Kelebihan dan Kekurangan On The Job Training

Apa Kelebihan dan Kekurangan On The Job Training? On job training merupakan sebuah program yang saat ini banyak digunakan oleh seluruh perusahaan di indonesia.

Kelebihan dan Kekurangan On The Job Training

Banyak pakar yang merasa bahwa langkah ini jauh lebih efektif untuk meningkatkan pelatihan pada karyawan. Biasanya pelatihan ini dilakukan untuk beberapa posisi saja.

Bagi kamu yang penasaran tentang OJT, yuk simak ulasan tentang kelebihan dan kekurangannya di sini.

A. Sekilas Tentang Pelatihan Kerja

Sebelum masuk ke pokok bahasan yang utama, kamu harus tahu terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan pelatihan kerja. Sejatinya program ini akan diberikan oleh perusahaan pada setiap karyawannya, terutama mereka yang masih baru atau pindah dari satu divisi ke divisi yang lain.

Pelatihan ini didesain sedemikian rupa, agar orang yang bersangkutan memiliki skill yang lebih baik.

Rangkaian aktivitas yang dilaksanakan juga sangat beragam, mulai dari peningkatan keahlian, pengalaman, dan pengetahuan.

Diharapkan, karyawan tersebut dapat menyerap skill dan mengimprove kemampuan nya ke arah yang positif. Bentuk dari OJT juga sangat beragam, mereka adalah coaching, mentoring, rotasi pekerjaan, understudy, dan apprenticeship.

B. Kelebihan On The Job Training

Kelebihan dan Kekurangan On The Job Training

1. Karyawan Dibekali Pengetahuan Langsung Dari Senior

Orang yang sudah berpengalaman dalam sebuah bidang pasti bisa memberikan kiat kiat suksesnya kepada orang lain dalam hal atau jobdesk yang sama. Itulah yang bisa didapat oleh peserta OJT.

Para senior akan sharing berbagi pengetahuan sesuai dengan apa yang mereka pahami. Dijamin pengetahuan mereka akan sangat berguna bagi karir peserta.

Jika kamu saat ini sedang OJT, jangan lupa untuk selalu membawa notes kecil di dalam saku beserta satu buah pensil atau bolpoin.

Akan jauh lebih baik jika kamu mencatat setiap pengetahuan yang diperoleh. Setelah sampai di rumah, kamu bisa mengulanginya kembali agar melekat dengan sempurna di dalam otak.

2. Melakukan Tugas Yang Sesungguhnya

Banyak orang yang mengira bahwa on job training adalah bagian dari magang yang outputnya hanya untuk penilaian tugas saja.

Peserta OJT akan ditantang untuk melakukan pekerjaan yang sesungguhnya dan bukan tugas tuga simulasi. Alhasi, tekanannya menjadi lebih besar, begitu pula dengan apresiasinya. Namun melalui hal ini, peserta dapat berlatih dengan lebih realistis.

Berkenaan dengan hal ini, kamu sebagai peserta OJT juga tidak bisa seenaknya sendiri. Kamu harus menanamkan prinsip bahwa OJT ini menjadi bagian dari pekerjaan dan bukan hanya main main ke perusahaan atau divisi lain.

Dengan begitu, ilmu yang didapat tidak hanya teoritis, namun juga praktek nyata di lapangan.

3. Mengeratkan Hubungan Sesama Karyawan Dan Atasan

Sebelumnya sudah sempat disinggung bahwa OJT bisa berupa pelatihan di perusahaan lain atau antar divisi. Jika kamu sedang OJT antar divisi, maka kamu akan mengenal lebih banyak karyawan di dalam perusahaan tempat mu bekerja.

Dengan begitu, hubungan antara karyawan menjadi lebih erat. Kamu bisa saling sharing ilmu dengan orang yang selama ini jarang berdiskusi denganmu.

OJT juga akan mengakrabkan kamu dengan atasan. Misalnya saja dalam sesi coaching, atasan akan langsung memberikan pelatihan secara one to one.

Kamu akan mendapatkan instruksi kerja secara perorangan dari atasan sehingga membuat beliau lebih mengenal kamu. Berkaitan dengan hal ini, kamu perlu memberikan hasil kerja yang baik agar atasan merasa bangga.

4. OJT Mudah Untuk Dijadwalkan dan Tidak Memakan Biaya

Kelebihan dan kekurangan on the job training sudah sepatutnya ditelisik lebih dalam. Namun memang sepertinya keunggulan mereka jauh lebih banyak.

Sebagai contoh, OJT tidak memakan banyak biaya dan mudah dijadwalkan. Kamu hanya perlu mengikuti program tersebut dengan baik dan benar agar manfaatnya bisa diserap secara optimal.

