Resume Adalah: Cara Membuat, Unsur dan Jenis

Resume Adalah: Cara Membuat, Unsur dan Jenis | Anda harus telah menyelesaikan magang di sekolah atau universitas untuk menulis resume. Apakah Anda mengalami kesulitan menempatkan atau apakah mereka mengerti bagaimana langkah menulis resume?

Jadi apa itu resume? Apakah resume sama dengan esai? Apakah resume sama dengan ringkasan? Apa cara membuat resume yang baik?

Nah, agar Anda paham, yuk simak pembahasan berikut ini tentang apa itu resume.

Apa itu Resume?

Resume Adalah: Cara Membuat, Unsur dan Jenis

Resume adalah rangkuman atau sinopsis artikel yang panjang, dengan mempertimbangkan halaman yang diperlukan saja.

Resume ini dianggap lebih efisien dalam menjelaskan informasi yang paling penting atau mendasar dari sebuah cerita panjang.

Saat menulis resume kita hanya perlu mengadopsi poin-poin utama dari informasi tersebut, tetapi kita tidak boleh mengubah posisi gagasan utama dari tulisan aslinya.

Dalam dunia pendidikan, resume artinya rangkuman artikel yang panjang, yang dapat berguna untuk pembelajaran dan pemahaman materi proses belajar.

Sedangkan di dunia kerja artinyanya menjadi dokumen administrasi yang memuat data pelamar kerja, baik dari segi pengalaman kerja, keterampilan yang diperoleh maupun pendidikan terbaru pelamar kerja. jumlah halaman resume umumnya tidak boleh lebih dari dua halaman.

Perbedaan Resume dengan Esai

Untuk perbedaan esai dan resume adalah sebagai berikut:

ResumeEsai
Bentuk sinopsis atau rangkuman artikel panjang dengan menulis ulang poin-poin utamanya.Sebuah karya tertulis yang dengan lugas menjelaskan pemikiran individu penulis tentang suatu subjek permasalahn.

Perbedaan Resume dan Ikhtisar

Untuk perbedaan Ikhtisar dan resume adalah:

ResumeIkhtisar
Bentuk sinopsis atau rangkuman artikel panjang dengan menulis ulang poin-poin utamanya. Jangan mengacaukan posisi atau urutan gagasan utama dalam aslinya.Bentuk ringkasan yang berisi gagasan pokok. Namun, dapat mengubah posisi gagasan utama dalam tulisan aslinya. Hal ini dikarenakan ikhtisar dibuat berdasarkan pengetahuan penulis tentang tulisan asli yang dirangkum.

Perbedaan Resume dengan Curriculum Vitae (CV)

Mengenai perbedaan Curriculum Vitae dan resume adalah:

ResumeCurriculum Vitae (CV)
Berisi ringkasan pelamar kerja dalam hal riwayat pendidikan, riwayat pekerjaan dari keterampilan yang diperoleh, riwayat organisasi dalam kaitannya dengan posisi yang akan dilamar.

Buatlah paragraf sistematis dan tidak lebih dari dua halaman.

Berisi data lengkap pelamar kerja. Dimulai dengan rangkuman singkat, biodata, alamat tempat tinggal, riwayat mengajar, tugas, keterampilan, riwayat organisasi dan sebagainya.

CV memiliki jenis yang berbeda-beda, misalnya ATS friendly, CV Kreatif dan sebagainya.

Unsur-Unsur dari Resume

Resume Adalah: Cara Membuat, Unsur dan Jenis

Resume umumnya dilakukan dalam dua arah, yaitu meringkas isi buku atau sumber belajar dan tugas administrasi.

Ada arah yang berbeda dalam menulis resume ini, juga ada berbagai elemen yang disertakan di dalamnya.

Unsur dalam Resume Teks atau Buku

Jika Anda bertujuan untuk menghasilkan resume yang mengambil sumber dari sebuah teks atau buku, maka unsur-unsur dan susunannya adalah sebagai berikut:

1. Identitas Buku

Identitas buku adalah elemen utama pertama yang disertakan dalam resume. Identitas buku ini meliputi judul buku, nama pengarang, nama penerbit, tahun terbit buku beserta cetakan keberapa, harga buku, nomor ISBN (International Standard Book Nomor) dan ketebalan buku.

2. Sinopsis Buku atau Teks

Naskah buku ini harus diletakkan di awal resume. Sinopsis buku atau teks ini harus dicatat sepenuhnya dan memiliki karakter berurutan.

