8+ Potongan Gaji Karyawan dan Dasar Hukumnya

8+ Potongan Gaji yang Harus Diketahui | Hai teman-teman, apa kabar? Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas topik yang sangat penting bagi setiap pekerja, yaitu potongan gaji.

Mungkin sebagian dari kita sering mengalami situasi dimana ternyata gaji yang kita terima setiap bulan jauh lebih sedikit dibandingkan dengan nominal gaji yang tertera pada kontrak kerja.

Hal ini tentu saja sangat mengecewakan, bukan? Namun, tahukah kamu bahwa potongan gaji yang dilakukan pada gaji kita sebenarnya merupakan hal yang wajar dan sudah ditentukan oleh undang-undang yang berlaku di negara kita?

Maka dari itu, penting bagi setiap pekerja untuk mengetahui apa saja Pemotongan upah yang harus dikenal dan bagaimana memanfaatkannya.

Temukan informasi lengkap tentang potongan gaji yang harus kamu ketahui dan bagaimana cara memanfaatkannya melalui artikel ini. Jangan sampai kamu salah dalam mengelola gaji dan membuat keuangan kamu tidak stabil. Ayo mulai belajar sekarang!

Apa itu Potongan Gaji?

Apa itu Potongan Gaji?

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang potongan gaji, mari kita pahami dulu apa pengertian dari pemotongan gaji itu sendiri.

Potongan gaji adalah sejumlah dana yang dikurangkan dari gaji yang kita terima setiap bulan oleh perusahaan tempat kita bekerja.

Pemotongan upah ini biasanya dikurangkan untuk kepentingan berbagai hal, seperti pajak, iuran BPJS, jaminan pensiun, dan sebagainya.

Fungsi potongan gaji sendiri adalah untuk memenuhi kewajiban yang harus kita bayar sebagai warga negara yang bekerja.

Pemotongan upah juga merupakan bentuk pengelolaan keuangan yang baik, sehingga kita tidak salah dalam mengelola gaji yang kita terima setiap bulan.

Ada beberapa jenis potongan gaji yang wajib kita ketahui, di antaranya adalah PPh Pasal 21, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, dan Jaminan Pensiun.

Masing-masing pemotongan gaji memiliki tujuan dan kewajiban yang berbeda, sehingga sangat penting bagi kita untuk mengetahui dan memahami setiap pemotongan gaji yang dilakukan pada gaji kita setiap bulan.

Jangan sampai kamu salah dalam mengelola gaji dan membuat keuangan kamu tidak stabil. Ayo belajar dan pahami pemotongan gaji sekarang juga!

Dasar hukum potongan gaji yang bisa menjadi referensi anda:

  • Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
  • Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial
  • Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja
  • Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan

Potongan Gaji yang Wajib Dikenal

Potongan Gaji yang Wajib Dikenal

Sebagai karyawan, sangat penting bagi Anda untuk memahami pemotongan gaji yang dilakukan oleh perusahaan.

Ada beberapa potongan gaji yang wajib dikenal, yaitu potongan gaji yang harus dilakukan berdasarkan undang-undang dan peraturan perusahaan.

Pemotongan upah yang wajib dikenal ini mempengaruhi besar kecilnya pendapatan bulanan Anda, sehingga penting untuk memahami potongan gaji ini dan bagaimana memanfaatkannya.

Berikut ini adalah beberapa potongan gaji yang wajib dikenal yang harus Anda ketahui.

1. PPh 21

PPh 21 adalah jenis pajak yang harus dibayar oleh individu atau perusahaan yang memiliki pendapatan. Pajak ini harus dibayar sesuai dengan aturan yang tercantum dalam Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008 dan Peraturan Dirjen Pajak Nomor Per-32/PJ/2015.

Tarif PPh 21 akan disesuaikan berdasarkan beberapa hal seperti gaji pokok, tunjangan, dan penghasilan yang tidak terkena pajak.

PPh Pasal 21 adalah pajak yang wajib dibayar oleh setiap pekerja yang bekerja di sebuah perusahaan.

