5 Sistem dan Cara Kerja Kontraktor

Bagaimana Sistem dan Cara Kerja Kontraktor? Pada kesempatan kali ini kami ingin mencoba menjelaskan sedikit tentang mekanisme kerja yang biasanya diterapkan ketika anda bekerja dengan perusahaan konstruksi.

Yang kami tuju di sini untuk sistem kerja kontraktor adalah Cara Kerja Kontraktor yang ditawarkan dalam menangani proyek pembangunan untuk beberapa klien mereka.

Hal ini penting untuk Anda ketahui karena akan membantu Anda memahami hak dan kewajiban kontraktor dan diri Anda sendiri selama kontrak pembangunan berjalan.

Oleh karena itu, silakan baca informasi kami di artikel ini dan pastikan Anda membacanya sampai akhir.

Cara Kerja Kontraktor

5 Sistem dan Cara Kerja Kontraktor

Ketika Anda ingin membangun sebuah gedung atau apartemen, biasanya Anda membutuhkan seorang arsitek atau kontraktor untuk menyelesaikan proyek konstruksi Anda.

Ketika arsitek mengerjakan desain bangunan yang akan dibangun, kontraktor mengerjakan pelaksanaan konstruksi.

Dalam melaksanakan pekerjaannya, sebuah jasa kontraktor memiliki sistem dan cara kerjanya. Cara kerja kontraktor tercantum di bawah ini.

1. Sistem Cost and Fee

Sistem kerja kontraktor pertama ini sepenuhnya bersifat terbuka dan penggunaan dana akan selalu dikomunikasikan kepada Anda oleh kontraktor sehingga semua biaya yang terkait dengan proyek Anda dapat terlihat dengan baik.

Cara Kerja Kontraktor ini akan memberikan informasi pengeluaran uang untuk berbagai hal termasuk membeli bahan bangunan, gaji karyawan hingga biaya kecil yang dibuka sebagai jaminan bila tidak ada penyelewengan dana.

Dalam Sistem Cost and Fee, Anda sebenarnya pemilik proyek, bisa membeli bahan bangunan sendiri.

Tetapi jika Anda terlalu sibuk dan tidak punya waktu untuk itu, Anda selalu dapat menyerahkannya kepada kontraktor.

Oleh karena itu, kontraktor harus memberikan kwitansi atau bukti pembelian yang menunjukkan jumlah nominal uang yang dikeluarkan untuk membeli suatu material.

Sangat tepat untuk menggunakan cara kerja kontraktor ini jika Anda menginginkan hasil pembangunan berkualitas tinggi.

Selain itu, mekanisme cost and fee sering diminta oleh banyak arsitek ketika bangunan tersebut memiliki konstruksi yang sulit.

Ini karena mekanisme kerjanya sangat fleksibel. Anda berhak memutuskan sendiri apakah kontraktor dapat melanjutkan ke prosedur selanjutnya atau tidak. Tergantung seberapa puas Anda dengan pekerjaan yang dilakukan.

Untuk membayar jasa kontraktor dengan sistem ini, Anda harus memberinya 10% dari total nilai proyek.

Di beberapa daerah terkadang mencapai 15%. Jadi gaji kontraktor adalah 10% dari nilai proyek, maka jika Anda membangun gedung dan menghabiskan Rp 150.000.000, kontraktor berhak menerima Rp 15.000.000.

Itu berarti Anda perlu menyiapkan setidaknya Rp 165.000.000 untuk proyek tersebut.

2. Sistem Borongan Sebagian

5 Sistem dan Cara Kerja Kontraktor

Berbeda dengan sistem cost and fee, dimana tanggung jawab pekerjaan berada di tangan pemilik proyek, dalam sistem borongan sebagian terdapat banyak pekerjaan yang kesemuanya menjadi tanggung jawab kontraktor.

Apa tugasnya tergantung kesepakatan antara kedua belah pihak. Jadi Anda harus memastikan di awal kerjasama.

Namun, biasanya kita menemukan cara kerja kontraktor dengan sistem borongan sebagian, biasanya kontraktor diberikan kepercayaan penuh dalam menangani proses konstruksi.

Kemudian, setelah memasuki tahap finishing, cara kerja kontraktor beralih ke sistem fee and charge.

Dengan demikian, proses pengaplikasian keramik, plesteran dinding, dll kembali ke tangan konsumen.

