Soft Skill Adalah: Arti, Contoh, dan Cara Meningkatkan

Soft Skill Adalah: Arti, Contoh, dan Cara Meningkatkan | Bagi para profesional berpengalaman di antara Anda, istilah soft skill dan hard skill tentu bukan kata yang asing lagi.

Soft Skill Adalah: Arti, Contoh, dan Cara Meningkatkan

Namun kenyataannya, hanya sedikit yang benar-benar memahami apa itu soft skill, misalnya apa contoh soft skill, dan bagaimana untuk meningkatkannya, bahkan sebagian orang menganggap soft skill sebagai kemampuan yang tidak penting untuk dimiliki.

Padahal, dalam dunia kerja atau dalam kehidupan sehari-hari soft skill adalah kemampuan yang perlu dan penting untuk dikembangkan.

Soft skill sering menjadi poin kunci yang ditanyakan oleh perekrut dalam interview kerja.

Berbagai soft skill yang Anda bawa memastikan Anda diterima di perusahaan atau tidak.

Di sisi lain, sebagai pribadi, Anda pasti perlu mengembangkan hubungan baik dengan orang lain, berbicara dengan baik di depan umum, dan mengembangkan persahabatan untuk membuka lebih banyak peluang.

Lalu apa itu soft skill dan bagaimana cara meningkatkannya? dan Apa Contoh Soft Skill yang Dibutuhkan Perusahaan?

Sebelum mencari pekerjaan, pastinya kamu akan menuliskan sebuah CV lamaran yang berisi tentang data diri dan skill yang dimiliki.

Mencari tahu skill yang dibutuhkan oleh perusahaan merupakan hal yang perlu dilakukan.

Dengan begitu, kamu bisa mengembangkan diri dan meningkatkan peluang untuk bergabung dalam perusahaan.

Baca informasi lengkapnya segera di artikel ini!

Apa itu Soft Skill? Soft Skill Adalah…

Tidak seperti hard skill, soft skill adalah kemampuan yang terkait dengan komunikasi, keterampilan sosial, kecerdasan, dan berbagai kemampuan lain.

Dilansir dari The Balance Careers, Soft skill adalah kemampuan komunikasi, karakter seseorang, kecerdasan sosial dan kemampuan beradaptasi dengan baik dalam kehidupan atau di dunia kerja.

Kemampuan ini dapat menunjukkan langkah seseorang dalam berhubungan dan bergaul dengan orang lain di lingkungan kerja.

Berbeda dengan hard skill yang teorinya bisa digali di buku, soft skill lebih banyak tentang emosi dan langkah-langkah dalam bertindak dan memperlakukan seseorang.

Soft skill adalah kemampuan yang luas dan tak berbentuk. Ini jelas kebalikan dari hard skill yang bisa diukur dan didemonstrasikan.

Sederhananya, soft skill adalah pendamping hard skill. Tanpa soft skill, bukan tidak mungkin seseorang akan kesulitan berkomunikasi dengan orang lain dan beradaptasi dengan lingkungan baru.

Pengertian Soft Skill Menurut Para Ahli

Soft Skill Adalah: Arti, Contoh, dan Cara Meningkatkan

Saat ini, beberapa ahli telah memahami apa itu soft skill, seperti yang dijelaskan di bawah ini:

Pengertian Soft Skill Menurut Bernthal (dalam Muqowim, 2012: 5),

Soft skill adalah perilaku personal dan interpersonal yang mengembangkan dan memaksimalkan kinerja manusia.

Pengertian Soft Skill Menurut Elfindri, dkk (2011: 10)

Soft skill adalah keterampilan yang digambarkan dengan sikap jujur, kerja keras, disiplin, serta visioner, dan dapat menentukan keberhasilan seseorang.

Lebih lanjut, Elfindri juga menjelaskan bahwa soft skill adalah keterampilan dan kecakapan hidup yang harus dimiliki baik untuk sendiri, berkelompok, atau bermasyarakat, serta berhubungan dengan Sang Pencipta.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa soft skill sangat dibutuhkan untuk kecakapan hidup seseorang.

