8 Komponen Perencanaan Usaha dan Tujuannya

8 Komponen Perencanaan Usaha dan Tujuannya | Sebelum menjalankan sebuah usaha, diperlukan perencanaan usaha yang tepat untuk meminimalkan risiko kerugian di masa depan.

Untuk membuat perencanaan usaha yang efektif, beberapa hal yang perlu dipertimbangkan adalah mengetahui pasar target, menentukan produk atau jasa yang akan ditawarkan, menyusun rencana keuangan, dan membuat rencana tindakan.

Dengan perencanaan usaha, kita dapat meminimalkan risiko dan mencapai misi dan visi bisnis yang telah ditetapkan.

Perencanaan Usaha Adalah…

Perencanaan Usaha Adalah

Perencanaan usaha adalah proses menyusun rencana untuk mencapai tujuan bisnis tertentu.

Hal ini termasuk mengidentifikasi tujuan bisnis, mengembangkan strategi untuk mencapai tujuan tersebut, dan mengidentifikasi sumber daya yang dibutuhkan untuk mengeksekusi strategi tersebut.

Perencanaan usaha juga melibatkan mengevaluasi risiko bisnis dan mengembangkan rencana untuk mengelola risiko tersebut.

Perencanaan usaha atau business plan merupakan suatu dokumen yang penting bagi keberhasilan suatu bisnis.

Komponen perencanaan usaha biasanya berisi informasi mengenai produk atau jasa yang akan dijual, target pasar yang akan ditargetkan, strategi pemasaran yang akan digunakan, dan proyeksi keuangan yang akan digunakan untuk mengukur kinerja bisnis.

Business plan juga dapat digunakan untuk mencari investor.

Investor akan menilai bisnis berdasarkan informasi yang tercantum dalam business plan, termasuk prospek keuntungan yang diharapkan, risiko yang mungkin terjadi, dan cara mengelola risiko tersebut.

Perencanaan usaha yang baik akan membantu bisnis untuk mencapai tujuan jangka panjang dan menghindari risiko yang mungkin terjadi.

Oleh karena itu, penting bagi bisnis untuk menyusun business plan yang lengkap dan detail agar dapat menarik perhatian investor dan membantu dalam mencapai keberhasilan bisnis.

Tujuan Perencanaan Usaha

Tujuan Perencanaan Usaha

Tujuan dari perencanaan usaha adalah untuk membantu bisnis mencapai keberhasilan jangka panjang.

Hal ini bisa dilakukan dengan menyusun rencana yang mengidentifikasi tujuan bisnis, mengembangkan strategi untuk mencapai tujuan tersebut, dan mengidentifikasi sumber daya yang dibutuhkan untuk mengeksekusi strategi tersebut.

Selain itu, perencanaan usaha juga bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengelola risiko bisnis.

Hal ini penting karena risiko dapat menghambat keberhasilan bisnis, sehingga perlu adanya rencana yang jelas untuk mengelola risiko tersebut.

Secara keseluruhan, tujuan dari perencanaan usaha adalah untuk membantu bisnis mencapai tujuan jangka panjang dan mengelola risiko yang mungkin terjadi.

Dengan memiliki perencanaan usaha yang baik, bisnis akan lebih siap untuk menghadapi tantangan dan mencapai keberhasilan.

Secara garis besar tujuan dari perencanaan usaha adalah sebagai berikut:

  1. Menetapkan tujuan bisnis dan mengembangkan strategi untuk mencapai tujuan tersebut
  2. Mengidentifikasi sumber daya yang dibutuhkan untuk mengeksekusi strategi bisnis
  3. Mengidentifikasi risiko bisnis dan mengembangkan rencana untuk mengelola risiko tersebut
  4. Menyusun proyeksi keuangan untuk mengukur kinerja bisnis
  5. Menjadi alat untuk mencari investor, dengan menyajikan informasi yang lengkap dan rinci tentang bisnis
  6. Membantu bisnis mencapai keberhasilan jangka panjang.

Baca juga: Model Bisnis Adalah: Kompenen, Jenis, dan Manfaat

Komponen Perencanaan Usaha

Komponen Perencanaan Usaha

Setiap komponen ini penting untuk membantu bisnis mencapai keberhasilan jangka panjang dan mengelola risiko yang mungkin terjadi.

