Prokrastinasi Adalah: Ciri, Contoh, Jenis dan Penyebabnya

Prokrastinasi Adalah: Ciri, Contoh, Jenis dan Penyebabnya | Prokrastinasi adalah sebuah kebiasaan buruk yang kerap dialami oleh banyak orang, termasuk kita. Prokrastinasi bisa terjadi dalam berbagai aspek kehidupan, seperti dalam pekerjaan, pendidikan, atau bahkan dalam hal-hal sehari-hari.

Prokrastinasi sendiri dapat diartikan sebagai kecenderungan seseorang untuk menunda-nunda suatu tugas atau pekerjaan yang sebenarnya harus segera diselesaikan.

Akibatnya, tugas tersebut seringkali tidak atau terlambat diselesaikan, yang pada akhirnya dapat menimbulkan stres dan kecemasan pada diri kita sendiri.

Sehingga, penting untuk memahami jenis-jenis prokrastinasi yang ada dan cara mengatasinya agar kita dapat menjadi lebih produktif dan efektif dalam menjalankan tugas dan kegiatan sehari-hari.

Dalam artikel ini, kita akan membahas jenis-jenis prokrastinasi yang perlu kita ketahui serta cara mengatasi perilaku prokrastinasi.

Apa itu Prokrastinasi?

Apa itu Prokrastinasi?

Pengertian prokrastinasi adalah kebiasaan menunda-nunda pekerjaan atau tugas yang seharusnya dilakukan saat ini, dan lebih memilih untuk menunda-nunda sampai waktu yang lebih dekat dengan deadline atau bahkan sampai besok.

Kata prokrastinasi sendiri berasal dari bahasa Latin, yaitu “pro” yang berarti “maju” atau “lebih menyukai”, dan “crastinus” yang artinya “besok”. Jadi, jika digabungkan, prokrastinasi berarti “senang melakukan tugasnya besok”.

Saya sendiri sering mengalami prokrastinasi, terutama ketika harus mengerjakan tugas yang kurang menyenangkan atau sulit.

Namun, saya menyadari bahwa prokrastinasi hanya akan menimbulkan masalah dan memperburuk situasi.

Sehingga, saya berusaha untuk mengatasi kebiasaan buruk ini dengan cara memecah tugas besar menjadi tugas-tugas kecil yang lebih mudah dikerjakan dan membagi waktu dengan lebih baik.

Dalam kehidupan sehari-hari, prokrastinasi juga dapat menghambat produktivitas dan menyebabkan stres yang tidak perlu.

Jadi, penting bagi kita untuk memahami dan mengatasi kebiasaan buruk ini agar dapat menghasilkan pekerjaan yang lebih baik dan merasa lebih tenang dan bahagia di dalam hidup.

Prokrastinasi Bisa Menjadi Musuh Terbesar dalam Menyelesaikan Tugas

Prokrastinasi memang bisa menjadi musuh terbesar kita dalam mencapai tujuan dan menyelesaikan tugas.

Sebagai seorang prokrastinator, saya sering kali menggunakan kalimat andalan “aku akan merasa semangat jika melakukan hal ini besok” sebagai pembenar untuk menunda pekerjaan.

Namun pada akhirnya, saya akan menemukan diri saya mengerjakan tugas tersebut di menit-menit terakhir sebelum batas waktu.

Seringkali saya membohongi diri sendiri dengan mengatakan bahwa tugas tersebut tidak penting, padahal sebenarnya saya tahu bahwa saya harus melakukannya untuk kepentingan saya sendiri.

Alasan lainnya adalah saya “menunggu termotivasi”. Saya selalu berpikir bahwa saya akan lebih produktif dan efektif jika sudah tertekan atau di waktu-waktu terakhir.

Namun, sebuah penelitian oleh William James dan Dianne Tice yang dilakukan pada sekelompok mahasiswa menunjukkan bahwa menunda tugas justru dapat berdampak buruk pada nilai akademik dan kesehatan mental.

Para prokrastinator pada awalnya menunda tugas mereka untuk melakukan hal-hal yang lebih menyenangkan, tetapi pada akhirnya, penundaan tersebut hanya menimbulkan kerugian.

Ketika kita menunda sebuah tugas, sebenarnya ada gap atau jarak antara niat dan tindakan kita.