Pengertian Soft Skill Menurut Giblin dan Sailah (dalam Sucipta: 2009: 1)

Soft skill adalah kunci untuk menuju hidup yang lebih baik, memiliki lebih banyak sahabat, meraih kesuksesan yang lebih besar, dan kebahagiaan yang lebih luas.

Pengertian Soft Skill Menurut Kaipa dan Milus (2005: 3-6)

Soft skill adalah kunci untuk meraih kesuksesan, termasuk di dalamnya kepemimpinan, pengambilan keputusan, penyelesaian konflik, komunikasi, kreativitas, kemampuan presentasi, kerendahan hati dan kepercayaan diri, kecerdasan emosional, integritas, komitmen, dan kerja sama.

Perbedaan Hard dan Soft Skill

Soft Skill Adalah: Arti, Contoh, dan Cara Meningkatkan

Perbedaan utama yang paling mendasar bahwa kamu bisa mendemonstrasikan hard skill tetapi tidak pada soft skill.

Memasukkan hard skill dalam CV merupakan hal yang bisa dilakukan selama kamu bisa membuktikan.

Namun, soft skill tidak bisa selalu dimasukkan dalam CV. Hard skill merupakan suatu hal yang dapat diuji dan dievaluasi.

Perusahaan biasanya akan lebih mengutamakan hard skill dibandingkan dengan soft skill.

Untuk mendapatkan hard skill kamu bisa mempelajarinya dalam lembaga atau tempat kursus tertentu dengan membaca berbagai buku terkait.

Hal tersebut berbeda dengan soft skill yang hanya bisa didapatkan dari pengalaman, interaksi dan menghadapi masalah

Baca juga: Perbedaan Soft Skill dan Hard Skill

Contoh Soft Skill

Berikut contoh soft skill yang dibutuhkan perusahaan, dari macam-macam soft skill ini akan membantu anda dalam mengerjakan tugas di dunia kerja.

1. Berpikir Kritis

Keterampilan yang perlu dimiliki generasi muda yang pertama adalah berpikir kritis. Keterampilan berpikir kritis digunakan untuk melihat sesuatu dengan lebih jelas dan rasional.

Kamu harus rasional tentang apa yang diyakini dan apa yang harus dilakukan. Keterampilan berpikir kritis membantu Kamu memahami ide-ide logis, mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menemukan kebenaran.

Dari macam macam soft skill yang ada, berpikir kritis cukup penting dan dapat berkembang sehingga menjadi:

  • Memiliki kreativitas
  • Memiliki fleksibilitas
  • Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi
  • Memiliki selera artistik yang tinggi
  • Memiliki kemauan untuk mempelajari hal baru
  • Memiliki pola pikir yang logis
  • Kemampuan untuk memecahkan masalah

2. Memecahkan Masalah Kompleks

Dengan melihat perkembangan dunia industri saat ini, pastinya bentuk permasalahan yang dihadapi juga akan mengalami peningkatan yang drastis setiap tahunnya.

Dalam sebuah perusahaan, permasalahan ditemukan di berbagai posisi termasuk bagian managerial. Oleh karena itu, memiliki kemampuan menyelesaikan masalah akan sangat membantu kamu dalam menyelesaikan pekerjaan

Tidak hanya menguntungkan bagi diri sendiri, softskill ini juga akan membantu perusahaan untuk menyelesaikan problem lebih cepat.

Selain itu, perusahaan juga membutuhkan generasi millenial yang memiliki kemampuan untuk memecahkan berbagai bentuk masalah. Skill ini merupakan sifat dasar kepemimpinan yang akan membantu kamu mempercepat karir

Problem Solving atau dapat memecahkan masalah yang kompleks termasuk dalam macam macam soft skill yang termasuk pada kemampuan berikut.

