Proses Manajemen Strategi Menurut Para Ahli

Proses Manajemen Strategi Menurut Para Ahli | Proses manajemen strategik sangat penting untuk diperhatikan, agar segala sesuatu yang diharapkan berjalan dan sesuai dengan prosedur dan tujuan organisasi.

Proses Manajemen Strategi Menurut Para Ahli

Manajemen strategik yang integratif, efektif, dan efisien akan mengarahkan organisasi untuk dapat mengimplementasikan strategi melalui perencanaan strategi.

Perencanaan strategi diawali dengan pengamatan lingkungan meliputi monitoring, evaluasi dan mengumpulkan informasi dari lingkungan eksternal dan internal dengan tujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor strategik (strategic factors) yaitu elemen-elemen eksternal dan internal yang akan menentukan rencana masa depan organisasi. Upaya perencanaan strategi paling sederhana untuk melakukan pengamatan lingkungan adalah melalui Analisis SWOT.

Artikel ini merupakan kelanjutan dari Manajemen Strategi Adalah: Pengertian, Tujuan, Proses, dan Manfaatnya untuk membahas Proses Manajemen Strategi lebih dalam menurut para ahli.

A. Perkembangan Proses Manajemen Strategi

Berkaitan dengan perencanaan strategik, maka David dan David (2015) menyatakan bahwa analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang berfungsi untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman suatu organisasi.

Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi usaha dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak mendukung dalam mencapai tujuan organisasi tersebut.

Proses manajemen strategik mengembangkan rencana jangka panjang untuk mengelola secara efektif peluang dan ancaman lingkungan eksternal, dengan mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan (SWOT) organisasi.

Manajemen strategik mencakup pula kegiatan-kegiatan: mendefinisikan misi organisasi, menetapkan tujuan yang ingin dicapai, mengembangkan strategi, dan pengaturan pedoman kebijakan.

Sebelum masuk ke Proses Manajemen Strategi ada baiknya anda mengetahui perkembangan manajemen strategik.

Hunger dalam Yunus (2016) menguraikan proses perkembangan dari manajemen strategik dengan tahapan sebagai berikut:

1. Perencanaan Finansial dasar (Basic Financial Planning)

Tahap 1 Perencanaan Finansial dasar (Basic Financial Planning), yaitu perencanaan organisasi yang didasarkan pada perencanaan keuangan.

Secara umum disebut sebagai sistem berdasarkan anggaran. Sistem ini merupakan sistem yang paling tradisional dan sangat berorientasi pada jangka pendek, yaitu 1 tahun.

2. Perencanaan Berbasis Ramalan (Forecast-based Planning)

Tahap 2 Perencanaan Berbasis Ramalan (Forecast-based Planning), yaitu pengembangan dari sistem basic financial planning, karena digunakan untuk perencanaan jangka panjang, akibat kelemahan sistem anggaran yang terbatas pada jangka pendek.

Di sini mulai diperhitungkan kondisi eksternal dengan porsi lebih besar. Basisnya adalah proyeksi organisasi di masa akan datang.

3. Perencanaan Strategi (Strategic Planning)

Tahap 3 Perencanaan Strategi (Strategic Planning), yaitu pengembangan dari perencanaan berbasis ramalan dengan mempertimbangkan bagaimana strateginya untuk dapat memenangkan pasar.

Proses formulasi strategi dilakukan pada jajaran manajemen, sementara implementasi dan operasi dilakukan oleh jajaran pelaksana. Prosesnya dilakukan secara top down.

4. Manajemen Strategik (Strategic Management)

Tahap 4 Manajemen Strategik (Strategic Management), yaitu pengembangan dari perencanaan strategik. Di sini masukan dari level bawah juga dipertimbangkan.

Prosesnya tidak hanya berkonsentrasi pada formulasi strategi, namun juga diperhatikan secara komprehensif proses implementasi.