Pihak perusahaan juga pastinya menjadwalkan program OJT dengan seksama. Toh hasil dari program ini akan ikut menguntungkan perusahaan itu sendiri.

Kamu sebagai pengalaman mendapatkan pengetahuan dan skill baru, dan pihak perusahaan mendapat karyawan yang multi skill. Alhasil SDM didalam perusahaan semakin meningkat.

C. Kekurangan On The Job Training

Kelebihan dan Kekurangan On The Job Training

1. Motivasi Pelatihan Kurang Kuat

Sebagian orang yang sudah melakukan OJT merasa bahwa program ini sebenarnya kurang efektif. Salah satu alasannya karena motivasi pelatihan yang kurang dan terkesan kurang serius.

Beberapa pegawai mungkin hanya mengira bahwa kegiatan ini hanya untuk formalitas. Alhasil pegawai tersebut tidak mendapatkan esensi atau manfaat dari OJT secara menyeluruh.

Terkait dengan hal ini, perusahaan perlu memilih mana orang yang layak mendapatkan program tersebut dan mana yang tidak.

Setelah karyawan melakukan OJT, lebih baik berikan penilaian yang detail. Hal tersebut akan membuat setiap peserta lebih fokus saat menjalankan tugas. Mereka tidak akan merasa bahwa ini adalah main main.

2. Tidak Semua Pelatih Atau Mentor Mampu Melatih Orang

Sebenarnya di dalam sebuah perusahaan ada banyak orang hebat yang berpengalaman. Mereka sudah menggeluti profesi ini belasan bahkan sampai puluhan tahun.

Jam terbang yang panjang membuat banyak informasi yang juga perlu dibagikan. Namun sayangnya, tidak semua atasan memiliki kemampuan untuk menjadi mentor atau coach.

Ada sebagian orang yang memang pintar namun sulit untuk mengajarkan ilmunya kepada orang lain. Memang tidak dapat dipungkiri, apabila proses belajar mengajar perlu ikatan yang nyaman antara pengajar dan peserta.

Jika pendidiknya merasa grogi, maka pesertanya pun tidak dapat menangkap setiap informasinya dengan detail.

Alasan itu pula yang membuat kemampuan komunikasi sifatnya sangat penting dan mendasar. Akan sangat menyenangkan jika seseorang bisa menyampaikan ide atau gagasannya dengan jelas kepada orang lain.

Ilmu yang dimilikinya juga bisa dibagikan, sehingga membawa dampak yang baik bagi karir pendengarnya. Sangat disayangkan jika kondisi tersebut tidak terlaksana.

3. Waktu Yang Terbatas

Karena OJT dilakukan berbarengan dengan jam kerja, maka ada kalanya sulit untuk mengatur jadwal training. Bisa saja saat ini atasan sedang sibuk, namun peserta OJT sedang tidak memiliki project.

Saat atasan sudah memiliki waktu luang, maka karyawan OJT lah yang sedang kebanjiran task dari divisinya sendiri. Dampak dari skenario tersebut adalah pelaksanaan OJT yang terbatas.

Para peserta tidak bisa full mengikuti jadwal atasan. Mengingat mereka sendiri masih memiliki pekerjaan yang wajib dilaksanakan.

Namun untungnya, OJT ini sangat fleksibel sehingga dapat dilaksanakan dengan berbagai cara. Jika memang jadwal pekerjaan atasan dan peserta saling bentrok, maka dapat dijadwalkan ulang dan menunggu waktu yang lebih senggang.

Baca juga: Prospek Kerja Jurusan Ilmu Komunikasi

4. Karyawan Yang Tidak Terlatih Dengan Baik Bisa Memberikan Dampak Buruk

Setiap perusahaan yang mengirimkan karyawannya untuk OJT pasti ingin bahwa skill pegawai yang bersangkutan meningkat dengan baik.

Berangkat dari ekspektasi ini, peserta OJT sering langsung diberikan tugas yang lebih sulit setelah masa trainingnya selesai. Seharusnya mereka menelisik lebih jauh apa kelebihan dan kekurangan on the job training.

Itulah sedikit penjelasan terkait dengan OJT yang perlu kamu ketahui. Jika memang mendapatkan kesempatan itu, lebih baik langsung diambil saja.

Kamu bisa memperkaya diri dengan pengetahuan dan skill yang mungkin tidak dimiliki oleh rekan mu di divisi yang sama. Kamu juga bisa lebih mengenal perusahaan dengan lebih dalam.

Loker Pintar tidak pernah meminta kompensasi atau biaya apa pun untuk perekrutan di situs ini, jika ada pihak atas nama kami atau perusahaan yang meminta biaya seperti transportasi atau akomodasi atau apa pun dipastikan itu PALSU.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

error: Content is protected !!