10 Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa dan Jurnalnya

Siklus akuntansi perusahaan jasa tidak terlalu berbeda dari siklus akuntansi perusahaan dagang. Perbedaan utama hanya terletak pada proses kegiatan usaha dan produk yang dihasilkan serta bagaimana hal tersebut mempengaruhi lembar kerja yang digunakan oleh masing-masing perusahaan.

Secara ideal, lembar kerja yang digunakan oleh perusahaan jasa cenderung lebih sederhana dibandingkan dengan perusahaan dagang atau manufaktur.

Ini karena perusahaan jasa hanya memiliki jurnal pendapatan untuk transaksi penjualan, sedangkan perusahaan dagang atau manufaktur mungkin memiliki akun penjualan, harga pokok persediaan, dan harga pokok penjualan dalam transaksi penjualan mereka.

Bagaimana Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa? Simak dahulu mengenai penjelasan perusahaan jasa dibawah ini.

Apa itu Perusahaan Jasa?

Apa itu Perusahaan Jasa?

Perusahaan jasa adalah jenis perusahaan yang berfokus pada menyediakan jasa kepada pelanggannya, bukan produk fisik.

Contohnya adalah perusahaan konsultasi, perusahaan keuangan, perusahaan transportasi, perusahaan hiburan, dan perusahaan penginapan.

Perusahaan jasa sering kali tidak memiliki produk fisik yang dijual kepada pelanggannya, tetapi mereka menjual waktu dan keahlian mereka untuk melakukan suatu pekerjaan atau memberikan layanan kepada pelanggan.

Lembar kerja yang digunakan oleh perusahaan jasa cenderung lebih sederhana dibandingkan dengan perusahaan dagang atau manufaktur, karena perusahaan jasa hanya memiliki jurnal pendapatan untuk transaksi penjualan.

Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

Seperti jenis perusahaan lainnya, perusahaan jasa juga harus membuat laporan keuangan. Untuk membuat laporan keuangan yang akurat, perlu diketahui siklus akuntansi yang sesuai dengan jenis perusahaan, baik itu perusahaan dagang, manufaktur, atau jasa.

Berikut adalah siklus akuntansi perusahaan jasa:

siklus akuntansi pada perusahaan jasa meliputi beberapa tahap yang terkait dengan pengelolaan keuangan perusahaan. Tahap-tahap tersebut meliputi:

1. Identifikasi dan Analisis Transaksi (penggolongan)

Identifikasi dan analisis transaksi (penggolongan) adalah tahap pertama dalam siklus akuntansi perusahaan jasa.

Tahap ini melibatkan identifikasi dan analisis transaksi keuangan yang terjadi dalam perusahaan jasa. Transaksi tersebut harus dikelompokkan sesuai dengan kategori yang tepat agar mudah diproses selanjutnya.

Contohnya, jika perusahaan jasa menerima pembayaran dari pelanggannya, maka transaksi tersebut harus dikelompokkan sebagai pendapatan.

Sebaliknya, jika perusahaan jasa mengeluarkan uang untuk membayar gaji karyawan atau menyewa peralatan, maka transaksi tersebut harus dikelompokkan sebagai biaya.

Identifikasi dan analisis transaksi (penggolongan) merupakan tahap penting dalam siklus akuntansi perusahaan jasa karena memberikan dasar bagi pencatatan transaksi ke dalam jurnal yang sesuai.

Tanpa tahap ini, maka pencatatan transaksi ke dalam jurnal tidak akan akurat dan laporan keuangan yang dihasilkan tidak akan dapat dipercaya.

2. Pencatatan Transaksi ke dalam Jurnal

Pencatatan transaksi ke dalam jurnal adalah tahap kedua dalam siklus akuntansi perusahaan jasa.

Setelah transaksi teridentifikasi dan dianalisis dalam tahap pertama, langkah selanjutnya adalah mencatat transaksi tersebut ke dalam jurnal yang sesuai.

Jurnal adalah buku yang mencatat transaksi keuangan perusahaan secara terperinci.

Ada beberapa jenis jurnal yang biasa digunakan dalam siklus akuntansi perusahaan jasa, seperti jurnal umum, jurnal pendapatan, jurnal biaya, dan jurnal pembelian.

Contohnya, jika perusahaan jasa menerima pembayaran dari pelanggan, maka transaksi tersebut harus dicatat ke dalam jurnal pendapatan.

Sebaliknya, jika perusahaan jasa mengeluarkan uang untuk membayar gaji karyawan, maka transaksi tersebut harus dicatat ke dalam jurnal biaya.

