10+ Cara Menjadi Pelaut Pemula dan Sertifikat yang Diperlukan

Cara Menjadi Pelaut Pemula dan Sertifikat yang Diperlukan | Menjadi seorang pelaut adalah impian banyak orang yang menyukai petualangan dan menghabiskan waktu di lautan. Namun, menjadi pelaut bukanlah hal yang mudah dan memerlukan banyak persiapan dan perencanaan yang matang.

10+ Cara Menjadi Pelaut Pemula dan Sertifikat yang Diperlukan

Bagi para pemula yang ingin menekuni dunia pelautan, ada beberapa hal yang perlu diketahui dan dilakukan agar dapat menjadi pelaut yang sukses.

Pelaut adalah profesi yang memiliki peran penting dalam menjaga arus perdagangan dan mengantarkan barang dari satu tempat ke tempat lain.

Namun, untuk menjadi seorang pelaut memerlukan banyak persiapan dan perencanaan yang matang, seperti pendidikan, latihan, dan pengalaman kerja. Oleh karena itu, artikel ini akan memberikan panduan dan informasi bagi para pemula yang ingin menjadi pelaut.

Tujuan dari artikel ini adalah untuk memberikan panduan dan informasi bagi para pemula yang ingin menjadi pelaut.

Artikel ini akan membahas persyaratan dan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menjadi pelaut pemula, serta hal-hal yang perlu diperhatikan selama menjalani profesi sebagai pelaut.

Syarat Menjadi Pelaut Pemula

Syarat Menjadi Pelaut Pemula

Sebelum kamu memulai petualangan menjadi seorang pelaut, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Persyaratan ini tidak hanya ditetapkan oleh perusahaan pelayaran, tetapi juga oleh peraturan pemerintah. Berikut adalah persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi:

1. Pendidikan

Meskipun tidak ada persyaratan pendidikan formal untuk menjadi seorang pelaut, namun beberapa perusahaan pelayaran mengharuskan pelaut memiliki pendidikan minimal SMA atau setara.

Oleh karena itu, memiliki pendidikan yang baik akan membuka peluang lebih besar bagimu untuk menjadi seorang pelaut.

2. Usia

Untuk menjadi seorang pelaut, usia minimal yang harus dicapai adalah 18 tahun. Ini merupakan peraturan yang diterapkan oleh pemerintah dan harus dipenuhi oleh setiap calon pelaut.

3. Kondisi Kesehatan

Menjadi pelaut memerlukan kondisi kesehatan yang baik dan stabil. Beberapa perusahaan pelayaran akan melakukan tes medis bagi calon pelaut sebelum menyetujui mereka bekerja sebagai pelaut.

4. Sertifikasi

Untuk menjadi pelaut pemula, kamu harus memiliki sertifikat kompetensi seperti STCW (Standards of Training, Certification, and Watchkeeping). Sertifikat ini dapat diperoleh dengan mengikuti pelatihan dan ujian yang ditetapkan oleh pemerintah.

Pelaut adalah sebuah profesi yang berkaitan dengan perhubungan laut. Untuk menjadi seorang Pelaut, ada dua Cara Menjadi Pelaut Pemula yang bisa dilakukan.

Cara pertama adalah dengan mengikuti pendidikan di Akademi Pelayaran, dan cara kedua adalah dengan mengikuti pendidikan di SMK Pelayaran. Lulusan SMP bisa melanjutkan ke SMK Pelayaran, dengan waktu pendidikan selama 3 tahun.

Setelah menyelesaikan pendidikan di SMK, siswa harus mengikuti Prola selama 1 tahun dan mengikuti ujian keahlian Pelaut yang diselenggarakan oleh lembaga diklat yang ditunjuk oleh Direktorat Jendral Perhubungan Laut.

