Apa itu Portofolio Kerja dan Tips Membuatnya

Apa itu Portofolio Kerja dan tips Membuatnya? Bagi kamu para pencari kerja, selain melengkapi lamaran dengan curriculum vitae atau cv. Sebaiknya mulai sematkan juga portofolio, untuk meningkatkan nilai kamu di mata perusahaan.

Meski di era globalisasi ini portofolio tersebut penting ketika melamar pekerjaan, namun masih saja ada orang yang belum mengetahui apa itu portofolio kerja. Berikut cek di sini penjelasannya.

Apa itu Portofolio Kerja dan Tips Membuatnya

1. Pengertian Portofolio

Apa itu Portofolio Kerja dan Tips Membuatnya

Secara harfiah, arti sebenarnya dari portofolio adalah tas, kotak, atau map yang mempunyai sifat fleksibel untuk digunakan sebagai pembawa surat maupun dokumen lepas, gambar, serta pamphlet lepas.

Sederhananya, portofolio ini merupakan koleksi hasil pekerjaan seseorang yang dikumpulkan dalam bentuk dokumen lepas.

Dengan melihat kumpulan tersebut, orang lainnya bisa melihat hasil kerja atau riwayat perkembangan prestasi apapun yang telah dicapai oleh pemilik portofolio.

Meski begitu konteks dari portofolio ini akan menjadi berbeda antara perspektif satu dengan lainnya. Misalnya saja dari sudut pandang dunia pendidikan dan dunia kesehatan.

Apabila di dunia pendidikan, portofolio ini merupakan kumpulan dokumen atau bukti yang berisi informasi terkait dengan perkembangan serta kemampuan dari peserta didik dari waktu ke waktu.

Sementara itu pada bidang kesehatan, portofolio bisa diartikan sebagai dokumen untuk memantau perkembangan dari kondisi kesehatan seseorang.

Pada dunia fotografi, portofolio kerja bisa digunakan untuk menunjukkan pada klien bagaimana hasil jepretan kamera yang pernah dilakukan.

Jadi bisa dibilang bahwa sekumpulan dokumen ini merupakan bukti yang dapat digunakan untuk tujuan tertentu. Dimana tujuannya tentu akan berbeda, tergantung dari sudut pandang suatu bidang tersebut.

2. Fungsi dan Manfaat Portofolio

Dari pengertian mengenai portofolio, kamu pasti sudah paham bahwa ini merupakan wadah yang berisikan bukti bukti untuk digunakan dalam tujuan tertentu.

Jadi dengan adanya wadah tersebut, kamu bisa membuktikan kepada perusahaan terlebih bagian tim rekrutmen bahwa kamu sungguh sungguh mempunyai skill seperti yang telah kamu sematkan di dalam cv.

Bahkan saat ini, cukup banyak perusahaan yang lebih mementingkan bagaimana kualitas portofolio seseorang daripada latar belakang pendidikan yang diembannya.

Karena itu berarti, skill yang dimiliki oleh orang tersebut, sudah terbukti benar benar nyata dimiliki. Jadi ada baiknya kamu mulai menyusun portofolio bahkan sejak dari masa perkuliahan.

Terlebih untuk fresh graduated yang belum mempunyai pengalaman kerja yang bisa disematkan di cv, keberadaan portofolio kerja akan sangat membantu.

Sebab kemampuan serta kualitas yang kamu miliki bisa terbukti dari sana. Kamu bisa menambahkan pengalaman berorganisasi, posisi yang kamu emban, lomba yang pernah diikuti, dan lain sebagainya.

3. Perbedaan Portofolio dan CV

Apabila membahas portofolio yang juga dilampirkan bersamaan dengan surat lamaran, rasanya tidak afdol bila tidak membahas perbedaannya dengan curriculum vitae atau daftar riwayat hidup.

Pasalnya, masih banyak orang yang belum paham betul perbedaan dari keduanya. Meski keduanya perlu dilampirkan ketika melamar kerja, namun ada perbedaan signifikan di antaranya.

Perbedaan antara curriculum vitae dan portofolio, terletak pada informasi yang diberikan di dalamnya. Curriculum vitae biasanya berkaitan dengan informasi mengenai data pribadi sang pelamar, sementara portofolio adalah penjelasan mengenai hasil karya atau perkembangan kemampuan diri yang pernah dilakukan atau diperbuat selama ini. 

Detail isi pada keduanya juga cukup berbeda, dimana cv yang diberikan biasanya harus dirangkum secara lengkap namun tetap diatur seringkas mungkin agar perekrut bisa langsung mengetahui data yang mereka cari.

