Keahlian yang Dibutuhkan Perusahaan Start Up

Keahlian yang Dibutuhkan Perusahaan Start Up | Banyak orang yang menginginkan bekerja di perusahaan bonafit yang sudah terkenal lantaran karena gajinya yang besar. Padahal memilih berkarir di perusahaan startup juga tak kalah menarik salah satunya mendapatkan peluang belajar di berbagai bidang. Karena masih dalam tahap perkembangan, tentunya dibutuhkan beberapa keahlian untuk mengembangkan perusahaan ini. Tertarik  bekerja di start up? Berikut skill bekerja di start up yang wajib kamu tahu.

Keahlian yang Dibutuhkan Perusahaan Start Up

1. Keahlian Pemasaran

Kebanyakan perusahaan star up membutuhkan orang yang pandai dalam hal pemasaran. Sebagaimana diketahui jika pemasaran memiliki peran yang sangat penting bagi keberlanjutan sebuah perusahaan. Seorang yang bekerja di bidang pemasaran memiliki tugas untuk memastikan agar keinginan konsumen dapat dipenuhi oleh perusahaan tersebut. Karena konsumen menjadi tujuan utama bagi perusahaan untuk mendapatkan keuntungan.

Biasanya bagian ini melakukan beberapa fungsi seperti planning, organizing, actuating serta evaluation. Setiap perusahaan akan melakukan keempat kegiatan tersebut untuk menunjang kemajuan perusahaan. Hal ini menjadi peluang bagi para lulusan di bidang pemasaran karena pastinya ada banyak perusahaan start up yang membutuhkan keahlian tersebut. Mengingat perkembangan teknologi yang semakin canggih, pemasaran juga dapat menggunakan sosial media.

2. Analisis Data

Selain keahlian di bidang marketing, skill bekerja di start up juga meliputi analisis data. Adanya seorang analisis data akan membantu perusahaan untuk menentukan target pemasaran yang tepat. Seseorang yang bekerja sebagai analisis data memiliki tugas mengumpulkan beberapa data penting seperti angka penjualan, riset pasar, logistik serta biaya transportasi. Data yang dikumpulkan tersebut akan digunakan untuk menentukan keputusan yang paling tepat.

Sedangkan untuk menjadi seorang analisis data, kamu harus memahami software pemrograman dasar seperti SPSS, SAS dan Microsoft Excel. Selain itu, seorang analis data juga harus menguasai pengetahuan dasar statistik, kemampuan software engineering, hingga kemampuan kalkulus dan aljabar. Kemampuan merapikan segala bentuk data sesuai struktur tipe dan melakukan visualisasi  serta mengkomunikasikan data juga perlu kamu kuasai.

3. Memahami Teknik SEO

Saat ini keahlian memahami SEO menjadi salah satu syarat yang sering dicantumkan dalam lowongan kerja. SEO merupakan kepanjangan dari Search Engine Optimization sehingga keyword yang telah dicantumkan pada sebuah website bisa mendapatkan ranking pertama di mesin pencarian. SEO dapat digunakan dalam pembuatan artikel, video, berita hingga hiburan. Seorang spesialis SEO memiliki tugas mempromosikan secara online dan offline.

Bagi kamu yang memang belum menguasai teknik SEO, tidak ada salahnya jika mencoba menguasai skill bekerja di start up satu ini. Belajar SEO bisa dilakukan dengan mudah dan tanpa mengikuti training terlebih dahulu. Kamu bisa belajar secara otodidak mengingat saat ini banyak tutorial yang diupload di internet. Kamu dapat menonton video tutorial teknik SEO yng ada di Youtube maupun mencari website yang menawarkan kelas gratis untuk pembelajaran SEO.

4. Desain Grafis

Banyak perusahaan start up yang membutuhkan desain grafis untuk menunjang pemasaran melalui gambar. Dulunya desain grafis kebanyakan dilakukan melalui kertas. Namun seiring dengan berkembangnya teknologi, mendesain dapat dilakukan dengan aplikasi desain. Tentunya untuk menguasai keahlian satu ini dibutuhkan ketekunan. Namun, bagi mereka yang menyukai gambar, belajar desain justru terasa sangat menyenangkan.

Dengan menggunakan seseorang yang ahli dalam bidang desain, maka pesan yang ingin disampaikan oleh perusahaan dapat diterima oleh konsumen. Tugas seorang desain grafis ialah mengubah komunikasi verbal menjadi komunikasi visual yang lebih menarik sehingga konsumen dapat memahaminya dengan baik. Biasanya seseorang yang bekerja dalam bidang ini bekerja satu tim dengan web developer, copy writer, illustrator dan yang lain.

