengenai perusahaan yang dilamar. Hal ini memang terlihat sepele, namun berdampak sangat besar pada proses perekrutan kerja. Bahkan, beberapa pewawancara akan langsung menanyakan hal-hal terkait perusahaan kepada pelamar pada saat anda melakukan wawancara untuk pertama kali.

Tidak jarang, para pelamar yang tidak mencari informasi cukup mengenai profil perusahaan akan merasa kaget ketika sudah terjun ke lapangan.

Biasanya, hal ini dikarenakan adanya perbedaan ekspektasi awal mengenai perusahaan dengan fakta yang terjadi di lapangan. Sebab itulah, hal ini menjadi salah satu alasan sulit mendapatkan kerja bagi para fresh graduate yang akan melamar kerja.

Untuk itu, sebelum melakukan wawancara ada baiknya untuk anda mengetahui seluk-beluk perusahaan yang ingin anda lamar. Hal ini juga berkaitan dengan budaya perusahaan yang akan anda lamar, sehingga anda dapat menyesuaikan diri anda sebelum memutuskan untuk memilih perusahaan tersebut. Jangan lupa, untuk juga menguasai job description dari posisi yang anda lamar.

3. Tidak Mempersiapkan Diri pada Wawancara

Wawancara menjadi gerbang utama bagi perusahaan untuk melihat dan mencari tahu lebih lanjut mengenai calon kandidat yang melamar di tempatnya.

Karena itulah, anda sebagai pelamar kerja harus mempersiapkan diri dengan  sebaik mungkin agar berhasil dilirik oleh perusahaan. Tidak hanya mengenai skill, anda juga harus menyiapkan busana yang rapi dan juga sikap yang baik.

Sebelum melakukan wawancara kerja, ada baiknya anda untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin. Karena, tak sedikit kandidat yang gagal mendapatkan pekerjaan karena melakukan kesalahan pada saat melakukan wawancara dengan perusahaan.

Tak heran, hal ini menjadi salah satu alasan sulit mendapatkan kerja yang sering dialami oleh para pelamar kerja di perusahaan yang dituju.

4. Kesalahan Dalam Menulis CV

Jika proses wawancara menjadi gerbang utama perusahaan untuk melihat potensi kandidat lebih jauh, maka CV yang akan mengantarkan anda ke gerbang utama tersebut.

CV dibutuhkan perusahaan sebagai media penyeleksian awal. Karena itu, CV adalah suatu pengantar diri anda untuk kemudian menjadi pertimbangan bagi perusahaan untuk memanggil anda ke proses selanjutnya atau tidak.

Namun, seringkali mahasiswa pencari kerja yang baru saja lulus, belum mengetahui bagaimana menulis CV dengan benar. Yang sering terjadi, pelamar akan menuliskan banyak hal di CV yang tidak relevan dengan posisi yang dilamar.

Hal ini akan membuang waktu tim seleksi, sehingga terdapat kemungkinan untuk tim tersebut tidak akan sempat melirik CV yang anda kirimkan sebagai berkas lamaran.

5. Personal Branding yang Buruk

Alasan sulit mendapatkan kerja lainnya yang sering terjadi adalah personal branding anda yang buruk, sehingga perusahaan tidak ingin mempekerjakan anda di tempatnya.

Saat ini, perusahaan bahkan bisa menilai kepribadian calon kandidatnya tidak hanya dari proses wawancara, namun juga dapat melalui seluruh sosial media yang dimiliki oleh calon kandidatnya.

Memang benar, sosial media seakan sudah menjadi virtual identity yang dapat menggambarkan kepribadian seseorang dari hal-hal yang dibagikan.

Sehingga, saat ini anda akan banyak menemukan perusahaan yang mengharuskan kandidatnya untuk mencantumkan ID sosial medianya. Proses penilaian dengan metode ini, dirasa lebih banyak memberikan informasi untuk penilaian diri calon pelamar.

Baca juga: Cara Menggunakan LinkedIn untuk Mendapatkan Pekerjaan

6. Tidak Memperhatikan Persyaratan untuk Pelamar

Alasan sulit mendapatkan pekerjaan selanjutnya adalah Pada saat baru saja lulus dan menjadi sarjana muda, banyak sekali mahasiswa yang akan mencari berbagai macam pekerjaan yang sekiranya bisa dilakukan. Dengan pemikiran untuk mencoba memasuki dunia kerja, banyak calon pelamar yang mengabaikan berbagai persyaratan yang sudah ditentukan oleh perusahaan hanya karena tuntutan untuk segera bekerja.

Mencoba berbagai peluang pekerjaan memang tidak ada salahnya, namun setiap hendak melamar pastikan untuk selalu mengecek apakah anda memenuhi kriteria yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Dengan begitu, anda tidak perlu membuang banyak waktu untuk mempelajari hal baru yang belum anda kuasai sama sekali. Alangkah lebih baik untuk lebih fokus mengembangkan potensi yang sudah ada.

7. Terlalu Memilih Pekerjaan

Hal lain yang sering terjadi di lapangan dan menjadi alasan sulit mendapatkan kerja yang dialami fresh graduate adalah terlalu pemilih dalam melakukan pekerjaan.

Berbanding terbalik dengan kondisi sebelumnya, para pelamar ini biasanya lebih selektif dalam masalah pekerjaan, sehingga cenderung tidak ingin melamar pekerjaan yang menurutnya tidak sesuai dengan apa yang diinginkan.

Biasanya, pelamar kerja baru belum dapat menentukan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan hasil yang diinginkan.

Sehingga, tak jarang para pelamar ditolak oleh perusahaan karena melakukan penawaran gaji yang tinggi, namun tidak dibarengi dengan kemampuan yang dibutuhkan oleh perusahaan. Permintaan yang terlalu tinggi ini akan membuat anda kehilangan kesempatan.

Untuk itu, penting bagi calon pelamar untuk mengetahui gaji rata-rata yang biasanya ditawarkan oleh perusahaan. Sehingga, anda dapat mendapatkan gambaran dan menentukan standar gaji yang anda inginkan.

Sebenarnya tidak ada yang salah dalam melakukan penawaran yang tinggi, namun tetap sesuaikan penawaran gaji dengan kemampuan yang dapat anda berikan untuk perusahaan.

Tidak ada hal apapun yang dapat menjamin anda untuk mendapatkan sebuah pekerjaan. Selain dibutuhkan banyak skill yang dapat menjadi pertimbangan, anda juga harus memperhatikan hal-hal detail yang masuk ke dalam kriteria penilaian perusahaan yang anda lamar. Anda bisa coba untuk menghindari beberapa hal diatas, agar dapat meminimalisir peluang mendapatkan pekerjaan.

Loker Pintar tidak pernah meminta kompensasi atau biaya apa pun untuk perekrutan di situs ini, jika ada pihak atas nama kami atau perusahaan yang meminta biaya seperti transportasi atau akomodasi atau apa pun dipastikan itu PALSU.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

error: Content is protected !!