PPh Pasal 21 ini dikenakan pada gaji yang kita terima setiap bulan sebesar 5% hingga 30% tergantung dari nominal gaji yang kita terima.

Semua hal ini akan digabungkan dan dikalkulasikan untuk menentukan berapa jumlah pajak yang harus dibayar.

Penting untuk diingat bahwa PPh 21 adalah salah satu faktor yang memotong gaji karyawan. Oleh karena itu, sangat penting bagi karyawan untuk memahami dan memastikan bahwa pajak mereka sudah dibayar dengan benar.

2. BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan adalah potongan lain yang akan diambil dari gaji karyawan. Menurut Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2019, karyawan harus membayar iuran BPJS Kesehatan sebesar 5% dari gaji bulanannya.

Perusahaan akan membayar 4% dari total iuran ini, sementara 1% lainnya akan dikurangkan dari gaji karyawan.

Ini berarti bahwa karyawan harus memastikan bahwa mereka memahami berapa banyak yang harus dibayar dan memastikan bahwa pembayarannya sudah dilakukan dengan benar.

3. BPJS Ketenagakerjaan – Jaminan Hari Tua

BPJS Ketenagakerjaan adalah program pemerintah wajib yang harus dimiliki oleh semua pekerja. Salah satu bagian dari program ini adalah Jaminan Hari Tua.

Perusahaan akan membayar sekitar 3,7% dari gaji karyawan untuk iuran BPJS Ketenagakerjaan, sementara sisanya sebesar 2% akan dikurangkan dari gaji karyawan setiap bulan.

Ini berarti bahwa karyawan harus memastikan bahwa mereka memahami berapa banyak yang harus dibayar dan memastikan bahwa pembayarannya sudah dilakukan dengan benar.

4. BPJS Ketenagakerjaan – Jaminan Pensiun

BPJS Ketenagakerjaan juga memiliki program lain yaitu Jaminan Pensiun.

Iuran untuk program ini hanya sebesar 3% dari gaji karyawan, dengan 2% ditanggung oleh perusahaan dan sisanya sebesar 1% dikurangkan dari gaji karyawan.

Ini berarti bahwa karyawan harus memastikan bahwa mereka memahami berapa banyak yang harus dibayar dan memastikan bahwa pembayarannya sudah dilakukan dengan benar.

5. BPJS Ketenagakerjaan – JKK dan JKM

BPJS Ketenagakerjaan juga memiliki dua program lain, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.

Potongan gaji karyawan untuk program ini cukup kecil. Jaminan Kecelakaan Kerja memotong sekitar 0,24% dari gaji karyawan, sedangkan Jaminan Kematian memotong sekitar 0,3% dari gaji karyawan.

Jadi, meskipun potongan ini kecil, itu masih penting bagi kesejahteraan karyawan di masa depan.

6. Utang Karyawan (Situasi Tertentu)

Jika perusahaan menawarkan pinjaman utang untuk karyawannya, gaji karyawan mungkin dipotong untuk membayar cicilan.

Cara pembayaran cicilan utang ini tergantung pada regulasi yang berlaku di perusahaan Anda. Jadi, pastikan untuk memahami skema pembayarannya sebelum meminjam uang dari perusahaan.

7. Kelebihan Bayar Gaji (Situasi Tertentu)

Jika suatu kali karyawan menerima gaji lebih besar dari yang seharusnya, perusahaan biasanya akan memotong gaji karyawan pada bulan berikutnya sesuai dengan jumlah pembayaran yang lebih.

8. Ganti Rugi Perusahaan (Situasi Tertentu)

Potongan gaji karyawan bisa terjadi karena adanya peraturan dan sanksi dalam perusahaan. Semua karyawan harus mematuhi peraturan yang ada.

Ini juga tercantum dalam kontrak kerja yang ditandatangani oleh karyawan. Dalam kontrak tersebut juga disebutkan tentang hukuman bagi karyawan yang melanggar peraturan. Potongan gaji juga bisa terjadi karena hukuman tersebut.

Namun, perusahaan harus membuat aturan yang jelas tentang pemotongan gaji. Mereka harus menyebutkan alasan pemotongan dan berapa besar potongannya.