5. Skill IT

Perusahaan start up lebih identik dengan bidang teknologi sehingga salah satu skill bekerja di start up adalah keahlian di bidang teknologi informasi. Namun keahlian di bidang teknologi informasi terdiri dari beberapa macam diantaranya programmer yang bertanggung jawab membuat program berdasarkan sistem yang dianalisa. Selain itu, ada juga web programmer yang bertugas mengimplementasikan rancangan web designer.

Web desainer bertanggung jawab menyusun desain proyek di sebuah perusahaan yang menekuni bidang pembuatan aplikasi berbasi web. Sedangkan technical engineer bertanggung jawab mengurus masalah teknik seperti pemeliharan maupun perbaikan perangkat sistem komputer pada suatu perusahaan. Diantara beberapa keahlian di bidang teknologi informasi tersebut,  perusahaan strat up umumnya membutuhkan technical engine.

6. Problem Solving

Keahlian yang cukup penting dimiliki ketika bekerja di perusahaan strat up adalah kemampuan menyelesaikan masalah. Untuk menguasai skill yang satu ini, seseorang harus melalui trial error hingga berulang kali sehingga dapat menyelesaikan suatu masalah. Kemampuan menyelesikan masalah ini tentu juga harus dimbangi dengan kemampuan menganalisa sebuah masalah dan memberikan solusi yang tepat mengingat keputusan dalam dunia kerja harus dibuat dengan cepat.

Sebagaimana contohnya seseorang yang bekerja di bidang pemasaran akan menemukan banyak masalah yang perlu diselesaikan. Beberapa permasalahan yang ditemui diantaranya bagaimana caranya agar masyarakat tertarik untuk membeli produk yang ditawarkan oleh perusahaan serta bagaimana caranya agar produk tersebut dapat memberikan profit yang tinggi bagi perusahaan. Berbagai masalah ini dapat dipecahkan melalui analisis dari permasalahan tersebut.

Selain itu, seseorang yang mempunyai skill bekerja di start up ini menganggap masalah dari sudut pandang yang positif.  Adanya masalah justru akan membuat perusahaan dapat berubah kearah yang lebih baik. Umumnya keahlian seperti ini diperlukan bagi mereka yang bekerja di bidang analis data, pemasaran dan teknologi informasi. Apabila perusahaan start up memiliki SDM dengan keahlian tersebut maka dapat dipastikan jika perusahaan bisa berkembang lebih besar.

7. Berpikir Kreatif

Perkembangan teknologi menuntut SDM di suatu perusahaan agar untuk berpikir lebih kreatif. Apalagi saat ini persaingan dalam dunia bisnis semakin ketat. Adanya kompetitor yang selalu melakukan inovasi menjadi salah satu faktor penyebab suatu perusahaan untuk terus melakukan pengembangan produk. Perusahan dengn SDM yang mampu berpikir kreatif memiliki peluang yang lebih tinggi untuk mendapatkan keuntungan dalam perkembangan teknologi.

Memang belakangan terdapat perusahaan strat up yang memakai robot agar pekerjaan yang diberikan lebih cepat selesai. Kendati demikin, tidak ada yang dapat mengalahkan tingkat kreativitas manusia. Oleh sebab itu, kamu tidak perlu khawatir jika penggunaan SDM akan tergantikan dengan robot. Ada banyak cara yang dapat kamu dilakukan untuk mengasah skill bekerja di start up ini diantaranya berjalan jalan, meditasi maupun membaca buku.

Itulah beberapa keahlian yang banyak dibutuhkan oleh perusahaan strat up. Jika kamu memiliki salah satu keahlian di atas, tentu menjadi peluang bagi kamu untuk bekerja di perusahaan start up. Namun jika memang kamu tidak memiliki keahlian seperti yang disebutkan di atas, tidak ada kata terlambat untuk belajar. Karena manusia sejatinya selalu membutuhkan proses belajar, maka kamu tidak boleh puas diri jika sudah menguasai salah satu skill tersebut.

Loker Pintar tidak pernah meminta kompensasi atau biaya apa pun untuk perekrutan di situs ini, jika ada pihak atas nama kami atau perusahaan yang meminta biaya seperti transportasi atau akomodasi atau apa pun dipastikan itu PALSU.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

error: Content is protected !!