  • Kreativitas
  • Research atau meneliti
  • Manajemen resiko
  • Kerja sama dalam sebuah tim
  • Kritis dalam berpikir

Baca juga: Problem Solving Adalah Skill Penting untuk Pekerjaan

3. Komunikasi yang Baik

Contoh Soft Skill yang Dibutuhkan Perusahaan

Kemampuan komunikasi yang baik selalu diperlukan dalam setiap area kerja sebagai langkah untuk penyesuaian diri. Kemampuan ini sebenarnya sangat baik bagi seseorang untuk dimanfaatkan dalam dunia kerja dan juga kehidupan bersosial.

Dalam perusahaan, kamu akan menemukan banyak sekali bagian-bagian departemen. Divisi tersebut tidak dapat dipisahkan satu sama lain.

Karena itu, diperlukan kerjasama dan koordinasi yang dilakukan dengan baik. Koordinasi tersebut pastinya membutuhkan skill komunikasi yang baik untuk bisa mendengar dan belajar memahami kebutuhan orang lain.

Jika anggota divisi tidak memiliki skill ini justru akan memberikan banyak kendala atau miskomunikasi yang memperburuk citra perusahaan.

Dari macam macam soft skill yang ada, komunikasi merupakan salah satu dasar yang perlu anda latih dengan mengembangkan:

  • Kemampuan mendengarkan dengan aktif
  • Kemampuan bernegosiasi
  • Kemampuan public speaking
  • Kemampuan Storytelling
  • Komunikasi verbal maupun komunikasi nonverbal
  • Presentasi
  • Organisasi
  • Mampu membaca body language dari lawan bicara

4. Jiwa Kepemimpinan yang Baik

Keterampilan yang cukup penting bagi generasi muda adalah kualitas kepemimpinan yang baik. Sebagai individu, Kamu tidak hanya membutuhkan keterampilan manajemen diri yang baik, tetapi juga keterampilan kepemimpinan yang baik.

Tidak hanya manajer yang membutuhkan kemampuan ini, karyawan juga perlu memiliki keterampilan kepemimpinan dasar untuk mengelola suatu pekerjaan.

Dari sekian banyak macam macam soft skill, jiwa kepemimpinan biasanya selalu melekat untuk posisi Supervisor dan selebihnya, karena mempunyai keterampilan:

  • Manajemen konflik
  • Delegasi
  • Membuat sebuah keputusan
  • Manajemen sebuah konflik
  • Mentoring
  • Kemampuan supervisi

6. Mampu Bekerja Sama

Persaingan itu penting, tetapi kolaborasi jauh lebih penting. Untuk menjadi sukses, Kamu harus bisa bekerja sama dengan orang lain.

Selain itu, di dunia profesional sangat sulit untuk berhasil tanpa bantuan orang lain. Jangan berpikir bahwa bekerja sendiri itu keren.

Justru dengan melakukan kerja sama dengan orang lain akan membantu karir kamu untuk berkembang

7. Kecerdasan Emosional

Tidak hanya beracuan dengan kecerdasan teknis, para perusahaan sekarang mulai melihat kandidat berdasarkan segi kecerdasan emosional.

Hal tersebut dikarenakan perusahaan membutuhkan seseorang yang mampu bersikap tenang dalam menghadapi berbagai masalah. Karena tidak jarang ditemukan orang yang akan marah atau kesal ketika menerima kritikan

Kecerdasan emosional merupakan kemampuan buat mengatur emosi pada pada diri. Emosi itu mencakup berbagai hal seperti marah, kecewa, sedih, dan senang.

Seseorang yang sanggup mengelola emosi dengan baik, pastinya akan mampu menangani berbagai jenis kritikan sebagai suatu masukan untuk bisa berkembang menjadi individu yang lebih baik

8. Menilai dan Mengambil Keputusan

Dalam dunia profesional, Kamu tentu harus mengambil banyak keputusan seperti memilih perusahaan, strategi untuk mengembangkan bisnis, dan lain sebagainya.