Pencatatan transaksi ke dalam jurnal merupakan tahap penting dalam siklus akuntansi perusahaan jasa karena memberikan dasar bagi proses posting ke buku besar yang akan datang.

Tanpa tahap ini, maka proses posting ke buku besar tidak akan akurat dan laporan keuangan yang dihasilkan tidak akan dapat dipercaya.

3. Posting ke Buku Besar

Posting ke buku besar adalah tahap ketiga dalam siklus akuntansi perusahaan jasa. Setelah transaksi dicatat ke dalam jurnal yang sesuai, langkah selanjutnya adalah mempostingnya ke buku besar.

Buku besar adalah buku yang mencatat semua transaksi keuangan perusahaan secara terperinci.

Ada beberapa jenis buku besar yang biasa digunakan dalam siklus akuntansi perusahaan jasa, seperti buku besar umum, buku besar pendapatan, buku besar biaya, dan buku besar pembelian.

Contohnya, jika perusahaan jasa menerima pembayaran dari pelanggan, maka transaksi tersebut harus diposting ke dalam buku besar pendapatan.

Sebaliknya, jika perusahaan jasa mengeluarkan uang untuk membayar gaji karyawan, maka transaksi tersebut harus diposting ke dalam buku besar biaya.

Posting ke buku besar merupakan tahap penting dalam siklus akuntansi perusahaan jasa karena memberikan dasar bagi proses penyusunan neraca saldo yang akan datang.

Tanpa tahap ini, maka proses penyusunan neraca saldo tidak akan akurat dan laporan keuangan yang dihasilkan tidak akan dapat dipercaya.

4. Penyusunan Neraca Saldo

Penyusunan neraca saldo adalah tahap keempat dalam siklus akuntansi perusahaan jasa. Setelah transaksi diposting ke buku besar yang sesuai, langkah selanjutnya adalah menyusun neraca saldo.

Neraca saldo adalah laporan yang menunjukkan saldo akun-akun keuangan perusahaan pada suatu tanggal tertentu.

Laporan ini biasanya disusun setiap akhir bulan atau setiap akhir tahun untuk memperbarui posisi keuangan perusahaan.

Contohnya, jika perusahaan jasa memiliki akun pendapatan, maka neraca saldo akan menunjukkan saldo akun tersebut pada tanggal tertentu.

Sebaliknya, jika perusahaan jasa memiliki akun biaya, maka neraca saldo akan menunjukkan saldo akun tersebut pada tanggal tertentu.

Penyusunan neraca saldo merupakan tahap penting dalam siklus akuntansi perusahaan jasa karena memberikan dasar bagi proses penyusunan jurnal & neraca saldo penyesuaian yang akan datang.

5. Penyusunan Jurnal & Neraca Saldo Penyesuaian

Penyusunan jurnal & neraca saldo penyesuaian adalah tahap kelima dalam siklus akuntansi perusahaan jasa.

Setelah neraca saldo disusun, langkah selanjutnya adalah menyusun jurnal & neraca saldo penyesuaian untuk memperbarui saldo akun-akun keuangan perusahaan sesuai dengan perubahan yang terjadi selama periode akuntansi.

Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi yang tidak tercantum dalam jurnal umum, seperti penyesuaian saldo akun, penyesuaian persediaan, dan penyesuaian biaya periode.

Sedangkan neraca saldo penyesuaian adalah laporan yang menunjukkan saldo akun-akun keuangan perusahaan setelah penyesuaian dilakukan.

Contohnya, jika perusahaan jasa memiliki akun pendapatan, maka jurnal & neraca saldo penyesuaian akan memperbarui saldo akun tersebut sesuai dengan perubahan yang terjadi selama periode akuntansi.

Sebaliknya, jika perusahaan jasa memiliki akun biaya, maka jurnal & neraca saldo penyesuaian akan memperbarui saldo akun tersebut sesuai dengan perubahan yang terjadi selama periode akuntansi.

Penyusunan jurnal & neraca saldo penyesuaian merupakan tahap penting dalam siklus akuntansi perusahaan jasa karena memberikan dasar bagi proses penyusunan neraca lajur yang akan datang.

Tanpa tahap ini, maka proses penyusunan neraca lajur tidak akan akurat dan laporan keuangan yang dihasilkan tidak akan dapat dipercaya.

Penyusunan jurnal & neraca saldo penyesuaian juga penting karena memberikan informasi yang akurat tentang posisi keuangan perusahaan pada suatu tanggal tertentu.

6. Neraca Lajur

Neraca lajur adalah laporan yang menunjukkan saldo akun-akun keuangan perusahaan dalam bentuk debet dan kredit.

Laporan ini biasanya disusun setiap akhir bulan atau setiap akhir tahun untuk memperbarui posisi keuangan perusahaan.

