Kesalahan Dalam Menyusun Curriculum Vitae

Kesalahan Dalam Menyusun Curriculum Vitae | Curriculum Vitae menjadi salah satu senjata yang harus dimiliki untuk mencari pekerjaan. Sebenarnya bukan hanya untuk mencari pekerjaan saja, kamu yang sedang mencari tempat magang sekalipun membutuhkan berkas penting satu ini.

Kesalahan Dalam Menyusun Curriculum Vitae

Anda baru saja membaca lowongan pekerjaan yang sangat menarik. Dari kualifikasi tertulis, Anda merasa memiliki semua persyaratan yang dibutuhkan untuk diterima bekerja di sana. Segera siapkan amunisi yang diperlukan: surat lamaran kerja dan curriculum vitae (CV).

Namun sejenak, sebelum Anda mengunggah surat lamaran dan CV Anda, tekan terus tombol kirim, coba periksa dan baca CV yang telah Anda buat.

Jangan membuat kesalahan. Karena satu kesalahan sederhana, pekerjaan Anda seharusnya bisa dapatkan malah menghilang.

Terlihat mudah memang untuk membuat curriculum vitae yang berkualitas. Nyatanya, sekalipun sudah profesional masih saja ada yang melakukan kesalahan. Untuk itu kamu harus tahu kesalahan umum menyusun CV berikut.

Kesalahan Dalam Menyusun Curriculum Vitae

1. Membuatnya Terlalu Panjang

Kesalahan yang sering dilakukan yang pertama adalah membuat curriculum vitae terlalu panjang. Terlalu panjang yang dimaksudkan adalah melebihi 2 lembar, bahkan ada yang hingga 5 lembar.

Tujuannya tentu untuk bisa menuliskan semua pengalaman yang dimiliki, namun ternyata hal ini tidak baik untuk curriculum vitae anda. Karena terlalu panjang, justru akan membuat tim rekruitmen malas untuk membacanya dan melewatkan begitu saja.

Hal ini tentu saja masuk akal, mereka tidak hanya melihat milik satu calon karyawan saja. Tidak ada waktu untuk melihatnya dengan detail satu per satu.

Untuk menghindari tak terbacanya curriculum vitae kamu, ada baiknya jika menuliskan dengan lebih ringkas. Di ringkasan tersebut sudah harus memuat semua kelebihan yang kamu miliki.

Sebaiknya panjang dari CV maksimal 2 lembar. Panjang tersebut cukup efektif untuk menarik perhatian tim rekruitmen.

2. Memasukkan Informasi Tidak Relevan

Masih berhubungan dengan terlalu panjang, karena bersemangat untuk menceritakan diri sendiri akhirnya informasi yang tidak dibutuhkan dimasukkan juga.

Informasi yang tidak relevan di sini bisa berupa riwayat pendidikan dari TK, SD atau SMP. Kamu cukup memasukkan pendidikan terakhir kamu seperti yang diminta dalam lowongan pekerjaan.

Jika lowongan membutuhkan karyawan dengan lulusan S1, maka kamu bisa hanya melampirkan hal tersebut.

Tim rekruitmen akan lebih tertarik pada pengalaman, karakter dan kepribadian kamu, kompetensi hingga pencapaian selama ini.

Sehingga untuk menghindarkan curriculum vitae kamu tidak dibaca, ada baiknya untuk memasukkan informasi yang relevan. Kamu bisa memasukkan pengalaman kerja jika memang sudah berpengalaman.

Atau kompetensi utama yang kamu miliki, pastikan kompetensi tersebut memang sesuai dengan posisi yang dilamar.

3. Tidak Memulai Dengan Kelebihan

Curriculum Vitae merupakan first impression yang akan dinilai HRD sebelum bertemu dalam sesi wawancara. Mereka tidak memiliki banyak waktu untuk mengamati CV kamu.

Apabila kamu mengawalinya dengan hal yang kurang penting, kesempatan untuk menarik tim rekruitmen bisa hilang begitu saja.

Lantas apa yang bisa kamu lakukan untuk menarik perhatian lewat resume saja? Sederhana mulai saja dengan keunggulan yang kamu miliki.

Terutama jika kamu menyusunnya dalam bentuk deskripsi, maka bisa langsung menuju pada kelebihan yang kamu miliki. Begitu juga dengan menggunakan tabel, kamu bisa langsung menuliskan pengalaman kamu.

Dengan seperti itu, maka kamu bisa menarik perhatian dari HRD. Apalagi jika semua yang kamu tuliskan memang sesuai dengan kualifikasi yang mereka cari.