Sementara portofolio kerja tidak harus bersifat lengkap dan panjang. Intinya kamu harus dapat menunjukkan talenta, kekuatan, dan karakter di dalamnya.

Tentunya isi dari portofolio tersebut harus relevan dengan posisi yang tengah kamu incar. Bila kamu melamar sebagai fotografer, tidak mungkin kamu akan membuat berkas yang terkait dengan keahlianmu dalam bidang tulis menulis.

Jadi portofolio ini akan menyesuaikan posisi yang kamu lamar, sedangkan cv sifatnya lebih umum dan bisa kamu gunakan berkali kali di posisi apapun.

Baca juga: Hal yang Harus Dimasukkan dalam Deskripsi Diri pada CV

4. Cara Tepat Membuat Portofolio

Apa itu Portofolio Kerja dan Tips Membuatnya

Setelah kamu mengetahui perbedaannya serta manfaat dari adanya portofolio tersebut, maka kamu juga harus tahu bagaimana cara membuatnya yang tepat.

Karena semakin baik kamu bisa membuatnya, maka peluang kamu dilirik oleh perusahaan yang dilamar juga akan semakin besar. Pihak recruiter tidak akan segan segan memanggil kamu untuk tahap interview.

Format yang baik yaitu pertama tama kamu harus membuat daftar isi terlebih dahulu, sebab portofolio ini adalah kumpulan dokumen maka kamu perlu melampirkan daftar isi yang terkait dengan itu.

Adanya daftar isi akan mempermudah rekruter atau klien kamu ketika hendak mencari informasi tertentu yang mereka perlukan.

Setelah daftar isi, kamu juga harus memiliki sebuah resume atau cv. Resume singkat ini perlu kamu masukkan dalam salah satu dokumen, agar dapat memberikan gambaran terkait dengan diri kamu.

Pada bagian selanjutnya, penting untuk menguraikan secara singkat terkait dengan tujuan juga pencapain yang ingin kamu lakukan di masa mendatang.

Sebaiknya bagi ke dalam dua jenis tujuan tersebut berdasarkan waktu, yaitu tujuan jangka pendek dan juga tujuan jangka panjang.

Di dalam tujuan jangka pendek, kamu bisa membahas mengenai hal yang ingin kamu dapatkan dalam kurun waktu 1 atau 2 tahun ke depan. Sedangkan di tujuan jangka panjang, kamu bisa membahas berkaitan dengan kurun waktu 5 atau 10 tahun ke depan.

Melampirkan tujuan yang ingin kamu raih, akan memberikan gambaran pada rekruter atau klien bahwa kamu merupakan sosok yang memiliki visi dan misi ke depan.

Tentunya tidak hanya bentuk bentuk pencapaiannya saja, penting juga untuk menjelaskan secara singkat bagaimana langkah langkah yang kamu ambil untuk menggapainya.

Selanjutnya masuk poin penting dalam portofolio kerja, yaitu pengalaman dan juga keterampilan kerja yang kamu miliki. Jika perlu kamu bisa membuat dalam bentuk daftar, terkait dengan hal hal tersebut, cantumkan juga ilmu yang kamu kuasai baik itu secara formal maupun non formal yang bisa menambah kemampuan kerja.

Lampirkan juga contoh hasil karya yang telah kamu capai atau yang pernah kamu lakukan. Ini akan membuat portofolio lebih menarik, dan menjadi bukti nyata mengenai skill yang kamu miliki.

Contoh portofolio yang paling dilampirkan pada hasil karya ini berupa teks maupun foto. Tapi pastikan bahwa hasil karya ini sesuai dengan bidang yang kamu lamar, atau yang dibutuhkan klien.

Bahkan bila kamu pernah menangani klien, kamu bisa menambahkan testimoni dari mereka untuk menambah value yang kamu miliki di mata recruiter atau klien yang baru.

Jika kamu ingin melampirkan ini, maka sebaiknya lampirkan dengan jelas isi dari testimoni serta jabatan apa yang dimiliki oleh orang bersangkutan. Dengan begitu, portofolio kerja kamu akan jauh lebih menarik perhatian.

Sebagai para pencari kerja, kamu harus belajar membuat portofolio yang baik. Karena membuat portofolio ini berbeda dengan cv, sebab kamu harus menyesuaikannya dengan perusahaan atau instansi yang tengah kamu lamar. Dengan adanya portofolio yang baik, maka peluang kamu akan dipanggil untuk tahap selanjutnya akan semakin besar.

Loker Pintar tidak pernah meminta kompensasi atau biaya apa pun untuk perekrutan di situs ini, jika ada pihak atas nama kami atau perusahaan yang meminta biaya seperti transportasi atau akomodasi atau apa pun dipastikan itu PALSU.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

error: Content is protected !!