3 Resiko Jadi Satpam yang Perlu Diketahui

Apa saja Resiko Jadi Satpam? Setiap tugas memiliki risikonya sendiri. Tentunya semua karir memiliki tingkat risiko yang berbeda-beda, baik risiko tinggi, risiko sedang, maupun risiko ringan.

3 Resiko Jadi Satpam yang Perlu Diketahui

Tidak hanya menjadi kasir yang memiliki risiko, menjadi petugas keamanan atau satpam juga memiliki risiko tertentu. Bahkan bisa disebutkan bahwa resiko jadi satpam cukup beresiko.

Sebagai seorang penjaga keamanan, sudah pasti seorang satpam memiliki banyak resiko yang harus dihadapi dengan cepat. Jadi wajar saja menjadi satpam, pekerjaan yang mengandung risiko besar.

Berkarir sebagai satpam, Anda harus siap dengan risikonya. Lalu apa saja resiko jadi satpam? Informasi resiko karir satpam adalah sebagai berikut.

Resiko Jadi Satpam

Ada banyak resiko yang harus dihadapi seseorang sebagai satpam yang bisa terjadi atau dirasakan setiap saat.

Oleh karena itu, sebagai satpam harus siap karena apapun bisa terjadi secara tidak terduga.

1. Kerja Lembur

Resiko pertama adalah bekerja lembur. Ternyata, jika Anda menjadi satpam, Anda harus menjaga tempat kerja 24 jam sehari, dengan mekanisme kerja shift dan umumnya dibagi menjadi 2 shift, pagi dan sore.

Jadi satpam juga harus siap untuk shift marathon, misalnya hari ini ada shift malam dan besoknya shift malam atau bahkan shift pagi.

Selain itu, satpam juga harus siap full shift menggantikan rekanan yang tidak masuk.

2. Kesehatan

Resiko Jadi Satpam kedua adalah kesehatan. Tentunya dengan mengambil pekerjaan sebagai satpam yang berjaga selama 24 jam, sebagai satpam Anda harus begadang, apalagi jika Anda bekerja shift malam.

Belum lagi setelah itu, jika Anda harus masuk pada shift pagi atau bahkan full shift keesokan harinya, tentu akan melelahkan dan kurang menyehatkan.

Jika Anda bekerja di perusahaan besar, Anda tetap akan untung karena BPJS Ketenagakerjaan akan membantu Anda.

Namun, jika Anda bekerja di fasilitas kecil tanpa BPJS, sudah pasti jika Anda sakit, biaya pengobatan akan ditanggung oleh Anda.

3. Nyawa

Resiko jadi satpam berikutnya adalah nyawa. Ini adalah risiko paling berbahaya yang harus disiapkan oleh petugas keamanan karena nyawa dipertaruhkan.

Sebagai satpam anda harus siap menghadapi segala kejahatan yang muncul seperti perampokan, pencurian dan kejahatan beresiko lainnya seperti pengeboman dan masih banyak lainnya.

Aparat keamanan harus berani mengambil tindakan dengan menangkap pelaku kriminal di tempat kerjanya.

Hal ini memungkinkan dia untuk terlibat dalam pertempuran fisik untuk memiliki sifat protektif, atau bahkan terlibat dalam pertempuran fisik dengan senjata.

Baca juga: Pekerjaan, Gaji dan Tugas Satpam Bank

Kenapa Pekerjaan Satpam Beresiko?

3 Resiko Jadi Satpam yang Perlu Diketahui

Pekerjaan utama satpam adalah untuk melindungi lingkungan atau tempat kerja dari masalah keamanan sambil menegakkan aturan dan peraturan yang berlaku di tempat kerja.

Pekerjaan utama yang membuat satpam cukup beresiko adalah menjaga keamanan dari pihak-pihak yang tidak sah atau mengganggu keamanan di lokasi kerja.

Adapun pekerjaan yang perlu dilakukan saat menjadi petugas keamanan adalah sebagai berikut.

  • Tugas pokok seorang satpam adalah menjaga ketertiban dan keamanan di sekitar obyek penyelamatan, terutama penyelamatan fisik yang bersifat protektif.
  • Mengamankan aset, institusi, proyek, bangunan, properti atau lokasi dan memantau peralatan, pengawasan, kontrol, dan rute akses untuk memastikan keamanan sekaligus mencegah kehilangan atau kerusakan yang tidak disengaja.
  • Perlindungan keamanan di lingkungan kerja.
  • Kontrol jalan raya dengan mengarahkan pengemudi.
  • Menyelesaikan laporan dengan menulis mengamatan, informasi, dan memantau acara dan kegiatan.
  • Perlindungan lingkungan melalui pemantauan dan penataan bangunan dan kontrol pabrik.
  • Menjaga stabilitas dan rekam jejak organisasi dengan mematuhi persyaratan hukum.
  • Memastikan pengoperasian peralatan dengan memenuhi persyaratan pemeliharaan preventif, mengikuti instruksi, dan mengevaluasi peralatan dan teknik baru.
  • Kontribusi kepada tim upaya untuk mencapai hasil terkait yang diperlukan.
  • Menentukan dan mendeteksi timbulnya penyusup, aktivitas atau individu yang secara tidak resmi dan mengganggu, merusak, atau melanggar atau melompati pagar di dalam wilayah yang dikuasai Perusahaan.

Tips Mengurangi Resiko Kerja Satpam

3 Resiko Jadi Satpam yang Perlu Diketahui

Meskipun mereka memainkan peran penting dalam menjaga keamanan, satpam harus mengetahui cara untuk mengurangi resiko dan hal yang harus dihindari dalam pekerjaan mereka.

Apa tips untuk mengurangi resiko jadi satpam ini? Berikut tipsnya

  • Dilarang merokok saat bekerja.
  • Jangan memakai pakaian longgar saat bekerja.
  • Jangan melepas seragam, sepatu, atau barang lainnya saat bekerja.
  • Jangan meninggalkan pos selama bekerja.
  • Jangan minum alkohol atau menggunakan obat-obatan terlarang.
  • Jangan bertengkar dengan rekan kerja.
  • Tidak diperbolehkan bermain smartphone kecuali diperlukan.
  • Dilarang berbicara kasar atau menggunakannya.
  • Dilarang berjudi selama bekerja, serta berjudi.
  • Dilarang memiliki rambut panjang yang tidak sesuai dengan ketentuan.

Penutup

Siapa yang menangkap pelaku kriminal di mal-mal di tempat umum lain yang ada Satpam dan tidak ada polisi dan TNI, kadang Satpam yang melakukan itu.

Sehingga peran penting satpam sangat besar dalam perencanaan untuk membantu menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan kantor,

Nah itulah informasi lengkap dari kami tentang resiko jadi satpam. Tentu dengan resiko yang tinggi, hal ini dapat berdampak pada rendahnya gaji satpam, namun tidak menutup kemungkinan bahwa gaji yang diperoleh akan rendah.

Sekian artikel berjudul 3 Resiko Jadi Satpam yang Perlu Diketahui, semoga pembahasan di atas bermanfaat.

Loker Pintar tidak pernah meminta kompensasi atau biaya apa pun untuk perekrutan di situs ini, jika ada pihak atas nama kami atau perusahaan yang meminta biaya seperti transportasi atau akomodasi atau apa pun dipastikan itu PALSU.
error: Content is protected !!