Tes Psikotes Kerja: Arti, Jenis, Contoh dan Cara Lulus

Tes Psikotes Kerja: Arti, Jenis, Contoh dan Cara Lulus | Psikotes adalah tahap yang sering digunakan perusahaan dalam proses seleksi kerja. Tes ini berguna untuk mengetahui sifat seseorang seperti sikap, kepribadian, minat, dan kecerdasan.

Hasil dari psikotes sangat penting untuk menentukan apakah seseorang cocok untuk bekerja di perusahaan tersebut atau tidak.

Dalam mengerjakan soal psikotes, tidak ada jawaban benar atau salah, hanya cocok atau tidak cocok dengan perusahaan atau posisi yang ditawarkan.

Setelah melewati tahap seleksi administrasi, seseorang akan diwawancarai dan tak jarang juga akan diuji dengan tes psikologi atau psikotes.

Apa itu Tes Psikotes Kerja?

Apa itu Tes Psikotes Kerja?

Tes Psikotes Kerja adalah tes yang digunakan oleh perusahaan saat merekrut karyawan baru. Tes ini bertujuan untuk mengetahui sifat seseorang seperti sikap, kepribadian, minat, kecerdasan, keterampilan dan kemampuan yang dibutuhkan dalam suatu pekerjaan.

Ada beberapa jenis tes psikotes kerja, seperti tes kepribadian, tes intelegensi, tes ketrampilan, tes minat dan tes kesehatan mental. Hasil dari tes ini akan digunakan oleh perusahaan untuk menentukan siapa yang akan diterima bekerja di perusahaan tersebut.

Kenapa Psikotes Diperlukan untuk Seleksi Kerja?

Psikotes diperlukan dalam proses seleksi kerja karena perusahaan ingin mengetahui kualitas seseorang yang akan diterima bekerja di perusahaan tersebut.

Psikotes dapat membantu perusahaan untuk mengetahui sifat seseorang seperti sikap, kepribadian, minat, kecerdasan, keterampilan dan kemampuan yang dibutuhkan dalam suatu pekerjaan.

Hal ini akan membantu perusahaan untuk menentukan seseorang yang cocok untuk bekerja di perusahaan tersebut dan posisi yang sesuai dengan kualifikasi yang dimiliki. ‘

Psikotes juga dapat membantu perusahaan untuk mengetahui potensi seseorang dan bagaimana cara untuk mengembangkan potensi tersebut.

Psikotes memiliki peran penting dalam proses seleksi kerja karena dapat membantu perusahaan untuk mengetahui kualitas seseorang yang akan diterima bekerja di perusahaan tersebut.

Psikotes dapat digunakan untuk mengetahui sifat-sifat seperti sikap, kepribadian, minat, kecerdasan, keterampilan dan kemampuan yang diperlukan dalam suatu pekerjaan.

Selain itu, psikotes juga dapat digunakan untuk memprediksi performa kandidat ketika sudah bekerja dan mengetahui faktor-faktor yang menjadi penyebab jika performa kurang baik.

Perusahaan juga ingin karyawannya bekerja dengan lebih produktif dan menikmati pekerjaan mereka.

Psikotes dapat digunakan untuk melihat apakah seorang kandidat cocok dengan posisi yang diberikan. Saat karyawan bekerja sesuai dengan potensi dan minatnya, maka produktivitas akan meningkat.

Oleh karena itu, persiapan diri sebelum mengikuti tes psikotes sangat penting agar hasil yang didapat dapat mewakili diri kamu sebenarnya.

Kamu dapat belajar tentang jenis-jenis tes yang akan diujikan, memahami apa yang diharapkan perusahaan dari kandidat, dan mempersiapkan diri dengan baik sebelum mengikuti tes tersebut.

Apakah Tes Psikotes Menentukan Diterima Kerja?

Apakah Tes Psikotes Menentukan Diterima Kerja?

Tes psikotes merupakan salah satu aspek yang diperhatikan dalam proses seleksi kerja, tetapi tidak menjadi satu-satunya faktor yang menentukan apakah seseorang akan diterima bekerja atau tidak. Ada banyak faktor lain yang juga dipertimbangkan oleh perusahaan, seperti kualifikasi, pengalaman kerja, dan wawancara.

Secara umum, tes psikotes kerja digunakan untuk mengetahui kecocokan antara kandidat dengan posisi yang dilamar dan budaya perusahaan.

