Contoh dan Cara Melakukan Personal Selling

Bagaimana Contoh dan Cara Melakukan Personal Selling? Bagi kamu yang belum tahu, istilah personal selling merupakan sebuah kegiatan dalam bisnis yang kerap dipakai demi meningkatkan penjualan serta pemahaman pelanggan terhadap produk yang dijual oleh perusahaan.

Contoh dan Cara Melakukan Personal Selling

Dalam melakukannya, terdapat beberapa langkah yang harus dilalui. Yuk simak contoh dan cara melakukan personal selling sebagai berikut.

Cara Melakukan Personal Selling

1. Persiapan Sebelum Penjualan

Sangat penting bagi penjual untuk melakukan persiapan sebelum mulai memasarkan produknya. Persiapan yang dimaksud juga cukup kompleks.

Seller harus mengerti cara melayani pelanggan yang baik. Selain itu, perlu bagi mereka untuk mengenal produk yang dipasarkan. Jangan sampai penjual tidak dapat mendeskripsikan barang yang dipromosikan dengan baik.

Langkah ini bisa dilalui dengan mulus apabila kamu banyak berlatih. Sangat disayangkan saat konsumen mulai tertarik malah kamu tidak bisa memberikan penjelasan dengan baik. Antisipasi lah beberapa pertanyaan yang bisa saja diberikan oleh konsumen. Dengan begitu, kamu bisa lebih siap saat proses selling dilakukan.

Sangat penting pula bagimu untuk mengetahui perusahaan perusahaan lain yang memberikan jasa atau produk yang serupa. Ditakutkan ada pembeli yang menanyakan perbedaan produkmu dengan apa yang dimiliki perusahaan itu.

Sangat disayangkan apabila kamu malah kebingungan dan tidak bisa menjawab dengan baik, sehingga membuat klien ragu.

2. Penentuan Lokasi Pembeli Potensial

Setiap barang atau jasa yang ditawarkan pastinya memiliki target market yang berbeda beda. Oleh karena itu sangat penting bagi kamu untuk mengetahui siapa target konsumen yang diharapkan untuk membeli produk yang ditawarkan.

Hal ini berkaitan dengan yang namanya segmen pasar. Berangkat dari situlah kamu bisa lebih mudah menjualnya.

Bagi produk yang dikhususkan untuk anak muda, lokasi yang tepat untuk mencari konsumen adalah di mall atau tempat tempat yang hits. Sedangkan untuk ibu ibu salah satu lokasi yang bisa dipilih adalah pasar.

Meskipun begitu, sesuaikan juga lokasi dengan jenis barang yang ditawarkan. Melalui berbagai pertimbangan, calon pembeli bisa ditemukan dengan mudah.

Tak ada salahnya bagi kamu untuk melakukan survey terlebih dahulu. Langkah ini akan membantu mengetahui mungkin atau tidaknya melakukan pemasaran di lokasi tersebut.

Tentu dalam hal ini kamu harus mengkonsultasikannya dengan perusahaan tempatmu bekerja. Apabila mereka setuju, barulah kamu bisa memulai proses selling.

3. Pendekatan Pendahuluan

Dalam memasarkan sebuah produk kamu tidak bisa terburu buru. Mulailah semuanya dengan perlahan namun mampu memikat ketertarikan konsumen terhadap barang atau jasa yang ditawarkan.

Mulailah dari mencari kebutuhan pelanggan. Berangkat dari situlah kamu bisa memberikan penjelasan atau rekomendasi terkait dengan produk yang sedang ditawarkan.

Dalam memberikan penjelasan kamu harus terlihat bersemangat dan yakin. Apabila kamu terlihat ragu maka dijamin konsumen tidak tertarik untuk membelinya.

Sertakan pula beberapa alasan mengapa mereka memerlukan barang atau layanan tersebut. Semakin menarik caramu menjelaskan, akan semakin besar pula peluangmu mendapatkan pembeli.

Tidak jarang customer terlebih yang ibu ibu mencurahkan keluh kesahnya terhadap sebuah barang. Nah, hal ini bisa menjadi kesempatan bagimu untuk memperkenalkan produk.

Ambillah dari kekurangan pihak kompetitor dan klaimlah sebagai bentuk kelebihan produk yang sedang kamu pasarkan. Meskipun begitu, kamu harus jujur dan tidak boleh mengada ada.

Seller atau penjual yang terlalu membanggakan produk juga tidak baik. Pelanggan akan bertanya tanya apakah benar bahwa produkmu tidak memiliki kekurangan.

Dalam setiap barang atau jasa pasti ada yang namanya keterbatasan. Oleh karena itu, jelaskan saja hal hal yang pasti dan sesuai dengan manual book atau penjelasan dari perusahaan.