Ijazah yang didapat setelah menyelesaikan pendidikan ini terdiri dari ijazah SMK dari DEPDIKNAS dan Sertifikat Pelaut IV dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

Persyaratan untuk Diklat Pelaut:

Syarat Diklat Pelaut ANT-I:

  • Ijazah ANT-II
  • Sertifikat Kesehatan Mata dan Telinga
  • Buku Pelaut
  • Surat Keterangan Masa Layar
  • Ijazah Umum minimal D-III Pelayaran/Strata A Pelayaran/Akademi Pelayaran/D-IV Pelayaran
  • Surat Tanda Tamat Pendidikan Kelautan (STTPK) ANT-II
  • Sertifikat BST, SCRB, AFF, MFA, MC, RS, ARPA, GMDSS

Syarat Diklat Pelaut ATT-I:

  • Ijazah ATT-II
  • Sertifikat Kesehatan Mata dan Telinga
  • Buku Pelaut
  • Surat Keterangan Masa Layar
  • Ijazah Umum minimal D-III Pelayaran/Strata A Pelayaran/Akademi Pelayaran/D-IV Pelayaran
  • Surat Tanda Tamat Pendidikan Kelautan (STTPK) ATT-II
  • Sertifikat BST, SCRB, AFF, MFA, MC

Syarat Diklat Pelaut ANT-II:

  • Ijazah ANT-III
  • Sertifikat Kesehatan Mata dan Telinga
  • Buku Pelaut
  • Surat Keterangan Masa Layar
  • Ijazah Umum minimal D-III Pelayaran/Strata A Pelayaran/Akademi Pelayaran/D-IV Pelayaran/SMA
  • Surat Tanda Tamat Pendidikan Kelautan (STTPK) ANT-III
  • Sertifikat BST, SCRB, AFF, MFA, MC, RS, ARPA, GMDSS

Syarat Diklat Pelaut ATT-II:

  • Ijazah ATT-III
  • Sertifikat Kesehatan Mata dan Telinga
  • Buku Pelaut
  • Surat Keterangan Masa Layar
  • Ijazah Umum minimal SMP/SMA Sederajat atau Ijazah Umum minimal D-III Pelayaran/Strata A Pelayaran/Akademi Pelayaran/D-IV Pelayaran
  • Surat Tanda Tamat Pendidikan Kelautan (STTPK) ATT-III
  • Sertifikat BST, SCRB, AFF, MFA, MC

Syarat Diklat Pelaut ANT – III

  • Ijazah ANT-IV
  • Sertifikat Kesehatan Mata dan Telinga
  • Buku Pelaut
  • Surat Keterangan Masa Layar
  • Ijazah Umum min SMA/SMP
  • Surat Tanda Tamat Pendidikan Kelautan (STTPK) ANT-IV
  • Sertifikat Profesiensi BST, SCRB, AFF, MFA, RS, ARPA, GMDSS

Syarat Diklat Pelaut ATT – III

  • Ijazah ATT-IV
  • Sertifikat Kesehatan Mata dan Telinga
  • Buku Pelaut
  • Surat Keterangan Masa Layar
  • Ijazah Umum min SMP/SMA
  • Surat Tanda Tamat Pendidikan Kelautan (STTPK) ATT-III
  • Sertifikat Profesiensi BST, SCRB, AFF, MFA

Syarat Diklat Pelaut ANT – IV

  • Ijazah ANT-V
  • Sertifikat Kesehatan Mata dan Telinga
  • Buku Pelaut
  • Surat Keterangan Masa Layar
  • Ijazah Umum min SMA/SMP
  • Surat Tanda Tamat Pendidikan Kelautan (STTPK) ANT-V
  • Sertifikat Profesiensi BST, SCRB, AFF, MFA, GMDSS

Syarat Diklat Pelaut ATT – IV

  • Ijazah ATT-V
  • Sertifikat Kesehatan Mata dan Telinga
  • Buku Pelaut
  • Surat Keterangan Masa Layar
  • Ijazah Umum min SMP/SMA
  • Surat Tanda Tamat Pendidikan Kelautan (STTPK) ATT-V
  • Sertifikat Profesiensi BST, SCRB, AFF, MFA

