7 Tips Menyusun Portofolio Agar Terlihat Menarik dan Profesional

Bagaimana Tips Menyusun Portofolio Agar Terlihat Menarik dan Profesional? Portofolio atau arsip karya menjadi hal penting dalam dunia kerja. Isinya merupakan kumpulan dokumen serta tulisan yang akan menunjukkan kamu memiliki pengalaman kerja untuk melamar pekerjaan.

Arsip ini akan sangat membantu para rekrutmen untuk melihat bagaimana kualitas dan pengalaman kerja kamu. Dalam menyusun portofolio ini, kamu tidak bisa sembarangan. Untuk itu yuk intip, beberapa tips menyusun arsip karya agar semakin terlihat menarik dan profesional.

Menyusun Portofolio Yang Profesional Dan Menarik

1. Memiliki Halaman Intro

Mungkin untuk beberapa orang, tips satu ini dinilai kurang masuk akal. Akan tetapi halaman pengantar yang dirancang dengan baik akan membuat portofolio ini menjadi lebih menawan. Kamu bisa melihat jika banyak desainer yang memiliki halaman judul di awal saja.

Padahal ini bukanlah ide yang bagus, kamu bisa memperluas halaman intro ini dengan berbagai cerita menarik dan latar belakang agar semakin mendalam.

2. Menentukan Apa Yang Kamu Jual

Umumnya perusahaan yang membutuhkan portofolio ini merupakan perusahaan di bidang industri kreatif. Sebelum kamu menyusun arsip ini, ada baiknya untuk menentukan apa yang nantinya akan kamu jual.

Maksudnya adalah karya mana yang akan kamu cantumkan untuk menarik perhatian interviewer. Sehingga nantinya kamu memiliki kesempatan yang cukup besar akan peluang di hire. Karya yang ditampilkan dalam portofolio tidak selalu yang sudah dibayar.

Dalam arsip karya juga bukan melulu soal karya yang telah memenangkan berbagai penghargaan. Namun semua karya yang telah kamu buat selama kamu menempuh pendidikan juga bisa dimasukkan.

Apabila kamu melamar pekerjaan sebagai content writer, maka kamu bisa memasukkan semua tulisan yang pernah kamu buat. Dengan begitu para interviewer akan mudah menilai, apakah kamu memang sesuai dengan yang mereka cari.

3. Mencari Tahu Cara Untuk Menjual Karya Kamu

Ketika kamu sudah menentukan apa yang akan kamu jual, maka selanjutnya adalah menentukan cara untuk menjualnya. Kamu bisa mencari tahu bagaimana cara menawarkan melalui requirement dari perusahaan yang kamu lamar.

Umumnya, portofolio ini bisa berupa arsip digital. Tetapi juga ada beberapa perusahaan yang meminta folder karya kamu tidak dalam digital. Inilah mengapa penting bagi kamu untuk mencari tahu lebih dahulu tentang perusahaan.

Dengan begitu kamu bisa memasukkan semua karya yang kiranya sesuai dengan yang mereka butuhkan. Tidak ada salahnya membuat keduanya terlebih dahulu sebelum kamu menjejakkan kaki untuk melamar.

Karena sampai kapan pun arsip karya ini akan tetap dibutuhkan. Portofolio yang sesuai akan membuat apa yang dibutuhkan perusahaan, akan membantu dirimu sendiri untuk bisa mendapatkan kesempatan emas.

Apabila kamu membuat portofolio digital, kamu bisa memanfaatkan berbagai platform yang memang sudah diakses banyak orang. tetapi perlu kamu ingat jika kamu harus membuatnya dengan seimpressive mungkin. Masing masing platform ditujukan untuk karya yang berbeda, sehingga kamu bisa memilih yang sesuai.

Sementara untuk arsip karya yang bukan digital, kamu bisa menggunakan binder hitam dan ring besar akan terlihat profesional.

Jangan lupakan untuk meletakkan tulisan label pemisah untuk setiap karya. Kamu bisa memberikan label sesuai dengan keinginan kamu. Misalnya memisahkannya dalam tipe gambar maupun dalam waktu kapan kamu membuat karya tersebut hingga ditujukan untuk siapa karya tersebut.

Dengan pengaturan ini maka arsip karya kamu akan terlihat lebih rapi dan terstruktur.Yang nantinya juga akan memberikan keuntungan lainnya untuk dirimu sendiri.