Penelitian Schuler (2010) menunjukkan bahwa kurang dari 10% strategi yang diformulasikan dapat diimplementasikan secara efektif.

Artinya 90% organisasi gagal mengeksekusi strategi secara efektif. Selanjutnya, sekitar 70% organisasi yang menghadapi masalah ternyata permasalahannya bukanlah pada strategi, melainkan eksekusi yang buruk.

Jadi manajemen strategik bukan hanya menekankan pada proses formulasi saja, tetapi juga proses implementasi.

Perkembangan proses manajemen strategik ditunjukkan dengan evolusi manajemen strategik dapat dilihat pada Gambar di bawah ini.

Proses Manajemen Strategi Menurut Para Ahli

B. Proses Manajemen Strategi

Menurut David dan David (2015), proses manajemen strategi terdiri atas 3 (tiga) tahap utama yang sistematis dan komprehensif, yaitu formulasi strategi, implementasi strategi, dan evaluasi strategi.

Proses Manajemen Strategi Menurut Para Ahli

Tahapan proses manajemen strategik yang meliputi formulasi strategi, implementasi strategi dan evaluasi strategi dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Tahap Formulasi Strategi

Proses Manajemen Strategi yang pertama yaitu tahap formulasi strategi.

Formulasi strategi termasuk mengembangkan visi dan misi, mengidentifikasi peluang dan ancaman eksternal organisasi, menentukan kekuatan dan kelemahan internal, menetapkan tujuan jangka panjang, merumuskan alternatif strategi, dan memilih strategi tertentu yang akan dilaksanakan.

Isu formulasi strategi termasuk memutuskan usaha baru apa yang perlu dijajaki, usaha apa yang harus dihentikan, bagaimana mengalokasikan sumber daya, apakah memperluas operasi atau diversifikasi, apakah akan memasuki pasar internasional, apakah akan melakukan merger atau membentuk usaha patungan, dan bagaimana menghindari pengambilalihan organisasi pesaing.

Sebagai contoh formulasi strategi dalam level organisasi sebagai berikut.

a. Formulasi strategi.

Tahap awal pada proses manajemen strategik, meliputi:

  1. Pengembangan visi dan misi,
  2. Identifikasi peluang eksternal organisasi dan ancaman,
  3. Menganalisa kekuatan dan kelemahan internal,
  4. Merumuskan tujuan jangka panjang,
  5. Menghasilkan strategi alternatif, dan
  6. Memilih strategi tertentu untuk mencapai tujuan.

b. Perencanaan strategi

Tahap dalam perencanaan strategi sebagai berikut.

1) Menganalisis Lingkungan External

Hal yang dapat dilakukan seperti mengidentifikasi arah tren lingkungan sosial budaya, sosial ekonomi, teknologi, politik, yang dapat atau akan mempengaruhi di masa yang akan datang, lebih lanjut melalui analisis pasar, kompetitor, komunitas, pemasok (supplier), kebijakan makro dan mikro pemerintah.

2) Menganalisis Lingkungan Internal

Hal yang dapat dilakukan dalam organisasi seperti mengidentifikasi kemampuan sumber daya manusia yang dimiliki, aset penunjang aktivitas, situasi lingkungan kerja dan kapabilitas organisasi lainnya.

c. Merumuskan Visi, Misi, Tujuan dan Strategi

Melalui analisa peluang sekaligus ancaman dari lingkungan berdasarkan kekuatan dan kelemahan organisasi sebagai proses perencanaan jangka panjang yang efektif dan efisien.

  1. Visi dan misi, menentukan visi dan misi jangka pendek dan panjang organisasi.
  2. Tujuan dan arah strategi organisasi, dalam menyusun Tujuan tersebut harus diperhatikan baik dari sisi waktu, kualitas, dan kuantitas.

2. Tahap Implementasi Strategi

Proses Manajemen Strategi yaitu tahap implementasi strategi.