Tonjolkan saja kelebihan yang kamu miliki sehingga kamu bisa memenangkan persaingan.

4. Salah Ketik Atau Typo

Kesalahan satu ini sebaiknya tidak dilakukan, meskipun terlihat sepele. Penulisan kata yang salah, entah kelebihan kata atau kekurangan akan mengganggu pembacanya.

Curriculum Vitae sifatnya formal, hindari penulisan yang tidak tepat atau typo. Sederhananya, bayangkan saja jika resume ini adalah wajah kamu.

Typo sama saja dengan menggambar eyeliner yang terlalu menukik, atau hal lain yang akan mengganggu penampilan kamu.

Terlihat sepele, padahal akan sangat berdampak untuk CV kamu. Sebelum kamu mengirim, ada baiknya untuk membacanya berkali kali.

Jika kamu masih belum yakin, kamu bisa meminta teman atau orang lain untuk membantu mengecek kata yang typo. Saat ini juga sudah tersedia alat yang bisa mendeteksi typo.

Manfaatkan semua hal yang bisa kamu manfaatkan, dengan tujuan untuk menghindarkan penulisan dari typo atau salah penulisan.

5. Satu Curriculum Vitae Untuk Semua

Format penulisan resume ini harus sesuai dengan perusahaan tempat kamu melamar. Misalnya kamu melamar di industri kreatif, tak ada salahnya kamu memberikan Curriculum Vitae yang kreatif.

Di susun dengan warna warna yang menarik dan desain yang estetik. Namun jika perusahaan yang kamu lamar adalah BUMN atau PNS? Tentunya penulisannya harus lebih formal dan tidak banyak warna warni di sana sini.

Bukan hanya masalah desain, satu Curriculum Vitae juga tidak akan bekerja efektif. Contohnya, kamu memiliki pengalaman di bidang pendidikan dan juga di bidang industri kreatif.

Kemudian kamu ingin melamar di perusahaan yang membutuhkan Production House atau televisi. Maka kamu sebaiknya tak terlalu menonjolkan pengalaman di dunia pendidikan kamu. Kamu lebih baik fokus untuk menonjolkan bidang industri kreatif kamu.

Sehingga ada baiknya, ketika akan melamar pekerjaan mengedit atau bahkan membuat kembali Curriculum Vitae yang sudah ada.

Dengan begitu kamu bisa menonjolkan kemampuan yang berkaitan dengan posisi yang dibutuhkan. Semua membutuhkan usaha, salah satunya dengan membuat CV yang menarik dan menghindari kesalahan yang ada.

Sesuaikan saja setiap resume yang kamu tulis dengan apa yang dibutuhkan perusahaan tersebut.

Baca juga: 8 Tips Mudah Dapat Kerja untuk Fresh Graduate

6. Menuliskan Pengalaman Kerja Dari Awal

Memang Curriculum Vitae layaknya membuat catatan histori yang sudah kamu lampaui selama ini. Sehingga banyak yang berlomba lomba untuk memasukkan semua pengalaman kerja pertama hingga yang paling terakhir.

Meskipun akan terlihat runtut dari awal hingga akhir, tetapi rupanya hal ini tidak efektif. Tim rekruitment seringkali melihat pengalaman terakhir yang kamu miliki, bukanlah pengalaman kerja pertama kamu.

Sehingga alangkah baiknya, jika kamu menyusunnya secara terbalik. Kamu bisa menyusun dari pekerjaan kamu paling terakhir atau pengalaman terbaru hingga ke awal.

Begitu tim rekrutmen melihatnya, mereka tidak membutuhkan waktu lama untuk melihat pekerjaan atau pengalaman terakhir kamu.

Poin jika mereka tak memiliki banyak waktu harus ditanamkan dalam kepala kamu, agar kamu bisa menyusun Curriculum Vitae yang terbaik.

7. Tidak Layak di Baca

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, Curriculum Vitae merupakan tulisan formal. Sehingga kamu harus memperhatikan penggunaan font atau formatnya.

Jika kamu menuliskan secara deskriptif, apakah sudah tidak ada kalimat yang terlalu panjang? Atau penyusunan kalimat yang bertele tele?

Belum lagi masalah format, seperti adanya kalimat ditebalkan atau italic yang dituliskan dalam Curriculum Vitae tersebut.

Apakah spasi yang kamu gunakan sudah tepat? Huruf besar dan kecilnya apakah sudah diperhatikan? pertanyaan pertanyaan ini harus sudah bisa kamu pastikan.

Jangan sampai CV yang kamu buat ternyata tidak layak untuk dibaca. Pemilihan font saja bisa menggambarkan kepribadian yang ingin kamu tonjolkan.