Undang-undang menyatakan bahwa potongan gaji maksimal tidak boleh lebih dari 50% dari gaji karyawan

9. Potongan Karena Unpaid Leave (Situasi Tertentu)

Perusahaan memiliki aturan tentang cuti tanpa bayar (unpaid leave), dimana karyawan yang menggunakan cuti lebih dari jatah yang ditentukan akan mengalami potongan gaji.

Gaji karyawan biasanya ditentukan berdasarkan nominal upah harian, yaitu jumlah total gaji per bulan dibagi dengan jumlah hari kerja.

Oleh karena itu, ketika karyawan mengambil cuti tanpa bayar, potongan gaji akan berlaku sesuai dengan berapa hari karyawan tersebut mengambil cuti.

Cara Mengetahui Potongan Gaji yang Sesuai

Cara Mengetahui Potongan Gaji yang Sesuai

Setelah mengetahui jenis-jenis potongan gaji yang wajib dikenal, selanjutnya adalah mengetahui bagaimana cara mengetahui potongan gaji yang sesuai dengan apa yang kita terima. Berikut adalah beberapa cara untuk mengetahui pemotongan gaji yang sesuai:

1. Periksa Slip Gaji

Slip gaji adalah bukti penerimaan gaji yang diterima setiap bulan oleh setiap pekerja. Pada slip gaji, kita bisa melihat detail dari gaji bruto yang kita terima dan potongan-potongan gaji yang dilakukan pada gaji kita.

Periksaan slip gaji adalah salah satu cara terbaik untuk mengetahui Pemotongan upah yang sesuai.

Slip gaji adalah laporan resmi dari perusahaan yang menunjukkan gaji yang Anda terima dan Pemotongan upah yang dilakukan. Berikut adalah beberapa hal yang harus Anda periksa pada slip gaji:

  • Total Gaji: Periksa apakah total gaji yang tertera pada slip gaji sesuai dengan yang dijanjikan perusahaan.
  • Potongan Pajak: Periksa apakah potongan pajak yang tertera pada slip gaji sesuai dengan ketentuan pajak yang berlaku.
  • Potongan Iuran Kesehatan dan Asuransi: Periksa apakah potongan iuran kesehatan dan asuransi yang tertera pada slip gaji sesuai dengan perjanjian kerja yang Anda miliki.
  • Potongan Lainnya: Periksa apakah ada pemotongan gaji lain seperti iuran BPJS atau iuran lain yang tertera pada slip gaji dan pastikan bahwa potongan gaji tersebut sesuai dengan perjanjian kerja Anda.

Dengan memperiksa slip gaji secara berkala, Anda bisa memastikan bahwa potongan gaji yang Anda terima sesuai dengan perjanjian kerja dan tidak terjadi kesalahan pada slip gaji.

Jangan ragu untuk bertanya pada HRD perusahaan jika Anda merasa ada pemotongan gaji yang tidak sesuai dengan perjanjian kerja.

Baca juga: 5+ Komponen Slip Gaji yang Perlu Diketahui

2. Diskusikan dengan HRD

HRD (Human Resource Development) adalah bagian dari perusahaan yang bertanggung jawab terhadap urusan pekerja.

Kita bisa menghubungi HRD untuk memastikan bahwa potongan gaji yang dilakukan pada gaji kita sesuai dengan yang telah ditentukan.

Jika Anda merasa ada potongan gaji yang tidak sesuai dengan perjanjian kerja, maka diskusikan dengan HRD perusahaan.

Ini adalah cara terbaik untuk memastikan bahwa potongan gaji yang Anda terima sesuai dengan perjanjian kerja dan tidak ada kesalahan pada slip gaji.

HRD bisa memberikan informasi dan penjelasan yang lebih detail tentang pemotongan gaji yang dilakukan dan memastikan bahwa Anda menerima potongan gaji yang sesuai.

Saat diskusi dengan HRD, pastikan Anda membawa slip gaji dan perjanjian kerja. Ini akan mempermudah HRD untuk memberikan penjelasan dan memecahkan masalah yang mungkin terjadi.