3. Ulasan Buku

Resume adalah ringkasan dari sebuah buku atau teks. Oleh karena itu, penjelasannya harus lengkap dan dengan kutipan dari buku.

4. Kelebihan dan Kekurangan Buku

Kelebihan dan kekurangan buku ini juga termasuk dalam resume. Oleh karena itu, penulis resume harus cermat mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan dari buku atau teks yang digunakan sebagai sumber.

5. Rumusan Kerangka Buku

Setelah menuliskan kelebihan dan kekurangan buku, Anda juga perlu memasukkan beberapa kata tentang kerangka buku atau teks yang digunakan sebagai sumber.

Kerangka besar buku harus ditulis sepenuhnya dengan tinjauan buku.

7. Penutup Resume

Juga harus ada penutup dalam resume. Di akhir resume ini, Anda akan menemukan informasi tentang kelompok mana buku itu ditujukan dan mengapa mereka harus membacanya.

Unsur dalam Resume Melamar Kerja

Resume yang ditulis untuk keperluan administrasi ketenagakerjaan jelas berbeda dengan resume buku.

Karena dalam gambaran utama resume untuk melamar kerja ini sebagian besar akan berisi biodata dan cerita para pelamar kerja.

Hal-hal yang harus disertakan dalam proses administrasi ketenagakerjaan adalah keterampilan dan pengalaman kerja.

Untuk gambaran yang baik tentang resume untuk melamar pekerjaan, lihat panduan berikut:

a. Tuliskan dengan jujur ​​keterampilan dan pengalaman kerja

Unsur utama adalah keterampilan dan pengalaman kerja pelamar kerja. Saat menulis elemen ini, pelamar kerja harus jujur ​​dan tidak melebih-lebihkan keterampilan dan pengalaman kerja mereka.

Di bagian keterampilan, sebaiknya tulis tentang keterampilan apa yang paling menonjol, termasuk cara menggunakan komputer.

b. Ditulis Secara Singkat

Tulis saja resume secara singkat, tidak perlu terlalu panjang karena bisa dilihat oleh HRD hanya dalam sepuluh detik.

c. Disamakan dengan kualifikasi HRD

Saat menulis resume untuk melamar pekerjaan sesuaikan dengan kualifikasi yang diinginkan oleh departemen sumber daya manusia perusahaan.

Tidak perlu menuliskan beberapa hal yang “kurang” sesuai dengan kualifikasinya.

d. Gunakan bahasa yang mudah dipahami

Tulislah resume untuk melamar kerja Anda dengan bahasa yang mudah dipahami, tidak menggunakan kata-kata asing, bahasa baku, dll.

Baca juga: Cara Membuat dan 2 Contoh Resume Seminar yang Baik

Jenis-Jenis Resume

Resume Adalah: Cara Membuat, Unsur dan Jenis

Ada tiga jenis resume yaitu ringkasan abstrak, ringkasan sticto sensu dan Ikhtisar. Beberapa jenis resume ini dijelaskan di bawah ini.

1. Ringkasan Abstrak

Resume Ringkasan abstrak ini umumnya menjadi sumber penulisan karya ilmiah. Jadi ringkasan harus memiliki bentuk yang tetap, singkat dan memuat informasi tentang karya ilmiah bagi pembaca.

Gaya penulisan dalam jenis resume ini formal dan sepengetahuan penulis resume tersebut.

Selain itu, pembentukan bab atau informasi dasar harus sesuai dengan karya ilmiah asli, tidak acak.

Konsep awal dari resume ringkasan abstrak ini adalah versi ringkas dari teks karya ilmiah, sehingga tidak dapat menggantikan tata bahasa, struktur, dan pemikiran aslinya.

2. Ringkasan Stricto Sensu

Tinjauan jenis ini disusun dengan menyatakan kembali premis utama yang terkandung dalam teks asli dalam bahasa atau menyusun kembali yang sesuai dengan gaya bahasa penulis resume.

Pada umumnya penulis resume tidak memberikan contoh, ilustrasi, hingga detail dari teks aslinya.

Sekilas tentang Stricto Sensu jenis ini seringkali menjadi penugasan yang diberikan dosen atau guru kepada mahasiswanya agar dapat memahami materi.

3. Ikhtisar

Berbeda dengan 2 tipe pertama, Ikhtisar ini memberikan kebebasan kepada penulis untuk membuat pengaturan struktur, informasi, dan jumlah halaman.

