Distribusi Adalah: Jenis, Tujuan, Fungsi dan Faktor

Distribusi Adalah: Jenis, Tujuan, Fungsi dan Faktor | Apa itu distribusi? Distribution atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan kata serapan yaitu distribusi adalah kegiatan pengangkutan barang jadi kepada pelanggan atau lokasi tertentu. Dalam kehidupan ekonomi, distribusi antara produsen dan pelanggan memegang peranan penting.

Distribusi Adalah Jenis, Tujuan dan Faktor

Kegiatan ekonomi akan selalu ada karena kegiatan ini dapat memenuhi kebutuhan setiap orang, bahkan dapat memenuhi kebutuhan suatu negara. Dengan kegiatan ekonomi dapat menambah pendapatan bagi produsen atau negara (jika mereka mengekspor).

Dalam kegiatan ekonomi terdapat tiga kegiatan yaitu produksi, distribusi dan konsumsi yang masing-masing telah memainkan perannya sendiri-sendiri.

Dari 3 kegiatan tersebut dapat dikatakan bahwa distribusi memegang peranan penting karena hasil produksi dari kegiatan berikut dapat dimakan atau digunakan oleh pelanggan dan produsen atau perusahaan dapat memperoleh keuntungan dari kegiatan ini.

Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa tanpa adanya kegiatan distribusi, hasil produksi tidak ada artinya, bahkan dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan atau produsen.

Siapa pun yang ingin memiliki bisnis, jadi perlu sedikit pengetahuan tentang apa itu distribusi dan ke mana arah distribusi.

Setelah mempelajari pengertian distribusi, khususnya dalam kegiatan ekonomi, Anda bisa membaca artikel ini.

Apa itu Distribusi? Distribusi Adalah…

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), distribusi adalah penyaluran (pembagian, pengangkutan) kepada beberapa orang atau ke beberapa tempat. Dari pengertian pendistribusian menurut KBBI, kita mengetahui bahwa pendistribusian hasil produksi dilakukan oleh perusahaan dalam rangka menjaga keberlangsungan perusahaan.

Selain itu, dengan adanya distribusi, hasil produksi akan menjangkau konsumen yang jaraknya cukup jauh. Misalnya ada produksi yang sudah dilakukan di wilayah Jakarta, jika ada kegiatan penjualan, pelanggan dari Jawa Tengah, Jawa Timur bahkan luar Jawa bisa menggunakan produksi tersebut.

Jika suatu produk tidak segera diserahkan kepada pelanggan, produk tersebut hanya rusak di area penyimpanan.

Bahkan, dapat meningkatkan harga produk. Jika terjadi peningkatan, ada kemungkinan pelanggan tidak tertarik untuk membeli dan produsen atau perusahaan dapat mengalami kerugian.

Pada dasarnya, setiap perusahaan memiliki seperangkat aturan sendiri untuk melakukan kegiatan distribusi. Hal ini harus dilaksanakan sedemikian rupa agar distribusi dapat berlangsung secara optimal atau dengan kemampuan perusahaan seperti pelayanan dan armada kendaraan.

Jika perusahaan tidak mengetahui jangkauan distribusi dan tidak mengetahui sifat barang yang terkait, maka tidak menutup peluang jika hasil produksi tidak sampai tepat waktu.

Pengertian Distribusi Menurut Para Ahli

Pengertian Distribusi Menurut Para Ahli

Setelah mengulas pengertian distribusi menurut KBBI, sekarang kita akan mengulas pengertian distribusi menurut beberapa ahli. Berikut pengertian dari beberapa ahli.

Pengertian Distribusi Menurut Gugup Kismono (2001)

Distribusi adalah perpindahan barang dan jasa dari produsen kepemakai industri dan konsumen.

Pengertian Distribusi Menurut Sofyan Assauri (2004)

Distribusi adalah suatu lembaga yang memasarkan produk, yang berupa barang atau jasa dari produsen ke konsumen.

Pengertian Distribusi Menurut C. Glenn Walters dalam Angipora (2002)

Distribusi adalah sekelompok pedagang dan agen perusahaan yang mengkombinasikan antara pemindahan fisik dan nama dari satu produk untuk menciptakan penggunaan pasar tertentu.

Pengertian Distribusi Menurut Charles A. Taff, 1998

Distribusi adalah kegiatan yang terlibat dalam pengadaan dan penggunaan semua bahan yang dipergunakan untuk memproduksi barang jadi, kegiatan ini meliputi pengendalian produksi dan penanganan bahan dan penerimaan.

