Manajemen Pendidikan Islam Adalah: Pengertian, Prinsip dan Ciri

Manajemen Pendidikan Islam Adalah: Pengertian, Prinsip dan Ciri | Manajemen adalah suatu proses seseorang mengelola sesuatu, baik yang ditangani secara pribadi maupun secara kelompok.

Manajemen Pendidikan Islam Adalah: Pengertian, Prinsip dan Ciri

Ilmu manajemen sangat dibutuhkan dalam berbagai tugas. Ilmu manajemen sering dikaitkan dengan kehidupan bisnis.

Padahal ilmu ini bisa diterapkan di berbagai bidang dan memiliki banyak manfaat dalam kehidupan.

Kata manajemen berasal dari bahasa Inggris yaitu manage yang memiliki arti mengelola, merencanakan, mengatur, mencari dan memimpin.

Manajemen sebagai seni dalam proses dan ilmu pengorganisasian. Dengan kata lain, manajemen adalah seni mengelola sesuatu, baik itu orang atau pekerjaan.

Dan secara etimologis atau bahasa, kata manajemen berasal dari bahasa Perancis Kuno yaitu management yang berarti seni mengatur dan bertindak.

Manajemen dapat didefinisikan sebagai upaya untuk merencanakan, mengkoordinasikan, pengorganisasian, dan mengelola sumber daya untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.

Baca selengkapnya di Manajemen Adalah: Pengertian Ahli, Ruang Lingkup, Tujuan, Fungsi, dan Jenis

Dalam ilmu manajemen, perlu diketahui bahwa ada manajemen pendidikan Islam.

Ya, seperti namanya. Pengetahuan ini dimaksudkan untuk membimbing lembaga pendidikan Islam atas dasar tuntunan agama Islam.

Manajemen pendidikan Islam memiliki karakteristik yang membandingkannya dengan yang lain. Selain fungsinya, manajemen pendidikan Islam membawa manfaat tertentu bagi warga negara.

A. Pengertian Manajemen Pendidikan Islam

Manajemen Pendidikan Islam Adalah: Pengertian, Prinsip dan Ciri

Apa itu Manajemen Pendidikan Islam? Manajemen Pendidikan Islam adalah suatu proses pengendalian terhadap lembaga-lembaga pendidikan Islam melalui pengakalian berbagai sumber belajar dan berbagai hal lain yang berkaitan dengan pencapaian tujuan ajaran Islam secara efisien dan efektif.

Pemaknaan ini kemudian memiliki implementasi yang sama-sama terkait dan menciptakan mekanisme terpadu dalam manajemen pendidikan islam.

Pengertian Manajemen Pendidikan Islam Menurut Para Ahli

Pengertian manajemen pendidikan Islam dideskripsikan oleh beberapa ahli.

Pengertian Manajemen Pendidikan Islam Menurut Prof.Dr. Mujamil Qomar

Menurut Prof.Dr. Mujamil Qomar, manajemen pendidikan islam adalah proses pengelolaan terhadap lembaga-lembaga pedidikan secara islami.

Langkah ini untuk menyiasasti berbagai sumber belajar dan hal-hal lain yang terkait untuk mencapai arah pendidikan Islam yang efisien dan efektif.

Menurut Prof.Dr. Mujamil Qomar, istilah Islam dapat diartikan sebagai wahyu Islam atau kebudayaan Islam.

Wahyu Islam meliputi Al-Qur’an dan Hadist Nabi atau Hadist Qudsi. Sedangkan Islam budaya meliputi ungkapan sahabat, ilmu ulama, ilmu intelektual muslim, dan budaya muslim.

Pengertian Manajemen Pendidikan Islam Menurut Ramayulis (2008:260)

Dan pengertian manajemen pengajaran Islam menurut Ramayulis (2008:260) adalah proses pemanfaatan semua sumber daya milik umat Islam, lembaga pendidikan atau lainnya.

Manajemen pendidikan Islam harus berupa ilmu yang bergerak atas dasar Islam, sehingga ilmu tersebut memiliki karakter tertentu yang bernuansa Islami.

