Aturan Jika Nilai SKD dan SKB CPNS Nilainya Sama

Bagaimana Aturan Jika Nilai SKD dan SKB CPNS Nilainya Sama? Menjelang tes seleksi CPNS banyak hal yang perlu dipersiapkan oleh para peserta. Selain dokumen, anda juga harus memahami seluk beluk materi yang diujikan. Beberapa pertanyaan mengacu pada aturan dalam penilaian SKD dan SKB.

Sekaligus penasaran bagaimana bila dua peserta punya nilai sama. begini aturan jika nilai SKD dan SKB CPNS nilainya sama, simak berikut ini.

A. Materi SKD yang Diujikan Pada Tes Seleksi CPNS

1. Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)

Aturan Jika Nilai SKD dan SKB CPNS Nilainya Sama

Materi TWK biasanya memiliki muatan soal berjumlah 30, dengan materi tentang pengetahuan kebangsaan. Tujuannya untuk menilai penguasaan wawasan dan kemampuan implementasi terkait nasionalisme, integritas, pilar negara, bela negara, dan bahasa Indonesia. Tes ini penting untuk menilai seberapa besar keinginan calon peserta dalam melayani negara.

Dalam tes TWK, akan diajukan pertanyaan perihal tujuan mempertahankan identitas nasional. Kemudian menilai sejauh mana calon peserta dapat menjunjung tinggi kejujuran, ketangguhan, dan kewibaan.

Tidak ketinggalan kemampuan berperan aktif dalam mempertahankan eksistensi bangsa dan negara. Serta pemahaman tentang nilai-nilai dalam Pancasila dan UUD 1945.

2. Tes Intelegensi Umum (TIU)

TIU memiliki bobot soal berjumal 30 dengan tiga komponen yaitu kemampuan verbal, kemampuan numerik, dan kemampuan figural.

Pada tes kemampuan verbal, calon peserta akan diuji meliputi analogi, silogisme, analitis. Materi ini bertujuan untuk mengukur sisi psikologi peserta CPNS. Dari hasilnya dapat dilihat bagaimana kemampuan dalam berkomunikasi.

Lalu pada uji kemampuan numerik yang meliputi berhitung, deret angka, perbandingan kuantitatif, dan soal cerita. Sedangkan kemampuan figural terdiri dari analogi, ketidaksamaan, dan serial. Apabila ada kasus nilai sama, begini aturan jika nilai SKD dan SKB CPNS nilainya sama. Diantaranya mengingat bahwa nilai SKD punya pertimbangan sekitar 40 persen dari totalnya.

3. Tes Karakteristik Pribadi (TKP)

Materi ujian ini melingkupi pelayanan publik, jejaring kerja, sosial budaya, profesionalisme, teknologi, dan informasi. Dari sini para peserta CPNS akan dinilai bagaimana fleksibelitasnya dalam melayani masyarakat nanti. Sekaligus menilai sisi profesionalisme dalam melaksanakan tugas dan fungsi sesuai tuntutan jabatan.

B. Materi SKB yang Diujikan dalam Tes CPNS

Tes SKB ditujukan untuk mencari tahu apakah kompetensi pelamar CPNS sesuai dengan bidang formasi yang dituju atau tidak. Untuk materi yang diujikan berupa standar kompetensi yang diperlukan dalam suatu jabatan. Dibedakan menjadi materi untuk Jabatan Fungsional dan Jabatan Pelaksana.

Untuk materi soal SKB Jabatan Fungsional disusun oleh instansi Pembina jabatan fungsional. Mekanisme pemberian soal dilaksanakan dengan sistem CAT dan berlokasi di instansi pusat. Sedangkan materi SKB Jabatan Pelaksana cenderung ke masalah teknis, tidak begitu jauh dengan soal pada Jabatan Fungsional. Hanya ditambahkan tes praktik kerja langsug serta wawancara.

Untuk bobot nilai SKB adalah 60 persen, maka  begini aturan jika nilai SKD dan SKB CPNS nilainya sama. Berdasarkan angka presentase tersebut bisa diketahui bahwa SKB memberikan skor nilai yang lebih besar daripada SKD. Maka apabila ada kesamaan nilai pihak penyelenggara akan mempertimbangkan apa saja yang unggul sesuai bidang masing-masing.

C. Tata Aturan dalam Pemberian Skor Nilai Tes CPNS

Aturan Jika Nilai SKD dan SKB CPNS Nilainya Sama

Sebagai palamar CPNS, anda perlu mengetahui bagaimana aturan yang ditetapkan untuk ujian seleksi. Salah satunya terkait standar penilaian pada SKD dan SKB guna memperkirakan harus berapa skor yang dibutuhkan untuk lolos. Apabila pelamar tidak lolos seleksi SKBD maka tidak bisa melanjutkan ke tahap tes SKB. Bagi yang lolos akan mendapatkan integrasi nilai dari total skor.