Oleh karena itu, penting untuk memahami setiap komponen dan bagaimana mereka bekerja bersama-sama dalam perencanaan usaha.

Berikut ini adalah 8 komponen dari perencanaan usaha yang perlu diketahui:

1. Tujuan Bisnis

Poin 1 dari 8 komponen perencanaan usaha adalah tujuan bisnis. Tujuan bisnis adalah penjabaran dari apa yang ingin dicapai oleh bisnis dalam jangka waktu tertentu.

Tujuan bisnis dapat bervariasi, mulai dari tujuan keuangan seperti meningkatkan laba atau meningkatkan pendapatan, hingga tujuan non-keuangan seperti meningkatkan reputasi atau meningkatkan kualitas produk.

Tujuan bisnis harus jelas dan spesifik, sehingga dapat diukur dan dipantau untuk mengetahui apakah bisnis telah mencapainya atau belum.

Tujuan bisnis juga harus realistis dan dapat dicapai dengan sumber daya yang tersedia. Dengan memiliki tujuan bisnis yang jelas, bisnis akan memiliki arah yang jelas untuk mencapai keberhasilan jangka panjang.

Contoh Tujuan Bisnis

Beberapa contoh tujuan bisnis dalam komponen perencanaan usaha adalah sebagai berikut:

  • Meningkatkan pendapatan bisnis hingga 10% per tahun.
  • Menambah jumlah karyawan sebanyak 5 orang dalam 2 tahun ke depan.
  • Meningkatkan kualitas produk dengan memperoleh sertifikasi ISO 9001 dalam 1 tahun ke depan.
  • Memperluas pasar dengan membuka cabang baru di kota lain dalam 3 tahun ke depan.
  • Menjadi pemimpin di industri dengan memperoleh 50% pangsa pasar dalam 5 tahun ke depan.
  • Menjadi perusahaan sosial yang peduli dengan lingkungan dengan mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 20% dalam 3 tahun ke depan.

Semua contoh tujuan bisnis tersebut harus jelas dan spesifik, sehingga dapat diukur dan dipantau untuk mengetahui apakah telah tercapai atau belum. Tujuan bisnis juga harus realistis dan dapat dicapai dengan sumber daya yang tersedia.

2. Strategi Bisnis

Poin 2 dari 8 komponen perencanaan usaha adalah strategi bisnis. Strategi bisnis adalah rencana aksi yang akan digunakan untuk mencapai tujuan bisnis yang telah ditetapkan.

Strategi bisnis biasanya didasarkan pada analisis pasar dan situasi bisnis saat ini, sehingga dapat dikembangkan langkah-langkah yang tepat untuk mencapai tujuan bisnis.

Strategi bisnis dapat bervariasi, tergantung pada tujuan dan situasi bisnis yang ada. Misalnya, strategi bisnis dapat berkaitan dengan pengembangan produk baru, pengembangan pasar baru, atau peningkatan efisiensi operasi.

Dengan memiliki strategi bisnis yang jelas, bisnis akan memiliki panduan yang jelas untuk mencapai tujuan bisnis dan menghadapi tantangan yang mungkin terjadi.

Strategi bisnis juga dapat ditinjau dan diperbarui secara berkala untuk menyesuaikan dengan perubahan situasi bisnis.

Contoh Strategi Bisnis

Beberapa contoh strategi bisnis dalam komponen perencanaan usaha adalah sebagai berikut:

  • Mengembangkan produk baru untuk meningkatkan pendapatan bisnis.
  • Memperluas pasar dengan membuka cabang baru di kota lain.
  • Menggunakan teknologi terbaru untuk meningkatkan efisiensi operasi dan mengurangi biaya.
  • Melakukan promosi melalui media sosial untuk meningkatkan brand awareness dan menarik lebih banyak pelanggan.
  • Mengikuti tren industri dengan mengadopsi teknologi hijau untuk meningkatkan citra perusahaan sebagai perusahaan yang peduli dengan lingkungan.
  • Membentuk kerjasama dengan perusahaan lain untuk mengembangkan produk baru atau memperluas pasar.

Semua contoh strategi bisnis tersebut harus sesuai dengan tujuan bisnis yang telah ditetapkan dan didasarkan pada analisis pasar yang telah dilakukan. Strategi bisnis juga harus fleksibel dan dapat diperbarui sesuai dengan perubahan situasi bisnis.