Namun, informasi yang terkandung dalam ringkasan tidak boleh menyimpang dari teks sumber.

Baca juga: Resume Lamaran Kerja: Pengertian, Jenis dan Cara Membuatnya

Cara Membuat Resume

 apa itu resume

Tentu saja ada cara-cara lain yang terlibat dalam membuat resume, apakah itu resume buku atau resume melamar kerja. Ini karena unsur dan tujuan di dalamnya berbeda.

Nah, berikut ini penjelasan cara membuat resumer buku dan resume lamaran kerja.

Cara Membuat Resume Buku atau Teks

1. Baca buku atau Text terlebih dahulu

Langkah pertama untuk mendapatkan gambaran umum untuk membuat resume adalah dengan membaca buku atau teks yang digunakan sebagai sumber resume.

Hal ini dilakukan agar kita dapat memahami isi dari buku atau teks tersebut, sehingga resume yang kita tulos memiliki kualitas yang baik.

Juga, dengan membaca buku atau teks terlebih dahulu, anda meminimalkan kemungkinan resume anda akan ketinggalan buku atau teks sumber.

2. Temukan Gagasan Utama

Saat membaca buku atau teks, tentukan gagasan utamanya. Anda dapat memparafrasekan gagasan tertentu di atas kertas dan mengaturnya sesuai dengan formasi aslinya.

3. Mulailah menulis resume

Setelah menemukan gagasan tertentu dalam buku atau teks, Anda dapat mulai menulis kerangka.

Susun gagasan konkrit ke dalam bentuk padat dan ringkas yang masih sesuai dengan buku atau teks sumber. Gunakan bahasa yang mudah dipahami.

4. Baca ulang resume

Ketika sinopsis yang Anda tulis sudah selesai, coba baca lagi. Periksa penggunaan bahasa dan ejaan yang tidak tepat dan segera perbaiki jika memang demikian.

Cara Membuat Resume Lamaran Kerja

Jika Anda menyiapkan resume dengan tujuan mendaftarkan pekerjaan, penting untuk mengetahui resume mana yang kami tulis sesuai dengan kualifikasi HRD perusahaan. Nah ini dia triknya

1. Buat daftar keahlian dan pengalaman kerja Anda

Sebelum Anda menyerahkan surat lamaran dan dokumen pendukung lainnya, buatlah daftar keahlian dan pengalaman kerja yang Anda miliki sehingga bisa menjadi gambaran.

Coba sertakan keahlian dan pengalaman kerja terkait dengan posisi yang ditawarkan perusahaan atau posisi yang Anda lamar.

2. Tulis resume singkat

Menulis resume lamaran kerja harus singkat, jelas, dan menarik. Kenapa harus pendek?

Karena tim rekrutmen atau HRD hanya memiliki waktu 6 detik untuk membaca gambaran umum. Karena itu, cobalah untuk menulis resume yang tidak rumit dan menarik.

3. Pamerkan keahlian Anda

Untuk memamerkan keterampilan Anda, Anda harus detail dan lugas. Tunjukkan kepada tim HRD atau tim rekrutmen jika Anda terbuka terhadap teknologi.

4. Baca resume

Setelah selesai dengan resume, Anda dapat memeriksa ulang untuk kesalahan ejaan dan bahasa.

Evaluasi resume Anda seolah-olah Anda adalah tim rekrutmen. Jika ada yang tidak sesuai, perbaiki dengan cepat.

Baca juga: 5+ Contoh Resume Lamaran Kerja yang Baik

Cara Membuat Resume untuk Melamar Kerja agar Lebih Menarik

Bagaimana cara membuat resume yang menarik agar dilirik perusahaan?

Ketika melamar pekerjaan, seseorang akan diminta untuk melampirkan gambaran singkat yang menjelaskan tentang keahliannya. Sekilas memang tampak seperti CV, namun keduanya ternyata berbeda.

Ringkasan singkat mengenai pelamar atau yang biasa disebut dengan resume adalah tulisan yang berisi tentang pengalaman, keahlian dan alasan mengapa perusahaan harus menerima pelamar.

Agar ringkasan terlihat lebih menarik, anda perlu mempertimbangkan beberapa hal berikut.

1. Memakai Bahasa yang Mudah Dipahami

 apa itu resume

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh pelamar, terutama para lulusan baru adalah penggunaan istilah yang terlalu sulit dan kurang dimengerti.

