Tahapan Setelah Lulus SKD dan SKB CPNS 2021

Tahapan Setelah Lulus SKD dan SKB CPNS 2021? Beberapa waktu lalu, Tjahjo Kumolo selaku Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi memberikan kabar gembira bahwa pelaksanaan CPNS 2021 kembali dibuka.

Setidaknya ada beberapa tahapan hingga akhirnya para peserta dinyatakan lulus seleksi. Pada kesempatan kali ini, mari kita mengupas terkait tahapan setelah lulus SKD dan SKB CPNS 2021.

A. Tahapan Setelah Lulus SKD dan SKB CPNS 2021

1. Seleksi Administrasi

Tahapan Setelah Lulus SKD dan SKB CPNS 2021

Kamu tertarik mendaftarkan diri menjadi bagian dari keluarga CPNS ? Pertama tama kamu harus lulus seleksi administrasi yang bisa dilakukan dengan mengunjungi situs resmi http://sscn.go.id terlebih dahulu.

Silahkan buat akun pendaftaran terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan melengkapi dokumen sesuai dengan persyaratan yang telah diberikan.

2. Seleksi Kompetensi Dasar (SKD)

Usai dinyatakan lulus dari tahap pertama, para peserta akan diminta hadir dalam tes SKD CPNS terlebih dahulu. Selama tes ini para peserta ujian akan diminta mengisi berbagai soal yang telah tersedia menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT). Semua soal yang diberikan terkait tentang pengetahuan umum serta kemampuan berhitung.

Banyaknya materi yang harus dipelajari dalam waktu singkat, oleh sebab itu para peserta diminta untuk mempersiapkannya sejak jauh hari untuk dapatkan nilai yang bagus.

Apabila hasil penilaian belum memenuhi passing grade, otomatis peserta dianggap gugur dan tidak berhasil masuk ke tahapan seleksi berikutnya.

3. Seleksi Kompetensi Bidang (SKB)

Khusus bagi para peserta seleksi CPNS yang telah lulus dari tahapan kedua pun tidak boleh bersenang senang terlebih dahulu. Sebab masih ada Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang siap menunggumu di tahapan selanjutnya. Kali ini peserta ujian tidak diminta untuk menyelesaikan soal seperti tahapan selanjutnya.

Pasalnya kali ini peserta ujian akan diminta untuk melakukan tes substantif bidang, wawancara, tes keterampilan khusus bagi beberapa jabatan, tes fisik khusus untuk instansi tertentu, serta psikotes.

Kamu perlu melakukannya dengan maksimal untuk mendapatkan hasil tinggi. Sebab tahapan ini memiliki bobot penilaian jauh lebih besar dibandingkan tahapan sebelumnya.

4. Seleksi Nilai

Berdasarkan penjelasan pada tahapan 2 dan 3, dapat diketahui  hasil akhir apakah kamu termasuk orang beruntung yang menjadi bagian dari lulusan CPNS 2021.

Hasil akhir tersebut didapatkan dari penjumlahan kedua hasil tes sebelumnya dengan kapasitas bobot berbeda. Khusus untuk SKD CPNS memiliki bobot 40%, sedangkan SKB CPNS berbobot 60%.

Usai mengetahui besarnya kapasitas bobot, para peserta yang telah tersisa harus melewati seleksi nilai yang menjadi penentu akhirnya.

Sebab tahapan usai dinyatakan lulus SKD dan SKB adalah pengumuman final. Bagi mereka yang belum diterima, otomatis harus mencoba kembali di tahun selanjutnya atau memilih mencari pekerjaan lainnya.

5. Pengumuman

Pengumuman adalah momen yang paling ditunggu oleh para peserta ujian CPNS. Kamu bisa melihat pengumuman kelulusan melalui website resmi instansi atau kementerian dimana tempat mendaftarkan diri.

Jika sebelumnya kamu telah berusaha sebaik mungkin, kini saatnya untuk berdoa agar keinginan menjadi ASN tercapai sesuai keinginan.

6. Pemberkasan

Apakah kamu adalah satu orang yang dinyatakan lulus seleksi dan secara resmi bergabung menjadi ASN ? Kini saatnya mulai melengkapi berbagai dokumen pemberkasan terlebih dahulu sesuai dengan persyaratan yang diberikan. Pastikan semua dokumen telah lengkap sebelum akhirnya diserahkan kepada panitia yang bertugas.

Baca juga: Tryout dan Latihan Contoh Soal CPNS TWK, TKP dan TIU (Kunci Jawaban) 2021

B. Kriteria Kelulusan CPNS 2021

Tahapan Setelah Lulus SKD dan SKB CPNS 2021

Sebenarnya ada banyak faktor yang mempengaruhi kelulusan CPNS 2021. Bahkan pada tahapan pertama, para peserta diminta melengkapi dokumen sesuai persyaratan yang telah ditentukan agar lulus ke tahapan selanjutnya. Beruntungnya kini peserta sudah bisa mengajukan dokumen yang diminta melalui online.

