7 Kesalahan Umum Yang Biasa Dilakukan Ketika Menyusun CV

Kesalahan Dalam Menyusun Curriculum Vitae | Curriculum Vitae menjadi salah satu senjata yang harus dimiliki untuk mencari pekerjaan. Sebenarnya bukan hanya untuk mencari pekerjaan saja, kamu yang sedang mencari tempat magang sekalipun membutuhkan berkas penting satu ini.

Terlihat mudah memang untuk membuat curriculum vitae yang berkualitas. Nyatanya, sekalipun sudah profesional masih saja ada yang melakukan kesalahan. Untuk itu kamu harus tahu kesalahan umum menyusun CV berikut.

Kesalahan Dalam Menyusun Curriculum Vitae

1. Membuatnya Terlalu Panjang

Kesalahan yang sering dilakukan yang pertama adalah membuat curriculum vitae terlalu panjang. Terlalu panjang yang dimaksudkan adalah melebihi 2 lembar, bahkan ada yang hingga 5 lembar. Tujuannya tentu untuk bisa menuliskan semua pengalaman yang dimiliki, namun ternyata hal ini tidak baik untuk curriculum vitae anda. Karena terlalu panjang, justru akan membuat tim rekruitmen malas untuk membacanya dan melewatkan begitu saja.

Hal ini tentu saja masuk akal, mereka tidak hanya melihat milik satu calon karyawan saja. Tidak ada waktu untuk melihatnya dengan detail satu per satu. Untuk  menghindari tak terbacanya curriculum vitae kamu, ada baiknya jika menuliskan dengan lebih ringkas. Di ringkasan tersebut sudah harus memuat semua kelebihan yang kamu miliki. Sebaiknya panjang dari CV maksimal 2 lembar. Panjang tersebut cukup efektif untuk menarik perhatian tim rekruitmen.

2. Memasukkan Informasi Tidak Relevan

Masih berhubungan dengan terlalu panjang, karena bersemangat untuk menceritakan diri sendiri akhirnya informasi yang tidak dibutuhkan dimasukkan juga. Informasi yang tidak relevan di sini bisa berupa riwayat pendidikan dari TK, SD atau SMP. Kamu cukup memasukkan pendidikan terakhir kamu seperti yang diminta dalam lowongan pekerjaan. Jika lowongan membutuhkan karyawan dengan lulusan S1, maka kamu bisa hanya melampirkan hal tersebut.

Tim rekruitmen akan lebih tertarik pada pengalaman, karakter dan kepribadian kamu, kompetensi hingga pencapaian selama ini. Sehingga untuk menghindarkan curriculum vitae kamu tidak dibaca, ada baiknya untuk memasukkan informasi yang relevan. Kamu bisa memasukkan pengalaman kerja jika memang sudah berpengalaman. Atau kompetensi utama yang kamu miliki, pastikan kompetensi tersebut memang sesuai dengan posisi yang dilamar.

3. Tidak Memulai Dengan Kelebihan

Curriculum Vitae merupakan first impression yang akan dinilai HRD sebelum bertemu dalam sesi wawancara. Mereka tidak memiliki banyak waktu untuk mengamati CV kamu. Apabila kamu mengawalinya dengan hal yang kurang penting, kesempatan untuk menarik tim rekruitmen bisa hilang begitu saja. Lantas apa yang bisa kamu lakukan untuk menarik perhatian lewat resume saja? Sederhana mulai saja dengan keunggulan yang kamu miliki.

Terutama jika kamu menyusunnya dalam bentuk deskripsi, maka bisa langsung menuju pada kelebihan yang kamu miliki. Begitu juga dengan menggunakan tabel, kamu bisa langsung menuliskan pengalaman kamu. Dengan seperti itu, maka kamu bisa menarik perhatian dari HRD. Apalagi jika semua yang kamu tuliskan memang sesuai dengan kualifikasi yang mereka cari. Tonjolkan saja kelebihan yang kamu miliki sehingga kamu bisa memenangkan persaingan.

4. Salah Ketik Atau Typo

Kesalahan satu ini sebaiknya tidak dilakukan, meskipun terlihat sepele. Penulisan kata yang salah, entah kelebihan kata atau kekurangan akan mengganggu pembacanya. Curriculum Vitae sifatnya formal, hindari penulisan yang tidak tepat atau typo. Sederhananya, bayangkan saja jika resume ini adalah wajah kamu. Typo sama saja dengan menggambar eyeliner yang terlalu menukik, atau hal lain yang akan mengganggu penampilan kamu.