Meskipun pada awalnya kita sudah membuat daftar hal-hal yang akan kita kerjakan, kita tetap saja lebih memilih untuk menunda pekerjaan karena adanya beberapa alasan atau hal yang lebih menyenangkan.

Tetapi, yang perlu kita ingat adalah bahwa prokrastinasi adalah respon yang aktif, dan kita sadar bahwa kita sedang menunda pekerjaan tersebut.

Motto hidup “kalau bisa dikerjakan besok, kenapa harus sekarang?” memang terdengar menggoda, tetapi pada akhirnya, prokrastinasi hanya akan menghambat kita dalam mencapai tujuan dan mendapatkan hasil yang baik.

Sehingga, mari kita mulai mengubah kebiasaan menunda pekerjaan dan menjadi lebih produktif dalam mengerjakan tugas-tugas kita.

Ciri-Ciri Prokrastinasi

Ciri-Ciri Prokrastinasi

Prokrastinasi adalah kebiasaan menunda-nunda tugas atau pekerjaan yang seharusnya dikerjakan pada waktu yang telah ditentukan.

Ada beberapa ciri-ciri yang dapat membantu mengidentifikasi seseorang yang memiliki kecenderungan untuk melakukan prokrastinasi.

  • Para prokrastinator biasanya memiliki kecenderungan untuk mengabaikan tugas-tugas yang seharusnya segera diselesaikan. Mereka sering memilih untuk melakukan kegiatan lain yang lebih menyenangkan atau bahkan tidak penting sama sekali, ketimbang menyelesaikan tugas yang sudah dijadwalkan.
  • Para prokrastinator seringkali memikirkan tugas yang seharusnya dilakukan secara berulang-ulang, namun mereka tidak kunjung melakukannya. Mereka merasa sulit untuk memulai atau bahkan mengalami kesulitan dalam memfokuskan diri pada tugas yang sedang dihadapi.
  • Para prokrastinator juga cenderung merasa tidak memiliki cukup waktu untuk menyelesaikan tugas. Mereka sering memikirkan bahwa mereka harus mempersiapkan diri terlebih dahulu sebelum dapat memulai tugas, sehingga terkadang mereka tidak pernah mulai sama sekali.
  • Para prokrastinator cenderung merasa senang dan merasa tenang ketika tugas sudah diakhir-akhirkan atau ketika mereka berada di bawah tekanan waktu. Hal ini membuat mereka merasa dapat mengeluarkan kemampuan terbaik mereka dalam waktu yang terbatas.
  • Menunda-nunda pekerjaan atau tugas yang seharusnya dikerjakan dengan cepat.
  • Memiliki kecenderungan untuk menyelesaikan pekerjaan di menit terakhir.
  • Seringkali merasa tidak termotivasi untuk mengerjakan tugas yang sulit atau membosankan.
  • Mengalami kesulitan dalam mengatur waktu atau menentukan prioritas dalam pekerjaan.
  • Seringkali mencari alasan atau pembenaran untuk menunda pekerjaan yang harus dilakukan.
  • Mengalami penurunan kualitas hasil pekerjaan karena tergesa-gesa dalam menyelesaikan pekerjaan di menit terakhir.
  • Mengalami peningkatan tingkat stres karena menunda-nunda pekerjaan.
  • Seringkali merasa kecewa dengan diri sendiri karena tidak dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.
  • Mengalami penurunan produktivitas karena terlalu banyak menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak penting atau menyenangkan.
  • Memiliki kecenderungan untuk mengabaikan konsekuensi dari menunda-nunda pekerjaan atau tugas.

Namun, perlu diingat bahwa prokrastinasi tidak hanya menimbulkan dampak buruk pada pekerjaan atau tugas yang harus diselesaikan, tetapi juga dapat berdampak negatif pada kesehatan mental.

Jadi, mulailah untuk mengidentifikasi ciri-ciri prokrastinasi pada diri sendiri dan mencari cara untuk mengatasi kebiasaan menunda-nunda yang merugikan tersebut.

Jenis-Jenis Prokrastinasi

Jenis-Jenis Prokrastinasi

Prokrastinasi adalah sebuah kebiasaan yang kerap dilakukan oleh sebagian besar orang, terutama pada saat menghadapi tugas yang dianggap sulit atau tidak menyenangkan.

