2+ Penjelasan Perbedaan Brimob dan Polisi

Apa Perbedaan Brimob dan Polisi? Sebagian orang beranggapan bahwa Brimob dan polisi adalah dua karir atau jabatan yang naungannya berbeda.

2+ Penjelasan Perbedaan Brimob dan Polisi

Padahal, Brimob adalah satu kesatuan dari kepolisian. Namun, kedua profesi ini tidak bisa disamakan karena memiliki fokus yang berbeda.

Perbedaan Brimob dan Polisi yang utama yaitu Brigade Mobil atau Brimob adalah satuan elit polisi yang melakukan tindakan intensif terhadap teror ketertiban di masyarakat.

Contoh nyata kerja anggota Brimob adalah melindungi dari teroris bersenjata, mencegah kekacauan dan kejahatan seperti penyanderaan.

Sedangkan polisi bertugas menegakkan hukum, menjaga keamanan dan melindungi warga.

Perbedaan Brimob dan Polisi

Setiap kali ada demonstrasi atau aksi teror, Brimob datang. Mengenakan seragam hitam dan bersenjata lengkap, Brimob bekerja untuk mengurai kekacauan yang terjadi.

Apa saja Perbedaan Brimob dan Polisi? simak penjelasan berikut ini.

Pekerjaan dan Peran Brimob

Pekerjaan dan Peran Brimob

Sebagai salah satu unit di bawah naungan Polri, Brimob juga bertugas menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.

Brimob sebagai satuan elit di lingkungan Polri. Satuan ini memiliki ciri khas yaitu memakai baret berwarna biru, oleh karena itu sering disebut dengan korps Baret biru.

Berdiri pada 14 November 1946, Brimob merupakan satuan elit tertua di tubuh Polri. Brimob melakukan penanggulangan gangguan keamanan dan ketertiban (kamtibmas) yang tidak bisa dilakukan oleh polisi biasa.

Dalam pelaksanaannya, Brimob memiliki dua subunit khusus yaitu resimen Gegana dan Pelopor. Resimen Gegana yang biasa dikenal dengan Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) bertugas menangani serangan teroris, termasuk menghancurkan dan mendetonasi bom.

Resimen Pelopor kini menjadi unit khusus berkarakter paramiliter. Resimen ini bertugas mengurai kerusuhan, melakukan SAR dan operasi penyerangan.

Meski demikian, keduanya memiliki kemampuan taktis untuk melakukan serangan dan menangkap penjahat atau teroris.

Gegana dan Pelopor diberi satu set senjata api khusus yang tidak dimiliki polisi biasa. Brimob memperoleh keterampilan mengoperasikan kendaraan anti huru-hara seperti meriam air dan kendaraan lapis baja.

Korps Brimob Polri sebagai pilar utama kepolisian, status anggota Brimob berada di bawah Kapolri, yang terdiri dari dua jenis kerja dan satuan, yaitu:

1. Resimen Gegana

Resimen Gegana, juga dikenal sebagai Unit Penjinak Bahan Peledak, bekerja untuk menjinakan bom yang menimbulkan ancaman kerusuhan dan kekacauan.

Selain itu, resimen ini menangani kasus senjata kimia dan radioaktif.

Tak heran jika anggota Brimob Gegana terus berdatangan untuk membasmi terorisme yang terus mengancam di saat-saat terakhir.

2. Resimen Pelopor

Resimen Pelopor adalah bagian dari Korps Brimob, yang melakukan pekerjaan polisi untuk para militer.

Ini mengacu pada kekacauan, keamanan dan pencarian bencana, operasi militer, dan lainnya.

Baca juga: Brimob Adalah: Sejarah, Tugas, dan Fungsi

Pekerjaan dan Peran Samapta

Pekerjaan dan Peran Samapta

Selain itu, di dalam tubuh Polri terdapat direktorat kewilayahan yang berperan dalam penyelenggaraan dan mengendalikan masyarakat yaitu Samapta.

Direktorat ini dibentuk di daerah di bawah naungan Kepolisian Daerah (Polda). Samapta berasal dari bahasa Sankerta yang artinya keadaan siap sedia, waspada.

Sama seperti Brimob, satuan Samapta bertugas menjaga keamanan dan ketertiban. Namun, ada banyak Perbedaan Brimob dan Polisi yang mencolok antara kedua unit tersebut.

Berbeda dengan Brimob yang berkarakter paramiliter, Samapta tidak dilatih untuk bertempur di lapangan. Samapta mengambil peran polisi secara umum yaitu keselamatan, keamanan dan tindakan pertama TKP.

Selain tugas polisi pada umumnya, Samapta memiliki tugas khusus yaitu kendali anjing pelacak dan kuda. Pekerjaan ini dilakukan oleh subunit K-9 di dalam tubuh samapta.

Pekerjaan khusus lainnya dari unit ini adalah bantuan SAR, penyelidikan kejahatan ringan (tindak pidana ringan) dan pekerjaan negosiasi.

Kesimpulan

Perbedaan Brimob dan Polisi yaitu Brimob melakukan pengendalian massa dengan berbagai cara represif, dan Samapta mengutamakan beberapa langkah pengamanan.

Samapta diberikan kewenangan untuk melakukan patroli di wilayah-wilayah yang berpotensi mendorong terjadinya kriminalitas.

Hal ini sesuai dengan salah satu tugas mendasar Samapta yaitu menghilangkan peluang atau kesempatan bagi warga yang berniat melakukan pelanggaran hukum.

Karena tugas dan tanggung jawabnya masing-masing Polri dan Brimob memiliki peran dan kewenangan yang berbeda, meskipun pada akhirnya mereka melaksanakan ketertiban umum dengan sebaik-baiknya.

Perbedaan Brimob dan Polisi lain yang cukup detail adalah detail seragam anggota Polri dan Brimob.

Khusus anggota Brimob tidak hanya memakai pakaian seperti polisi pada umumnya, tetapi ada juga yang bergaris-garis hingga baju dinas lapangan berwarna biru sebagai identitas khusus.

Sekian artikel berjudul 2+ Penjelasan Perbedaan Brimob dan Polisi, semoga bermanfaat.

Seragam Brimob warna apa?

Seragam coklat dengan baret biru adalah seragam harian, seragam hitam digunakan untuk tugas malam dan anti teroris, sedangkan seragam hijau digunakan untuk latihan khusus hutan. Terakhir, seragam loreng digunakan pada acara dan operasi besar di hutan.

Baret Brimob warna apa?

Brigade Mobil (Brimob) adalah unit yang dikenal sebagai Korps Baret Biru di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Loker Pintar tidak pernah meminta kompensasi atau biaya apa pun untuk perekrutan di situs ini, jika ada pihak atas nama kami atau perusahaan yang meminta biaya seperti transportasi atau akomodasi atau apa pun dipastikan itu PALSU.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

error: Content is protected !!