Berita Acara Serah Terima Barang [Penjelasan Lengkap]

Berita Acara Serah Terima Barang [Penjelasan Lengkap] | Sudahkah kamu pernah mendengar tentang BAST? BAST adalah singkatan dari Berita Acara Serah Terima Barang/Jasa, yaitu sebuah dokumen yang digunakan untuk mencatat proses serah terima barang atau jasa.

Berita Acara Serah Terima Barang [Penjelasan Lengkap]

Mungkin kamu sudah pernah melakukan proses serah terima tanpa sadar bahwa itu adalah BAST. Namun, tidak hanya BAST, terdapat juga berbagai jenis berita serah terima lainnya seperti serah terima pekerjaan atau serah terima jabatan.

Jadi, jika suatu saat kamu mendapat tugas untuk melakukan serah terima sesuatu, jangan lupa untuk mencatatnya dengan menggunakan BAST agar tidak ada kesalahpahaman di kemudian hari.

BAST merupakan dokumen yang digunakan untuk mencatat dan mengesahkan adanya perpindahan tangan pada sebuah aset, pekerjaan, barang, atau hal lain.

Jika penyedia barang atau jasa telah menyelesaikan pekerjaan yang telah disepakati dan menunjukkan BAST, maka ia berhak untuk menerima pembayaran. Jadi, BAST merupakan bukti penting yang harus dilampirkan sebagai salah satu formalitas dalam proses serah terima.

Jika suatu saat kamu perlu menandatangani sebuah BAST, pastikan untuk memeriksa apakah spesifikasi barang atau jasa yang diserahkan sesuai dengan dokumen perjanjian kerja yang telah disepakati.

BAST harus ditandatangani oleh penyedia jasa atau PIC setelah memastikan bahwa semuanya telah sesuai.

Jangan lupa bahwa BAST merupakan dokumen penting yang harus dilampirkan sebagai salah satu formalitas dalam proses serah terima.

Selanjutnya, artikel ini akan membahas fungsi, format, dan contoh BAST, jadi jika kamu ingin mengetahui lebih lanjut, pastikan untuk membaca sampai akhir.

Apa itu Berita Acara Serah Terima Barang?

BAST adalah singkatan dari Berita Acara Serah Terima, yaitu dokumen tertulis yang umumnya digunakan sebagai bukti dalam transaksi yang melibatkan dua atau lebih pihak.

Dalam BAST, terdapat deskripsi mengenai objek yang diserahkan atau diterima oleh pihak-pihak yang terlibat dalam suatu persetujuan.

Dokumen BAST juga sering dibutuhkan dalam dunia bisnis yang melibatkan serah-terima barang dengan lembaga atau institusi.

Jadi, jika kamu bekerja di dunia bisnis atau terlibat dalam transaksi serah-terima barang dengan lembaga atau institusi, pastikan untuk mempersiapkan BAST sebagai dokumen penting yang harus disiapkan.

Berita Acara Serah Terima Barang adalah dokumen yang digunakan untuk mencatat dan mengesahkan adanya perpindahan tangan pada sebuah barang.

Berita Acara Serah Terima Barang biasanya ditandatangani oleh PIC terkait setelah memeriksa apakah spesifikasi barang yang diserahkan sesuai dengan dokumen perjanjian yang telah disepakati.

Baca juga: Berita Acara: Tujuan, Jenis, Ciri, Format, Unsur dan Cara Membuat

Fungsi Berita Acara Serah Terima Barang

Fungsi Berita Acara Serah Terima Barang

Berita Acara Serah Terima Barang (BAST) memiliki beberapa fungsi, diantaranya:

