Manajemen Kinerja Adalah: Pengertian, Komponen, Manfaat dan Tujuan

Manajemen Kinerja Adalah: Pengertian, Komponen, Manfaat dan Tujuan | Setiap perusahaan dan setiap organisasi tentunya memiliki arah dan tujuan masing-masing, yang didukung oleh beberapa karyawan di dalam perusahaan.

Manajemen Kinerja Adalah: Pengertian, Komponen, Manfaat dan Tujuan

Agar arahan tersebut dapat dilaksanakan secara optimal, karena memerlukan manajemen kinerja.

Istilah ini mungkin terdengar asing bagi orang awam. Namun, para karyawan di suatu perusahaan harus memahami bahwa bagian ini memegang peranan paling penting.

Sebelum memahami pengertian manajemen kinerja, ada baiknya anda memahami Manajemen Adalah: Pengertian Ahli, Ruang Lingkup, Tujuan, Fungsi, dan Jenis

A. Pengertian Manajemen Kinerja

Apa itu manajemen kinerja? Secara umum, manajemen kinerja adalah upaya komunikasi yang berkelanjutan antara karyawan dan manajer mereka dengan tujuan mencapai tujuan tertentu untuk suatu organisasi.

Kehadiran manajemen ini sangat dibutuhkan dalam sebuah perusahaan karena dapat membantu untuk merekrut karyawan dengan sumber daya lain dengan cara yang paling sesuai dengan tujuan perusahaan.

Pengertian Manajemen Kinerja Menurut Para Ahli

Pengertian Manajemen Kinerja Menurut Ainsworth

Proses manajemen kinerja adalah sebagai proses sistematis yang meliputi rencana kerja, review dan dialog kinerja.

Evaluasi kinerja dan tindakan adaptif atau korektif untuk meningkatkan strategi dalam mengatasi kesenjangan kinerja (Ainsworth, 2002).

Pengertian Manajemen Kinerja Menurut Bacal

Manajemen kinerja adalah proses komunikasi yang berlangsung terus-menerus, yang dilaksanakan berdasarkan kemitraan, antara seorang karyawan dengan penyelia langsungnya (Bacal, 2005:3).

Pengertian Manajemen Kinerja Menurut Wibowo

Proses manajemen kinerja mengambil pendekatan holistik untuk mengelola kinerja sebagai kebutuhan organisasi, karena manajemen kinerja berurusan dengan masalah pengelolaan semua sumber daya dalam organisasi sebagai input, proses pelaksanaan kinerja, hasil kinerja, serta berurusan dengan manfaat dan efek suatu kinerja (Wibowo, 2007).

Dengan cara ini, manajemen kinerja melibatkan proses implementasi kinerja yang membahas bagaimana kinerja dijalankan.

Manajemen kinerja adalah sebagai proses yang berkesinambungan, melakukan perbaikan terus-menerus dan pengembangan kinerja, selain kaitannya dengan penciptaan budaya di mana ada proses evaluasi dan pengembangan organisasi/pribadi.

Performance plan sebagai tahapan pertama yang dilakukan dalam performance management.

Pada tingkat ini, arah dan tujuan kinerja ditentukan oleh komunikasi yang efisien antara manajemen dan karyawan.

Rencana kinerja merencanakan kegiatan-kegiatan yang perlu dilakukan untuk mencapai arah organisasi dan, menurut Wibowo (2007), untuk mencapainya diperlukan sumber daya dan waktu yang diperlukan untuk melaksanakannya.

Baca juga: Manajemen Keuangan Adalah: Pengertian, Tujuan, Fungsi dan Prinsip

B. Komponen Manajemen Kinerja

Membuat sistem manajemen kinerja harus dimulai dengan pemahaman yang tepat tentang proses kinerja. Model manajemen kinerja dalam organisasi dijelaskan oleh (Noe, Hollenbeck, Gerhart dan Wright, 2010:454) sebagai berikut:

Manajemen Kinerja Adalah: Pengertian, Komponen, Manfaat dan Tujuan

Apa saja komponen dari mekanisme manajemen kinerja?