Implementasi strategi mensyaratkan organisasi untuk menetapkan tujuan tahunan, membuat kebijakan, memotivasi karyawan, dan mengalokasikan sumber daya sehingga strategi yang telah diformulasikan dapat dijalankan.

Implementasi strategi di institusi diklat, termasuk mengembangkan budaya dan mendukung strategi, menciptakan struktur organisasi yang efektif dan mengarahkan upaya promosi penerimaan peserta diklat, menyiapkan anggaran diklat, mengembangkan dan memberdayakan sistem informasi, dan analisis kebutuhan diklat dengan menghubungkan kinerja karyawan dan kinerja organisasi.

Suatu implementasi strategi diklat disebut juga dengan tindakan manajemen strategik. Implementasi strategi berarti memobilisasi pengelola dan tenaga kediklatan untuk mengubah strategi yang dirumuskan menjadi tindakan.

Dianggap sebagai tahap yang sulit dalam manajemen strategik, karena implementasi strategi membutuhkan disiplin, komitmen dan pengorbanan.

Keberhasilan implementasi strategi tergantung pada kompetensi pimpinan dalam memotivasi tenaga kedilatan yang merupakan seni tersendiri.

Apabila strategi yang dirumuskan tetapi tidak diimplementasikan berarti sama sekali tidak memiliki arti apa pun.

Keterampilan hubungan antar pribadi penting dalam implementasi strategi. Aktivitas implementasi strategi mempengaruhi seluruh pimpinan dan tenaga kedilatan dalam institusi diklat.

Setiap divisi atau unit kerja diklat harus memutuskan untuk menjawab pertanyaan, yaitu

  1. Apa yang harus kita lakukan untuk mengimplementasikan strategi instusi diklat?
  2. Sebaik apakah kita dapat menyelesaikan tugas kita?

Sebagai contoh implementasi strategi pada setiap level organisasi sebagai berikut.

a. Strategi Level Korporasi

  1. Membangun citra (brand image) organisasi akan menjadi peluang usaha yang dapat menjadi pendapatan (revenue), misalnya institusi diklat yang profesional dan unggul.
  2. Pengembangan usaha melalui kerjasama dengan mitra strategis, misalnya kerjasama dengan lembaga pemerintah dan swasta.
  3. Strategi memperluas jaringan pendanaan melalui penciptaan prospek usaha yang menarik investor, misalnya dana hibah pemerintah atau CSR (Corporate Social Responsibility).

b. Strategi Level Usaha

  1. Penerapan transaksi organisasi dengan sistem administrasi yang akuntabel dan aman, misalnya sistem administrasi online.
  2. Menghasilkan produktivitas yang optimal, misalnya program-program diklat yang relevan dengan kebutuhan organisasi.
  3. Pengembangan teknologi tepat guna melalui terciptanya sistem yang efektif bagi organisasi, misalnya sistem e-learning.
  4. Memfasilitasi komunikasi yang transparan dapat memberikan nilai tambah dan manfaat bagi setiap pelaku atau anggota, misalnya pemanfaatan sosial media.

c. Strategi Level Fungsional

Bidang Operasional

  1. Pengembangan standarisasi proses produk secara produktif, efisien dan efektif, misalnya pengembangan program diklat sesuai standar KKNI.
  2. Perencanaan produk yang tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan, misalnya pengembangan program diklat berbasis analisis kebutuhan.
  3. Melakukan pemantauan dan menciptakan stabilitas harga, misalnya analisis biaya dan manfaat diklat.
  4. Pengembangan teknologi pengolahan secara kualitas dan kuantitas yang berkesinambungan dan dapat diserap pelanggan dengan baik, misalnya pemanfaatan teknologi informasi dalam manajemen diklat.
  5. Sistem distribusi yang tepat waktu dan efisien, misalnya penyebaran modul diklat.
  6. Perencanaan produksi yang tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan.
  7. Kualitas dan kuantitas produk yang sesuai kebutuhan konsumen.
  8. Pengembangan komunitas yang loyal dan profesional sesuai dengan fungsi dan peranannya.
  9. Menjalin kemitraan bersama masyarakat sekitar dalam pengaplikasian CSR (Corporate Social Responsibility).