  1. Sebagai bukti adanya serah terima barang: BAST merupakan dokumen yang dibuat untuk mencatat dan mengesahkan adanya perpindahan tangan barang atau jasa dari satu pihak ke pihak lain.
  2. Sebagai dasar pembayaran: Penyedia barang atau jasa setelah menyelesaikan pekerjaan yang telah disepakati dan telah menunjukkan BAST maka berhak memperoleh pembayaran.
  3. Sebagai referensi masa depan: BAST dapat digunakan sebagai referensi masa depan mengenai barang atau jasa yang telah diserahkan. BAST dapat dijadikan bukti jika terjadi sengketa atau permasalahan terkait dengan barang atau jasa yang diserahkan.
  4. Sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan izin atau lisensi: BAST dapat dijadikan sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan izin atau lisensi dari pemerintah atau lembaga terkait. Misalnya, dalam konstruksi, BAST dapat dijadikan sebagai syarat untuk mengajukan pembayaran atau pengesahan dari instansi terkait. Atau dalam jasa konsultasi, BAST dapat dijadikan sebagai syarat untuk mengajukan izin operasional atau lisensi kepada lembaga terkait.
  5. Sebagai dokumen resmi: BAST merupakan dokumen resmi yang diakui oleh pihak-pihak yang terlibat dalam serah terima barang. BAST harus dibuat dengan benar dan tepat, sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

Demikian beberapa fungsi Berita Acara Serah Terima Barang (BAST). Pastikan untuk membuat BAST sesuai dengan kebutuhan dan persyaratan yang telah ditetapkan agar dapat diakui oleh pihak-pihak yang terlibat.

Aspek yang Diperiksa saat Menerima Berita Acara Serah Terima Barang

Ada beberapa aspek yang perlu diperiksa saat menerima Berita Acara Serah Terima Barang (BAST), diantaranya:

1. Identitas Pihak yang Menyerahkan dan Menerima Barang

Pastikan bahwa nama dan jabatan dari pihak yang menyerahkan dan menerima barang tercantum dengan jelas di BAST. Ini penting agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai siapa yang bertanggung jawab atas barang tersebut.

2. Deskripsi Barang yang Diserahkan

BAST harus menjelaskan secara jelas tentang jenis, jumlah, dan spesifikasi barang yang diserahkan. Pastikan bahwa deskripsi barang sesuai dengan dokumen perjanjian yang telah disepakati sebelumnya.

3. Tanggal dan Lokasi Serah Terima Barang

BAST harus mencantumkan tanggal dan lokasi serah terima barang dengan jelas. Ini penting agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai kapan dan di mana serah terima barang terjadi.

4. Tanda Tangan dari Kedua Belah Pihak

BAST harus ditandatangani oleh kedua belah pihak yang terlibat dalam serah terima barang. Pastikan bahwa tanda tangan pada BAST benar-benar merupakan tanda tangan asli dari pihak yang bersangkutan.

5. Cetakan Stempel Perusahaan atau Lembaga

BAST harus memiliki cetakan stempel dari perusahaan atau lembaga yang terlibat dalam serah terima barang. Ini penting agar BAST dianggap sah dan dapat diakui oleh pihak lain.

Pastikan untuk memeriksa keabsahan dan kelengkapan BAST sebelum menandatanganinya. Jika ada kesalahan atau kekurangan informasi dalam BAST, sebaiknya segera diperbaiki sebelum disahkan.

Format Berita Acara Serah Terima Barang

Format Berita Acara Serah Terima Barang

Sebelum membahas lebih lanjut tentang format Berita Acara Serah Terima Barang (BAST), perlu kamu ketahui bahwa BAST merupakan jenis berkas formal yang memiliki beberapa komponen wajib.

Namun, tidak ada format khusus atau baku yang harus diikuti dalam pembuatan BAST. Hal ini disebabkan karena setiap kondisi serah terima barang mungkin berbeda-beda, sehingga format BAST pun akan berbeda pula.

Namun, ada beberapa komponen umum yang biasanya terdapat dalam BAST, yaitu pembukaan, isi, waktu, para pihak, rincian barang atau jasa, dan penutup dan tanda tangan.

Berikut adalah penjelasan lebih detail mengenai setiap bagian dari Format Berita Acara Serah Terima Barang (BAST):

1. Pembukaan

Bagian ini biasanya terdiri dari sebuah paragraf singkat yang menjelaskan tujuan dibuatnya BAST, serta menyebutkan nama dan jabatan dari pihak yang menyerahkan dan menerima barang.

Contohnya:

“Berita Acara Serah Terima Barang (BAST) ini dibuat dengan tujuan untuk mencatat dan mengesahkan adanya perpindahan tangan barang dari PT. X ke PT. Y. Pihak yang menyerahkan barang adalah Tuan A selaku Direktur PT. X, sedangkan pihak yang menerima barang adalah Tuan B selaku Direktur PT. Y.”