Syarat Diklat Pelaut ANT – V

  • Ijazah ANT-D
  • Usia minimal 18 tahun
  • Sertifikat Kesehatan Mata dan Telinga
  • Buku Pelaut
  • Surat Keterangan Masa Layar
  • Ijazah Umum min SMA/SMP
  • Surat Tanda Tamat Pendidikan Kelautan (STTPK) ANT-D
  • Sertifikat Profesiensi BST, SCRB, AFF, MFA

Syarat Diklat Pelaut ATT – V

  • Ijazah ATT-D
  • Usia minimal 18 tahun
  • Sertifikat Kesehatan Mata dan Telinga
  • Buku Pelaut
  • Surat Keterangan Masa Layar
  • Ijazah Umum min SMP/SMA
  • Surat Tanda Tamat Pendidikan Kelautan (STTPK) ATT-V
  • Sertifikat Profesiensi BST, SCRB, AFF, MFA

Diklat Pelaut ANT-D

  • Minimal usia 18 tahun
  • Sertifikat kesehatan mata dan telinga
  • Buku Pelaut
  • Surat Keterangan masa layar
  • Ijazah umum minimal SMA/SMP sederajat
  • Sertifikat profesiensi BST

Diklat Pelaut ATT-D

  • Minimal usia 18 tahun
  • Sertifikat kesehatan mata dan telinga
  • Buku Pelaut
  • Surat Keterangan masa layar
  • Ijazah umum minimal SMA/SMP sederajat
  • Sertifikat profesiensi BST

5. Buku Pelaut

Buku pelaut adalah sebuah buku yang berisi informasi resmi tentang pelaut. Buku ini diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan sangat penting bagi setiap pelaut di Indonesia.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM. 30 Tahun 2008, buku pelaut harus dimiliki oleh setiap pelaut untuk memenuhi kebutuhan pelayarannya.

Informasi tentang buku pelaut juga tercatat dalam data yang dimiliki pemerintah melalui Kementerian Perhubungan.

Dengan memenuhi persyaratan-persyaratan tersebut, kamu akan memiliki dasar yang kuat untuk memulai petualangan menjadi seorang pelaut.

Jangan lupa untuk mempersiapkan diri dengan baik dan terus belajar untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuanmu selama menjalani profesi ini.

Cara Menjadi Pelaut Pemula

Cara Menjadi Pelaut Pemula

Setelah memenuhi persyaratan menjadi pelaut pemula, berikut adalah langkah-langkah yang harus kamu lakukan untuk menjadi seorang pelaut:

1. Belajar dan Memahami Undang-undang Pelayaran

Cara Menjadi Pelaut Pemula yang pertama yaitu belajar dan memahami undang-udang pelayaran.

Sebagai pelaut, kamu harus memahami undang-undang dan regulasi yang berlaku di dunia pelayaran. Belajarlah mengenai standar operasi, prosedur keselamatan, dan peraturan lain yang berhubungan dengan profesi ini.

  • Undang–Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran
  • Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2000 tentang Kepelautan
  • Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 42/Permen-Kp/2016 tentang Perjanjian Kerja Laut Bagi Awak Kapal Perikanan.

2. Mengikuti Diklat atau Sekolah Pelayaran

Mengikuti diklat atau sekolah pelayaran merupakan salah satu Cara Menjadi Pelaut Pemula selanjutnya.

Kamu harus mengikuti pelatihan yang ditetapkan oleh pemerintah untuk memperoleh sertifikat kompetensi seperti STCW (Standards of Training, Certification, and Watchkeeping).

Pelatihan ini akan membekali kamu dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan sebagai seorang pelaut.