4. Memasukkan Karya Yang Paling Baru

Memang yang bisa masuk di dalam portofolio ini bisa semua karya yang telah kamu buat. Tetapi bukan berarti kamu bisa memasukkan karya yang sudah lama kamu buat. Misalnya kamu melamar posisi untuk graphic designer, dan kamu menunjukkan karya yang sudah kamu buat 5 tahun lalu.

Hal ini sebaiknya tidak terjadi dan tidak kamu lakukan. Apalagi jika pekerjaan yang kamu lamar merupakan pekerjaan dengan perkembangan yang cepat.

Kamu bisa dianggap ketinggalan zaman dari karya yang kamu tampilkan. Sehingga ada baiknya jika karya yang kamu tunjukkan merupakan karya yang baru. Dengan menampilkan karya yang lama kamu memang bisa menunjukkan progress atau perkembangan kamu.

Kamu bisa memasukkan karya yang kamu buat 1 atau 2 tahun yang lalu. Kamu tidak perlu untuk mencantumkan karya yang telah begitu lama yang justru akan memberikan citra tidak baik.

5. Menambahkan Pemanis Dalam portofolio

Memang kamu sudah memasukkan intro di dalam arsip karya ini, namun bukan berarti hal ini sudah cukup. Kamu membutuhkan untuk memasukkan pemanis agar semakin terlihat kece.

Pemanis yang dimaksud bukanlah gula, tetapi tambahan yang akan memberikan gambaran tentang diri kamu. Dengan tambahan pemanis dalam portofolio, maka interviewer akan tahu lebih banyak lagi tentang kamu.

Mereka akan tahu dimana kamu mengenyam pendidikan, dimana kamu pernah magang yang juga bisa kamu lampirkan sertifikatnya. Bahkan kamu bisa menambahkan daftar isi yang nantinya akan menjadi nilai plus.

Tidak hanya bisa memudahkan sang interviewer dalam melihat isi dari portofolio kamu. Namun juga bisa menunjukkan bahwa kamu merupakan orang yang detail dan terorganisir dengan baik.

Dalam portofolio, kamu juga bisa memasukkan semua sertifikat maupun rekomendasi dari dosen atau tempat magang kamu. Sehingga di dalam portofolio ini tidak hanya berisikan tentang karya saja.

Kamu bisa menambahkan berbagai pemanis yang akan membuat arsip ini menarik dan berbeda. Semakin kamu memudahkan interviewer dalam mengenal dirimu melalui karya, maka kesempatan kamu untuk menarik perhatian semakin terbuka lebar.

6. Mengumpulkan Review Baik Atas Karyamu

Apabila kamu pernah memasukkan karya dalam berbagai media sosial, kamu juga bisa mencantumkan review dari pengguna lainnya. Review ini bisa berupa komentar yang baik untuk setiap karya kamu.

Kamu juga tidak perlu malu untuk menunjukkan berbagai komentar atau review untuk karya kamu. Justru dengan menunjukkan review ini akan membuat kamu menjadi lebih percaya diri di hadapan interviewer.

Baca juga: 7 Hal Penting yang Harus Dicantumkan dalam CV Lamaran Kerja

7. Menunjukkan Partisipasi Dalam Komunitas

Tidak hanya berupa karya, aspek penilaian yang tak kalah penting adalah kegiatan yang pernah kamu lakukan. Semakin banyak kegiatan positif yang kamu lakukan,maka kamu akan terlihat begitu aktif. Kamu bisa menuliskan peran dan juga tugasmu ketika bergabung di dalam komunitas sukarelawan tersebut.

Kamu juga bisa menuliskan dalam portofolio, proyek sukses apa yang telah berhasil kamu lakukan dengan komunitas. Hal ini bisa menambah penilaian kamu.

Membuat portofolio ini memang butuh beberapa langkah agar terlihat lebih menarik dan menunjukkan sisi profesional kamu. Beberapa orang ada yang masih menganggap jika portofolio tidaklah begitu penting.

Di persaingan dunia kerja yang makin ketat, rasanya kamu tidak bisa mengabaikan hal ini. Dengan adanya portofolio ini memang akan membantu kamu untuk menunjukkan jati diri, kemampuan hingga karakter kepada interviewer.

Loker Pintar tidak pernah meminta kompensasi atau biaya apa pun untuk perekrutan di situs ini, jika ada pihak atas nama kami atau perusahaan yang meminta biaya seperti transportasi atau akomodasi atau apa pun dipastikan itu PALSU.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

error: Content is protected !!