2. Isi

Bagian ini merupakan inti dari BAST, yang menjelaskan secara rinci tentang barang atau jasa yang diserahkan, termasuk jenis, jumlah, dan spesifikasi barang.

Contohnya:

“Barang yang diserahkan adalah mesin produksi jenis XYZ dengan jumlah 1 unit. Spesifikasi mesin tersebut adalah sebagai berikut: (kemudian disebutkan spesifikasi mesin tersebut).”

3. Waktu

Bagian ini mencantumkan tanggal dan jam serah terima barang.

Contohnya:

“Serah terima barang dilakukan pada tanggal XX/XX/XXXX pukul XX.XX WIB di lokasi XX.”

4. Para Pihak

Bagian ini menyebutkan nama dan jabatan dari kedua belah pihak yang terlibat dalam serah terima barang.

Contohnya:

“Para pihak yang terlibat dalam serah terima barang adalah Tuan A selaku Direktur PT. X dan Tuan B selaku Direktur PT. Y.”

5. Rincian Barang atau Jasa

Bagian ini menjelaskan secara rinci tentang barang atau jasa yang diserahkan, termasuk jenis, jumlah, dan spesifikasi barang.

Contohnya:

“Barang yang diserahkan adalah mesin produksi jenis XYZ dengan jumlah 1 unit. Spesifikasi mesin tersebut adalah sebagai berikut: (kemudian disebutkan spesifikasi mesin tersebut).”

6. Penutup dan Tanda Tangan

Bagian ini merupakan penutup dari BAST, yang biasanya menyertakan tanda tangan dari kedua belah pihak yang terlibat dalam serah terima barang. BAST juga harus memiliki cetakan stempel dari perusahaan atau lembaga yang terlibat.

Contohnya:

“Demikian Berita Acara Serah Terima Barang (BAST) ini dibuat dengan sebenarnya dan ditandatangani oleh kedua belah pihak yang terlibat. Cetakan stempel perusahaan atau lembaga juga tercantum di sini.”

Demikian penjelasan mengenai Format Berita Acara Serah Terima Barang (BAST). Pastikan untuk mempersiapkan BAST dengan benar agar dapat diakui oleh pihak lain dan tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari.

Cara Membuat Berita Acara Serah Terima Barang

Cara Membuat Berita Acara Serah Terima Barang

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membuat Berita Acara Serah Terima Barang (BAST):

1. Persiapkan Semua yang Dibutuhkan

Langkah pertama dalam membuat BAST adalah mempersiapkan semua yang dibutuhkan. Hal ini termasuk daftar barang atau jasa yang akan diserahkan, dokumen perjanjian kerja, dan lain-lain. Persiapan ini sangat penting untuk memastikan bahwa serah terima barang berjalan lancar.

2. Buat Struktur BAST

Setelah semua yang dibutuhkan telah disiapkan, langkah selanjutnya adalah membuat struktur BAST. Struktur BAST umumnya terdiri dari pembukaan, isi, waktu, para pihak, rincian barang atau jasa, dan penutup. Buat struktur BAST sesuai dengan kebutuhan dan persyaratan yang telah ditetapkan.

3. Isi BAST dengan Informasi yang Sesuai

Setelah struktur BAST telah dibuat, langkah selanjutnya adalah mengisi BAST dengan informasi yang sesuai. Informasi yang harus dimasukkan ke dalam BAST antara lain nama para pihak, jenis barang atau jasa yang diserah terima, jumlah barang, dan lain-lain. Pastikan untuk mengisi BAST dengan informasi yang sesuai dan benar agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari.

4. Tandatangani BAST

Setelah BAST selesai diisi dengan informasi yang sesuai, langkah selanjutnya adalah menandatangani BAST. Kedua belah pihak harus menandatangani BAST yang telah disiapkan. BAST harus ditandatangani oleh PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) dan Penyedia Jasa.