Certificate of Proficiency

  • Sertifikat Basic Safety Training (BST)
  • Medical First Aid (MFA)
  • Medical Care (MC)
  • Advance Fire Fighting (AFF)
  • Survival Craft and Rescue Boat (SCRB)
  • Security Awarness Training (SAT)
  • Seaferers with Designated Security Duties (SDSD)
  • Radio Detection and Ranging-Automatic Radar Plotting Aid (RADAR-ARPA Simulator)
  • ECDIS simulator
  • Bridge Resource Management (BRM)
  • Engine Resource Management (ERM)
  • Global Maritime Distress Safety System (GMDSS)
  • Security Ship Officer (SSO)
  • Fast Rescue Boat (FRB)
  • Crowd dan Crisis Management and Human Behavior (CCM)

Certificate of Competency Deck

  • Ahli Nautika Tingkat I (ANT I) dapat menjadi Nakhoda kapal tanpa terbatas berat kapal dan jalur pelayarannya.
  • Ahli Nautika Tingkat II (ANT II) dapat menjadi Mualim I atau Chief Officer tanpa terbatas berat kapal dan jalur pelayaran, Nakhoda/Master pada kapal dengan berat kurang dari 5000 ton dengan jalur pelayaran tanpa terbatas, atau Nakhoda/Master pada kapal dengan berat kurang dari 7500 ton untuk jalur pelayaran pantai. Ini juga memerlukan pengalaman selama 2 tahun sebagai Mualim I.
  • Ahli Nautika Tingkat III (ANT III) dapat menjadi Mualim I/Chief Officer maksimal 3000 DWT.
  • Ahli Nautika Tingkat IV (ANT IV) memerlukan Endorsment untuk jabatannya.
  • Ahli Nautika Tingkat V (ANT V) memerlukan Endorsment untuk jabatannya.
  • Ahli Nautika Tingkat Dasar (ANT D) memerlukan Endorsment untuk jabatannya.

Baca juga: Nakhoda Adalah: Arti, Tugas dan Tanggung Jawab

Certificate of Competency Engine

  • Ahli Teknik Tingkat I (ATT I) dapat menjadi Kepala Kamar Mesin/Chief Engineer pada kapal tanpa terbatas.
  • Ahli Teknik Tingkat II (ATT II) dapat menjadi Masinis I/Second Engineer pada kapal tanpa terbatas, Kepala Kamar Mesin/Chief Engineer pada kapal dengan tenaga mesin kurang dari 3000 KW dan jalur pelayaran tanpa terbatas, atau Kepala Kamar Mesin/Chief Engineer pada kapal dengan tenaga mesin tanpa terbatas dan jalur pelayaran daerah pantai.
  • Ahli Teknik Tingkat III (ATT III) dapat menjadi Perwira Jaga (tanpa terbatas), Masinis I/Second Engineer pada kapal dengan tenaga mesin kurang dari 3000 KW dan jalur pelayaran tanpa terbatas, atau Kepala Kamar Mesin/Chief Engineer pada kapal dengan tenaga mesin kurang dari 3000 KW dan jalur pelayaran daerah pantai, dengan pengalaman 2 tahun sebagai Masinis I.
  • Ahli Teknik Tingkat IV (ATT IV)
  • Ahli Teknik Tingkat V (ATT V)
  • Ahli Teknik Tingkat Dasar (ATT D)

Sertifikat Pendukung

Untuk menjadi seorang pelaut, kamu harus memiliki beberapa sertifikat pendukung yang wajib. Ini termasuk:

  • Basic Safety Training (BST) atau Pelatihan Keselamatan Dasar (WAJIB)
  • Advanced Fire Fighting (AFF)
  • Survival Craft & Rescue Boats (SCRB)
  • Medical First Aid (MFA)
  • Medical Care (MC)
  • Tanker Familiarization (TF)
  • Oil Tanker Training (OT)
  • Chemical Tanker Training (CTT)
  • Liquified Gas Tanker Training (LGT)
  • Radar Simulator (RS)
  • ARPA Simulator (AS)
  • Operator Radio Umum (ORU) atau GMDSS.

3. Mencari Pekerjaan

Cara Menjadi Pelaut Pemula selanjutnya yaitu anda dapat mulai mencari pekerjaan.

Setelah memiliki sertifikat kompetensi, kamu dapat memulai mencari pekerjaan sebagai pelaut pemula. Carilah informasi tentang perusahaan pelayaran yang membutuhkan tenaga kerja dan kirimkan lamaranmu.

4. Menjalani Tugas Sebagai Pelaut Pemula

Menjalani tugas setelah diterima bekerja merupakan salah satu Cara Menjadi Pelaut Pemula.