Contohnya, jika perusahaan jasa memiliki akun pendapatan, maka neraca lajur akan menunjukkan saldo debet akun tersebut.

Sebaliknya, jika perusahaan jasa memiliki akun biaya, maka neraca lajur akan menunjukkan saldo kredit akun tersebut.

Neraca lajur merupakan tahap penting dalam siklus akuntansi perusahaan jasa karena memberikan dasar bagi proses penyusunan laporan keuangan perusahaan jasa yang akan datang.

Tanpa tahap ini, maka proses penyusunan laporan keuangan tidak akan akurat dan laporan keuangan yang dihasilkan tidak akan dapat dipercaya.

Neraca lajur juga penting karena memberikan informasi yang akurat tentang posisi keuangan perusahaan pada suatu tanggal tertentu.

7. Penyusunan Laporan Keuangan Perusahaan Jasa

Penyusunan laporan keuangan perusahaan jasa adalah tahap selanjutnya dalam siklus akuntansi perusahaan jasa. Setelah neraca lajur disusun, langkah selanjutnya adalah menyusun laporan keuangan perusahaan jasa.

Laporan keuangan adalah laporan yang menggambarkan posisi keuangan perusahaan pada suatu tanggal tertentu. Laporan ini biasanya terdiri dari neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas.

Contohnya, neraca menunjukkan saldo akun-akun keuangan perusahaan pada suatu tanggal tertentu, laporan laba rugi menunjukkan pendapatan dan biaya perusahaan selama periode akuntansi, sedangkan laporan arus kas menunjukkan sumber dan penggunaan kas perusahaan selama periode akuntansi.

Penyusunan laporan keuangan perusahaan jasa merupakan tahap penting dalam siklus akuntansi perusahaan jasa karena memberikan informasi yang akurat tentang posisi keuangan perusahaan pada suatu tanggal tertentu.

8. Penyusunan Jurnal Penutup

Penyusunan jurnal penutup adalah tahap selanjutnya dalam siklus akuntansi perusahaan jasa.

Setelah laporan keuangan disusun, langkah selanjutnya adalah menyusun jurnal penutup untuk memperbarui saldo akun-akun keuangan perusahaan sesuai dengan perubahan yang terjadi selama periode akuntansi.

Jurnal penutup adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi yang tidak tercantum dalam jurnal umum, seperti penyesuaian saldo akun, penyesuaian persediaan, dan penyesuaian biaya periode.

Contohnya, jika perusahaan jasa memiliki akun pendapatan, maka jurnal penutup akan memperbarui saldo akun tersebut sesuai dengan perubahan yang terjadi selama periode akuntansi.

Sebaliknya, jika perusahaan jasa memiliki akun biaya, maka jurnal penutup akan memperbarui saldo akun tersebut sesuai dengan perubahan yang terjadi selama periode akuntansi.

Penyusunan jurnal penutup merupakan tahap penting dalam siklus akuntansi perusahaan jasa karena memberikan dasar bagi proses penyusunan jurnal pembalik yang akan datang.

Tanpa tahap ini, maka proses penyusunan jurnal pembalik tidak akan akurat dan laporan keuangan yang dihasilkan tidak akan dapat dipercaya.

Penyusunan jurnal penutup juga penting karena memberikan informasi yang akurat tentang posisi keuangan perusahaan pada suatu tanggal tertentu.

9. Jurnal Pembalik

Jurnal pembalik adalah jurnal yang digunakan untuk mengoreksi saldo akun-akun yang telah dibebankan pada periode sebelumnya. Jurnal ini biasanya disusun setiap akhir bulan atau setiap akhir tahun untuk memperbarui posisi keuangan perusahaan.

Contohnya, jika perusahaan jasa memiliki akun biaya yang telah dibebankan pada periode sebelumnya, maka jurnal pembalik akan mengurangi saldo akun tersebut. Sebaliknya, jika perusahaan jasa memiliki akun pendapatan yang telah dikreditkan pada periode sebelumnya, maka jurnal pembalik akan menambah saldo akun tersebut.

Penyusunan jurnal pembalik merupakan tahap penting dalam siklus akuntansi perusahaan jasa karena memberikan dasar bagi proses penyusunan neraca akhir atau awal yang akan datang. Tanpa tahap ini, maka proses penyusunan neraca akhir atau awal tidak akan akurat dan laporan keuangan yang dihasilkan tidak akan dapat dipercaya.

Jurnal pembalik juga penting karena memberikan informasi yang akurat tentang posisi keuangan perusahaan pada suatu tanggal tertentu.

