Penyebab Lamaran Kerja Ditolak HRD dan Perusahaan

Apa Penyebab Lamaran Kerja Ditolak HRD dan Perusahaan? Lamaran kerjamu mungkin pernah ditolak oleh perusahaan idaman tanpa alasan yang belum kamu tahu. Padahal menurutmu CV yang dilampirkan sudah menarik dan mencantumkan informasi penting. Namun tetap saja pihak HRD tidak segera menghubungi untuk panggilan wawancara.

Lalu apa sebenarnya penyebab lamaran kerja ditolak? Simak ulasannya berikut.

Penyebab Lamaran Kerja Ditolak HRD dan Perusahaan

1. Buat CV yang Singkat dan Jelas

Penyebab Lamaran Kerja Ditolak HRD dan Perusahaan

Kehadiran CV akan mengantarkan para pelamar kerja menuju tahapan berikutnya. Bisa dikatakan bahwa CV merupakan gerbang pengantar untuk selangkah lebih dekat dengan perusahaan idaman.

Namun terkadang kamu lalai dalam mencantumkan CV, entah informasi data diri yang terlalu detail atau tabel prestasi yang kurang efektif.

Mungkin niat hati ingin menunjukkan kredibilitas diri, tapi justru kurang menarik di mata jajaran HRD. Kesan positif dan profesional memang perlu ditunjukkan pada tahap awal, namun kamu perlu memperhatikan detail penting.

CV yang terlalu panjang akan terlihat membosankan dan kemungkinan kecil dibaca seluruh isinya oleh pihak HRD.

Kasus seperti ini bisa jadi alasan mengapa lamaran kerja ditolak, lebih parahnya lagi hanya sekedar lewat di meja HRD. Maka dari itu untuk antisipasi cantumkan hal-hal penting saja di dalam CV.

Cobalah untuk menyaring kembali isi dan sesuaikan dengan posisi pekerjaan yang kamu incar. Kalaupun ada prestasi letakkan yang masih ada hubungan dengan pendidikan dan calon jabatan.

2. Foto Diri Kurang Pas dan Banyak Salah Ketik

Meskipun terlihat sepele ternyata foto diri cukup mempengaruhi penyebab lamaran kerja ditolak. Terkadang ada beberapa pelamar yang kurang bisa menempatkan foto diri di CV.

Selama tidak ada permintaan khusus dari pihak perusahaan, pasanglah pas foto resmi di surat lamaran. Usahakan mengirim foto bergaya formal tidak perlu mengenakan jas, cukup kemeja dengan bawahan panjang.

Selain foto diri, salah ketik pada surat lamaran bisa jadi pertimbangan bagi para HRD. Pasalnya ejaan yang keliru membuat perusahaan menganggap kamu kurang teliti.

Hal tersebut berdampak pada citramu di depan calon petinggi perusahaan. Sebab hampir semua perusahaan menginginkan karyawan yang selalu perhatian pada hal-hal detail.

Jadi bisa disimpulkan kalau di awal sudah banyak typo, kecil kemungkinan perusahaan akan menghubungimu. Oleh sebab itu, periksa kembali portofolio yang hendak kamu kirimkan.

Pastikan ejaan benar sesuai dengan ketentuan tata bahasa, serta hilangkan informasi kurang penting. Begitu pun bagian pas foto yang disamakan dengan ketentuan dari perusahaan.

3. Jangan Copy Paste dari Google

Penyebab Lamaran Kerja Ditolak HRD dan Perusahaan

Seringkali saat membuat surat lamaran kerja kamu melihat contoh dari internet. Sebenarnya hal tersebut boleh saja tapi pastikan kamu merombak isinya.

Terkadang ada calon pelamar kerja yang inginnya praktis, jadi langsung mengambil asal contohnya. Tanpa sadar bahwa tindakan itu menjadi salah satu alasan penyebab lamaran kerja ditolak.

Tim HRD otomatis mengenal jika CV yang kamu buat hasil copy paste atau mandiri. Tampak dari tidak adanya karakter khas yang membuatnya berbeda. Jika hal ini terjadi maka menjadi catatan hitam bagi tim penyeleksi calon karyawan.

Dengan begitu kamu perlu berhati-hati ketika membuat lamaran pekerjaan. Tuangkan seluruh kreativitasmu untuk mendapatkan impresi yang bagus.

4. Bahasa dan Alur Surat Lamaran Kerja Berantakan

Acap kali para pelamar kerja kelewat menggunakan bahasa santai tanpa memerhatikan tata bahasa. Mungkin dimaksudkan agar mudah dipahami tapi ternyata jatuhnya kurang sopan.