Mekanisme manajemen kinerja yang diterbitkan oleh The Balance Careers terbagi menjadi beberapa bagian utama, yaitu:

  1. Saat merekrut karyawan, buat deskripsi pekerjaan atau penjelasan sejelas yang diharapkan.
  2. Memilih kandidat yang cocok untuk di wawancara.
  3. Melakukan wawancara dengan calon karyawan untuk seleksi dan jika memenuhi syarat mereka bisa lanjut ke tingkat berikutnya.
  4. Menanyakan kepada calon karyawan tentang kesediaannya untuk mencapai tujuan atau arahan perusahaan dan untuk memenuhi uraian tugas atau uraian pekerjaan sesuai dengan ketentuan semula.
  5. Memandu pemilihan karyawan potensial melalui berbagai proses dan level berdasarkan budaya perusahaan.
  6. Memberikan kesempatan kerja kepada calon karyawan terpilih, termasuk menjelaskan kelebihan perusahaan, upah, tunjangan, fasilitas dan faktor lainnya.
  7. Menyambut karyawan baru melalui kegiatan orientasi, pengenalan tutor atau supervisor, dan budaya perusahaan.
  8. Membuat standar kinerja yang sama sesuai dengan ukuran karyawan yang dipilih.
  9. Menyediakan fasilitas pelatihan.
  10. Memberikan bimbingan dan timbal balik kepada karyawan.
  11. Bernegosiasi secara teratur dengan karyawan untuk meningkatkan kinerja.
  12. Membuat mekanisme penghargaan khusus yang terkait dengan beberapa pencapaian atau kontribusi karyawan.
  13. Tawarkan pengembangan atau promosi profesional, seperti Mutasi pegawai, perubahan status dan sebagainya.
  14. Melakukan penilaian dan temukan pemicu ketika seorang karyawan berhenti.

Padahal, komponen di atas tidak dapat dilampaui oleh setiap jenis usaha secara merata.

Namun secara fundamental dan elemen, sebagian besar organisasi atau perusahaan memiliki beberapa komponen tersebut untuk mencapai kinerja manajemen yang baik.

Baca juga: Manajemen Risiko Adalah: Pengertian, Manfaat, Tujuan dan Prinsip

C. Tahapan Manajemen Kinerja

Manajemen Kinerja Adalah: Pengertian, Komponen, Manfaat dan Tujuan

Setiap organisasi bisnis memiliki mekanisme manajemen kinerja untuk memastikan kualitas kerja karyawan sesuai dengan yang diinginkan dan tidak mengalami penurunan yang berdampak pada produktivitas bisnis.

Manajemen Kinerja adalah proses struktural untuk mengelola kinerja karyawan secara efektif dalam mencapai tujuan dan misi organisasi.

Ini adalah tentang menciptakan lingkungan yang memungkinkan karyawan untuk bekerja sebaik mungkin untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pekerjaan.

Mekanisme manajemen kinerja sebagai tahapan atau transisi yang berulang dan berkesinambungan, mulai dari perencanaan, evaluasi hingga pemberian penghargaan.

Tahapan manajemen kinerja yang dikutip dari bagan The Performance Management Cycle dan The Performance Management Sequence Armstrong (2006:17) sebagai berikut:

1. Fase planning

Tahapan pertama Manajemen Kinerja Adalah Tahap Planning atau perencanaan.

Fase ini dimulai dengan penciptaan rencana bisnis yang menargetkan sasaran utama, Key Performance Indicators (KPI), standar kerja dan aktivitas SMART (Specific, Measurable, Achievable, Realistic, Time-Oriented).

Prosesnya berjalan dari atas ke bawah, diputuskan oleh manajemen ke bawah.

CEO memutuskan ke arah mana organisasi ingin pergi, yang mencakup visi jangka panjang dan jangka pendek.

Manajemen membuat panduan bagi rencana perusahaan dan langkah-langkah untuk mengimplementasikannya.