Baca juga: Manajemen Pendidikan Adalah: Pengertian, Fungsi dan Tujuan

B. Fungsi Manajemen Pendidikan Islam

Manajemen Pendidikan Islam Adalah: Pengertian, Prinsip dan Ciri

Pengetahuan apa pun akan memiliki fungsi mendasar, seperti halnya manajemen pendidikan.

Fokus pada penyelenggaraan pendidikan Islam dan memiliki 4 fungsi pendukung. Keempat fungsi tersebut meliputi fungsi perencanaan, fungsi pengorganisasian, fungsi pengarahan, dan fungsi pengawasan.

Berikut ini adalah uraian masing-masing peran manajemen ajaran Islam.

1. Fungsi perencanaan (planning)

Fungsi pertama Manajemen Pendidikan Islam Adalah Fungsi Perencanaan.

Rencana adalah dasar pertama untuk menentukan semua jalur. Dengan rencana yang matang dapat digunakan untuk menentukan arah dan strategi yang tepat.

Dengan membuat rencana, Anda juga bisa meminimalisir kerugian yang Anda hadapi.

Demikian pula dalam manajemen pendidikan Islam, diperlukan suatu rencana atau plan yang tepat.

Ketika menyusun sebuah perencanaan dalam pendidikan Islam tidaklah dilakukan hanya untuk mencapai tujuan dunia semata, tapi harus jauh lebih dari itu melampaui batas-batas target kehidupan duniawi.

Arahkanlah perencanaan itu juga untuk mencapai target kebahagiaan dunia dan akhirat, sehingga kedua-duanya bisa dicapai secara seimbang.

Mahdi bin Ibrahim, mengemukakan bahwa ada lima perkara penting untuk diperhatikan demi keberhasilan sebuah perencanaan, yaitu:

  1. Ketelitian dan kejelasan dalam membentuk tujuan;
  2. Ketepatan waktu dengan tujuan yang hendak dicapai;
  3. Keterkaitan antara fase-fase operasional rencana dengan penanggung jawab operasional, agar mereka mengetahui fase-fase tersebut dengan tujuan yang hendak dicapai;
  4. Perhatian terhadap aspek-aspek amaliah ditinjau dari sisi penerimaan masyarakat, mempertimbangkan perencanaan, kesesuaian perencanaan dengan tim yang bertanggung jawab terhadap operasionalnya atau dengan mitra kerjanya, kemungkinan-kemungkinan yang bisa dicapai, dan kesiapanperencanaan melakukan evaluasi secara terus menerus dalam merealisasikan tujuan; dan
  5. Kemampuan organisatoris penanggung jawab operasional.

Sementara itu menurut Ramayulis, mengatakan bahwa dalam manajemen pendidikan Islam perencanaan itu meliputi :

  1. Penentuan prioritas agar pelaksanaan pendidikan berjalan efektif,prioritas kebutuhan agar melibatkan seluruh komponen yang terlibat dalam proses pendidikan, masyarakat dan bahkan murid;
  2. Penetapan tujuan sebagai garis pengarahan dan sebagai evaluasi terhadap pelaksanaan dan hasil pendidikan;
  3. Formulasi prosedur sebagai tahap-tahap rencana tindakan;
  4. Penyerahan tanggung jawab kepada individu dan kelompok-kelompok kerja.

Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa dalam manajeman pendidikan Islam, perencanaan merupakan kunci utama untuk menentukan aktivitas berikutnya.

Tanpa perencanaan yangmatang aktivitas lainnya tidaklah akan berjalan dengan baik bahkanmungkin akan gagal.

Oleh karena, itu buatlah perencanaan sematangmungkin agar menemui kesuksesan yang memuaskan.

2. Fungsi pengorganisasian (organizing)

Fungsi selanjutnya Manajemen Pendidikan Islam Adalah Fungsi Pengorganisasian.

Setelah Anda membuat rencana, fungsi setelah itu adalah koordinasi. fungsi ini melibatkan pendefinisian fungsi, hubungan dan struktur.

Fungsi tersebut terdiri dari beberapa tugas, yang terbagi menjadi peran lini, staf dan fungsional.

Tenunan ini terdiri dari tanggung jawab dan wewenang. Memperlancar strukturnya bisa horizontal atau vertikal.