3. Analisis Pasar

Poin 3 dari 8 komponen perencanaan usaha adalah analisis pasar. Analisis pasar adalah proses mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang pasar yang akan ditargetkan oleh bisnis.

Analisis pasar dapat membantu bisnis untuk mengetahui kebutuhan dan preferensi konsumen, persaingan dalam pasar, dan peluang yang ada dalam pasar.

Analisis pasar dapat menggunakan berbagai teknik, seperti survei konsumen, analisis data pasar, atau wawancara dengan pelaku pasar.

Hasil dari analisis pasar dapat digunakan untuk mengembangkan strategi bisnis yang tepat, menentukan harga produk, atau menentukan promosi yang tepat.

Analisis pasar juga penting untuk mengidentifikasi risiko yang mungkin terjadi dalam pasar, sehingga dapat dikembangkan rencana untuk mengelola risiko tersebut.

Dengan memiliki analisis pasar yang baik, bisnis akan lebih siap untuk menghadapi tantangan dalam pasar dan mencapai keberhasilan jangka panjang.

Contoh Analisis Pasar

Beberapa contoh analisis pasar dalam komponen perencanaan usaha adalah sebagai berikut:

  1. Menentukan target pasar yang akan ditargetkan, seperti usia, jenis kelamin, atau tingkat pendapatan.
  2. Menentukan kebutuhan pasar, seperti produk atau jasa yang diinginkan oleh target pasar.
  3. Menentukan pesaing yang ada di pasar, seperti perusahaan lain yang menawarkan produk atau jasa yang sama.
  4. Menentukan keunggulan bisnis dibanding pesaing, seperti harga yang kompetitif, kualitas produk yang baik, atau pelayanan yang memuaskan.
  5. Menentukan potensi pasar, seperti besarnya pasar yang tersedia dan tingkat pertumbuhan pasar dari waktu ke waktu.

Analisis pasar merupakan salah satu komponen penting dari perencanaan usaha, karena dapat membantu bisnis untuk menentukan strategi yang tepat untuk mencapai tujuan bisnis.

Analisis pasar juga harus diperbarui secara berkala untuk menyesuaikan dengan perubahan situasi pasar.

4. Proyeksi Keuangan

Poin 4 dari 8 komponen perencanaan usaha adalah proyeksi keuangan. Proyeksi keuangan adalah perkiraan tentang pendapatan, biaya, dan keuntungan bisnis di masa mendatang.

Proyeksi keuangan dapat digunakan untuk mengukur kinerja bisnis dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan atau dioptimalkan.

Proyeksi keuangan dapat dibuat dengan menggunakan data historis bisnis, atau dengan menggunakan teknik peramalan.

Hasil dari proyeksi keuangan dapat digunakan untuk menentukan target pendapatan atau laba, menentukan kebutuhan modal kerja, atau menentukan tingkat pengembalian investasi.

Proyeksi keuangan juga penting untuk mengidentifikasi risiko keuangan yang mungkin terjadi, sehingga dapat dikembangkan rencana untuk mengelola risiko tersebut.

Dengan memiliki proyeksi keuangan yang baik, bisnis akan lebih siap untuk menghadapi tantangan keuangan dan mencapai keberhasilan jangka panjang.

Contoh Proyeksi Keuangan

Beberapa contoh proyeksi keuangan dalam komponen perencanaan usaha adalah sebagai berikut:

  • Menentukan rencana pemasukan, seperti harga penjualan produk atau jasa, jumlah penjualan yang diharapkan, dan lama waktu untuk mencapai tujuan penjualan.
  • Menentukan rencana pengeluaran, seperti biaya produksi, biaya operasional, dan biaya pemasaran.
  • Menentukan neraca, yaitu perbandingan antara aktiva dan kewajiban.
  • Menentukan laporan laba rugi, yaitu perbandingan antara pendapatan dan biaya yang terjadi dalam periode waktu tertentu.
  • Menentukan laporan perubahan ekuitas, yaitu perubahan yang terjadi pada ekuitas perusahaan selama periode waktu tertentu.

Proyeksi keuangan merupakan salah satu komponen penting dari perencanaan usaha, karena dapat membantu bisnis untuk menentukan rencana keuangan yang realistis dan dapat dicapai.