Manajer level bawah kemudian menerjemahkan rencana bisnis ke dalam tujuan kerja, termasuk daftar pekerjaan, sasaran, dan standar kinerja harian.

Rencana ini didistribusikan secara merata tergantung pada peran dan jenis tugas masing-masing karyawan.

2. Fase ongoing & monitoring

Fase kedua Manajemen Kinerja Adalah Fase Ongoing dan Monitoring.

Fase ini berfungsi untuk mengimplementasikan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya dan mencakup pengawasan.

Tujuan pengawasan adalah untuk memastikan bahwa pelaksanaan beberapa tugas sehari-hari setiap departemen konsisten dengan arah tujuan dan arah organisasi pada umumnya.

Pada tahap ini, manajer setiap bagian harus memberikan masukan kepada karyawan untuk mengatasi kekurangan, memperbaiki kesalahan, dan meningkatkan kinerjanya.

Manajer dapat membantu anggota tim memecahkan masalah atau mengatasi hambatan pekerjaan.

Poin penting lainnya yang penting bagi manajer atau supervisor adalah menjaga motivasi setiap individu karyawan tetap tinggi.

3. Pengembangan (Developing)

Agar siklus manajemen kinerja berjalan dengan baik, Anda perlu meningkatkan banyak hal yang masih dianggap kurang memuaskan. Evaluasi ini dapat ditemukan pada level awal, yaitu monitoring.

Misalnya, ketika ada karyawan baru yang tidak pernah mencapai tujuan pekerjaannya. Manajemen mengevaluasi deskripsi pekerjaan karyawan.

Kemudian masalah ditemukan, jika karyawan memiliki kelemahan atau kekuatan tertentu. Untuk itu, perusahaan juga dapat membantu karyawan tersebut untuk mendapatkan lebih banyak kemampuan.

4. Fase Rating, checking & reviewing

Tahap ketiga Manajemen Kinerja Adalah tahap checking & reviewing.

Penilaian berkala dilakukan pada tahap ini, melibatkan manajemen senior, SDM dan setiap manajer di departemen.

Evaluasi ini harus menunjukkan sejauh mana rencana bekerja dan tujuan yang dicapai, di mana letak masalah dan bagaimana perbaikan dapat dilakukan di masa depan.

Review dan evaluasi diperlukan oleh manajemen untuk meningkatkan rencana yang lebih baik, lebih realistis dan melibatkan kerjasama seluruh karyawan.

Dalam fase ini, kinerja karyawan pada saat itu diperiksa, tujuan apa yang ditetapkan dan pengalaman baru apa yang diperolehnya.

Karyawan dapat mengajukan keluhan kepada manajer mereka untuk mengkomunikasikan kepada manajemen kesulitan yang paling menghambat pencapaian tujuan mereka.

5. Fase rewarding

Ini adalah tahap terakhir dari sistem manajemen kinerja dan merupakan siklus berulang dari awal.

Tahap ini merupakan penghargaan bagi setiap pegawai sesuai dengan hasil penilaian kinerja yang artinya meningkatkan motivasi pegawai untuk bekerja lebih baik lagi.

Penghargaan dapat bersifat finansial atau non-finansial. Imbalan finansial dapat berupa bonus tahunan yang sepadan dengan kinerja setiap karyawan, kenaikan gaji, atau stimulus.

Dan imbalan non finansial berupa promosi, ekstra liburan, hadiah, dan fasilitas tambahan.

Baca juga: 5 Fungsi Manajemen Menurut Para Ahli

D. Tujuan Manajemen Kinerja

Manajemen Kinerja Adalah: Pengertian, Komponen, Manfaat dan Tujuan

Pada prinsipnya, setiap bagian dalam suatu perusahaan tentu memiliki kepentingannya masing-masing.

Demikian pula, manajemen kinerja memiliki beberapa tujuan umum, antara lain sebagai berikut.