Bidang Administrasi dan Keuangan

  1. Memfasilitasi seluruh pendanaan yang diperlukan pada kegiatan diklat.
  2. Menggambarkan seluruh aktivitas dengan memberikan informasi Laporan Keuangan terkini kepada stakeholder.
  3. Menciptakan cadangan dana untuk pengembangan program diklat.
  4. Sistem administrasi yang efisien dan efektif, murah dan dapat dipertanggungjawabkan.
  5. Menciptakan ketersediaan dana yang akan digunakan oleh organisasi dengan memperluas sumber pendanaan baik dari pemerintah dan atau swasta.
  6. Sistem keuangan yang efisien, efektif, bersih dan transparan.
  7. Menjaga stabilitas arus kas dan likuiditas organisasi.
  8. Sistem administrasi yang tepat sasaran dan transparan.
  9. Menciptakan skema-skema keuangan yang tepat untuk modal ataupun investasi yang diperlukan.
  10. Memberikan keuntungan yang optimal bagi setiap stakeholder.
  11. Bidang SDM dan organisasi.
  12. Ketersediaan sumber daya manusia yang profesional dan berkualitas.
  13. Menciptakan struktur organisasi yang mampu mendukung seluruh fungsi kinerja organisasi dan tidak terbatas dalam pengembangan diklat.
  14. Melatih dan mengembangkan mitra-mitra profesional untuk mendukung setiap aktivitas diklat.
  15. Mengembangkan kemampuan organisasi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki dengan melakukan pendidikan dan pelatihan yang berkesinambungan.
  16. Menciptakan sistem promosi dan mutasi yang sesuai dengan keahlian dan orang yang tepat pada bidangnya

3. Tahap Evaluasi Strategi

Evaluasi strategi adalah tahapan final dalam proses manajemen strategik. Pimpinan sangat ingin mengetahui kapan dan mengapa strategi tidak dapat berjalan seperti yang diharapkan dalam suatu organisasi.

Evaluasi strategi adalah alat utama untuk mendapatkan informasi terkait implementasi strategi.

Dimana semua strategi dapat dimodifikasi di masa datang, karena faktor internal dan eksternal secara konstan berubah.

Ada tiga aktivitas yang utama dalam evaluasi strategi yaitu:

  1. Mereview faktor-faktor eksternal dan internal yang menjadi dasar strategi saat ini,
  2. Mengukur prestasi atau capaian, dan
  3. Mengambil tindakan korektif.

Aktivitas dalam formulasi strategi, implementasi strategi dan evaluasi strategi terjadi pada semua level dalam organisasi yaitu level korporasi, level divisi atau unit kerja dan level fungsional.

Tahap evaluasi terhadap seluruh aktivitas organisasi menunjukkan apakah strategi yang diimplementasikan sesuai dengan strategi yang telah diformulasikan.

Evaluasi menggunakan metode analisis komparasi antara kondisi perencanaan yang diharapkan dengan pencapaian yang dihasilkan.

Selanjutnya pelaporan disiapkan dan dilakukan secara berkala seperti tahunan, bulanan atau mingguan.

Dengan demikian, segala penyimpangan dapat dievaluasi dan diperbaiki kinerjanya dengan harapan, segala sesuatu yang telah direncanakan yang berjalan sesuai rencana.

Berikut ini beberapa contoh penerapan tahap-tahap manajemen strategik dalam strategi pendidikan dan pelatihan sebagai berikut.