Namun, hasil dari tes psikotes tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya alasan untuk menerima atau menolak seseorang. Perusahaan akan menilai hasil tes psikotes bersama dengan faktor lain seperti kualifikasi dan pengalaman kerja.

Beberapa perusahaan juga menyatakan bahwa mereka akan menggunakan tes psikotes kerja sebagai bahan pertimbangan dalam proses seleksi, tetapi tidak sebagai kriteria utama dalam menerima atau menolak seseorang.

Sehingga, sebaiknya persiapkan diri dengan baik, tetaplah berusaha dengan baik dan pastikan kita memiliki kualifikasi yang sesuai dengan posisi yang dilamar.

Bagaimana Cara Lulus Psikotes Kerja?

Untuk lulus dalam tes psikotes kerja, beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:

1. Persiapkan Diri dengan Baik

Ini termasuk mencari informasi tentang jenis-jenis psikotes kerja yang akan diujikan, perusahaan yang akan dilamar, dan kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut.

2. Belajar Tentang Diri Sendiri

Untuk melewati tes psikotes kerja, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan belajar tentang diri sendiri.

Hal ini penting karena tes psikotes kerja biasanya difokuskan pada mengukur kualitas kepribadian, minat, dan kemampuan seseorang.

Maka dari itu, kamu harus mengetahui kelebihan dan kekurangan diri sendiri sehingga dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan dengan baik.

Cara untuk belajar tentang diri sendiri adalah dengan mengenali kualitas-kualitas yang dimiliki, mencari tahu minat-minat yang dikembangkan, dan mengetahui kemampuan-kemampuan yang dimiliki.

Kamu dapat mencari informasi tentang diri sendiri melalui tes kepribadian, wawancara dengan teman, atau berkonsultasi dengan profesional.

Selain itu, pastikan untuk selalu berlatih dan meningkatkan kemampuan yang dimiliki. Jangan ragu untuk mengejar pelatihan atau kursus yang diperlukan untuk meningkatkan kemampuan yang diperlukan dalam posisi yang dilamar.

3. Kenali Jenis Tes Psikotes yang Akan Diikuti

Sebelum mengikuti tes psikotes kerja, penting untuk mengetahui jenis tes yang akan diikuti dan bagaimana tes tersebut dijalankan. Ada berbagai jenis tes psikotes yang digunakan dalam proses seleksi kerja, seperti tes IQ, tes logika aritmatika, tes Wartegg, tes kepribadian, dll.

Setiap jenis tes memiliki cara kerja dan tujuan yang berbeda. Oleh karena itu, penting untuk mengenali jenis tes yang akan diikuti agar dapat mempersiapkan diri dengan baik.

4. Memahami Instruksi dan Peraturan dari Tes Psikotes

Memahami instruksi dan peraturan dari tes psikotes adalah proses mempelajari dan mengerti aturan-aturan yang ditentukan oleh pihak yang menyelenggarakan tes psikotes kerja.

Ini termasuk informasi seperti jenis tes yang akan diikuti, durasi tes, aturan jawab, dan aturan yang harus diikuti saat tes. Hal ini sangat penting karena dapat mempengaruhi hasil tes dan dapat membantu kandidat untuk mengoptimalkan hasil tesnya.

Oleh karena itu, sangat penting untuk membaca instruksi dan peraturan dengan seksama dan memahami apa yang diharapkan dari tes yang akan diikuti.

5. Latihan Soal-soal Psikotes

Latihan soal-soal psikotes merupakan proses belajar yang dilakukan dengan cara mengerjakan soal-soal psikotes yang tersedia. Hal ini dilakukan agar kandidat dapat memahami pola soal yang digunakan, memahami cara kerja logika yang digunakan, dan juga memahami kondisi yang akan ditemui saat mengerjakan tes psikotes kerja.

Dengan melakukan latihan soal-soal psikotes, kandidat akan lebih siap dan lebih percaya diri saat mengerjakan tes psikotes nantinya.

1000+ Latihan Psikotes Online Gratis

6. Belajar Mengatur Waktu

Belajar mengatur waktu pada saat tes psikotes kerja berarti mengetahui cara menggunakan waktu yang efisien dan efektif selama mengerjakan tes.

Hal ini termasuk merencanakan waktu untuk mengerjakan soal-soal, mengatur kecepatan kerja, dan membuat jadwal untuk istirahat jika perlu.

Ini juga berarti mengetahui batas waktu yang ditentukan untuk setiap bagian tes dan memastikan bahwa kamu dapat menyelesaikan tes tepat pada waktunya.