Mungkin penggunaan istilah yang ini dianggap keren dan meningkatkan profesionalitas.

Tidak menjadi masalah jika memang kata tersebut diperlukan. Namun, anda perlu menghindari penggunaan istilah asing.

Dengan bahasa yang sederhana, maka HRD akan lebih mudah memahami ringkasan diri yang anda buat.

Anda juga perlu memahami jika seorang HDR bukan merupakan orang teknis. Adakalanya perekrut memahami penggunaan beberapa kata yang digunakan dalam bidang teknis misalnya.

Sayangnya mereka tidak ahli dalam bidang tersebut sehingga ringkasan diri yang anda buat tidak akan terlalu berpengaruh bahkan bisa menyulitkan mereka.

Oleh karena itu, cara membuat resume yang menarik yaitu anda perlu memastikan agar memakai bahasa yang lebih sederhana .

2. Berdasarkan Bidang Keahlian

Sebaiknya ringkasan diri yang disusun disesuaikan dengan keahlian yang anda miliki.

Selain itu, resume adalah sesuai tulisan yang juga harus menggambarkan kepribadian anda. Ringkasan yang baik sebaiknya ditulis singkat padat dan jelas.

Anda akan membuat HRD semakin terpukau, jika tips ini diterapkan. Ibaratnya kualitas lebih penting dibandingkan dengan kuantitas.

Apalagi perekrut hanya membutuhkan waktu yang singkat untuk melihat ringkasan tersebut.

Rata tata mereka hanya menghabiskan waktu sekitar enak detik untuk membacanya.

Dengan demikian, anda harus memastikan jika dalam waktu sesingkat itu, cara membuat resume yang baik yaitu pastikan informasi yang anda tampilkan bisa diserap dengan sempurna. Jadi isi dengan pengalaman kerja, bukan perjalanan keseluruhan karier anda.

Sebaiknya, susun pengalaman kerja dalam bentuk poin poin dengan deskripsi yang jelas. Agar tampak berbeda, isi dengan pencapaian dan prestasi yang selama ini anda banggakan.

3. Menampilkan Informasi yang Relevan

Terdapat beberapa  informasi yang perlu dicantumkan pada ringkasan tentang diri anda.

Beberapa diantaranya data diri, tujuan, ringkasan kualifikasi, pengalaman kerja, latar belakang pendidikan, hobi dan sertifikat.

Data diri berada di bagian awal dan berisi tentang alamat rumah, email, nama pelamar dan nomor telepon.

Sedangkan tujuan dan ringkasan kualifikasi bersifat opsional sehingga anda bisa mencantumkan pada resume ataupun tidak.

Pengalaman kerja sebaiknya disusun runtut berdasarkan kronologi waktunya.

Usahakan anda menampilkan dengan detail meliputi jabatan kerja, perusahaan, durasi kerja dan prestasi yang pernah dicapai.

Jika anda belum memiliki pengalaman kerja, sebaiknya cantumkan latar belakang pendidikan di letakkan di bagian atas.

Adanya hobi khusus yang berkaitan dengan pekerjaan yang dilamar tentu bisa menjadi pertimbangan HRD untuk menerima anda.

4. Gunakan Tools Gratis untuk Mempercantik Resume

cara membuat resume

Perkembangan teknologi saat ini memungkin berbagai hal dilakukan dengan mudah termasuk Cara Membuat resume dengan menggunakan tools.

Tak hanya media sosial dan video yang menarik yang bisa ditemukan, anda juga bisa memanfaatkan internet untuk mendapatkan template ringkasan yang lebih profesional.

Menariknya lagi, situs situs tersebut menyediakan tools dengan gratis sehingga anda tidak perlu mengeluarkan uang.

Anda juga bisa menyesuaikan template agar menarik dan anda bisa mengunduhnya dengan mudah.

Tools ini akan membuat ringkasan anda berbeda dan keren. Mungkin untuk menggunakan tools ini anda perlu belajar dan membiasakan diri.

Anda bisa memodifikasi foto dan teks pada template yang telah dipilih.

Umumnya komponen teks terdiri dari tool untuk mengganti jenis huruf, ukuran dan warna.

Pastikan agar ukuran dan huruf yang digunakan bisa dilihat dengan jelas. Usahakan agar memilih warna yang elegan dan tidak bertabrakan antara latar dan tulisan.