Organisasi dalam pandangan Islam bukan semata-mata wadah, melainkan lebih menekankan pada bagaimana sebuah pekerjaan dilakukan secara rapi.

Organisasi lebih menekankan pada pengaturanmekanisme kerja. Dalam sebuah organisasi tentu ada pemimpin danbawahan.

Sementara itu Ramayulis, menyatakan bahwa pengorganisasian dalam pendidikan Islam adalah proses penentuan struktur, aktivitas, interaksi, koordinasi, desain struktur, wewenang, tugas secara transparan dan jelas pada lembaga pendidikan Islam, baik yang bersifat individual, kelompok, maupun kelembagaan.

Sebuah organisasi dalam manajemen pendidikan Islam akan dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan tujuan jika konsisten dengan prinsip-prinsip yang mendesain perjalanan organisasi yaitu kebebasan, keadilan, dan musyawarah.

Jika semua prinsip ini dapat diaplikasikan secara konsisten dalam proses pengelolaan lembaga pendidikan Islam, maka akan sangat membantu bagi para manajer pendidikan Islam.

Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa pengorganisasian merupakan fase kedua setelah perencanaan yang telah dibuatsebelumnya.

Pengorganisasian terjadi karena pekerjaan yang perludilaksanakan itu terlalu berat untuk ditangani oleh satu orang saja.

Dengan demikian diperlukan tenaga-tenaga bantuan dan terbentuklah suatu kelompok kerja yang efektif.

Banyak pikiran, tangan, dan keterampilan dihimpun menjadi satu yang harus dikoordinasi bukan saja untuk menyelesaikan tugas-tugas yang bersangkutan, tetapi juga untuk menciptakan kegunaan bagi masing-masing anggota kelompok tersebut terhadap keinginan, keterampilan dan pengetahuan.

3. Fungsi pengarahan (directing)

Manajemen Pendidikan Islam Adalah: Pengertian, Prinsip dan Ciri

Fungsi ketiga Manajemen Pendidikan Islam Adalah Fungsi Pengarahan.

Dalam manajemen pendidikan Islam, fungsi pengarahan menjadi proses membimbing dengan menerapkan beberapa prinsip spiritual kepada karyawan.

Hingga orang tersebut mau melakukan pekerjaannya dengan keikhlasan dan semangat yang disertai dengan keikhlasan yang terdalam.

Hal ini dapat terjadi, misalnya, ketika seorang manajer memberikan pengarahan berupa nasihat kepada anggota yang mengalami kesulitan dalam bekerja.

Menggunakan instruksi ini dapat menyebabkan situasi kerja yang lebih bahagia.

Dalam manajemen pendidikan Islam, agar isi pengarahan yangdiberikan kepada orang yang diberi pengarahan dapat dilaksanakan dengan baik maka seorang pengarah setidaknya harus memperhatikan beberapa prinsip berikut, yaitu : Keteladanan, konsistensi, keterbukaan, kelembutan, dan kebijakan.

Isi pengarahan baik yang berupa perintah, larangan, maupun bimbingan hendaknya tidak memberatkan dan diluar kemampuan si penerima arahan, sebab jika hal itu terjadi maka jangan berharap isi pengarahan itu dapat dilaksanakan dengan baik oleh si penerima pengarahan.

Dengan demikian dapatlah disimpulkan bahwa fungsi pengarahan dalam manajemen pendidikan Islam adalah proses bimbingan yang didasari prinsip-prinsip religius kepada rekan kerja, sehingga orang tersebut mau melaksanakan tugasnya dengan sungguh-sungguh dan bersemangat disertai keikhlasan yang sangat mendalam.

4. Fungsi pengawasan (controlling)

Fungsi terakhir Manajemen Pendidikan Islam Adalah Fungsi pengawasan.

Ramayulis (2008:274) menyatakan bahwa pengawasan dalam pendidikan Islam memiliki karakter, seperti halnya pengawasan yang bersifat material dan religius. Ini memiliki arti mengawasi tidak hanya pengelola tetapi juga Allah SWT.

Selain itu, sistem yang digunakan adalah sistem kemanusiaan yang menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia.