Dengan belajar mengatur waktu dengan baik, kamu dapat menghindari panik atau kewalahan saat mengerjakan tes, yang dapat mempengaruhi hasil tes.

7. Jangan Terlalu Tegang

Psikotes merupakan tes yang mengukur kemampuan seseorang, jadi pastikan kamu dapat menjaga kondisi mental dan fisikmu agar dapat mengikuti tes psikotes dengan baik.

Pada saat tes psikotes kerja berarti bahwa kandidat harus berusaha untuk tetap tenang dan tidak cemas selama tes. Ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti melakukan meditasi atau relaksasi sebelum tes, mengatur pernapasan, atau mencoba untuk mengubah pikiran negatif menjadi positif.

Hal ini penting karena tingkat kecemasan yang tinggi dapat mempengaruhi hasil tes dan mengurangi kinerja seseorang.

8. Jangan Berbohong

Jangan berbohong pada saat tes psikotes kerja berarti bahwa kandidat tidak boleh memberikan jawaban yang tidak sesuai dengan kondisi atau keadaan sebenarnya.

Hal ini penting untuk dilakukan karena tes psikotes kerja digunakan untuk mengetahui karakter dan kepribadian seseorang, sehingga jawaban yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya akan memberikan gambaran yang salah tentang diri kandidat.

Dengan tidak berbohong, kandidat akan memberikan gambaran yang sesuai tentang dirinya dan memudahkan proses seleksi kerja.

9. Jangan Menyalin

Jangan menyalin pada saat tes psikotes kerja berarti bahwa seseorang tidak boleh menjiplak jawaban dari orang lain atau mencontek dalam tes. Ini sangat penting karena hasil tes akan digunakan sebagai salah satu dasar untuk menilai kualifikasi dan kompetensi seseorang untuk suatu posisi kerja.

Jika seseorang dinyatakan lulus karena menyalin, maka hal itu akan merugikan perusahaan dan dapat menyebabkan masalah di kemudian hari. Sehingga sangat penting untuk menjawab pertanyaan dengan jujur dan sesuai dengan kemampuan sendiri.

10. Jangan Merasa Rendah Diri

Psikotes juga mengukur kepercayaan diri seseorang, jadi pastikan kamu merasa percaya diri dan optimis saat mengikuti tes psikotes kerja.

Kandidat harus memperlakukan diri mereka dengan percaya diri dan optimis. Begitu banyak faktor yang mempengaruhi hasil tes psikotes, dan tidak ada yang bisa menjamin hasil akhir.

Merasa rendah diri akan membuat seseorang merasa tidak yakin dan cenderung untuk menyerah sebelum bahkan mencoba. Sebaliknya, percaya diri dan keyakinan dalam diri sendiri akan membuat seseorang merasa lebih siap dan mampu untuk menghadapi tes psikotes kerja dan memberikan yang terbaik.

11. Segera Lakukan Pembenahan Jika ada Kesalahan

Jangan terlalu keras pada diri sendiri jika terjadi kesalahan atau kekeliruan dalam menjawab pertanyaan tes.

Langkah yang baik adalah segera mencari tahu kesalahan yang dilakukan dan berusaha untuk memperbaikinya pada pertanyaan berikutnya. Ini akan meningkatkan kualitas jawaban dan meningkatkan peluang untuk lulus tes.

Jika kamu merasa tidak yakin dengan jawaban yang kamu berikan, segeralah membenahi jawaban tersebut.

12. Berdoa

Berdoa pada saat tes psikotes kerja merupakan bentuk dukungan spiritual untuk menjaga kondisi emosional dan mental seseorang agar tetap stabil dan tenang.

Melalui berdoa, seseorang dapat meminta pertolongan dan dukungan dari Tuhan untuk menjalani tes psikotes kerja dengan baik.

Ini dapat membantu seseorang untuk merasa lebih percaya diri dan fokus dalam menjawab pertanyaan tes psikotes. Namun, jangan lupa untuk tetap berusaha dan berlatih dengan baik sebelum tes psikotes kerja, sebagai persiapan yang baik.

Apa Saja Soal Psikotes Kerja?

Ketahui jenis-jenis soal psikotes kerja yang sering digunakan dalam proses seleksi kerja. Beberapa diantaranya adalah tes kemampuan verbal, tes logika aritmatika, tes Wartegg, dan tes logika gambar. Berikut penjelasannya:

1. Tes Kemampuan Verbal

Tes Kemampuan Verbal adalah tes yang digunakan untuk mengetahui kemampuan seseorang dalam mengolah kata dan memahami makna kata-kata. Tes ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berbahasa, kemampuan memahami teks, dan kemampuan mengejar makna.