1. Tujuan Strategik

Tujuan pertama Manajemen Kinerja Adalah Tujuan Strategik untuk menghubungkan aktivitas karyawan dengan tujuan organisasi. Penerapan strategi harus menggambarkan berbagai faktor yang harus dicapai, seperti: Sikap, karakter pegawai dan peningkatan pengukuran kinerja pegawai.

2. Tujuan Administratif

Gunakan informasi yang tersedia untuk manajemen kinerja, terutama tentang tinjauan kinerja yang memberikan arahan untuk permintaan keputusan administratif, promosi, upah, dan pemutusan hubungan kerja karyawan.

3. Tujuan Pengembangan

Dapat meningkatkan kemampuan karyawan yang berhasil dalam industrinya untuk melatih karyawan yang berkinerja buruk untuk mengejar penempatan yang lebih tepat.

Selain 3 tujuan tersebut, manajemen kinerja memiliki berbagai tujuan khusus lainnya, yaitu.

  • Dapatkan peningkatan kinerja yang berkelanjutan
  • Meningkatkan loyalitas dan motivasi karyawan Anda
  • Memungkinkan setiap individu untuk meningkatkan kemampuan mereka
  • Meningkatkan kepuasan kerja dan memperoleh kemampuan individu yang berguna bagi pribadi dan pihak organisasi.
  • Daya dorong dengan arah perpindahan yang lebih memenuhi target kinerja.
  • Membina hubungan yang lebih terbuka dan dihargai antara individu dan organisasi.
  • Menyediakan kerangka kerja untuk persetujuan tujuan kerja.
  • Memberikan perhatian terfokus pada kualitas dan keterampilan yang dibutuhkan.
  • Manajer dan karyawan harus menyepakati rencana untuk perbaikan.

E. Cara Memaksimalkan Manajemen Kinerja

Manajemen Kinerja Adalah: Pengertian, Komponen, Manfaat dan Tujuan

Bagaimana cara meningkatkan manajemen kinerja dalam suatu organisasi? Agar manajemen kinerja yang dilakukan oleh perusahaan dapat terlaksana secara optimal, berbagai langkah dapat dilakukan.

Dikutip dari situs resmi WorkFront, cara-cara yang bisa diterapkan adalah:

  1. Sering melakukan evaluasi pekerjaan, tidak hanya sekali atau dua kali setahun, tetapi sering dalam setahun.
  2. Kegiatan OKR untuk menyempurnakan standar pendapatan individu dengan tujuan perusahaan.
  3. Memperbaiki mekanisme umpan balik mingguan kepada karyawan sehingga proses pengawasan dapat dilakukan secara efisien.
  4. Manajer perlu menjadi pendidik atau pemberi pelatihan dan pendampingan.
  5. Meningkatkan standar yang dapat digunakan secara lebih efisien sebagai indikator kinerja pekerjaan.

F. Perbedaan Manajemen Kinerja dan Penilaian Kinerja

Manajemen Kinerja Adalah: Pengertian, Komponen, Manfaat dan Tujuan

Seringkali manajemen kinerja digantikan oleh hal-hal lain seperti: Penilaian Kinerja. Diambil dari situs resmi Inc, evaluasi pekerjaan pada dasarnya adalah proses manajemen perusahaan atau langkah untuk memberikan umpan balik atau saran kepada karyawan.

Usulan ini terkait dengan produk kerja dan hal-hal lain yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kinerja pegawai.

Ada banyak hal lain yang membandingkan manajemen kinerja dan penilaian kinerja, yaitu:

1. Penekanan

Penilaian kinerja lebih menitikberatkan pada penilaian dan saran bagi karyawan. Dan manajemen kinerja lebih menitikberatkan pada aspek integratif, sehingga hasil kerja para karyawan sesuai dan membantu perusahaan mencapai tujuannya.

2. Tujuan

Penilaian kinerja dilakukan untuk meningkatkan dan mengembangkan kinerja karyawan, meningkatkan bakat dan keterampilan karyawan, serta fokus untuk mengkomunikasikan budaya perusahaan kepada karyawan.