Tetap gunakan sapaan formal di bagian awal surat, kemudian disambung dengan bahasa konstan. Hindari pemakaian bahasa slang atau bahasa daerah yang membuat HRD bingung.

Perhatikan pula alur pengantar surat, mulai dari kepada siapa ditujukan serta jabatannya. Kesalahan sepele seperti ini jadi faktor penyebab lamaran kerja ditolak.

Selain itu menandakan bahwa kamu kurang memerhatikan hal penting. Apalagi jika nama yang ditujukan merupakan jabatan krusial di perusahaan, secara tak langsung kamu tampak kurang peduli.

Pastikan kamu menulis surat tersebut dalam satu benang merah dan saling berkaitan. Jangan melompati dari satu bahasan ke bahasan lainnya, buatlah secara berurutan.

Dengan begitu tim rekrutmen lebih mudah memahami isi surat lamaran yang kamu kirimkan. Disamping itu HRD akan paham bagaimana karaktermu melalui alur pengantar yang kamu buat.

5. Mengirim Lamaran Kerja Di Waktu Terakhir

Ketika kamu melihat pengumuman lowongan kerja, pasti ada kolom yang mencantumkan batas waktu pengiriman. Sebagian besar perusahaan memberikan kelonggaran maksimal satu bulan.

Dalam jangka waktu tersebut diharapkan calon pelamar kerja mempersiapkan diri dengan baik. Entah itu saat pembuatan CV maupun peforma menjelang wawancara kerja.

Kebanyakan penyebab lamaran kerja ditolak ialah mengirimnya di menit terakhir. Pasalnya HRD biasa membuka lamaran dari yang paling awal mengirim terlebih dahulu.

Kesempatanmu akan hilang begitu tim rekrutmen menemukan kandidat yang cocok. Sedangkan berkas yang kamu kirim akan dilewati begitu saja tanpa sempat diperiksa.

Maka dari itu biasakan menempatkan prioritas di posisi paling atas. Dalam hal ini mendahulukan lamaran kerja untuk dikirim secepatnya.

Jangan sampai mepet batasan waktu yang ditentukan, sebab kamu bisa saja dianggap tidak disiplin waktu. Karena sebagian besar perusahaan ternama mengendepankan etos kerja terutama dalam pengaturan waktu.

6. Waspada Jejak Digital di Sosial Media

Di era digital seperti ini memang sulit bila tidak meninggalkan jejak apapun. Apalagi di tengah beragamnya sosial media, suatu ketidakmungkinan bila kamu tidak memilikinya.

Akan jadi sebuah kemudahan bila kamu bisa memanfaatkannya dengan baik, tapi bisa juga menjadi penyebab lamaran kerja ditolak jika salah memposting sesuatu lewat akun pribadi.

Tim HRD biasanya akan mengecek jejak digital calon karyawannya di semua sosial media. Jelas perusahaan tidak ingin merekrut pekerja yang mempunyai rekam digital buruk.

Hal tersebut secara tidak langsung dapat mempengaruhi citra perusahaan. Maka dari itu, tim HRD selektif sejak awal pemilihan karyawan demi menjaga reputasi perusahaan.

Solusi terbaik ialah menggembok semua akun sosial mediamu terlebih dahulu. Cek apa saja yang sekiranya kesalahanmu selama menggunakan sosial media.

Kemudian hapus postingan-postingan yang berpotensi meragukan tim HRD. Jika tidak ingin repot jalan paling mudah adalah tidak memposting hal-hal yang menurunkan citra dirimu sejak dini.

7. Melamar Banyak Posisi di Satu Perusahaan

Kesalahan ini sering dilakukan oleh calon pelamar fresh graduate, yang notabene belum punya banyak pengalaman. Niatnya mungkin ingin menjajal beragam posisi yang ditawarkan, namun justru mendapat penilaian negatif dari para HRD.

Kamu akan dipandang calon karyawan yang tak punya tujuan dan arah. Oleh sebab itu pilih satu posisi yang sesuai dengan latar pendidikan dan kemampuan.

Ketika melamar pekerjaan kamu membutuhkan banyak persiapan sejak dini. Perlu kamu ingat bahwa citra diri sangat penting untuk menempati posisi yang anda inginkan.

Maka dari itu perlu untuk menciptakan first impression yang berkesan di mata HRD. Bila nanti yang kamu usahakan belum berbuah hasil, maka kamu tidak boleh pantang menyerah.

Loker Pintar tidak pernah meminta kompensasi atau biaya apa pun untuk perekrutan di situs ini, jika ada pihak atas nama kami atau perusahaan yang meminta biaya seperti transportasi atau akomodasi atau apa pun dipastikan itu PALSU.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

error: Content is protected !!