Pengertian Distribusi Menurut Keegan (2003)

Distribusi adalah sistem yang menghubungkan manufaktur kepada pelanggan, saluran konsumen dirancang untuk menempatkan produk tersebut ditangan orang-orang untuk digunakan sendiri, sedangkan saluran barang industri menyampaikan produk ke manufaktur atau organisasi yang menggunakan produk tersebut dalam proses produksi atau dalam operasi sehari-hari.


Oleh karena itu, distribusi dapat disimpulkan oleh beberapa ahli ini yaitu suatu tindakan telah dilakukan oleh perusahaan atau produsen terhadap pelanggan dengan perkiraan waktu yang akurat.

Dengan kata lain, aktivitas distribusi memiliki tugas untuk menghubungkan kebutuhan produsen dan pelanggan.

Beberapa perusahaan melakukan kegiatan distribusi melalui pihak ketiga atau distributor. Oleh karena itu, beberapa distributor juga berharap agar kegiatan distribusi ini selalu berjalan dengan lancar agar dapat terus menghasilkan keuntungan.

Saluran Distribusi

Menurut Suhardi Sigit, saluran dalam kegiatan distribusi adalah perantara antara beberapa konsumen dan penjual yang dilalui melalui perpindahan barang, baik secara fisik maupun melalui perpindahan kepemilikan dari produsen kepada pelanggan.

Saluran distribusi dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu distributor dan perantara khusus.

1. Pedagang

Pedangang adalah orang atau badan yang membeli dan menjual kembali suatu produk tanpa mengubah bentuknya untuk mendapatkan keuntungan dari pihak pelanggan.

Pedagang terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  1. Pedagang Besar (Wholesale): Pedagang yang membeli produk dalam jumlah besar dan menjualnya kembali ke pedagang lain.
  2. Pedagang Ketengan (Pengecer): Pedagang yang membeli produk dan menjualnya langsung ke pelanggan. Umumnya, tengkulak membeli produk dalam jumlah besar dari pihak produsen dan kemudian menjualnya kembali dalam jumlah yang lebih kecil.

2. Perantara Khusus

Perantara khusus ini memiliki peran yang sama dengan pedangang, namun perantara khusus tidak bertanggung jawab sepenuhnya jika produk tidak laku. Perantara khusus meliputi beberapa jenis, yaitu:

  • Agen (dealer): perantara pemasaran legal atas nama perusahaan di area tertentu.
  • Pialang (broker): perantara pemasaran yang menghadapkan penjual dan konsumen untuk melakukan kontrak tertentu.
  • Komisioner: perantara pemasaran yang menggunakan namanya sendiri dan bertanggung jawab atas dirinya sendiri.
  • Eksportir: Pemasaran yang kegiatannya berupa pendistribusian suatu produk ke luar negeri.
  • Importir: Pemasaran yang kegiatannya terdiri dari mendistribusikan produk dari luar negeri ke negara lain.

Fungsi Distribusi

Beberapa fungsi distribusi adalah sebagai berikut:

1. Pengiriman (Transportasi)

Dengan bertambahnya jumlah penduduk, maka kebutuhan akan suatu produk juga akan meningkat. Dari penegasan tersebut, produk komoditas perlu dapat disalurkan ke berbagai tempat, sehingga tentunya perlu mengangkut beberapa produk tersebut untuk sampai ke tangan pelanggan.

2. Penjualan

Dalam bidang pemasaran komoditi akan selalu ada kegiatan penjualan suatu produk melalui produsen.

Hak tersebut dapat dialihkan dari produsen kepada konsumen melalui penjualan. Oleh karena itu, proses penjualan adalah agar produk dapat sampai ke tangan pelanggan dan menggunakannya sesuai kebutuhan.

3. Pembelian

Tentunya setiap kegiatan penjualan dibarengi dengan kegiatan jual beli, atau lebih umum kita sebut dengan jual beli. Jika pemasaran dilakukan oleh produsen, maka proses pembelian dilakukan oleh pelanggan yang membutuhkan produk tersebut.

4. Penyimpanan

Sebelum produk sampai ke tangan pelanggan, beberapa produk umumnya ditempatkan terlebih dahulu di gudang. Hal ini dilakukan agar produk tetap aman dan utuh pada saat sampai di tangan pelanggan.

5. Standarisasi Kualitas Barang

Tentunya setiap pelanggan selalu menginginkan produk yang akan dibeli memiliki penentuan kualitas jenis dan ukuran produk. Oleh karena itu perlu adanya standarisasi jenis, ukuran dan kualitas barang yang akan diperdagangkan.

Standardisasi atau standar suatu produk dilakukan agar produk yang akan disalurkan memenuhi keinginan pelanggan.