Diskusikan potongan gaji yang menjadi permasalahan dan cari solusi yang terbaik bersama-sama dengan HRD.

Dengan diskusi dengan HRD, Anda bisa memastikan bahwa potongan gaji yang Anda terima sesuai dengan perjanjian kerja dan tidak ada kesalahan pada slip gaji.

Ini juga menunjukkan bahwa Anda peduli dan memahami tentang potongan gaji yang dilakukan dan memastikan bahwa Anda menerima potongan gaji yang sesuai.

3. Periksa Peraturan Perusahaan

Setiap perusahaan memiliki peraturan tersendiri mengenai potongan gaji yang dilakukan pada gaji pekerja.

Kita bisa membaca peraturan perusahaan untuk memastikan bahwa pemotongan gaji yang dilakukan pada gaji kita sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Untuk memastikan bahwa pemotongan gaji yang Anda terima sesuai dengan perjanjian kerja, ceklah peraturan perusahaan.

Peraturan perusahaan menjelaskan tentang pemotongan gaji yang wajib dikenal dan bagaimana pemotongan gaji dilakukan.

Pastikan Anda memahami peraturan perusahaan dan bagaimana pemotongan gaji dilakukan. Baca dan periksa peraturan perusahaan secara seksama dan jika ada yang kurang jelas, diskusikan dengan HRD perusahaan.

Ini akan memastikan bahwa Anda memahami pemotongan gaji yang dilakukan dan memastikan bahwa pemotongan gaji yang Anda terima sesuai dengan peraturan perusahaan.

Peraturan perusahaan juga menjelaskan tentang hak dan kewajiban karyawan, termasuk potongan gaji.

Pastikan bahwa Anda memahami hak dan kewajiban Anda sebagai karyawan dan bagaimana hal ini mempengaruhi pemotongan gaji yang Anda terima.

Dengan memahami peraturan perusahaan dan bagaimana pemotongan gaji dilakukan, Anda bisa memastikan bahwa potongan gaji yang Anda terima sesuai dengan perjanjian kerja dan peraturan perusahaan.

Ini juga membantu Anda memastikan bahwa Anda menerima pemotongan gaji yang sesuai.

4. Menghubungi Instansi Terkait

Kita juga bisa menghubungi instansi terkait seperti BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, atau Jaminan Pensiun untuk memastikan bahwa pemotongan gaji yang dilakukan pada gaji kita sesuai dengan yang telah ditentukan.

Jika Anda merasa kurang yakin tentang pemotongan gaji yang Anda terima, maka salah satu cara terbaik untuk memastikan bahwa potongan gaji sesuai adalah dengan menghubungi instansi terkait.

Anda bisa menghubungi instansi seperti Badan Tenaga Kerja Nasional atau Departemen Tenaga Kerja untuk memastikan bahwa pemotongan gaji yang dilakukan sesuai dengan undang-undang tenaga kerja.

Instansi ini bisa membantu Anda memahami pemotongan gaji yang wajib dikenal dan bagaimana memastikan bahwa potongan gaji sesuai.

Anda juga bisa menghubungi asosiasi profesi atau organisasi karyawan untuk memastikan bahwa pemotongan gaji sesuai dengan standar industri.

Mereka bisa memberikan nasihat dan dukungan untuk memastikan bahwa pemotongan gaji yang Anda terima sesuai dengan peraturan dan praktik yang berlaku di industri.

Dengan menghubungi instansi terkait, Anda bisa memastikan bahwa potongan gaji yang Anda terima sesuai dan bahwa Anda memahami hak dan kewajiban Anda sebagai karyawan.

Ini juga membantu Anda memastikan bahwa pemotongan gaji dilakukan secara adil dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Baca juga: Potongan BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan

Dengan mengetahui pemotongan gaji yang sesuai, kita bisa memastikan bahwa setiap pemotongan gaji yang dilakukan pada gaji kita memiliki tujuan dan kewajiban yang jelas.