Proyeksi keuangan juga harus diperbarui secara berkala untuk menyesuaikan dengan perubahan situasi bisnis.

5. Organisasi dan Manajemen

Poin 5 dari 8 komponen perencanaan usaha adalah organisasi dan manajemen. Organisasi dan manajemen adalah struktur dan cara kerja bisnis untuk mencapai tujuan bisnis yang telah ditetapkan.

Organisasi dan manajemen melibatkan pembagian tugas dan tanggung jawab antar anggota tim, serta cara kerja yang efisien dan efektif untuk mencapai tujuan bisnis.

Organisasi dan manajemen juga melibatkan pengembangan sistem manajemen, seperti sistem manajemen kualitas, sistem manajemen sumber daya manusia, atau sistem manajemen risiko.

Sistem manajemen ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja bisnis dan mengelola risiko yang mungkin terjadi.

Dengan memiliki organisasi dan manajemen yang baik, bisnis akan lebih siap untuk menghadapi tantangan dan mencapai keberhasilan jangka panjang.

Organisasi dan manajemen juga dapat diperbarui secara berkala untuk menyesuaikan dengan perubahan situasi bisnis.

Contoh Organisasi dan Manajemen

Beberapa contoh organisasi dan manajemen dalam perencanaan usaha adalah sebagai berikut:

  • Menentukan struktur organisasi, yaitu bagaimana perusahaan akan dikelola dan diorganisir, termasuk posisi dan tanggung jawab setiap anggota organisasi.
  • Menentukan sumber daya manusia, yaitu jumlah dan jenis karyawan yang dibutuhkan, termasuk kualifikasi dan gaji yang ditawarkan.
  • Menentukan sistem informasi, yaitu sistem yang akan digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, dan mengolah data untuk membantu pengambilan keputusan.
  • Menentukan sistem manajemen, yaitu sistem yang akan digunakan untuk mengatur dan mengendalikan operasi perusahaan, termasuk sistem pengendalian mutu, sistem pengendalian biaya, dan sistem pengendalian resiko.

Organisasi dan manajemen merupakan salah satu komponen penting dari perencanaan usaha, karena dapat membantu bisnis untuk mengelola perusahaan dengan efisien dan efektif.

Organisasi dan manajemen juga harus diperbarui secara berkala untuk menyesuaikan dengan perubahan situasi bisnis.

6. Sumber Daya

Poin 6 dari 8 komponen perencanaan usaha adalah sumber daya. Sumber daya adalah semua faktor yang dibutuhkan oleh bisnis untuk mencapai tujuan bisnis yang telah ditetapkan.

Sumber daya dapat bervariasi, mulai dari sumber daya keuangan seperti modal kerja atau pinjaman, hingga sumber daya manusia seperti karyawan atau kontraktor.

Sumber daya juga dapat berupa sumber daya fisik seperti peralatan atau gedung, atau sumber daya intangibles seperti hak cipta atau merek dagang.

Sumber daya harus dikelola dengan baik agar dapat dimanfaatkan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan bisnis.

Dengan memiliki sumber daya yang tersedia dan termanajemen dengan baik, bisnis akan lebih siap untuk menghadapi tantangan dan mencapai keberhasilan jangka panjang.

Sumber daya juga dapat diperbarui secara berkala untuk menyesuaikan dengan perubahan situasi bisnis.

Contoh Sumber Daya

Sumber daya dalam komponen perencanaan usaha dapat berupa banyak hal, termasuk sumber daya manusia, sumber daya keuangan, sumber daya teknologi, sumber daya informasi, dan sumber daya fisik.

  • Contoh dari sumber daya manusia dalam perencanaan usaha adalah karyawan yang bekerja untuk perusahaan
  • Contoh dari sumber daya keuangan adalah dana yang tersedia untuk menjalankan usaha.
  • Contoh dari sumber daya teknologi adalah mesin-mesin atau peralatan yang digunakan dalam proses produksi
  • Contoh dari sumber daya informasi adalah data atau pengetahuan yang diperoleh dari penelitian pasar.
  • Contoh dari sumber daya fisik adalah bangunan atau tempat di mana usaha dijalankan.

7. Rencana Pemasaran

Poin 7 dari 8 komponen perencanaan usaha adalah rencana pemasaran. Rencana pemasaran adalah rencana aksi yang akan digunakan untuk mengenalkan produk atau jasa kepada pasar yang telah ditargetkan.