Perilaku ini seringkali dianggap sepele, namun sebenarnya bisa memiliki dampak negatif pada kehidupan seseorang.

Ada berbagai jenis prokrastinasi yang dapat terjadi, dan memahami jenis-jenisnya dapat membantu kita mengidentifikasi dan mengatasi perilaku tersebut dengan lebih efektif.

Dalam bagian ini, kita akan membahas berbagai jenis menunda-nunda yang sering terjadi dan penjelasan mengenai masing-masing jenisnya.

1. Prokrastinasi Fungsional

Ada jenis prokrastinasi yang disebut sebagai prokrastinasi fungsional. Prokrastinasi ini terjadi ketika seseorang menunda pekerjaan yang sebenarnya penting untuk dilakukan, namun dilakukan demi mendapatkan informasi yang lebih akurat dan detail terlebih dahulu.

Dalam prokrastinasi fungsional, seseorang akan menghabiskan waktu untuk mengumpulkan informasi, data, atau referensi penting yang berkaitan dengan tugas yang harus dikerjakan. Namun, karena pengumpulan informasi memerlukan waktu yang tidak pasti, seseorang seringkali terjebak dalam siklus penundaan.

Jenis menunda-nunda ini biasanya terjadi pada tugas-tugas yang berkaitan dengan penelitian atau kegiatan yang membutuhkan pemikiran yang mendalam.

Meskipun terkadang mengumpulkan informasi bisa membantu seseorang untuk membuat keputusan yang lebih tepat, namun bila berlebihan, menunda-nunda fungsional bisa berakibat buruk pada produktivitas seseorang.

Jadi, sebaiknya tetap mengatur waktu dengan bijak ketika menyelesaikan tugas yang memerlukan pengumpulan informasi atau data. Jangan sampai menunda-nunda fungsional malah membuat kita tidak efektif dan tidak efisien dalam menyelesaikan tugas.

2. Prokrastinasi Disfungsional

Prokrastinasi adalah kebiasaan menunda-nunda pekerjaan yang bisa berdampak buruk dan menimbulkan masalah baru. Ada dua jenis menunda-nunda yang bisa terjadi:

a. Prokrastinasi Keputusan

Jenis menunda-nunda ini terkait dengan menunda-nunda untuk membuat keputusan. Seseorang mungkin menunda untuk menyelesaikan suatu tugas atau pekerjaan karena merasa stres dan sulit untuk membuat keputusan dalam situasi yang kacau.

Hal ini seringkali terjadi karena kesulitan dalam mengidentifikasi tugas atau masalah yang dihadapi.

Akibatnya, orang tersebut menunda-nunda dalam membuat keputusan yang dibutuhkan. Jenis menunda-nunda ini bisa terkait dengan kelupaan dan kegagalan proses kognitif, namun tidak berarti orang tersebut kurang cerdas.

b. Prokrastinasi Penghindaran

Jenis prokrastinasi ini terkait dengan menunda-nunda pekerjaan yang dianggap tidak menyenangkan atau sulit untuk dilakukan.

Orang yang mengalami menunda-nunda penghindaran seringkali menunda-nunda pekerjaan yang dianggap sulit karena takut gagal atau merasa tugas tersebut tidak sepadan dengan usaha yang dikeluarkan.

Jenis menunda-nunda ini seringkali terkait dengan tipe self-presentation, yaitu keinginan untuk menjaga citra diri dan menghindari tugas yang dianggap menantang.

Contoh Prokrastinasi

Contoh Prokrastinasi

Berikut adalah beberapa contoh prokrastinasi yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari:

1. Menunda Pekerjaan yang Seharusnya Dikerjakan

Contohnya adalah menunda menyelesaikan tugas kuliah atau pekerjaan kantor yang harusnya dikerjakan pada waktu tertentu. Akibatnya, pekerjaan menumpuk dan sulit untuk diselesaikan dalam waktu yang singkat.

2. Menghindari Tugas yang Tidak Menyenangkan

Contohnya adalah menghindari tugas yang dianggap sulit, membosankan, atau memerlukan banyak waktu dan usaha untuk menyelesaikannya.

Sebagai contoh, seseorang yang tidak menyukai olahraga sering kali menunda untuk melakukan kegiatan olahraga yang seharusnya dilakukan.