Jangan biarkan pemotongan gaji yang tidak sesuai membuat keuangan kita tidak stabil. Ayo cek dan pastikan potongan gaji yang kita terima sesuai dengan yang seharusnya!

Cara Merencanakan Potongan Gaji

Cara Merencanakan Potongan Gaji

Setelah mengetahui pemotongan gaji yang wajib dikenal dan cara mengetahui pemotongan gaji yang sesuai, selanjutnya adalah merencanakan pemotongan gaji. Berikut adalah beberapa cara untuk merencanakan potongan gaji:

1. Tentukan Prioritas

Pertama-tama, tentukan prioritas untuk pengeluaran gaji Anda. Apakah Anda akan mengalokasikan sebagian gaji untuk membayar tagihan, menabung, atau membeli barang yang Anda butuhkan?

Dengan menentukan prioritas, Anda bisa memastikan bahwa potongan gaji yang Anda lakukan memiliki tujuan dan manfaat yang jelas.

2. Buat Rencana Anggaran

Setelah menentukan prioritas, buatlah rencana anggaran untuk pengeluaran gaji Anda.

Tentukan berapa jumlah yang akan Anda alokasikan untuk setiap keperluan dan pastikan untuk memprioritaskan hal-hal yang paling penting.

3. Lakukan Potongan Gaji Secara Bertahap

Jangan melakukan pemotongan gaji secara besar-besaran. Alokasikan pemotongan gaji secara bertahap agar Anda tidak kehabisan uang pada akhir bulan.

4. Catat Setiap Potongan Gaji

Pastikan untuk mencatat setiap pemotongan gaji yang Anda lakukan. Ini bisa membantu Anda untuk memantau pengeluaran gaji Anda dan memastikan bahwa pemotongan gaji yang Anda lakukan sesuai dengan rencana anggaran.

Dengan merencanakan potongan gaji dengan baik, Anda bisa memastikan bahwa setiap potongan gaji yang Anda lakukan memiliki tujuan dan manfaat yang jelas.

Jangan biarkan pemotongan gaji membuat keuangan Anda tidak stabil. Ayo rencanakan potongan gaji Anda dengan baik dan rasakan manfaatnya!

Kesimpulan

Kita dapat menyimpulkan bahwa memahami pemotongan gaji yang berlaku di perusahaan adalah hal yang sangat penting bagi setiap karyawan. Potongan gaji bisa berasal dari berbagai sumber, seperti pajak, iuran BPJS, atau bahkan karena karyawan mengambil cuti tanpa bayar.

Untuk mengetahui pemotongan gaji yang sesuai dan memastikan bahwa gaji yang diterima sesuai dengan yang seharusnya, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, seperti memeriksa slip gaji, berkonsultasi dengan HRD, memperiksa peraturan perusahaan, atau menghubungi instansi terkait.

Dengan memahami potongan gaji dan cara mengatasi masalah terkait, karyawan bisa memastikan bahwa gaji yang diterima sesuai dengan yang seharusnya dan memiliki perencanaan yang baik untuk mengatasi pemotongan gaji yang berlaku.

Jadi, jangan ragu untuk selalu memahami potongan gaji dan cara mengatasinya untuk menjaga keuangan pribadi Anda tetap stabil.

Sekian artikel berjudul 8+ Potongan Gaji yang Harus Diketahui, semoga bermanfaat.

Apakah Gaji bisa Dipotong?

Perusahaan dapat memotong gaji karyawan jika hal ini diatur dalam undang-undang dan peraturan perusahaan. Menurut Pasal 58 ayat 1 PP 36/2021, pemotongan gaji maksimal yang diperbolehkan adalah sebesar 50% dari total gaji yang diterima karyawan per bulan. Namun, perusahaan tidak wajib membayar gaji apabila karyawan/buruh tidak melakukan pekerjaannya dengan baik.

Loker Pintar tidak pernah meminta kompensasi atau biaya apa pun untuk perekrutan di situs ini, jika ada pihak atas nama kami atau perusahaan yang meminta biaya seperti transportasi atau akomodasi atau apa pun dipastikan itu PALSU.