Tes kemampuan verbal ini memiliki tujuan untuk mengukur kemampuan seseorang dalam tata bahasa. Tes ini terdiri dari beberapa soal yang mencakup antonim, sinonim, korelasi makna, dan mencari hubungan kata.

Soal-soal tersebut dirancang untuk menguji kemampuan seseorang dalam bahasa baik secara lisan maupun tulisan.

Selain itu, tes ini juga bertujuan untuk mengukur kemampuan seseorang dalam menghadapi suatu kondisi dan seberapa jauh seseorang dapat menebak dan memahami sebab-akibat dari suatu permasalahan.

Untuk mengerjakan soal-soal dalam tes ini, seseorang harus menggunakan logika dan mengetahui banyak kosakata.

2. Tes Logika Aritmatika

Tes Logika Aritmatika

Tes Logika Aritmatika adalah tes yang digunakan untuk mengetahui kemampuan seseorang dalam mengolah angka dan melakukan operasi matematis.

Tes ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan matematis, kemampuan berpikir logis, dan kemampuan mengejar solusi masalah matematis.

Tes Psikotes logika aritmatika bertujuan untuk mengukur kemampuan dan logika berhitung seorang kandidat.

Soal yang diberikan dalam tes ini terdiri dari deretan angka yang bertujuan untuk melatih kecermatan dan ketelitian dalam memecahkan masalah matematika.

Dalam tes ini, kandidat diharuskan untuk memahami pola-pola angka dan menggunakan operasi matematika seperti perkalian, pembagian, pengurangan, penjumlahan, dan pecahan untuk menjawab soal. Pola-pola yang diberikan dalam soal bisa berupa pengelompokan loncat atau berurutan.

3. Tes Wartegg

Tes Wartegg adalah tes yang digunakan untuk mengetahui kualitas psikologis seseorang. Tes ini bertujuan untuk mengetahui kepribadian, sikap, minat, dan kemampuan seseorang.

Tes Wartegg merupakan jenis psikotes kerja yang digunakan untuk mengukur karakter seseorang melalui gambar yang dibuat. Dalam tes ini, kandidat akan diminta untuk mengisi delapan kotak yang berisi guratan, titik, dan lengkungan.

Tidak ada gambar yang dianggap benar atau salah dalam metode tes ini, semuanya dapat diinterpretasikan sesuai dengan imajinasi kandidat.

Setiap pola yang dibuat dalam tes ini memiliki arti yang berbeda, seperti kemampuan menyelesaikan masalah, keuletan, cara beradaptasi dan kemampuan analisis yang lain.

4. Tes Logika Penalaran

Tes Logika Penalaran adalah tes yang digunakan untuk mengetahui kemampuan seseorang dalam berpikir logis dan mengejar solusi masalah.

Tes ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir analitis, kemampuan mengejar solusi masalah, dan kemampuan mengejar konsekuensi logis dari suatu permasalahan.

Dalam tes ini, kandidat akan diberikan sejumlah gambar yang harus dipelajari dengan seksama dan diminta untuk melengkapi gambar selanjutnya berdasarkan pola yang diberikan.

Ini menguji kemampuan kandidat untuk memahami dan mengikuti instruksi dengan baik. Kemampuan untuk memperhatikan detail dan menganalisis pola juga diuji dalam tes ini.

Pengerjaan tes ini memerlukan konsentrasi penuh dan kemampuan untuk mengaitkan pertanyaan sebelumnya dengan yang selanjutnya.

5. Tes Hafalan Kata

Tes Hafalan Kata adalah tes yang digunakan untuk mengetahui kemampuan seseorang dalam mengingat kata-kata atau daftar kata.

Tes ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan memori, kemampuan mengingat kata-kata, dan kemampuan mengejar makna kata-kata.

6. Tes Koran

Tes Koran

Tes Koran (Pauli/Kraepelin) adalah tes yang digunakan untuk mengetahui kemampuan seseorang dalam memahami teks. Tes ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan memahami teks, kemampuan mengejar makna kata-kata, dan kemampuan mengejar konsekuensi logis dari teks.