3. Membiarkan Diri Terlena dalam Zona Nyaman

Contohnya adalah membiarkan diri terlena dalam rutinitas yang nyaman dan tidak memotivasi untuk melakukan hal-hal baru.

Sebagai contoh, seseorang yang sudah nyaman dengan pekerjaannya saat ini tidak berusaha untuk mencari pekerjaan baru yang mungkin lebih menantang dan memotivasi.

4. Menunda dalam Mengambil Keputusan

Contohnya adalah menunda untuk membuat keputusan penting, seperti memilih jurusan kuliah atau memutuskan apakah harus menerima tawaran pekerjaan baru.

Akibatnya, orang tersebut kebingungan dalam mengambil keputusan dan mungkin kehilangan kesempatan yang baik.

5. Mengalihkan Perhatian dengan Kegiatan Lain

Contohnya adalah mengalihkan perhatian dari tugas yang seharusnya dikerjakan dengan melakukan kegiatan lain yang lebih menyenangkan atau lebih mudah dilakukan.

Sebagai contoh, seseorang yang harus menyelesaikan tugas presentasi seringkali malah memilih untuk berselancar di internet atau menonton film daripada fokus pada tugasnya.

Prokrastinasi adalah kebiasaan menunda-nunda yang seringkali merugikan diri sendiri. Oleh karena itu, penting untuk mengidentifikasi dan mengatasi menunda-nunda agar dapat mencapai tujuan dan meraih kesuksesan dalam kehidupan.

Cara Mengatasi Perilaku Prokrastinasi

Prokrastinasi adalah sebuah perilaku yang seringkali membuat kita terlambat dalam menyelesaikan tugas dan mempengaruhi produktivitas kita. Namun, kita bisa mengatasi perilaku ini dengan beberapa cara, diantaranya:

1. Membuat Daftar Tugas

Buatlah daftar tugas yang harus diselesaikan dan prioritaskan tugas yang paling penting atau yang harus diselesaikan lebih dulu.

Dengan membuat daftar tugas, kita bisa memperjelas apa yang harus dilakukan dan menghindari rasa bingung atau bingung akan tugas yang harus dikerjakan.

2. Mengatur Jadwal yang Tepat

Mengatur jadwal yang tepat dapat membantu kita untuk membagi waktu dengan lebih efisien. Buatlah jadwal yang sesuai dengan kebutuhan dan kegiatan yang harus dilakukan.

Dengan demikian, kita bisa menghindari tugas yang menumpuk dan meningkatkan produktivitas dalam menyelesaikan tugas.

3. Mengenal dan Mengetahui Waktu yang Tepat untuk Bekerja

Setiap orang memiliki waktu yang berbeda dalam bekerja, ada yang lebih produktif di pagi hari dan ada juga yang lebih produktif di malam hari.

Kenali waktu yang tepat bagi diri kita untuk bekerja sehingga dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam menyelesaikan tugas.

4. Menghindari Gangguan

Saat bekerja, hindari gangguan yang bisa mengganggu konsentrasi dan membuat kita malas atau terganggu.

Matikan ponsel atau notifikasi di komputer dan hindari bermain media sosial atau menonton TV saat bekerja.

5. Belajar Menghadapi Rasa Malas

Ketika merasa malas atau tidak memiliki semangat untuk bekerja, cobalah untuk mengubah pikiran dan pola pikir yang negatif menjadi positif.

Lakukan kegiatan yang bisa membangkitkan semangat, seperti berolahraga atau mendengarkan musik.

6. Membuat Deadline yang Realistis

Deadline yang realistis dapat membantu kita untuk menyelesaikan tugas tepat waktu dan menghindari penundaan.

Tetap realistis dalam menentukan deadline sehingga dapat menyelesaikan tugas dengan baik dan tanpa membebani diri sendiri.

Dengan menerapkan beberapa cara di atas, kita bisa mengatasi perilaku prokrastinasi dan meningkatkan produktivitas serta efektivitas dalam menyelesaikan tugas.