5. Buat Portofolio Digital

Anda juga perlu menunjukkan kepada perekrut bahwa anda melek teknologi dan bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

Salah satunya dengan menggunakan format file yang berbeda.

Sebaiknya simpan file resume dalam bentuk PDF, dan menambahkan hyperlink agar perekrut bisa mendapatkan informasi pendukung dengan mudah.

Hal ini juga akan membantu anda agar kata kata dalam ringkasan tersebut tidak terlalu banyak.

Usahakan untuk menyimpan resume dengan menggunakan nama anda sendiri sehingga lebih mudah dikenali.

Membuat portofolio online dalam bentuk website atau blog sesuai dengan profesi tentu akan menambah poin plus di mata perekrut.

Anda juga bisa membuat portofolio digital dengan penyimpanan dalam bentuk dokumen.

Untuk meringankan penyimpanan peringkat, anda bisa menggunakan layanan gratis seperti Google Drive maupun Dropbox.

Baca juga: 7 Hal Penting yang Harus Dicantumkan dalam CV Lamaran Kerja

6. Tunjukkan Kelebihan Secara Detail

Kebanyakan pelamar mencantumkan prestasi yang terlalu banyak namun tidak spesifik. Padahal semakin detail prestasi yang dicantumkan maka perekrut akan semakin tertarik untuk membacanya lebih lanjut.

Usahakan untuk menghindari kalimat yang kurang jelas, sebagai contoh berorientasi pada hasil maupun kemampuan komunikasi yang baik.

Anda bisa menjelaskan keahlian dengan hasil pencapaian yang lebih jelas dan mudah dimengerti.

Apabila perlu, anda bisa mencantumkan statistik yang relevan dengan prestasi yang pernah anda raih pada resume yang anda buat.

Contohnya seperti perkembangan klien yang pernah anda pegang atau hal hal kuantitatif lainnya yang menunjukkan kemampuan anda.

Jika tidak memiliki contoh prestasi berbasis angka, anda bisa menulis dan memikirkan bagaimana cara membuktikannya.

Jika pandai berbahasa asing, cantumkan bukti sertifikat atau tes bahasa asing tersebut.

7. Menjadi Pembaca

Untuk menilai resume yang dibuat, anda perlu memposisikan diri sebagai pembaca. Jadi langkah terakhir Cara Membuat resume adalah memposisikan anda sebagai pembaca.

Hal ini bertujuan agar anda semakin obyektif dan menemukan apa yang kurang dan perlu dibenahi sebelum dikirimkan kepada perekrut.

Ringkasan yang terlihat semakin ramai akan membuat pembaca cepat bosan.

Agar tidak menulis setiap pekerjaan yang pernah dilakukan dalam ringkasan tersebut, sebaiknya pilih pekerjaan yang berkaitan dengan posisi yang akan dilamar.

Sebenarnya anda bisa mengetahui apakah ringkasan yang anda buat terlalu ramai atau tidak. Apabila anda merasa bosan dan lelah ketika membaca ringkasan tersebut maka artinya orang lain juga menilai demikian.

Sebaiknya pikirkan dan pilih kata kata yang lebih berkaitan dengan posisi yang akan dilamar.  Selain itu, anda juga memastikan agar tidak ada typo pada ringkasan tersebut.

Tak hanya bisa menimbulkan kesalahpahaman, adanya typo juga memberikan kesan jika anda kurang teliti dan tidak profesional.

Oleh karena itu, anda perlu menghindari kesalahan kesalahan kecil dengan membacanya ulang.

Jika kesulitan menilai ringkasan tersebut, anda bisa meminta bantuan teman atau orang terdekat untuk membaca ringkasan yang anda buat.

Minta pendapat mereka tentang kekurangan resume tersebut agar terlihat lebih menarik.

Membuat ringkasan sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Sayangnya banyak orang yang kebingungan karena belum mengetahui bagaimana langkah untuk membuatnya.

Selain memastikan jika isi ringkasan tersebut sudah informatif dan tidak membosankan, anda juga perlu memilih desain yang menarik agar terlihat lebih profesional. Dengan demikian, peluang anda untuk diterima perusahaan impian menjadi lebih besar.

Nah, itulah informasi tentang pengertian, perbedaan, jenis, dan cara untuk membuat resume.

Hal terpenting saat membuat resume buku adalah Anda perlu memperhatikan saat membaca buku sumber atau teks yang menjadi sumber resumenya.