Fungsi pengawasan adalah mengevaluasi dan memantau segala sesuatu yang telah dilakukan oleh anggota organisasi sehingga dapat diarahkan ke jalan yang benar ke arah yang sama.

Dalam pendidikan Islam pengawasan didefinisikan sebagai proses pemantauan yang terus menerus untuk menjamin terlaksananya perencanaan secara konsekuen baik yang bersifat materil maupun spiritual.

Menurut Ramayulis, pengawasan dalam pendidikan Islam mempunyai karakteristik sebagai berikut: pengawasan bersifa tmaterial dan spiritual, monitoring bukan hanya manajer, tetapi juga Allah SWT, menggunakan metode yang manusiawi yang menjunjung martabat manusia.

Dengan karakterisrik tersebut dapat dipahamibahwa pelaksana berbagai perencanaan yang telah disepakati akan bertanggung jawab kepada manajernya dan Allah sebagai pengawas yang Maha Mengetahui.

Di sisi lain, pengawasan dalam konsep Islam lebih mengutamakan menggunakan pendekatan manusiawi, pendekatan yang dijiwai oleh nilai-nilai keislaman.

Baca juga: Fungsi Manajemen Pemasaran Menurut Para Ahli

C. Ciri-ciri Manajemen Pendidikan Islam

Manajemen Pendidikan Islam Adalah: Pengertian, Prinsip dan Ciri

Tidak ada mekanisme pendidikan yang baku dalam ajaran Islam. Mekanisme pendidikan akan memiliki kepribadian dan nilai etis.

Beberapa unsur yang termasuk dalam ajaran Islam adalah sebagai berikut.

  1. Dasar Pendidikan yang islami
  2. Kesatuan Hidup
  3. Kesatuan pengetahuan
  4. Kesatuan iman dan akal
  5. Kesatuan Beragama
  6. Kesatuan kepribadian manusia
  7. Kesatuan individu dan warga negara.

D. Prinsip-prinsip Manajemen Pendidikan Islam

Manajemen Pendidikan Islam Adalah: Pengertian, Prinsip dan Ciri

Makna definitif di atas selanjutnya memiliki implikasi-implikasi yang saling terkait membentuk satu kesatuan sistem dalam manajemen pendidikan Islam.

Implikasi-implikasi dimaksud dapat dijabarkan sebagai berikut :

1. Proses pengelolaan lembaga pendidikan Islam

Hal ini menghendaki adanya nilai-nilai Islam dalam proses pengelolaan pada lembaga-lembaga pendidikan Islam.

2. Terhadap lembaga pendidikan Islam

Hal ini menunjukan objek dari manajemen ini yang secara khusus diarahkan untuk menangani lembaga pendidikan Islam dengansegala keunikannya.

Maka manajemen ini bisa memaparkan cara-cara pengelolaan pesantren, madrasah, perguruan tinggi Islam dan sebagainya.

Banyak muncul pertanyaan apa perbedaan manajemen pendidikan Islam dengan manajemen pendidikan lainnya.

Misalnya adanya manajemen pendidikan umum memang secara general sama. Artinya ada banyak atau bahkan mayoritas kaidah-kaidah menejerial yang dapat digunakan oleh seluruh mamajemen, namun secara spesifik terdapat kekhususan-kekhususan yang membutuhkan penanganan yang spesial pula.

Inti manajemen dalam bidang apapun sama, hanya saja variabel yang dihadapinya berbeda tergantung pada bidang apa manajemen tersebut digunakan dan dikembangkan.

Perbedaan variabel ini membawa perbedaan kultur yang kemudian memunculkan perbedaan.

Gambaran tentang manajemen pendidikan Islam ini akan lebihjelas lagi ketika aspek-aspeknya sebagai ciri yang dimilikinya dan inidapat membedakan secara jelas dengan manajemen pendidikan pada umumnya.

Manajemen Pendidikan Islam Adalah: Pengertian, Prinsip dan Ciri

Henry Fayol mengemukakan prinsip-prinsip manajemen yang dibagi menjadi 14 bagian, yaitu :

1. Division of work

Merupakan sifat alamiah, yang terlihat pada setiap masyarakat.Bila masyarakat berkembang maka bertambah pula organisasi-organisasi baru menggantikan organisasi-organisasi lama.