Baca juga: 8+ Cara Mengatasi Prokrastinasi dalam Kerja Keras

Penyebab Terjadinya Prokrastinasi

Penyebab Terjadinya Prokrastinasi

Tentu saja! Berikut adalah beberapa penyebab terjadinya perilaku prokrastinasi yang sering terjadi:

1. Perasaan Tidak Mampu atau Takut Gagal

Ketika seseorang merasa tidak mampu menyelesaikan tugas atau takut gagal, mereka cenderung menunda-nunda pekerjaan tersebut.

Mereka merasa lebih nyaman untuk menunda daripada menghadapi ketakutan mereka. Namun, membiarkan ketakutan ini terus menerus mengendalikan perilaku hanya akan menimbulkan masalah lebih besar di kemudian hari.

2. Kurangnya Motivasi

Kurangnya motivasi bisa menjadi penyebab utama prokrastinasi. Ketika seseorang tidak memiliki motivasi yang cukup, mereka tidak merasa tertarik untuk menyelesaikan tugas yang diberikan dan cenderung menunda-nunda pekerjaan tersebut.

3. Kurangnya Pengaturan Waktu

Seringkali seseorang menunda pekerjaan karena tidak memiliki pengaturan waktu yang baik.

Mereka tidak tahu harus memulai dari mana dan bagaimana membagi waktu yang mereka miliki untuk menyelesaikan tugas tersebut.

Sehingga, penting bagi seseorang untuk belajar bagaimana mengelola waktu mereka dengan baik.

4. Kurangnya Fokus

Ketika seseorang tidak fokus pada tugas yang sedang mereka kerjakan, mereka cenderung menunda-nunda pekerjaan tersebut.

Hal ini sering terjadi ketika seseorang merasa bosan atau tidak tertarik dengan tugas tersebut.

5. Terganggu oleh Faktor Eksternal

Faktor eksternal seperti gangguan dari lingkungan sekitar atau tugas-tugas yang mendadak muncul dapat menyebabkan seseorang menunda-nunda pekerjaan.

Penting untuk mencoba menghindari gangguan ini sebisa mungkin dan membuat jadwal yang terstruktur.

Mengatasi prokrastinasi bisa menjadi sulit, namun dengan memahami penyebabnya, seseorang dapat mencari cara-cara untuk mengatasinya.

Apa Penyebab Orang Melakukan Prokrastinasi?

Prokrastinasi atau kebiasaan menunda-nunda tugas adalah hal yang umum terjadi di kalangan banyak orang.

Namun, meskipun begitu, masih banyak yang bertanya-tanya mengapa hal tersebut bisa terjadi. Apa yang sebenarnya menjadi penyebab orang untuk melakukan menunda-nunda? Beberapa faktor seperti kecemasan, kurangnya motivasi, dan masalah kesehatan mental bisa menjadi penyebab utama terjadinya menunda-nunda.

Selain itu, adanya gangguan emosional dan ketidakmampuan untuk mengatur waktu juga dapat memicu seseorang untuk melakukan prokrastinasi.

Bagaimanapun, mengetahui penyebabnya bisa membantu kita untuk mengatasi kebiasaan menunda-nunda tugas tersebut dan menjadi lebih produktif.

Kesimpulan

Dalam kesimpulannya, prokrastinasi dapat terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Hal tersebut dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari, baik itu dalam pekerjaan maupun dalam kehidupan pribadi.

Penyebab dari menunda-nunda sendiri bermacam-macam, mulai dari kurangnya motivasi, rasa takut, hingga adanya gangguan mental.

Namun, terdapat beberapa cara untuk mengatasi prokrastinasi, seperti memecah tugas menjadi bagian yang lebih kecil, menetapkan deadline yang realistis, serta mencari dukungan dari orang lain.

Penting bagi kita untuk mengenali jenis-jenis menunda-nunda agar dapat mengatasi atau bahkan mencegahnya.

Dengan mengelola waktu dan motivasi dengan baik, kita dapat menghindari perilaku menunda-nunda dan menjadi lebih produktif dalam menjalani kehidupan.

Sekian artikel berjudul Prokrastinasi Adalah: Ciri, Contoh, Jenis dan Penyebabnya, semoga bermanfaat.

Loker Pintar tidak pernah meminta kompensasi atau biaya apa pun untuk perekrutan di situs ini, jika ada pihak atas nama kami atau perusahaan yang meminta biaya seperti transportasi atau akomodasi atau apa pun dipastikan itu PALSU.