  1. Model sistem strategis untuk menciptakan dan mengelola program peningkatan kinerja berbasis kompetensi, yaitu dalam rangka menyusun tujuan strategi, sasaran dan rencana organisasi pendidikan dan pelatihan.
    Proses Manajemen Strategi Menurut Para Ahli
  2. Model Sistem Pendidikan dan Pelatihan, yang terdiri atas tahap penilaian kebutuhan, tahap pengembangan/penyelenggaraan dan tahap evaluasi.
    Proses Manajemen Strategi Menurut Para Ahli

Adapun metode dan teknik yang dapat digunakan dalam penerapan proses manajemen strategik dalam organisasi sebagai berikut.

  1. Matrik Faktor Internal dan Eksternal (The Internal and External Factor Matrix), yaitu dilakukan dengan analisis dan evaluasi untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman (SWOT) dalam melaksanakan visi dan misi organisasi.
  2. Matrik Profil Kompetitif (The Competitive Profile Matrix), yaitu dilakukan dengan mengidentifikasi faktor kekuatan dan kelemahan organisasi lain, agar dapat dikalahkan reputasinya atau diadaptasi strateginya dalam memberikan pelayanan.
  3. Matrik Memperkuat dan Mengevaluasi Posisi (The Strenghts Position and Evaluation Matrix), yaitu dilakukan dengan mencocokkan kemampuan sumber daya internal yang dimiliki dalam keunggulan atau kinerja organisasi untuk memperkuat posisi peluang yang ada, dan menghindari risiko faktor eksternal.
  4. Matrik Kelompok Konsultan Boston (The Boston Consulting Group Matrix), yaitu menetapkan strategi yang berbeda untuk setiap bidang kerja sebagai unit atau satuan kerja, misalnya fakultas, divisi.
  5. Teknik Matrik Strategi Utama (The Grand Strategy Matrix), yaitu dilakukan dengan menetapkan posisi yang kompetitif diukur dari tingkat keunggulan maksimum yang dapat dicapai (Nawawi, 2012).

Metode dan teknik analisis strategi tersebut di atas, umumnya diterapkan pada organisasi profit, sedangkan metode dan teknik yang dapat diterapkan pada organisasi non profit seperti pendidikan dan pelatihan, sebagai berikut.

  1. Strategi Agresif, yaitu membuat program-program dan kegiatan-kegiatan yang inovatif dengan menerobos rintangan atau ancaman untuk mencapai keunggulan atau kinerja yang ditetapkan.
  2. Strategi Konservatif, yaitu membuat program-program dan kegiatan-kegiatan dengan sangat hati-hati disesuaikan dengan kebiasaan yang sudah berlaku.
  3. Strategi Defensif, yaitu membuat program-program dan kegiatan-kegiatan untuk mempertahankan kondisi keunggulan atau kinerja yang sudah dicapai.
  4. Strategi Kompetitif, yaitu membuat program-program dan kegiatan-kegiatan untuk mewujudkan keunggulan atau kinerja yang melebihi organisasi lain yang sama posisi dan jenjangnya (Nawawi, 2012:176).

Model strategi yang dikenal dengan SPACE matrix untuk organisasi non profit tersebut di atas terdiri atas dimensi strategi kompetitif, kekuatan industri, kekuatan finansial dan stabilitas lingkungan, seperti digambarkan dalam kuadran sebagai berikut.

Proses Manajemen Strategi Menurut Para Ahli

Pemahaman lebih detail mengenai Proses Manajemen Strategi bisa melihat video dibawah ini

Sekian artikel berjudul Proses Manajemen Strategi Menurut Para Ahli, semoga bermanfaat.

Referensi: Konsep dan Proses Manajemen Strategik – Perpustakaan UT

Loker Pintar tidak pernah meminta kompensasi atau biaya apa pun untuk perekrutan di situs ini, jika ada pihak atas nama kami atau perusahaan yang meminta biaya seperti transportasi atau akomodasi atau apa pun dipastikan itu PALSU.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

error: Content is protected !!