Tujuan daripada pembagian kerja adalah menghasilkan pekerjaan yang lebih banyak dan lebih baik dengan usaha yang sama.

2. Authority and Responsibility

Authority (wewenang) adalah hak memberi instruksi-instruksidan kekuasaan meminta kepatuhan.

Responsibility atau tanggung jawab adalah tugas dan fungsi-fungsi yang harus dilakukan oleh seseorang pejabat dan agar dapat dilaksanakan, authority (wewenang) harus diberikan kepadanya.

3. Discipline

Hakekat daripada kepatuhan adalah disiplin yakni melakukanapa yang sudah disetujui bersama antara pemimpin dengan para pekerja, baik persetujuan tertulis, lisan ataupun berupa peraturan-peraturan atau kebiasaan-kebiasaan.

4. Unity of command

Untuk setiap tindakan, seorang pegawai harus menerima instruksi-instruksi dari seorang atasan saja.

Bila hal ini dilanggar, wewenang (authority) berarti dikurangi, disiplin terancam, keteraturan terganggu dan stabilitas mengalami cobaan, seseorang tidak akan melaksanakan instruksi yang sifatnya dualistis.

5. Unity of direction

Prinsip ini dapat dijabarkan sebagai : “one head and one plan for agroup of activities having the same objective”, yang merupakan persyaratan penting untuk kesatuan tindakan, koordinasi dan kekuatan dan memfokuskan usaha.

6. Subordination of individual interest to general interest

Dalam sebuah perusahaan kepentingan seorang pegawai tidak boleh di atas kepentingan perusahaan, bahwa kepentingan rumah tangga harus lebih dahulu daripada kepentingan anggota-anggotanya dan bahwa kepentingan negara harus didahulukan dari kepentingan warga negara dan kepentingan kelompok masyarakat.

7. Remuneration of personnel

Gaji daripada pegawai adalah harga daripada layanan yang diberikan dan harus adil. Tingkat gaji dipengaruhi oleh biaya hidup, permintaan dan penawaran tenaga kerja.

Di samping itu agar pemimpin memperhatikan kesejahteraan pegawai baik dalam pekerjaan maupun luar pekerjaan.

8. Centralization

Masalah sentralisasi atau disentralisasi adalah masalah pembagian kekuasaan, pada suatu organisasi kecil sentralisasi dapat diterapkan, akan tetapi pada organisasi besar harus diterapkan disentralisasi.

9. Scalar chain

Scalar chain (rantai skalar) adalah rantai daripada atasan bermula dari authority terakhir hingga pada tingkat terendah.

10. Order

Untuk ketertiban manusia ada formula yang harus dipegang yaitu, suatu tempat untuk setiap orang dan setiap orang pada tempatnya masing-masing.

11. Equity

Untuk merangsang pegawai melaksanakan tugasnya dengan kesungguhan dan kesetiaan, mereka harus diperlakukan dengan ramah dan keadilan. Kombinasi dan keramahtamahan dan keadilan menghasilkan equity.

12. Stability of tonure of personnel

Seorang pegawai membutuhkan waktu agar biasa pada suatupekerjaan baru dan agar berhasil dalam mengerjakannya dengan baik.

13. Initiative

Memikirkan sebuah rencana dan meyakinkan keberhasilannya merupakan pengalaman yang memuaskan bagi seseorang.

Kesanggupan bagi berfikir ini dan kemampuan melaksanakanadalah apa yang disebut inisiatif.

14. Ecsprit de Corps

Persatuan adalah kekuatan. Para pemimpin perusahaan harus berbuat banyak untuk merealisir pembahasan itu.

Baca juga: 14 Prinsip Manajemen Menurut Henry Fayol

D. Aspek-aspek Manajemen Pendidikan Islam

Manajemen Pendidikan Islam Adalah: Pengertian, Prinsip dan Ciri

Manajemen pendidikan Islam memiliki objek bahasan yang cukup kompleks. Berbagai objek bahasan tersebut dapat dijadikan bahan yang kemudian di integrasikan untuk mewujudkan manajemen pendidikan yang berciri khas Islam.