7. Tes Gambar Manusia

Tes Gambar Manusia adalah tes yang digunakan untuk mengetahui kualitas psikologis seseorang. Tes ini bertujuan untuk mengetahui kepribadian, sikap, minat, dan kemampuan seseorang.

8. Tes Gambar Pohon

Psikotes Gambar Pohon adalah tes yang digunakan untuk mengetahui kualitas psikologis seseorang. Tes ini bertujuan untuk mengetahui kepribadian, sikap, minat, dan kemampuan seseorang.

9. Tes House, Tree, Person

Tes House, Tree, Person

Tes House, Tree, Person adalah tes psikologi yang digunakan untuk mengetahui kondisi emosional dan perkembangan intelektual seseorang. Dalam tes ini, peserta akan diminta untuk menggambar rumah, pohon, dan orang.

Dari hasil gambar yang dibuat, analis akan menilai kondisi emosional, perkembangan intelektual, dan kondisi sosial seseorang.

10. Tes Army Alpha Intelligence

Tes Army Alpha Intelligence adalah tes yang digunakan untuk mengukur kecerdasan seseorang. Tes ini dikembangkan pada masa perang dunia kedua oleh tentara Amerika Serikat untuk mengukur kemampuan intelektual para prajurit.

Tes ini terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang mengukur kemampuan verbal, numerik, dan spasial.

11. Tes EPPS

Tes EPPS (Eysenck Personality Profile Scale) adalah tes yang digunakan untuk mengukur kepribadian seseorang. Tes ini dikembangkan oleh Hans Eysenck dan mengukur dua dimensi dasar kepribadian yaitu ekstraversi dan neurotisme.

Tes ini terdiri dari beberapa pertanyaan yang harus dijawab oleh peserta dan hasilnya akan digunakan untuk mengetahui tipe kepribadian seseorang.

Contoh Soal Psikotes Kerja dan Jawabannya

Sebagian besar tes psikotes kerja di Indonesia mencakup beberapa jenis tes seperti tes kemampuan verbal, numerikal, abstrak, logika, dan tes bakat.

Beberapa contoh soal psikotes kerja dan jawabannya dapat ditemukan dalam format tes online atau buku latihan psikotes yang tersedia di toko buku. Berikut ini adalah beberapa contoh soal psikotes kerja dan jawabannya yang dapat dijadikan referensi:

1. Tes Kemampuan Verbal

Contoh soal psikotes kerja tes kemampuan verbal:

“Manakah kata yang sesuai dengan konteks kalimat berikut: “Dia selalu menyelesaikan tugasnya tepat waktu, karena dia adalah seorang yang ___________.”

A. malas
B. rajin
C. santai
D. sombong

Jawabannya: B. rajin

2. Tes Kemampuan Numerikal

Contoh soal psikotes kerja tes kemampuan numerikal:

“Jika sebuah toko menjual sebuah barang dengan harga Rp 100.000 dan keuntungan yang didapat adalah 20%, berapa total keuntungan yang didapat toko tersebut?”

Jawabannya: Rp 20.000

3. Tes Logika

Contoh soal psikotes kerja tes logika:

“Dalam sebuah kotak terdapat 6 buah bola, di mana 3 diantaranya berwarna merah dan 3 lainnya berwarna hijau. Jika kamu mengambil 2 bola dari kotak tersebut tanpa melihat warna bola tersebut, berapa peluang untuk mendapatkan 2 buah bola berwarna merah?”

Jawabannya: 1/3

4. Tes Bakat

Contoh soal psikotes kerja tes bakat:

“Jika kamu diberikan sebuah potongan kayu, apa yang akan kamu lakukan?”

Jawabannya: Jawaban ini tergantung dari minat dan bakat masing-masing individu, seperti membuat kerajinan tangan, membuat furniture, dll.

5. Tes Kepribadian

Anda sedang berada di sebuah taman dan melihat seorang pengemis yang sedang menyanyikan lagu. Anda akan…

a. memberikan uang kepada pengemis tersebut
b. tidak memberikan uang kepada pengemis tersebut
c. memberikan uang kepada pengemis tersebut setelah mendengarkan lagu tersebut
d. memberikan uang kepada pengemis tersebut tapi tidak mendengarkan lagu tersebut

Jawaban: a. memberikan uang kepada pengemis tersebut


Anda sedang bekerja dan mendapatkan tugas yang sangat sulit. Anda akan…

a. mencoba menyelesaikan tugas tersebut secepat mungkin
b. mengeluh dan menyalahkan orang lain atas kesulitan tersebut
c. mencari bantuan dari rekan kerja anda
d. mengabaikan tugas tersebut