10. Neraca Akhir atau Awal (setelah penutupan)

Neraca akhir atau awal (setelah penutupan) adalah laporan yang menunjukkan saldo akun-akun keuangan perusahaan pada tanggal terakhir dari periode akuntansi.

Neraca ini disusun setelah semua transaksi yang terjadi selama periode akuntansi telah dicatat dan divalidasi.

Contohnya, jika perusahaan jasa memiliki akun pendapatan, maka neraca akhir atau awal akan menunjukkan saldo debet akun tersebut pada tanggal terakhir dari periode akuntansi.

Sebaliknya, jika perusahaan jasa memiliki akun biaya, maka neraca akhir atau awal akan menunjukkan saldo kredit akun tersebut pada tanggal terakhir dari periode akuntansi.

Neraca akhir atau awal (setelah penutupan) merupakan tahap terakhir dalam siklus akuntansi perusahaan jasa.

Setelah neraca ini disusun, maka siklus akuntansi perusahaan jasa akan dimulai kembali pada tahap pertama, yaitu identifikasi dan analisis transaksi (penggolongan).

Neraca akhir atau awal (setelah penutupan) penting karena memberikan informasi yang akurat tentang posisi keuangan perusahaan pada suatu tanggal tertentu.

Itulah tahap-tahap dalam siklus akuntansi pada perusahaan jasa. Tahap-tahap tersebut bertujuan untuk membantu perusahaan jasa mengelola keuangan mereka secara efektif dan membuat laporan keuangan yang akurat dan tepat waktu.

Baca juga: Perusahaan Jasa: Karakteristik, Jenis dan Contohnya

Jenis Transaksi Pada Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

Jenis Transaksi Pada Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

Berikut ini adalah beberapa jenis transaksi yang mungkin terjadi dalam siklus akuntansi perusahaan jasa:

1. Pembelian

Transaksi pembelian adalah saat perusahaan membeli barang atau jasa dari pihak lain. Misalnya, perusahaan jasa keuangan mungkin membeli perangkat lunak akuntansi atau jasa konsultasi dari vendor.

2. Pendapatan

Pendapatan adalah uang yang diperoleh perusahaan dari penjualan barang atau jasa kepada pelanggan.

Misalnya, perusahaan jasa keuangan mungkin menghasilkan pendapatan dari memberikan jasa akuntansi kepada klien.

3. Pembayaran Beban-beban

Beban-beban adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk mempertahankan bisnisnya. Misalnya, perusahaan jasa keuangan mungkin membayar sewa untuk kantor, atau gaji kepada karyawannya.

4. Penerimaan Piutang

Piutang adalah uang yang harus dibayarkan oleh pelanggan kepada perusahaan. Misalnya, perusahaan jasa keuangan mungkin menerima pembayaran dari klien yang telah membayar tagihan jasa yang telah diberikan.

5. Penanaman Modal atau Investasi

Penanaman modal adalah saat perusahaan mengeluarkan uang untuk membeli aset atau menambah modal kerja.

Misalnya, perusahaan jasa keuangan mungkin mengeluarkan uang untuk membeli perangkat lunak akuntansi atau menambah modal kerja dengan menambah jumlah karyawan.

Semua jenis transaksi ini merupakan bagian penting dari siklus akuntansi perusahaan jasa dan harus diakui dan dilaporkan dengan benar dalam laporan keuangan perusahaan.

Baca juga: 20+ Contoh Transaksi Perusahaan Jasa dan Jurnalnya

Contoh Laporan Laba Rugi Perusahaan Jasa

Contoh Laporan Laba Rugi Perusahaan Jasa

Dalam Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa terdapat laporan laba rugi, Berikut ini adalah contoh laporan laba rugi perusahaan jasa:

Laporan Laba Rugi
Periode: Januari s.d. Desember 2021

Pendapatan:

  • Penjualan jasa: Rp 1.000.000.000
  • Lain-lain: Rp 50.000.000
    Total Pendapatan: Rp 1.050.000.000

Beban:

  • Gaji karyawan: Rp 500.000.000
  • Sewa tempat usaha: Rp 150.000.000
  • Listrik, air, telepon: Rp 75.000.000
  • Pajak: Rp 100.000.000
  • Lain-lain: Rp 25.000.000
    Total Beban: Rp 850.000.000

Laba Kotor: Rp 200.000.000

Pendapatan Bunga: Rp 10.000.000
Beban Bunga: Rp 5.000.000
Laba Bersih Sebelum Pajak: Rp 205.000.000

Pajak Penghasilan: Rp 50.000.000
Laba Bersih Setelah Pajak: Rp 155.000.000

Catatan:

  • Pendapatan terdiri dari penjualan jasa dan pendapatan lain-lain.
  • Beban terdiri dari gaji karyawan, sewa tempat usaha, biaya listrik, air, dan telepon, pajak, dan beban lain-lain.
  • Laba kotor adalah pendapatan dikurangi beban.
  • Laba bersih setelah pajak adalah laba bersih sebelum pajak dikurangi pajak penghasilan.