Terlihat sepele, padahal akan sangat berdampak untuk CV kamu. Sebelum kamu mengirim, ada baiknya untuk membacanya berkali kali. Jika kamu masih belum yakin, kamu bisa meminta teman atau orang lain untuk membantu mengecek kata yang typo. Saat ini juga sudah tersedia alat yang bisa mendeteksi typo. Manfaatkan semua hal yang bisa kamu manfaatkan, dengan tujuan untuk menghindarkan penulisan dari typo atau salah penulisan.

5. Satu Curriculum Vitae Untuk Semua

Format penulisan resume ini harus sesuai dengan perusahaan tempat kamu melamar. Misalnya kamu melamar di industri kreatif, tak ada salahnya kamu memberikan Curriculum Vitae yang kreatif. Di susun dengan warna warna yang menarik dan desain yang estetik. Namun jika perusahaan yang kamu lamar adalah BUMN atau PNS? Tentunya penulisannya harus lebih formal dan tidak banyak warna warni di sana sini.

Bukan hanya masalah desain, satu Curriculum Vitae juga tidak akan bekerja efektif. Contohnya, kamu memiliki pengalaman di bidang pendidikan dan juga di bidang industri kreatif. Kemudian kamu ingin melamar di perusahaan yang membutuhkan Production House atau televisi. Maka kamu sebaiknya tak terlalu menonjolkan pengalaman di dunia pendidikan kamu. Kamu lebih baik fokus untuk menonjolkan bidang industri kreatif kamu.

Sehingga ada baiknya, ketika akan melamar pekerjaan mengedit atau bahkan membuat kembali Curriculum Vitae yang sudah ada. Dengan begitu kamu bisa menonjolkan kemampuan yang berkaitan dengan posisi yang dibutuhkan. Semua membutuhkan usaha, salah satunya dengan membuat CV yang menarik dan menghindari kesalahan yang ada. Sesuaikan saja setiap resume yang kamu tulis dengan apa yang dibutuhkan perusahaan tersebut.

Baca juga: 8 Tips Mudah Dapat Kerja untuk Fresh Graduate

6. Menuliskan Pengalaman Kerja Dari Awal

Memang Curriculum Vitae layaknya membuat catatan histori yang sudah kamu lampaui selama ini. Sehingga banyak yang berlomba lomba untuk memasukkan semua pengalaman kerja pertama hingga yang paling terakhir. Meskipun akan terlihat runtut dari awal hingga akhir, tetapi rupanya hal ini tidak efektif. Tim rekruitment seringkali melihat pengalaman terakhir yang kamu miliki, bukanlah pengalaman kerja pertama kamu.

Sehingga alangkah baiknya, jika kamu menyusunnya secara terbalik. Kamu bisa menyusun dari pekerjaan kamu paling terakhir atau pengalaman terbaru hingga ke awal. Begitu tim rekrutmen melihatnya, mereka tidak membutuhkan waktu lama untuk melihat pekerjaan atau pengalaman terakhir kamu. Poin jika mereka tak memiliki banyak waktu harus ditanamkan dalam kepala kamu, agar kamu bisa menyusun Curriculum Vitae yang terbaik.

7. Tidak Layak di Baca

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, Curriculum Vitae merupakan tulisan formal. Sehingga kamu harus memperhatikan penggunaan font atau formatnya. Jika kamu menuliskan secara deskriptif, apakah sudah tidak ada kalimat yang terlalu panjang? Atau penyusunan kalimat yang bertele tele?. Belum lagi masalah format, seperti adanya kalimat ditebalkan atau italic yang dituliskan dalam Curriculum Vitae tersebut.

Apakah spasi yang kamu gunakan sudah tepat? Huruf besar dan kecilnya apakah sudah diperhatikan? pertanyaan pertanyaan ini harus sudah bisa kamu pastikan. Jangan sampai CV yang kamu buat ternyata tidak layak untuk dibaca. Pemilihan font saja bisa menggambarkan kepribadian yang ingin kamu tonjolkan. Sehingga pastikan jika Curriculum Vitae yang kamu susun sudah mudah untuk dibaca dan diarahkan untuk memberikan kesan positif.

Menyusun Curriculum Vitae terlihat mudah memang. Namun untuk membuat yang bisa memberikan peluang diterima kerja bukanlah hal yang mudah. Kamu harus memperhatikan beberapa hal dan memastikan tidak ada kesalahan tidak penting yang dilakukan. Tidak ada salahnya sering mengedit CV untuk sebelum kamu kirimkan. Membutuhkan perjuangan, tetapi jika akhirnya menggapai pekerjaan impian tidak masalah bukan?

Loker Pintar tidak pernah meminta kompensasi atau biaya apa pun untuk perekrutan di situs ini, jika ada pihak atas nama kami atau perusahaan yang meminta biaya seperti transportasi atau akomodasi atau apa pun dipastikan itu PALSU.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

error: Content is protected !!