Rencana pemasaran biasanya didasarkan pada analisis pasar dan strategi bisnis yang telah dikembangkan.

Rencana pemasaran dapat mencakup berbagai aspek, seperti target pasar yang akan ditargetkan, pesan pemasaran yang akan disampaikan, kanal pemasaran yang akan digunakan, dan anggaran pemasaran yang akan digunakan.

Rencana pemasaran juga dapat mencakup cara untuk mengukur kinerja pemasaran dan mengevaluasi hasilnya.

Dengan memiliki rencana pemasaran yang baik, bisnis akan lebih siap untuk menghadapi persaingan dalam pasar dan mencapai keberhasilan jangka panjang.

Rencana pemasaran juga dapat diperbarui secara berkala untuk menyesuaikan dengan perubahan situasi pasar.

Contoh Rencana Pemasaran

Rencana pemasaran dalam komponen perencanaan usaha merupakan bagian penting dari suatu usaha yang bertujuan untuk mencapai tujuan bisnis.

Rencana pemasaran dapat mencakup berbagai hal, seperti strategi pemasaran, target pasar, posisi produk, dan rencana promosi.

Contoh dari rencana pemasaran dalam komponen perencanaan usaha adalah sebagai berikut:

  • Menentukan target pasar yang tepat, misalnya usaha makanan sehat yang menargetkan konsumen yang peduli dengan pola makan sehat.
  • Menentukan strategi pemasaran yang tepat, misalnya menggunakan media sosial untuk menjangkau konsumen dan menawarkan produk dengan harga yang kompetitif.
  • Menentukan posisi produk yang tepat, misalnya menggunakan branding yang kuat untuk membuat produk terlihat unik dan berbeda dari produk pesaing.
  • Menentukan rencana promosi yang tepat, misalnya mengadakan event atau kompetisi untuk menarik perhatian konsumen dan meningkatkan penjualan produk.

Dengan memiliki rencana pemasaran yang jelas, usaha dapat mencapai tujuan bisnisnya dengan lebih efektif dan efisien.

8. Analisis Risiko

Poin 8 dari 8 komponen perencanaan usaha adalah analisis risiko. Analisis risiko adalah proses mengidentifikasi dan mengevaluasi risiko yang mungkin terjadi dalam bisnis.

Risiko dapat berasal dari berbagai sumber, seperti risiko pasar, risiko keuangan, risiko operasi, atau risiko lingkungan.

Analisis risiko dapat membantu bisnis untuk mengidentifikasi risiko yang mungkin terjadi, mengukur dampak risiko tersebut, dan mengembangkan rencana untuk mengelola risiko tersebut.

Analisis risiko juga dapat membantu bisnis untuk mengidentifikasi peluang yang mungkin terjadi dari menghadapi risiko tersebut.

Dengan memiliki analisis risiko yang baik, bisnis akan lebih siap untuk menghadapi risiko yang mungkin terjadi dan mencapai keberhasilan jangka panjang.

Analisis risiko juga dapat diperbarui secara berkala untuk menyesuaikan dengan perubahan situasi bisnis.

Contoh Analisis Resiko

Analisis resiko dalam perencanaan usaha adalah proses identifikasi dan evaluasi risiko yang mungkin terjadi dalam suatu usaha.

Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi risiko yang dapat mempengaruhi keberhasilan usaha, serta untuk mengidentifikasi tindakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi atau mengelola risiko tersebut.

Berikut ini adalah beberapa contoh dari analisis resiko dalam perencanaan usaha:

  • Menganalisis pasar dan kondisi ekonomi secara keseluruhan untuk mengidentifikasi risiko yang mungkin terjadi di pasar tersebut, seperti risiko inflasi, pertumbuhan ekonomi yang lambat, atau perubahan dalam tren konsumen.
  • Menganalisis persaingan dalam industri yang akan dijalankan usaha, termasuk mengidentifikasi pesaing yang ada dan memahami bagaimana mereka dapat mempengaruhi keberhasilan usaha Anda.
  • Mengidentifikasi risiko yang mungkin terjadi dalam proses produksi atau operasi usaha, seperti risiko kerusakan mesin atau peralatan, risiko kualitas produk yang buruk, atau risiko gangguan dalam proses produksi.
  • Menganalisis risiko yang mungkin terjadi dalam hal keuangan, seperti risiko gagal bayar utang, risiko fluktuasi nilai tukar mata uang, atau risiko tidak memenuhi kewajiban keuangan lainnya.
  • Mengidentifikasi risiko yang mungkin terjadi dalam hal ketersediaan sumber daya yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha, seperti risiko ketersediaan bahan baku atau ketersediaan tenaga kerja yang kualifikasinya sesuai.
  • Menganalisis risiko yang mungkin terjadi dalam hal peraturan atau regulasi yang berlaku, seperti risiko perubahan dalam peraturan perpajakan atau peraturan lingkungan hidup yang dapat mempengaruhi keberhasilan usaha.