6. Penjamin Risiko

Terkadang ada produk distribusi yang jatuh atau pecah, yang dapat merusak produk. Ini bisa menjadi risiko yang harus dijamin distribusi. Namun, di zaman sekarang ini, ada agen atau perusahaan asuransi yang bisa mengambil risiko ini.

Jenis Distribusi

Jenis Distribusi

Sebelum membahas tujuan distribusi, kita akan membahas berbagai jenis distribusi sebagai berikut:

1. Distribusi Langsung

Jenis yang pertama dari distribusi adalah distribusi langsung. Pada jenis distribusi ini dapat dinyatakan bahwa suatu kegiatan pendistribusian atau pengiriman barang dan jasa dilakukan secara langsung oleh produsen atau perusahaan. Dengan kata lain, perusahaan tidak menggunakan pihak ketiga untuk mendistribusikan produknya kepada pelanggan.

Distribusi langsung harus memperhatikan kemampaun perusahaan, bukan memaksakan aktivitas distribusi ini.

Jika Anda tidak mengetahui kinerja Anda, proses distribusi tidak dapat berjalan dengan baik, sehingga menghasilkan hasil produksi yang kurang optimal.

Distribusi langsung ini juga dapat dilakukan oleh beberapa produsen seperti nelayan, petani, pedagang, dll. Sebagai produsen, Anda menjual atau mendistribusikan produk Anda ke pelanggan.

Pada umumnya pelanggan yang membeli barang secara langsung itu akan menjual barangnya  kepada pelanggan lain.

2. Distribusi Tidak Langsung

Jenis distribusi kedua adalah distribusi tidak langsung. Distribusi tidak langsung adalah kegiatan distribusi yang dilakukan oleh pihak ketiga, sehingga perusahaan tidak berhubungan langsung dengannya. Distribusi jenis ini dapat dilakukan dengan perorangan atau melalui perusahaan distributor.

Baik untuk perorangan atau perusahaan, harus dicek terlebih dahulu jenis barang apa yang harus dialokasikan.

Dengan mengecek barang, hasil produksi bisa dipastikan agar tidak rusak. Selain itu, perusahaan yang ingin melakukan kegiatan Distribusi melalui pihak ketiga harus memeriksa terlebih dahulu kualitas pihak ketiga (distributor), apakah pihak ketiga dapat dipercaya atau tidak.

Hal ini diperlukan agar pendistribusian barang sampai di pelanggan dalam kondisi baik dan tepat waktu.

Selain sifat dan kepercayaan pihak ketiga, perusahaan juga harus memperhatikan kemampuan finansialnya, apakah cukup untuk mendistribusikan barang melalui pihak ketiga atau tidak.

3. Distribusi yang Intensif

Jenis distribusi yang ketiga adalah distribusi intensif. Distribusi intensif adalah distribusi yang dilakukan untuk mendistribusikan barang atau produk ke pengecer. Setelah perusahaan mendistribusikan hasil produksinya ke pengecer, produk tersebut kemudian dipasarkan kembali oleh pengecer.

Namun, tidak semua produk atau barang dapat diteruskan melalui jenis distribusi intensif ini.

Hal ini dikarenakan tidak semua perusahaan memiliki peraturan mengenai penjualan barangnya menggunakan mekanisme jenis ini.

Pada umumnya barang dan jasa yang menggunakan jenis distribusi ini adalah barang dan jasa yang dapat dijual atau dipasarkan dengan mudah di pasar.

Jika Anda memiliki bisnis dan ingin membaginya dengan cara ini, Anda harus berpikir matang-matang agar tidak mengalami kerugian. Ini harus dilakukan untuk menjaga profitabilitas dalam bisnis yang telah dijalankan ke depannya.

4. Distribusi Eksklusif

Jenis distribusi keempat adalah distribusi eksklusif. Distribusi eksklusif adalah distribusi yang dilakukan untuk menjual atau mendistribusikan barang sebesar-besarnya.

Pada umumnya saat pendistribusian jenis ini dilakukan dengan persetujuan kedua belah pihak, yaitu antara produsen dan distributor.

Distribusi ini dapat kita lihat pada distribusi smartphone. Penjual produk akan mengadakan kerjasama dan kesepakatan dengan pengecer sehingga kedua belah pihak diuntungkan.

Pada saat yang sama, jenis distribusi ini dapat disebut eksklusif karena pada umumnya beberapa barang yang dipasarkan atau diteruskan adalah barang terbatas.

Distribusi ini sangat cocok untuk perusahaan yang memiliki barang terbatas dan ingin memperkenalkannya kepada pelanggan. Semakin sering didistribusikan, semakin banyak orang akan mengenali produk tersebut.