Saat Anda membuat resume lamaran kerja, hal terpenting adalah menulis tentang keahlian dan pengalaman kerja Anda sehingga tim perekrutan dapat melihatnya.

Sekian artikel berjudul Resume Adalah: Cara Membuat, Unsur dan Jenis, semoga bermanfaat.

Apa yang Dimaksud dengan resume?

Di tempat kerja, resume adalah dokumen yang merangkum pengalaman, keterampilan, pendidikan, dan pencapaian seseorang.

Dengan kata lain, resume adalah dokumen yang dibuat untuk menggambarkan secara singkat calon karyawan, terutama dalam hal pengalaman dan kemampuan.

Dalam dunia pendidikan, resume adalah rangkuman atau sinopsis artikel yang panjang, dengan mempertimbangkan halaman yang diperlukan saja.

Resume isinya apa aja?

Dalam melamar kerja resume berisi informasi pribadi dan deskripsi singkat mengapa Anda layak direkrut oleh perusahaan yang Anda lamar dan sesuai dengan posisi yang Anda lamar di perusahaan tersebut.

Sedangkan isi dari resume dalam dunia pendidikan yaitu, poin penting dalam tulisan yang panjang atau buku.

Apa itu resume tugas kuliah?

Resume kuliah adalah resume untuk pendaftaran universitas atau kegiatan selama kuliah Tujuan pertama adalah membandingkan diri Anda dengan kandidat lain. Kemudian untuk mempromosikan diri Anda ke perekrut.

Hal ini karena resume kuliah jauh lebih mudah dipahami oleh perekrut daripada esai. Akhirnya, resume kuliah yang baik dapat membuka peluang baru untuk Anda, seperti magang atau beasiswa.


Apakah resume anda sudah cukup menarik bagi perusahaan?

0%

Apakah Anda sudah Menggunakan Tools Gratis untuk Mempercantik Resume?

Correct! Wrong!

Tools akan membuat ringkasan anda berbeda dan keren. Anda bisa memodifikasi foto dan teks pada template yang telah dipilih.

Apakah Anda Sudah Membaca Kembali Resume yang Anda Buat?

Correct! Wrong!

Sebenarnya anda bisa mengetahui apakah ringkasan yang anda buat terlalu ramai atau tidak. Apabila anda merasa bosan dan lelah ketika membaca ringkasan tersebut maka artinya orang lain juga menilai demikian.

Pentingkah Menyusun CV Memakai Bahasa yang Mudah Dipahami?

Correct! Wrong!

Dengan bahasa yang sederhana, maka HRD akan lebih mudah memahami ringkasan diri yang anda buat.

Apakah Anda Sudah Menunjukkan Kelebihan Anda Secara Detail?

Correct! Wrong!

Semakin detail prestasi yang dicantumkan maka perekrut akan semakin tertarik untuk membacanya lebih lanjut.

Perlukah Menyusun CV Berdasarkan Bidang Keahlian?

Correct! Wrong!

Sebaiknya, susun pengalaman kerja dalam bentuk poin poin dengan deskripsi yang jelas. Agar tampak berbeda, isi dengan pencapaian dan prestasi yang selama ini anda banggakan.

Apakah Anda Sudah Membuat Portofolio Digital?

Correct! Wrong!

Membuat portofolio online dalam bentuk website atau blog sesuai dengan profesi tentu akan menambah poin plus di mata perekrut.

Perlukah Menampilkan Informasi yang Relevan pada CV?

Correct! Wrong!

Adanya Informasi khusus yang berkaitan dengan pekerjaan yang dilamar tentu bisa menjadi pertimbangan HRD untuk menerima anda.

Menyusun Resume Agar Lebih Menarik
Resume Anda Sudah Lebih Menarik

7 Tips Memikat HRD Saat Wawancara Kerja Agar Lancar Menjawab Setiap Pertanyaan

Selamat Resume Anda Sudah Lebih Menarik Sekarang...
Perbaiki Resume Anda Agar Semakin Menarik

Cara Melatih Kreatifitas Berpikir dan Bertindak Kreatif

Yuk Perbaiki Resume Anda Agar Semakin Menarik lagi...

Share your Results:

Loker Pintar tidak pernah meminta kompensasi atau biaya apa pun untuk perekrutan di situs ini, jika ada pihak atas nama kami atau perusahaan yang meminta biaya seperti transportasi atau akomodasi atau apa pun dipastikan itu PALSU.