Istilah Islam dapat dimaknai Islam wahyu dan Islam budaya, Islam wahyu meliputi al-qur’an dan al-hadist.

Sementara itu Islam budaya meliputi ungkapan sahabat nabi, pemahaman ulama, pemahaman cendikiawan muslim, dan budaya umat Islam.

Kata Islam yang menjadi identitas manajemen pendidikan ini dapatdimaksudkan dapat mencakup makna keduanya, yakni Islam wahyu dan budaya.

Oleh karena itu, pembahasan manajemen pendidikan Islam senantiasa melibatkan wahyu dan budaya kaum muslimin ditambah kaidah-kaidah manajemen pendidikan secara umum.

Maka pembahasan ini akan mempertimbangkan bahan-bahan sebagai berikut :

  1. Teks wahyu baik al-qur’an maupun al-hadist yang terkait dengan manajemen pendidikan Islam
  2. Perkataan-perkataan (aqwal) para sahabat nabi, ulama, maupun cendikiawan muslim yang terkait dengan manajemen pendidikan.
  3. Realitas manajemen pendidikan Islam.
  4. Kultur komunitas (pimpinan dan pegawai) lembaga pendidikan Islam.
  5. Ketentuan kaidah-kaidah manajemen pendidikan Islam.

Poin nomor 1 sampai 4 merefleksikan ciri khas Islam pada bangunan manajemen pendidikan Islam, sedangkan poin nomor 5 tambahan yang bersifat umum untuk membantu merumuskan bangunan manajemen pendidikan Islam.

Tentunya setelah diseleksi berdasarkan nilai-nilai tersebut merupakan refleksi wahyu. Sedangkan realitas tersebut sebagai refleksi budaya.

Teks-teks wahyu sebagai sandaran teologis, perkataan-perkataan para sahabat Nabi, ulama, dan cendekiawan muslim sebagai sandaran rasional, realitas perkembangan lembaga pendidikan Islam serta kultur lembaga pendidikan Islam sebagaisandaran empiris, sedangkan ketentuan kaidah-kaidah manajemen pendidikan Islam sebagai sandaran teoretis.

Jadi manajemen pendidikan Islam ini diletakkan di atas 4 sandaran yaitu sandaran teologis, rasional, empiris, dan teoretis.

Sandaran teologis menimbulkan keyakinan adanya kebenaran-kebenaran pesan wahyu karena berasal dari Tuhan, sandaran rasional menimbulkan keyakinan kebenaran berdasarkan pertimbangan akal pikiran.

Sandaran empiris menimbulkan keyakinan adanya kebenaran berdasarkan data-data riil dan akurat, sedangkan sandaran teoretis menimbulkan adanya kebenaran berdasarkan akal pikiran dan dataserta telah dipraktekkan berkali-kali dalam pengelolaan pendidikan.

Untuk lebih jelas mengenai pengertian manajemen pendidikan islam bisa melihat video dibawah ini.

Kesimpulan

Berdasarkan kajian dari beberapa ahli (pendapat para ahli) diatas, baik pengertian yang bersifat umum maupun pengertian yang bersifat khusus, maka dapatlah kiranya diambil pengertian bahwa yang dimaksud dengan manajemen pendidikan Islam yaitu merupakan suatu proses pengelolaan lembaga pendidikan Islam meliputi sumber belajar dan hal-hal lain yang terkait untuk mencapai tujuan pendidikan Islam secara efektif dan efisien.

Sekian artikel berjudul Manajemen Pendidikan Islam Adalah: Pengertian, Prinsip dan Ciri, semoga bermanfaat.


Referensi: URGENSI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM, H. Ahmad Afan Zaini, Jurnal Ummul Qura Vol V, No 1, Maret 2015

Loker Pintar tidak pernah meminta kompensasi atau biaya apa pun untuk perekrutan di situs ini, jika ada pihak atas nama kami atau perusahaan yang meminta biaya seperti transportasi atau akomodasi atau apa pun dipastikan itu PALSU.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

error: Content is protected !!