5. Distribusi Selektif

Jenis distribusi yang kelima adalah distribusi selektif. Distribusi selektif merupakan kegiatan distribusi yang digunakan sebagai jalan keluar agar barang dapat tersalurkan dengan baik.

Pada umumnya jenis distribusi ini sering digunakan oleh produsen yang hanya mengirimkan barangnya ke wilayah tertentu. Hal ini dikarenakan barang-barang tersebut dijual di beberapa daerah tersebut.

Selain itu, beberapa item yang akan disalurkan dilihat terlebih dahulu agar pendistribusian dapat berjalan dengan maksimal sehingga disukai oleh pelanggan. Jika pelanggan menyukainya, maka produk tersebut akan laris di pasaran.

Pada umumnya distribusi jenis ini sering dilakukan oleh beberapa produsen pakaian yang sangat populer atau pakaian branded. Pakaian bermerk umumnya hanya disalurkan ke daerah-daerah yang memiliki toko “eksklusif”.

Tujuan Distribusi

Tujuan Distribusi

Distribusi yang dilakukan oleh produsen atau perusahaan pada umumnya memiliki tujuan masing-masing. Beberapa tujuan distribusi dijelaskan secara umum di bawah ini.

1. Menyalurkan Produk dan Jasa kepada Pelanggan

Seperti yang kita ketahui bahwa tujuan utama dari kegiatan Distribusi adalah menjual produk dan jasa kepada pelanggan.

Tujuan ini penting karena jika produk dan jasa tidak sampai ke pelanggan atau tidak sampai ke pelanggan tepat waktu, nama perusahaan menjadi buruk. Dengan kata lain, perusahaan harus menjaga kepuasan pelanggan dengan memilih aktivitas Distribusi yang baik.

Beberapa perusahaan ada yang melakukan kegiatan Distribusi melalui pihak ketiga, bahkan ada yang berani mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk memastikan barang dan jasa sampai ke tangan konsumen dengan aman.

2. Pemberian Jaminan Proses Produksi

Dengan kegiatan Distribusi, maka perusahaan bertujuan untuk memastikan kualitas barang dan pengiriman tepat waktu kepada pelanggan. Artinya, perusahaan harus menjamin suatu proses Distribusi dapat berjalan dengan baik, sehingga barang dan jasa yang diterima tidak membuat pelanggan sedih.

Dalam tujuan ini, perusahaan tidak hanya menghasilkan produk atau jasa, yang kemudian dialokasikan kepada pelanggan, tetapi juga harus berkontribusi untuk memastikan kualitas proses Distribusi yang baik.

Pada umumnya dalam tujuan proses Distribusi ini, perusahaan akan menggunakan jaminan dari pihak ketiga yang bertindak sebagai distributor.

Pada umumnya pihak ketiga akan memberikan pelayanan berupa pelayanan udara, truk, rel kereta api, dll. Hal ini dilakukan oleh perusahaan agar produknya aman bagi pelanggan.

3. Menjaga dan Meningkatkan Kualitas Produksi

Tujuan selanjutnya dari kegiatan distribusi adalah memberikan jaminan kepada pelanggan jika kualitas produk tetap terjaga dan dikembangkan dengan baik. Dengan orientasi ini, perusahaan dapat melindungi keinginan pelanggan sehingga pelanggan tidak beralih ke produk dari perusahaan lain.

Umumnya perusahaan atau produsen akan meminta masukan atau evaluasi terhadap kegiatan distribusi ini.

Dengan evaluasi ini, perusahaan atau produsen dapat meningkatkan barang dan jasanya. Untuk mempertahankan dan meningkatkan hasil produksi, perusahaan perlu melaksanakannya agar dapat terus bersaing dengan perusahaan lain.

4. Meningkatkan Nilai Jual Suatu Produk

Distribusi tidak hanya bertujuan untuk menyalurkan barang dan jasa kepada pelanggan, tetapi kegiatan ini memiliki tujuan lain, yaitu meningkatkan harga jual suatu produk.

Harga jual barang naik jika barang yang akan disalurkan memang harus diangkut jauh. Singkatnya, semakin jauh jarak transportasi, semakin tinggi harga barang.

5. Menjaga Kestabilan Ekonomi

Tampaknya kegiatan distribusi ini dapat mempengaruhi kegiatan ekonomi di suatu negara. Ketika kegiatan distribusi ini benar-benar dapat berjalan dengan lancar, maka konsistensi ekonomi terbangun. Hal ini merupakan salah satu tujuan kegiatan distribusi yang dapat mempengaruhi perekonomian suatu negara.