Jika kamu berhasil menemukan pekerjaan sebagai pelaut pemula, jangan lupa untuk mempersiapkan diri dengan baik. Berlatihlah dengan sungguh-sungguh dan pelajari tugasmu sebaik mungkin.

5. Terus Meningkatkan Kemampuan

Cara Menjadi Pelaut yang terpenting yaitu terus meningkatkan kemampuan.

Menjadi pelaut pemula hanyalah awal dari petualanganmu. Teruslah belajar dan berkembang untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuanmu sebagai pelaut.

Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, kamu akan memiliki kesempatan untuk menjadi seorang pelaut yang handal dan sukses. Jangan takut untuk terus belajar dan meningkatkan diri demi mencapai impianmu menjadi pelaut.

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Menjadi Pelaut Pemula

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Menjadi Pelaut Pemula

Berikut adalah beberapa hal yang perlu kamu perhatikan dalam menjadi pelaut pemula:

1. Keselamatan dan Kesehatan

Menjadi pelaut memerlukan kamu untuk berada di laut selama beberapa minggu atau bahkan bulan. Oleh karena itu, keselamatan dan kesehatan harus menjadi prioritas utama. Belajarlah tentang bagaimana menjaga kesehatan dan keselamatan selama bertugas di laut.

2. Kerja Tim

Seorang pelaut harus mampu bekerja sama dalam tim dan memiliki interaksi yang baik dengan rekan kerjanya. Belajarlah untuk bekerja sama dan bekerjasama dengan tim untuk mencapai tujuan bersama.

3. Adaptasi dengan Lingkungan Laut

Lingkungan laut berbeda dengan lingkungan darat, dan kamu perlu belajar untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru ini. Belajarlah tentang bagaimana mengatasi masalah yang mungkin muncul selama bertugas di laut.

4. Menjaga Profesionalisme

Menjadi pelaut memerlukan kamu untuk memiliki sikap profesional dan disiplin. Jangan lupa untuk selalu memperlakukan rekan kerja dan pelanggan dengan hormat dan sopan.

5. Terus Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan

Dunia pelayaran terus berkembang dan mengalami perubahan. Oleh karena itu, kamu harus terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilanmu untuk menjaga daya saing dan mencapai kesuksesan dalam profesi ini.

Dengan memperhatikan hal-hal di atas, kamu akan memiliki kesempatan untuk menjadi pelaut yang sukses dan profesional. Jangan lupa untuk selalu belajar dan berkembang demi mencapai tujuanmu menjadi pelaut.

Kesimpulan

Untuk cara menjadi Pelaut, setelah lulus dari SMK Pelayaran, Nautika, atau Teknika, seorang harus sudah menjalani praktek berlayar selama 12 bulan.

Bila sudah memiliki Sertifikat Kompetensi dan Sertifikat Profesiensi serta Buku Pelaut, maka dia dapat memasukkan curriculum vitae-nya ke perusahaan-perusahaan pelayaran, terutama ke perusahaan tempat dia melakukan praktek.

Sekian artikel berjudul 10+ Cara Menjadi Pelaut Pemula dan Sertifikat yang Diperlukan, semoga bermanfaat.

Pelaut Harus Lulusan Apa?

Untuk menjadi pelaut, Anda harus berasal dari sekolah menengah kejuruan (SMK) yang memiliki jurusan terkait pelayaran seperti jurusan teknik perkapalan, teknik pengelasan kapal, atau teknik instrumentasi industri. Selain itu, Anda juga bisa berasal dari SMA dengan jurusan IPA atau dari SMK dengan jurusan teknik seperti teknik otomotif, teknik mesin, atau teknik ketenagalistrikan, serta teknik mekatronika.

Loker Pintar tidak pernah meminta kompensasi atau biaya apa pun untuk perekrutan di situs ini, jika ada pihak atas nama kami atau perusahaan yang meminta biaya seperti transportasi atau akomodasi atau apa pun dipastikan itu PALSU.