Keputusan yang salah bisa berakibat fatal di masa depan. Oleh karena itu, penting untuk memiliki keterampilan pengambilan keputusan yang baik. Pastikan kamu mempertimbangkan berbagai pro dan kontra dari suatu permasalahan

9. Negosiasi

Keterampilan yang harus dimiliki generasi muda selanjutnya adalah negosiasi. Negosiasi berarti bahwa dua pihak atau lebih dengan tujuan yang berbeda mendiskusikan suatu masalah untuk menemukan solusi.

Keterampilan ini diperlukan dalam bisnis dan kehidupan sehari-hari seperti kontrak penjualan, pembelian, dan kontrak hukum untuk menyelesaikan konflik.

Keterampilan ini sama pentingnya dengan keterampilan memecahkan masalah karena negosiasi membantu memecahkan beberapa masalah yang mungkin muncul di masa depan.

Kekuatan negosiasi juga penting dalam menyelesaikan kehidupan sehari-hari. Sehingga dapat dikatakan bahwa keterampilan ini tidak bisa dipisahkan dari skill memecahkan masalah

10. Public Speaking

Sebagai upaya peningkatan karier, skill yang perlu diasah adalah publik speaking. Alasannya adalah karena tidak semua orang bisa atau memiliki keberanian untuk berbicara didepan umum.

Kesempatan ini bisa kamu manfaatkan untuk memimpin rapat, seminar ataupun acara lainnya.

Kamu bisa berlatih didepan kaca untuk mendapatkan kepercayaan diri. Selain itu, kamu juga bisa mempraktekkannya di depan teman

11. Adaptasi

keterampilan yang sangat penting bagi generasi muda adalah kemampuan untuk beradaptasi.

Sebagai lulusan baru yang memasuki dunia kerja untuk pertama kalinya, Kamu perlu beradaptasi dengan pekerjaan, kepribadian, dan lingkungan baru yang berbeda.

Kemampuan beradaptasi sangat membantu dalam bersosialisasi dengan mudah agar dapat bertahan di lingkungan kantor.

Adaptasi merupakan salah satu dari macam-macam soft skill yang jika dikembangkan dapat menguasai lebih baik keterampilan berikut

  • Konsistensi
  • Organisasi
  • Optimisme
  • Fleksibel
  • Komunikasi

12. Manajemen Waktu

Selain beberapa keterampilan di atas, manajemen waktu merupakan contoh soft skill yang dibutuhkan perusahaan dan tidak boleh diabaikan.

Kamu harus dapat mengatur waktu sebaik mungkin agar dapat menyelesaikan berbagai jenis pekerjaan dengan cepat dan tepat.

Kemampuan ini juga akan menggambarkan  rasa tanggung jawab dan kedisiplinan yang tinggi

Berbagai skill tersebut bisa kamu kuasai dengan cara berlatih, berinteraksi, dan mulai peka dengan lingkungan sekitar.

Kemampuan ini akan sangat berguna untuk menunjang karir dan bersaing dalam dunia pekerjaan.

Cari tau skill yang dibutuhkan perusahaan dan Persiapkan CV terbaik kamu untuk melamar pekerjaan yang kamu inginkan

13. Resolusi Konflik

Contoh kemampuan interpersonal yang berkaitan dengan soft skill adalah resolusi konflik.

Kemampuan Ini sangat berguna untuk menyelesaikan berbagai masalah di lingkungan kerja untuk mencapai kesepakatan bersama.

Kekuatan resolusi konflik pasti akan membantu Anda bekerja sama dengan baik atau bekerja sama.

14. Etika Kerja

Tidak hanya kepemimpinan, tetapi juga ada juga soft skill yang sangat penting yaitu mempunyai etika kerja.

Kemampuan ini berguna untuk menjalin hubungan positif dengan rekan kerja. Kemampuan ini juga dapat menunjukkan langkah-langkah yang Anda miliki dalam bekerja sama sebagai sebuah tim.