Sehingga pastikan jika Curriculum Vitae yang kamu susun sudah mudah untuk dibaca dan diarahkan untuk memberikan kesan positif.

8. Salah Nama Contact person yang dituju

Yup, salah tulis nama contact person yang dituju. Terlihat sepele, bukan? Tapi percayalah, tidak ada orang yang nyaman ketika namanya salah disebut, termasuk HRD yang membacakan surat lamaran kerja dan CV Anda.

Biasakan membaca lowongan kerja dengan cermat. Cek kembali nama perusahaan dan contact person yang tertera di info lowongan kerja yang Anda dapatkan. Jika perlu, periksa kembali dengan membuka situs web perusahaan.

9. Tidak melakukan pengecekan Ulang

Kami telah membahas ini di tips sebelumnya. Periksa dan periksa kembali semua tulisan di CV Anda. Pastikan tidak ada kesalahan ejaan nama, pengalaman, keterampilan, dan prestasi. Jika Anda menyebutkan pencapaian Anda secara kuantitatif dengan angka, pastikan angkanya benar.

10. Salah Perusahaan

Kedengarannya konyol dan tidak mungkin, bukan? Tapi faktanya, banyak pelamar yang melakukannya. Mereka mengirim surat lamaran yang benar ke perusahaan yang salah. Untuk fresh graduate yang melamar ke banyak perusahaan sekaligus, coba cek lebih teliti sebelum mengirimkan lamaran kerja, ya?

11. Lupa Lampiran

Untuk surat lamaran yang dikirim melalui email, biasanya kami menyertakan dokumen dan persyaratan berupa file yang dilampirkan pada email.

Jadi, pastikan dokumen Anda terlampir, oke? Email yang telah terkirim tidak dapat diurungkan. Jangan mengirim surat lamaran Anda dua kali berturut-turut hanya karena Anda lupa lampiran email.

12. Format File Salah

Sebelum mengirimkan surat lamaran kerja melalui email, pastikan semua dokumen yang Anda sertakan dalam format file yang bisa dibuka di semua komputer.

Jika Anda menulis di Microsoft Word, misalnya, pastikan file tersebut dapat dibuka di semua sistem operasi, baik Windows maupun Mac.

Cobalah untuk menggunakan format dan pengaturan kertas yang umum digunakan. Jika ragu, konversi file dari Microsoft Office (baik work, excel, dan power point) menjadi file pdf. File PDF cenderung lebih aman untuk semua sistem operasi.

13. Tidak Menuliskan Nama di CV

CV yang Anda buat harus mencantumkan nama Anda dalam ukuran yang cukup besar di bagian atas dokumen. Anda bahkan tidak perlu menulis: “Curriculum Vitae” besar-besar di bagian atas.

HRD ingin mengetahui nama pemohon, dan hal pertama yang harus mereka baca di atas dokumen adalah nama Anda.

14. Bukan Email Profesional

Email profesional tidak berarti email berbayar. Anda masih dapat menggunakan email gratis seperti gmail. Yang perlu Anda perhatikan adalah alamat email yang Anda gunakan.

Alamat email akan tampak seperti email pribadi.

Alamat email seperti [email protected] atau [email protected] jelas bukan pilihan yang baik. Selain impersonal, alamat email di atas sepertinya tidak serius.

Bandingkan dengan alamat email seperti: [email protected] atau [email protected] Terkesan lebih pribadi dan serius. Ingat, kesan pertama penting untuk memenangkan hati HRD.

Baca juga: Cara Membuat Curriculum Vitae dan Surat Lamaran Kerja

Kesimpulan

Menyusun Curriculum Vitae terlihat mudah memang. Namun untuk membuat yang bisa memberikan peluang diterima kerja bukanlah hal yang mudah.

Kamu harus memperhatikan beberapa hal dan memastikan tidak ada kesalahan tidak penting yang dilakukan. Tidak ada salahnya sering mengedit CV untuk sebelum kamu kirimkan.

Nah, jika Anda sudah membaca kembali surat lamaran kerja dan curriculum vitae yang Anda tulis, dan yakin semuanya baik dan benar, saatnya menekan tombol kirim.

Membutuhkan perjuangan, tetapi jika akhirnya menggapai pekerjaan impian tidak masalah bukan? Semoga berhasil mendapatkan pekerjaan impian Anda!

Loker Pintar tidak pernah meminta kompensasi atau biaya apa pun untuk perekrutan di situs ini, jika ada pihak atas nama kami atau perusahaan yang meminta biaya seperti transportasi atau akomodasi atau apa pun dipastikan itu PALSU.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

error: Content is protected !!