Dapat kami katakan bahwa rangkuman dari sistem borongan sebagian ini sangat cocok untuk Anda yang tidak memiliki uang tetapi tetap menginginkan hasil akhir yang memuaskan.

Seperti yang kami tulis pada paragraf di atas, Anda dapat mengajukan kembali sistem cost and fee pada saat penyelesaian akhir sehingga di sini Anda dapat mengoptimalkan anggaran yang Anda miliki untuk menyelesaikan bangunan Anda sesempurna mungkin.

3. Sistem Borongan Penuh

Sistem kerja kontraktor terakhir adalah borongan penuh. Cara kerja kontraktor menggunakan sistem ini, yang harus Anda lakukan adalah menyiapkan dana pembangunan proyek, bernegosiasi dengan kontraktor, menetapkan tenggat waktu, menetapkan syarat pembayaran, dan akhirnya memberikan dana yang disiapkan. Kemudian proyek menjadi tanggung jawab penuh dari pihak kontraktor.

Artinya kontraktor mengelola sendiri penggunaan anggaran pembangunan dari Anda.

Pada dasarnya, dengan mekanisme ini Anda tahu bahwa kontraktor bersedia merealisasikan bangunan Anda dengan dana yang tersedia.

Masalah apakah kontraktor bisa diuntungkan atau malah harus menomboki adalah masalah mereka. Setelah proyek berakhir, pelanggan tidak dapat lagi terlibat dalam pengendalian uang.

Dengan mekanisme borongan penuh, pekerjaan biasanya dapat diselesaikan lebih cepat.

Namun di sisi lain, kualitas yang dibuat memang patut dipertanyakan. Anda dapat memilih mekanisme ini jika Anda menilai bahwa bangunan dapat berdiri dengan cepat tanpa menghabiskan terlalu banyak uang.

4. Cara Kerja Kontraktor Berdasarkan Jenis Pekerjaan

5 Sistem dan Cara Kerja Kontraktor

Cara kerja kontraktor berdasarkan jenis pengerjaan dan tugas pembangunan yang dilakukan. Ada berbagai jenis pekerjaan di sektor jasa ini, dari yang paling sederhana hingga yang paling sulit.

Ini meliputi pembangunan dak, pembuatan adonan semen-pasir, pengecatan, pengaturan rangka bangunan dan instalasi listrik.

Semakin sulit pekerjaan yang harus dilakukan, semakin mahal gaji kontraktor yang harus Anda bayar.

Jenis pekerjaan ini juga dapat dibedakan berdasarkan ukuran proyek pembangunan yang dilakukan.

Misalnya proyek pembangunan gedung, perbaikan gedung dan renovasi rumah. Semakin besar proyek yang direalisasikan, semakin tinggi gaji kontraktor.

5. Cara Kerja Kontraktor Berdasarkan Waktu Pengerjaan

Sistem kerja kontraktor berdasarkan waktu pengerjaan. Cara kerja kontraktor perbaikan biasanya menggunakan perhitungan waktu berdasarkan hari pengerjaan.

Namun ada juga yang dihitung menurut jam kerja, terutama untuk pengerjaan yang tidak memakan waktu lama.

Untuk proyek besar seperti konstruksi gedung, bayaran biasanya dibayarkan setiap beberapa minggu. Bisa setiap 1 minggu, 14 hari atau sebulan tergantung persetujuan sebelumnya.

Dan untuk proyek perbaikan yang kurang bernilai, gaji bisa dibayarkan per hari atau per jam kerja.

Umumnya mekanisme pembayaran ini digunakan untuk jasa renovasi rumah seperti pengecatan mural atau pemasangan keramik.

Penutup

Memahami cara kerja kontraktor dan jasa perbaikan akan membantu Anda menghitung biaya penting yang terlibat.

Terutama jika Anda membutuhkan perbaikan di rumah yang tidak dapat Anda tangani sendiri.

Sekian artikel berjudul 5 Sistem dan Cara Kerja Kontraktor, semoga bermanfaat.

Loker Pintar tidak pernah meminta kompensasi atau biaya apa pun untuk perekrutan di situs ini, jika ada pihak atas nama kami atau perusahaan yang meminta biaya seperti transportasi atau akomodasi atau apa pun dipastikan itu PALSU.
error: Content is protected !!