Pelamar CPNS yang menjalani tes SKD dan SKB hasilnya akan diolah sesuai dengan ketentuan. Hal ini digunakan sebagai jalan sebelum pelamar dinyatakan sebagai seorang ASN. Penentuan nilainya antara lain SKD sebesar 40 persen, sedangkan SKB 60 persen. Dari besaran bobot nilai yang berbeda ini dapat disimpulkan bahwa SKB menyumbangkan skor paling menentukan.

Bagaimana Aturan Jika Nilai SKD dan SKB CPNS Nilainya Sama?

Untuk instansi yang melaksanakan tes SKB menggunakan CAT, maka hasil akhir SKB adalah nilai utama. Apabila terjadi kasus nilai sama, maka  begini aturan jika nilai SKD dan SKB CPNS nilainya sama. Tinggal lihat kriteria di dalam nilai SKB apakah sudah memenuhi standar kompetensi sesuai jabatan atau belum. Dari sini para penyeleksi pelamar CPNS akan mempertimbangkannya.

Perlu anda tahu di dalam tes SKB tidak ada istilah passing grade, hasil nilai murni dari penilaian pihak yang berwenang. Selain itu SKB memiliki beberapa macam tes seperti CAT, wawancara, praktik, dan psikotes. Perhitungan nilainya pun cukup sederhana, jika pakai CAT berarti nilai SKB berasal dari CAT sendiri. Apabila ditambah wawancara maka 50 persen SKB dan 50 persen skor wawancara.

D. Penentuan Lolos Tidaknya Bila Nilai SKB dan SKD Sama

1. Dipilih Total Nilai SKD yang Lebih Tinggi

Selama berlangsungnya penerimaan CPNS jarang ditemukan kasus dimana hasil tes SKB dan SKD sama. Namun sebagai antisipasi panitia penyelenggara sudah mempersiapkan beberapa aturannya se-adil mungkin. Maka ketika hasil dari integrasi nilai SKB dan SKD sama, tinggal dilihat dari total nilai SKD.

Apabila terjadi nilai SKD dan SKB serupa antar beberapa peserta, maka perlu ditimbang lagi untuk memilah yang terbaik. Maka begini aturan jika nilai SKD dan SKB CPNS nilainya sama, pihak penilai akan memilih nilai SKD diantara peserta tersebut yang paling tinggi. Dari penilaian ini dapat terlihat mana pelamar yang lolos seleksi dan tidak.

Oleh sebab itu, sebelum mengikuti tes seleksi CPNS para peserta harus mempersiapkan dengan matang. Mulai atur waktu untuk berlatih soal-soal agar terbiasa ketika menjawab pertanyaan nantinya. Jadi kemungkinan besar mendapatkan nilai SKD tinggi bisa terpenuhi.

2. Mengurut Nilai Tes

Sulit memang menentukan pilihan CPNS yang berhak lolos seleksi. Dalam kondisi nilai yang seimbang, pihak penyelenggara akan mengurutkan nilai berdasarkan nilai TKP, TIU, dan TWK.

Proses pengurutan ini untuk menyeleksi siapa peserta yang memperoleh skor paling besar. Namun ditentukan sesuai dengan standar kompetensi dari jabatan yang dipilih.

Baca juga: Tryout dan Latihan Contoh Soal CPNS TWK, TKP dan TIU (Kunci Jawaban) 2021

3. Berdasar Nilai IPK

begini aturan jika nilai SKD dan SKB CPNS nilainya sama, pihak penyelenggara akan menentukannya dari nilai IPK tertinggi. Hal ini berlaku pada jenjang Sarjana, Magister, dan Doktor. Sedangkan untuk SMA atau sederajat berasal dari nilai rata-rata yang terdapat pada ijazah.

4. Berdasar Usia

Penentuan kelulusan peserta bila nilainya sama bisa juga dari usia tertinggi. Ketika mendaftar pada masing-masing formasi pasti sudah ditentukan masalah usia.

Ini bisa menjadi acuan untuk menerima peserta CPNS sesuai bidang yang dibutuhkan. Misalnya dua peserta punya nilai seimbang tapi satu peserta usianya diatas kriteria bisa jadi bahan pertimbangan.

Ujian seleksi CPNS selalu ditunggu-tunggu sebagian besar masyarakat Indonesia setiap diselenggarakan. Seolah sudah menjadi impian untuk bekerja pada instansi pemerintahan.

Oleh karena itu, harus dipersiapkan sejak awal baik dokumen maupun materi untuk tes. Apabila ditemukan kesamaan nilai antar peserta, maka pihak penyelanggara memiliki aturan tersendiri.

Loker Pintar tidak pernah meminta kompensasi atau biaya apa pun untuk perekrutan di situs ini, jika ada pihak atas nama kami atau perusahaan yang meminta biaya seperti transportasi atau akomodasi atau apa pun dipastikan itu PALSU.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

error: Content is protected !!