Perlu diperhatikan bahwa laporan laba rugi ini hanya merupakan contoh dan mungkin tidak sesuai dengan kondisi perusahaan jasa yang sebenarnya. Setiap perusahaan memiliki struktur pendapatan dan beban yang berbeda-beda, sehingga laporan laba rugi yang sebenarnya akan berbeda pula.

Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Jasa

Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Jasa

Dalam Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa terdapat laporan keuangan perusahaan jasa, Berikut ini adalah contoh laporan keuangan perusahaan jasa:

Laporan Laba Rugi

Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2021

  • Pendapatan Jasa Rp 500.000.000
  • Beban Jasa Rp 300.000.000
  • Laba Kotor Rp 200.000.000
  • Beban Overhead Rp 100.000.000
  • Laba Bersih Sebelum Pajak Rp 100.000.000
  • Beban Pajak Penghasilan Rp 50.000.000
  • Laba Bersih Setelah Pajak Rp 50.000.000

Laporan Neraca

Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2021

Aktiva

  • Kas Rp 50.000.000
  • Piutang Dagang Rp 100.000.000
  • Peralatan Rp 200.000.000
    Total Aktiva Rp 350.000.000

Kewajiban dan Ekuitas

  • Hutang Dagang Rp 100.000.000
  • Hutang Bank Rp 50.000.000
  • Ekuitas Modal Rp 200.000.000
    Total Kewajiban dan Ekuitas Rp 350.000.000

Catatan:

  • Laporan laba rugi menunjukkan pendapatan dan beban perusahaan selama periode tersebut, serta menghitung laba bersih setelah dikurangi beban pajak.
  • Laporan neraca menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada saat tersebut, yaitu aktiva yang dimiliki dan kewajiban yang harus ditanggung serta ekuitas (modal) yang dimiliki oleh pemilik perusahaan.

Contoh Jurnal Umum Perusahaan Jasa

Contoh Jurnal Umum Perusahaan Jasa

Dalam Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa terdapat contoh jurnal umum, `Berikut ini adalah contoh jurnal umum perusahaan jasa:

TanggalKeteranganRefDebitKredit
1 Jan 2022Kas100.000
1 Jan 2022Utang Dagang100.000
3 Jan 2022Piutang Dagang150.000
3 Jan 2022Pendapatan Jasa150.000
5 Jan 2022Kas50.000
5 Jan 2022Biaya Gaji50.000
8 Jan 2022Piutang Dagang75.000
8 Jan 2022Pendapatan Jasa75.000

Jurnal umum merupakan catatan atau dokumen yang mencatat semua transaksi keuangan yang terjadi di perusahaan. Dalam jurnal umum di atas, terdapat beberapa kolom yang perlu diperhatikan, yaitu:

  • Tanggal: Tanggal transaksi yang terjadi.
  • Keterangan: Deskripsi singkat mengenai transaksi yang terjadi.
  • Ref: Kode referensi transaksi yang terjadi.
  • Debit: Jumlah uang yang dikeluarkan atau dibayarkan dalam transaksi.
  • Kredit: Jumlah uang yang masuk atau diterima dalam transaksi.

Dalam contoh di atas, pada tanggal 1 Januari 2022, perusahaan membayar utang dagang sebesar Rp 100.000.

Transaksi ini dicatat dengan mencatat Rp 100.000 pada kolom Debit pada akun Kas, dan Rp 100.000 pada kolom Kredit pada akun Utang Dagang.

Pada tanggal 3 Januari 2022, perusahaan menerima pembayaran dari piutang dagang sebesar Rp 150.000.

Transaksi ini dicatat dengan mencatat Rp 150.000 pada kolom Kredit pada akun Piutang Dagang, dan Rp 150.000 pada kolom Debit pada akun Pendapatan Jasa.

Begitu juga dengan transaksi-transaksi lainnya yang tercatat dalam jurnal umum di atas.

Sekian artikel berjudul 10 Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa dan Jurnalnya, semoga bermanfaat.

Loker Pintar tidak pernah meminta kompensasi atau biaya apa pun untuk perekrutan di situs ini, jika ada pihak atas nama kami atau perusahaan yang meminta biaya seperti transportasi atau akomodasi atau apa pun dipastikan itu PALSU.