Etika kerja termasuk dalam macam macam soft skill yang cukup penting di dunia kerja, karena termasuk kedalam kemampuan sebagai berikut:

  • Berintegritas
  • Gigih
  • Manajemen waktu
  • Perhatian terhadap detail
  • Kerja sama atau teamwork
  • Rasa kepercayaan diri
  • Kooperatif dalam sebuah kelompok
  • Rasa Antusiasme yang tinggi
  • Kejujuran
  • Kesabaran

15. Jaringan

Jaringan atau Networking adalah contoh soft skill terakhir. Memiliki jaringan yang luas sebenarnya sangat bermanfaat untuk meningkatkan profesi Anda.

Karena semakin besar dan luas jaringan Anda, semakin banyak kemungkinan atau peluang yang bisa Anda dapatkan.

Baca juga: 55+ Contoh Soft Skill & Hard Skill dalam CV

Cara Meningkatkan Soft Skill

macam macam soft skill

Sama seperti hard skill, soft skill dapat ditingkatkan kemampuannya dengan pengalaman dan latihan.

Tidak perlu menunggu untuk mulai bekerja, Anda bisa menambahkan soft skill saat berada di kursi sekolah.

Lalu bagaimana cara meningkatkan soft skill? ada cara untuk meningkatkan soft skill berikut ini:

1. Pilih Soft Skill yang Ingin Anda Tingkatkan

Peningkatan soft skill tidak terbatas waktu dan dapat dilakukan kapan saja selama Anda memiliki niat untuk melakukannya.

Dalam meningkatkan soft skill, seseorang harus disiplin dan tidak melanggar peraturan yang telah disepakati.

Misalnya, jika Anda ingin meningkatkan kemampuan manajemen waktu, cobalah untuk selalu melakukan berbagai hal tepat waktu sesuai dengan agenda yang Anda buat.

Dari bangun tidur hingga pergi ke kantor, menyelesaikan tugas hingga bertemu rekan kerja, semuanya harus dilakukan tepat waktu.

Ingatlah bahwa itu perlu dilakukan secara konsisten agar menjadi rutinitas yang baik.

2. Perhatikan Soft Skill Positif dari Orang Lain

Di lingkungan kerja Anda pasti banyak orang yang bekerja secara profesional dan memiliki berbagai soft skill.

Coba luangkan waktu untuk memperhatikan soft skill dan ikuti langkah-langkah mereka untuk menerapkannya di tempat kerja.

3. Menentukan Tujuan

Tetapkan tujuan yang ingin Anda capai saat Anda meningkatkan soft skill. Periksa kembali apakah tujuan yang telah ditentukan telah dilaksanakan dengan baik.

Untuk menentukannya, Anda bisa menilai diri sendiri dari catatan yang Anda buat di awal.

Anda juga bisa bertanya langsung kepada rekan kerja Anda dan jangan sungkan untuk meminta masukan dari mereka.

Ingatlah bahwa penting untuk terbuka terhadap kritik dan saran yang membangun.

4. Mendapatkan Tempat untuk Belajar

Membaca berbagai buku, mengikuti kursus online, dll adalah tempat di mana Anda dapat belajar untuk meningkatkan soft skill Anda.

Anda bisa memilih antara yang gratis dan berbayar, sesuaikan saja dengan kebutuhan Anda saat ini.

Lebih jelas mengenai apa itu soft skill bisa melihat video dibawah ini.

Penutup

Apa itu soft skill? Soft skill adalah suatu kemampuan atau keterampilan yang dibutuhkan agar dapat berhasil di tempat kerja.

Tidak hanya itu, skill ini juga berhubungan dengan kepribadian dan juga atribut personal lainnya.

Dari soft skill yang dimiliki tersebut dapat menggambarkan bagaimana cara kamu berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Soft skill dapat dikatakan juga sebagai keterampilan bawaan dari individu. Soft skill sebenarnya dapat dipelajari, namun tidak melalui proses pendidikan.

Kemampuan ini bisa didapatkan dari pengalaman, berinteraksi dengan orang lain, dan kepekaan terhadap lingkungan sekitar.

Sehingga dapat dikatakan bahwa skill ini merupakan bentuk pengaplikasian kepribadian atau perilaku.

Banyak orang berpikir bahwa hard skill lebih berharga daripada soft skill. Menurut Charles Riborg da