Para peserta akan diminta datang ke tempat tes ketika berhasil lulus ke tahapan tes SKD dan SKB. Kedua tahapan inilah kamu bisa merasakan persaingan ketat mengingat banyaknya jumlah pelamar yang mungkin saja menginginkan posisi yang sama denganmu.

Ditambah dengan adanya beban untuk melampaui passing grade, otomatis kamu harus melakukanya dengan maksimal.

C. Menghitung Integrasi Nilai Kelulusan CPNS Beserta Contoh Kasus

Berdasarkan penjelasan sebelumnya, kita dapat mengetahui bahwa banyak tahapan seleksi yang harus dilalui agar dinyatakan lulus.

Bagi pelamar kerja yang berhasil ke tahapan setelah lulus SKD dan SKB CPNS 2021, otomatis harus melalui seleksi nilai. Dan uniknya, para peserta dapat memprediksi nilai SKD dan SKB yang dimilikinya.

Namun perlu diingat bahwa cara ini hanya bisa diandalkan sebagai simulator skor minimal saja, bukan menentukan apakah kamu akan lulus seleksi.

Di sisi lain, hasil perhitungan kedua tes tersebut membantumu untuk bersaing dengan para peserta lainnya yang kebetulan berada di formasi serupa. Sehingga kamu harus tetap bersemangat dan optimis bisa melewatinya.

Ketika hasil SKD sudah diumumkan, para peserta dapat melihat banyaknya jumlah saingan yang ada dalam satu formasi. Dari data tersebut, setidaknya kamu bisa menghitung berapa besar peluang yang bisa didapatkan untuk diterima di formasi yang diinginkan. Lalu bagaimana cara mengetahui nilai yang didapatkan ?

Pertama tama mari kita stimulasikan dengan contoh kasus untuk memudahkan pemahaman menghitung nilai yang didapatkan.

Misalnya ditemukan lowongan untuk 4 formasi khusus untuk tenaga kesehatan di rumah sakit sejahtera, rumah sakit pelita, rumah sakit harapan, dan rumah sakit amanah. Apabila peserta dinyatakan lulus PG, otomatis tidak ada peserta yang mengikuti tes SKB.

Sedangkan ketiga peserta SKB yang telah berstatus P2/L otomatis akan memperebutkan jatah kuota yang tersedia. Usai menjalani tes SKD dan SKB, setiap peserta berhasil mendapatkan nilai berbeda.

Misalnya si Fara mendapatkan nilai SKD 290 dan SKB 340, Rezki memiliki nilai SKD 300 dan SKB 380, sedangkan Fety SKD 280 dan SKD 400.

Perlu diingat bahwa nilai maksimal untuk SKD adalah 500 dengan skala maksimalnya mencapai 100.000. Otomatis Fara akan mendapatkan nilai 58.000 dari hasil perhitungan (290/500)x100.

Sedangkan Rezki mendapatkan nilai 60.000 dari hasil perhitungan (300/500)x100. Fety berhasil mendapatkan nilai 56.000 dari perhitungan (280/500)x100.

Nilai SKB sempurna yakni 500 dengan skala nilai minimalnya 100.000. Otomatis Fara mendapatkan nilai 68.000 dari perhitungan (340/500)x100, Rezki mendapatkan nilai 76.000 dari hasil (380/500)x100, sedangkan Fety berhasil mendapatkan nilai 80 dari hasil (400/500)x100. Kemudian nilai akhirnya bisa didapatkan dari perhitungan bobot SKD 40% dan bobot SKB 60%.

Kamu bisa menggunakan rumus 40% x nilai SKD untuk mencari nilai hasil SKD. Sedangkan rumus 60% x nilai SKB diperuntukkan untuk menghitung hasil akhir SKB.

Misalnya nilai akhir SKD Fara menjadi 23.200 dari hasil perhitungan (40%/100)x58.000. Lalu nilai akhir SKB berhasil mendapatkan nilai 40.800 dari perhitungan (60/100)x68.000.

Sedangkan Rezki berhasil mendapatkan nilai akhir AKD 24.000 dari hasil perhitungan (40/100)x60.000, dan nilai akhir SKB 45.600 dari hasil perhitungan (60/100)x76.000.

Sedangkan Fety berhasil dapatkan nilai SKD 22.400 dan nilai SKB 48.000 dari rumus serupa. Kamu bisa menghitung nilai akhir ketika pengumuman nilai tahapan setelah lulus SKD dan SKB CPNS 2021 sudah muncul.

Itulah beberapa tahapan yang perlu dilalui sebelum dinyatakan lulus sebagai bagian dari ASN. Bahkan di setiap tahapannya akan melalui seleksi yang cukup ketat, mengingat banyaknya peminat yang ikut mendaftarkan diri secara bersamaan. Oleh sebab itu, persiapkan sejak jauh hari sebagai bekal untuk berjuang memperebutkan posisi yang diinginkan.

Loker Pintar tidak pernah meminta kompensasi atau biaya apa pun untuk perekrutan di situs ini, jika ada pihak atas nama kami atau perusahaan yang meminta biaya seperti transportasi atau akomodasi atau apa pun dipastikan itu PALSU.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

error: Content is protected !!