Jawaban: c. mencari bantuan dari rekan kerja anda


Anda sedang berada dalam situasi tekanan dan harus mengambil keputusan. Anda akan…

a. mengambil keputusan dengan cepat
b. menunda keputusan sampai situasi mereda
c. mengambil keputusan dengan berdiskusi dengan rekan kerja
d. mengambil keputusan dengan melakukan riset terlebih dahulu

Jawaban: d. mengambil keputusan dengan melakukan riset terlebih dahulu


Anda ditugaskan untuk menyelesaikan proyek dalam jangka waktu yang sangat singkat. Anda akan…

a. mengerjakan proyek sendiri
b. mencari bantuan dari rekan kerja
c. mengejar deadline dengan mengurangi kualitas hasil kerja
d. mengeluh dan menolak untuk mengerjakan proyek tersebut

Jawaban: b. mencari bantuan dari rekan kerja


Anda sedang berada dalam situasi yang tidak nyaman dan harus berinteraksi dengan orang yang tidak anda sukai. Anda akan…

a. menghindari orang tersebut
b. berinteraksi dengan orang tersebut dengan sikap dingin
c. berusaha untuk menjaga hubungan baik dengan orang tersebut
d. mengeluh dan menyalahkan orang tersebut

Jawaban: c. berusaha untuk menjaga hubungan baik dengan orang tersebut


Dalam situasi stress, Anda akan…

a. panik dan tidak tahu harus berbuat apa
b. mencari solusi dengan cepat dan efektif
c. menyalahkan orang lain
d. menjauh dari situasi tersebut

Jawaban: b. mencari solusi dengan cepat dan efektif


Dalam sebuah diskusi, Anda akan…

a. mengambil alih pembicaraan
b. mendengarkan dengan baik dan memberikan masukan yang berkualitas
c. tidak memperdulikan pendapat orang lain
d. menjadi pendiam dan tidak berpartisipasi

Jawaban: b. mendengarkan dengan baik dan memberikan masukan yang berkualitas


Dalam sebuah kelompok kerja, Anda akan…

a. mengambil semua keputusan sendiri
b. bekerja sama dengan anggota kelompok dan menerima masukan dari mereka
c. mengabaikan saran dari anggota kelompok
d. bersikap acuh tak acuh terhadap anggota kelompok

Jawaban: b. bekerja sama dengan anggota kelompok dan menerima masukan dari mereka


Dalam sebuah presentasi, Anda akan…

a. menyampaikan informasi dengan jelas dan menjawab pertanyaan dengan baik
b. tidak menjawab pertanyaan dari audiens
c. memberikan jawaban singkat dan tidak jelas
d. menjadi gugup dan tidak bisa menyampaikan presentasi dengan baik

Jawaban: a. menyampaikan informasi dengan jelas dan menjawab pertanyaan dengan baik


Dalam sebuah pertemuan, Anda akan…

a. tidak mempersiapkan diri dan hanya mendengarkan saja
b. datang terlambat dan tidak fokus pada pertemuan
c. mempersiapkan diri dengan baik dan fokus pada pertemuan
d. tidak peduli dengan pertemuan dan tidak datang

Jawaban: c. mempersiapkan diri dengan baik dan fokus pada pertemuan


Perlu diingat bahwa jawaban yang diberikan hanyalah jawaban yang diharapkan dari tes tersebut, namun setiap perusahaan mungkin memiliki kriteria yang berbeda dalam menilai jawaban yang diberikan.

Kenapa saya selalu gagal di psikotes kerja?

Kurangnya persiapan dan kesempatan untuk latihan soal-soal psikotes dapat menyebabkan seseorang gagal dalam tes. Itu sebabnya penting untuk selalu mempersiapkan diri dengan baik, belajar tentang diri sendiri, mengenali jenis tes psikotes yang akan diikuti dan memahami instruksi dan peraturan dari tes psikotes. Juga penting untuk mengatur waktu dan menjaga kondisi mental yang baik saat mengikuti tes.

Sekian artikel berjudul Tes Psikotes Kerja: Arti, Jenis, Contoh dan Cara Lulus, semoga bermanfaat.

Loker Pintar tidak pernah meminta kompensasi atau biaya apa pun untuk perekrutan di situs ini, jika ada pihak atas nama kami atau perusahaan yang meminta biaya seperti transportasi atau akomodasi atau apa pun dipastikan itu PALSU.