Di sisi lain, manajemen kinerja dilakukan untuk memutuskan, mengevaluasi dan meningkatkan kinerja pegawai agar sejalan dengan tujuan perusahaan dan kinerja pegawai dapat meningkat.

3. Keterlibatan Karyawan

Penilaian kinerja biasanya dilakukan oleh manajer karyawan. Ini berarti ada sedikit atau tidak ada keterlibatan karyawan.

Dan dalam manajemen kinerja, karyawan dapat berperan dengan memberikan umpan balik yang dapat didiskusikan dengan manajer.

Jika dalam tabel perbedaan manajemen kinerja dan penilaian kinerja seperti ini

Manajemen KinerjaPenilaian Kinerja
PenekananFokus pada hal-hal integratif agar karyawan bekerja sesuai arahan perusahaan dan membantu perusahaan untuk mencapainya.Prioritas masukan dan evaluasi pegawai.
TujuanMemutuskan, mengoreksi dan mengevaluasi kinerja karyawan. Dengan cara ini, kinerja karyawan dapat ditingkatkan dan diselaraskan dengan tujuan perusahaan.Meningkatkan kinerja karyawan, meningkatkan keterampilan dan bakat karyawan, serta memperkuat budaya perusahaan.
Keterlibatan Karyawan Pihak karyawan dapat memberikan kontribusi dan umpan balik atau masukan yang dapat didiskusikan dengan pihak manajer.Ini biasanya dilakukan oleh manajer karyawan dan tidak melibatkan karyawan terlalu banyak, meskipun kadang tidak sama sekali.

G. Persyaratan Manajemen Kinerja

Saat melakukan manajemen kinerja, ada banyak alat dan persyaratan yang harus dipenuhi.

Berbagai alat seperti Lean Six Sigma, Manajemen Mutu ISO, Balanced Scorecard “BSC”, Six Sigma, Malcolm Baldrige “MBNQA” dan lain-lain.

Namun, beberapa alat tersebut harus memenuhi persyaratan berikut:

  • Untuk mencapai tujuannya, perusahaan harus memiliki strategi yang jelas.
  • Bisnis perlu memiliki KPI (Key Performance Indicators) yang dapat diukur secara kuantitatif, memiliki tujuan yang harus dipenuhi, dan memiliki batasan waktu yang jelas.
  • Dalam kontrak kerja, berbagai parameter kinerja dapat dituangkan dalam bentuk kesepakatan.
  • Ada siklus manajemen kinerja standar yang harus dipatuhi oleh setiap orang yang terlibat dalam bisnis berupa hal implementasi, pemantauan, perencanaan kinerja, dan evaluasi.
  • Ada penghargaan dan hukuman untuk menjaga dan meningkatkan stabilitas perusahaan.

Untuk pemahaman dan pengertian manajemen kinerja bisa melihat video dibawah ini

Kesimpulan

Berdasarkan informasi di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa manajemen kinerja adalah alat manajemen yang dapat membantu pihak manajerial untuk memantau dan mengevaluasi tugas karyawan yang berbeda.

Tujuannya adalah untuk menciptakan lingkungan yang lebih efisien dan efektif, baik bagi perusahaan maupun bagi karyawan.

Pada intinya, keberhasilan manajemen kinerja tergantung pada bagaimana semua komponen bisnis organisasi menjalankan tugasnya dengan baik.

Namun tentu saja Anda tidak bisa mengandalkan manajemen kinerja untuk menjalankan bisnis yang sukses karena Anda perlu melakukan pengelolaan keuangan dengan baik dan terencana.

Sekian artikel berjudul Manajemen Kinerja Adalah: Pengertian, Komponen, Manfaat dan Tujuan, semoga bermanfaat.

Loker Pintar tidak pernah meminta kompensasi atau biaya apa pun untuk perekrutan di situs ini, jika ada pihak atas nama kami atau perusahaan yang meminta biaya seperti transportasi atau akomodasi atau apa pun dipastikan itu PALSU.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

error: Content is protected !!