Analisis resiko dalam perencanaan usaha merupakan bagian penting dari proses perencanaan usaha, karena membantu Anda mengidentifikasi risiko yang mungkin terjadi sebelum usaha dimulai.

Dengan mengetahui risiko-risiko tersebut, Anda dapat mengambil tindakan yang tepat untuk mengurangi atau mengelola risiko tersebut, sehingga meminimalkan dampak negatifnya terhadap usaha Anda.

Selain itu, analisis resiko juga dapat membantu Anda mengembangkan strategi yang tepat untuk menghadapi risiko yang ada, sehingga memaksimalkan peluang keberhasilan usaha Anda.

Keuntungan Memahami Komponen Perencanaan Usaha

Keuntungan Memahami Komponen Perencanaan Usaha

Ada beberapa keuntungan memahami komponen perencanaan usaha, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Mencapai Keberhasilan Jangka Panjang

Dengan memahami setiap komponen dari perencanaan usaha, bisnis akan memiliki rencana yang jelas untuk mencapai tujuan bisnis dan mengelola risiko yang mungkin terjadi.

Hal ini akan membantu bisnis untuk mencapai keberhasilan jangka panjang.

2. Mencari Investor

Ketika bisnis ingin mencari investor, komponen perencanaan usaha akan berguna untuk menyajikan informasi yang lengkap dan rinci tentang bisnis.

Hal ini akan membantu investor untuk memahami bisnis dan menilai potensi bisnis tersebut.

3. Mengelola Risiko

Dengan mengetahui komponen perencanaan usaha, bisnis akan lebih siap untuk mengidentifikasi dan mengelola risiko yang mungkin terjadi.

Hal ini akan membantu bisnis untuk menghindari kerugian yang mungkin terjadi dan meningkatkan keberlangsungan bisnis.

4. Meningkatkan Kinerja

Dengan memahami komponen perencanaan usaha, bisnis dapat mengembangkan strategi yang tepat untuk meningkatkan kinerja bisnis.

Hal ini akan membantu bisnis untuk meningkatkan pendapatan, laba, atau reputasi bisnis.

5. Memperkuat Posisi Pasar

Dengan memahami komponen perencanaan usaha, bisnis akan lebih siap untuk menghadapi persaingan dalam pasar.

Hal ini akan membantu bisnis untuk memperkuat posisi bisnis dalam pasar dan meningkatkan pangsa pasar.

Dengan demikian, mengetahui komponen perencanaan usaha adalah hal yang penting bagi keberhasilan bisnis dalam jangka panjang.

Kesimpulan

Kesimpulan mengetahui perencanaan usaha adalah bahwa perencanaan usaha merupakan proses penting yang harus dilakukan oleh setiap calon pengusaha atau pemilik usaha.

Perencanaan usaha membantu menentukan tujuan dan sasaran usaha, serta mengembangkan strategi dan rencana tindakan yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut.

Perencanaan usaha juga membantu mengidentifikasi dan mengelola risiko yang mungkin terjadi dalam usaha, sehingga meminimalkan dampak negatifnya terhadap keberhasilan usaha.

Perencanaan usaha merupakan langkah penting yang harus dilakukan oleh setiap pengusaha agar usaha yang dijalankan dapat berjalan dengan sukses.

Sekian artikel berjudul 8 Komponen Perencanaan Usaha dan Tujuannya, semoga bermanfaat.

Loker Pintar tidak pernah meminta kompensasi atau biaya apa pun untuk perekrutan di situs ini, jika ada pihak atas nama kami atau perusahaan yang meminta biaya seperti transportasi atau akomodasi atau apa pun dipastikan itu PALSU.