Pada umumnya perusahaan memiliki armada kendaraan untuk melakukan kegiatan distribusi sendiri, karena hal ini menghemat biaya dan dapat menjamin hasil produksi yang berkualitas tinggi.

Selain itu, waktu yang diharapkan dapat terlihat dengan jelas, sehingga pelanggan tidak sedih karena hasil produksi tidak datang tepat waktu.

Perusahaan yang melakukan kegiatan distribusi melalui pihak ketiga perlu memastikan apakah pihak 3 dapat dipercaya atau tidak. Hal ini harus dilaksanakan agar kegiatan distribusi dapat berjalan dengan baik, agar perekonomian suatu negara dapat berjalan dengan baik.

Faktor Distribusi

Faktor Distribusi

Keberhasilan kegiatan distribusi disebabkan oleh faktor-faktor berikut:

1. Biaya

Faktor pertama yang dapat mempengaruhi penjualan adalah biaya. Biaya dapat disebut sebagai faktor kunci dalam kegiatan distribusi karena biaya dapat menentukan lamanya waktu distribusi dan kualitas distribusi.

2. Sifat Pembayaran

Faktor lain yang dapat mempengaruhi aktivitas distribusi adalah jenis pembayaran. Sifat pembayaran ini umumnya disamakan dengan barang yang akan dikirim.

Biasanya, aktivitas distribusi dibayar tunai dalam bentuk beberapa produk dengan harga yang relatif rendah. Dan beberapa produk yang cukup mahal seringkali dibayar secara kredit.

3. Kuantitas Penjualan

Untuk kegiatan distribusi kecil, skala pemasaran mempengaruhi kegiatan distribusi, sehingga banyaknya faktor pemasaran dapat menentukan harga kegiatan distribusi.

Jumlah yang cukup besar dapat dialokasikan untuk beberapa produk, meskipun pelanggan item tersebut sedikit.

4. Karakter Barang

Karakter barang jadi merupakan faktor yang dapat meningkatkan kualitas distribusi. Bagi perusahaan atau produsen perlu mengecek kondisi barang, misalnya apakah barang yang akan disalurkan akan cepat musnah atau tidak.

Dengan tes ini, perusahaan mengetahui barang mana yang harus disalurkan terlebih dahulu agar tidak rusak atau busuk.

5. Tingkat Keuntungan

Tingkat keuntungan merupakan faktor penting bagi perusahaan atau produsen karena menyangkut kelangsungan usaha. Jika Anda mengalami kerugian selama aktivitas distribusi yang lama, perusahaan tidak boleh menggunakan distribusi seperti itu.

6. Modal

Setiap perusahaan atau produsen tentunya memiliki modal yang berbeda-beda, sehingga kegiatan distribusi yang dilakukan pun berbeda-beda.

Kecilnya modal perusahaan menentukan distribusi yang lebih pendek atau distribusi yang lebih panjang. Selain itu, modal dapat menentukan sifat pembayaran, apakah harus dibayar secara kredit atau tunai.

Contoh Distribusi

Distribusi adalah hal yang tidak asing lagi saat ini. Umumnya, pengirim akan datang kepada Anda dengan barang pesanan. Tetapi ada banyak bentuk distribusi lainnya dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini adalah contoh kegiatan distribusi:

  • Nelayan mengirimkan hasil tangkapannya ke pedagang di pasar ikan
  • Pendistribusian  beras oleh Badan Logistik Negara
  • Distribusi besar dari pabrik ke toko
  • Ekspor kelapa ke luar negeri
  • Impor pakaian dari merek terkenal Eropa

Baca juga: 10+ Contoh Kegiatan Distribusi dalam Bisnis

Penutup

Setiap perusahaan tentunya membutuhkan kegiatan distribusi, karena kegiatan ini memegang peranan penting dalam kegiatan perekonomian.

Jika kegiatan distribusi tidak dilakukan secara maksimal maka hasil produksi di pelanggan akan buruk, sehingga pelanggan akan sedih.

Kecewanya pelanggan dapat mengurangi kepercayaan terhadap suatu perusahaan. Oleh karena itu, kegiatan distribusi harus dilakukan secara optimal mulai dari pengemasan hingga pengangkutan hasil produksi.

Sekian artikel berjudul Distribusi Adalah: Jenis, Tujuan, Fungsi dan Faktor, semoga bermanfaat.

Loker Pintar tidak pernah meminta kompensasi atau biaya apa pun untuk perekrutan di situs ini, jika ada pihak atas nama kami atau perusahaan yang meminta biaya seperti transportasi atau akomodasi atau apa pun dipastikan itu PALSU.
error: Content is protected !!