5. Simpan BAST

Langkah terakhir adalah menyimpan BAST dengan baik sebagai bukti yang sah dari serah terima barang yang telah dilakukan. BAST harus disimpan dengan baik dan dijaga agar tidak hilang atau rusak.

Dengan demikian, itulah cara membuat Berita Acara Serah Terima Barang (BAST). Pastikan untuk memahami setiap langkahnya dengan baik agar BAST yang dibuat sesuai dengan kebutuhan dan tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari.

Alur Berita Acara Serah Terima Barang

Alur Berita Acara Serah Terima Barang (BAST) secara umum dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Persiapan: Pihak yang akan menyerahkan barang atau jasa harus mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, seperti daftar barang atau jasa yang akan diserahkan, dokumen perjanjian kerja, dan lain-lain.
  2. Penandatanganan perjanjian kerja: Kedua belah pihak yang terlibat dalam serah terima barang harus menandatangani dokumen perjanjian kerja yang menjelaskan tentang jenis barang atau jasa yang diserahkan, jangka waktu, dan kondisi-kondisi lain yang telah disepakati.
  3. Penyerahan barang: Pihak yang menyerahkan barang atau jasa harus menyerahkan barang tersebut kepada pihak yang menerima barang, sesuai dengan spesifikasi yang telah disepakati dalam perjanjian kerja.
  4. Pemeriksaan barang: Pihak yang menerima barang harus memeriksa kesesuaian barang dengan spesifikasi yang telah disepakati dalam perjanjian kerja.
  5. Penandatanganan BAST: Setelah pemeriksaan selesai, kedua belah pihak harus menandatangani BAST yang telah disiapkan. BAST harus ditandatangani oleh PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) dan Penyedia Jasa.
  6. Pembayaran: Setelah BAST ditandatangani, Penyedia Jasa berhak untuk memperoleh pembayaran sesuai dengan kesepakatan yang telah disepakati dalam perjanjian kerja.

Demikian alur Berita Acara Serah Terima Barang (BAST). Pastikan untuk memahami setiap tahap alur ini agar serah terima barang dapat berjalan dengan lancar dan tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari.

Apakah Berita Acara Serah Terima Barang Harus Menggunakan Materai?

Tidak selalu. Pemakaian materai pada Berita Acara Serah Terima Barang (BAST) tergantung pada kebijakan dan regulasi yang berlaku di perusahaan atau lembaga yang terlibat dalam serah terima barang.

Biasanya, materai diperlukan untuk dokumen resmi yang harus divalidasi oleh pemerintah, seperti surat izin, perjanjian kerja, dan lain-lain.

Namun, tidak semua BAST harus menggunakan materai. Apabila perusahaan atau lembaga yang terlibat tidak membutuhkan materai pada BAST, maka dokumen tersebut dapat dibuat tanpa materai.

Contoh Berita Acara Serah Terima Barang

Berikut ini adalah contoh Berita Acara Serah Terima Barang (BAST) yang dapat digunakan sebagai acuan:

Nomor: _______________

Pada hari ini, tanggal _______________, kami yang bertandatangan di bawah ini:

Nama : _______________
Jabatan : _______________
Perusahaan : _______________

Dan

Nama : _______________
Jabatan : _______________
Perusahaan : _______________

Telah melakukan serah terima barang dengan rincian sebagai berikut:

No. Nama Barang Jumlah

Kami menyatakan bahwa barang tersebut telah kami terima dalam keadaan baik dan sesuai dengan spesifikasi yang telah disepakati dalam perjanjian kerja.

Demikian Berita Acara Serah Terima Barang (BAST) ini dibuat dengan sebenarnya untuk dijadikan bukti yang sah.

Hormat kami,

(Nama) (Nama)

(Jabatan) (Jabatan)

(Tanda Tangan) (Tanda Tangan)

Baca juga: 20+ Contoh Berita Acara untuk Berbagai Keperluan

Sekian artikel berjudul Berita Acara Serah Terima Barang [Penjelasan Lengkap], semoga bermanfaat.

Loker Pintar tidak pernah meminta kompensasi atau biaya apa pun untuk perekrutan di situs ini, jika ada pihak atas nama kami atau perusahaan yang meminta biaya seperti transportasi atau akomodasi atau apa pun dipastikan itu PALSU.