Berbohong terkait dengan keunggulan produk adalah hal yang sangat tidak bijaksana. Jika hal ini dilakukan akan membuat pembeli kecewa setelah menggunakannya.

Hal tersebut dapat memicu munculnya review yang buruk pada produk yang dijual. Di zaman digital seperti ini, pemberian rating yang rendah dapat mempengaruhi minat calon konsumen yang lain.

4. Melakukan Penjualan

Setelah melakukan pendekatan yang berangkat dari keluhan atau masalah pelanggan, barulah kamu bisa melakukan proses penjualan atau transaksi.

Tawarkan kepada mereka apakah tertarik untuk menggunakan produk yang kamu jual atau tidak. Hal ini sepenuhnya menjadi hak pembeli. Kamu tidak bisa memaksa mereka kalau memang tidak suka.

Selama kamu telah melakukan semuanya dengan baik, kebanyakan calon konsumen pastinya akan tertarik. Hal tersebut bisa kamu prediksi melalui gerak gerik calon pelanggan.

Nilailah apakah orang tersebut terlihat antusias atau tidak. Apabila saat diberi penjelasan terlihat sangat memperhatikan maka kemungkinan besar proses tersebut bisa berlanjut ke tahap pembelian.

Lantas bagaimana jika pembeli terlihat tidak tertarik sejak awal? Apabila memang terlihat seperti itu, kamu harus tetap bersikap sopan dan coba untuk beri solusi lain.

Bisa saja calon konsumen bersikap seperti itu karena penjelasan yang kamu berikan belum memuaskan. Akan tetapi jika pelanggan mulai mencari alasan untuk menghindar maka kamu bisa berhenti.

Kehilangan satu calon pelanggan adalah hal yang biasa. Memang terkadang masalah ini membuatmu kesal namun inilah yang namanya bisnis.

Tidak semua orang menginginkan barang yang kamu pasarkan. Sikapi semuanya dengan tenang dan sabar. Jangan biarkan suasana hati dan semangatmu turun karena masih banyak calon konsumen lain yang menanti bantuanmu.

Baca juga: Cara Menjadi (CS) Customer Service yang Baik

5. Pelayanan Sesudah Penjualan

Contoh dan Cara Melakukan Personal Selling

Setelah transaksi dilakukan, konsumen masih memerlukan jasa seller. Meskipun kamu sudah memberikan nomor telepon customer service, mereka masih lebih suka dilayani olehmu.

Hal ini menjadi keunikan yang biasa dimiliki oleh orang Indonesia. Pelanggan akan menilai bahwa kamu adalah orang yang cocok untuk dimintai pertolongan apabila ada kendala dengan produk.

Terkait dengan masalah tersebut, kamu harus tetap memberikan pelayanan yang prima. Tanyakan apakah ada kendala atau pertanyaan lain seputar produk atau tidak.

Sikap yang tetap ramah akan membuat pelanggan semakin puas dan dipastikan mereka akan menjadi pelanggan yang loyal dan setia.

Menyikapi hal tersebut, tidak ada salahnya apabila kamu memberikan nomor telepon pribadi kepada pelanggan. Akan tetapi mintalah izin dulu kepada atasan apakah cara ini bisa dilakukan atau tidak.

Biasanya sih sah sah saja karena memang tujuannya adalah untuk meningkatkan pelayanan kepada pembeli.

Penting pula bagi kamu untuk untuk menanyakan kesan atau pesan berupa komplain dari pelanggan. Pertanyaan seperti ini sifatnya sangat membangun sehingga dengarkanlah dengan baik.

Bahkan terkadang pendapat dari konsumen menjadi ide dalam mengembangkan produk. Bisa saja keluhan yang dirasakan olehnya juga dimiliki oleh pelanggan yang lain.

Contoh dan cara melakukan personal selling haruslah dipahami dengan baik. Harapannya, banyak pelanggan yang merasa nyaman dan akhirnya membeli produk yang kamu pasarkan.

Dengan begitu, performa kerjamu akan jauh lebih baik dan bisa saja mendapatkan bonus karena mampu mengajak banyak orang menggunakan layanan yang diberikan oleh perusahaan.

Berbagai informasi yang telah disebutkan sebelumnya diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan saat hendak melakukan personal selling.

Meskipun memiliki banyak tantangan, cara ini masih cukup efektif selama dilakukan sesuai dengan panduan yang ada. Gunakan pula kreativitasmu untuk menarik perhatian calon konsumen.

Loker Pintar tidak pernah meminta kompensasi atau biaya apa pun untuk perekrutan di situs ini, jika ada pihak atas nama kami atau perusahaan yang meminta biaya seperti transportasi atau akomodasi atau apa pun dipastikan itu PALSU.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

error: Content is protected !!