Kesalahan Saat Menulis Surat Lamaran Kerja

Kesalahan Saat Menulis Surat Lamaran Kerja, Menjadi lulusan baru, anda akan dihadapkan pada sebuah realita mencari pekerjaan.

Ketika mengetahui ada lowongan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan, biasanya seseorang terdorong untuk melamar pekerjaan tersebut.

Saat melamar kerja, maka pelamar diminta untuk mengirim lamaran pekerjaan. Namun menulis lamaran pekerjaan tidak boleh dilakukan sembarangan.

Bagi anda yang telah lelah melamar kerja kesana kemari, namun tak kunjung diterima maka anda pun perlu mengetahui beberapa faktor yang menjadi penyebabnya. Mungkin saja, anda tidak sadar telah melakukan kesalahan tersebut.

Untuk itu, di dalam ulasan kali ini akan dibahas tentang beberapa kesalahan fatal yang sering kali dilakukan ketika membuat surat lamaran kerja.

Berikut Kesalahan Saat Menulis Surat Lamaran Kerja. Penasaran seperti apa? Simak selengkapnya berikut ini.

8 Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Menulis Surat Lamaran Kerja

Kesalahan Menulis Surat Lamaran Pekerjaan

1. Kurang Teliti Menulis Nama Perusahaan

Sebagai seorang jobseeker, tentu ada banyak pekerjaan yang dilamar. Bahkan bisa jadi dalam satu minggu anda melamar pekerjaan lebih dari sepuluh kali.

Sehingga pada saat ingin mengirimkan lamaran kepada perusahaan A, namun yang tertulis adalah nama perusahaan B. Tentu ini merupakan sebuah kesalahan yang cukup fatal.

Karena perusahaan akan menilai jika anda sangat tidak teliti, dan langsung mengabaikan lamaran pekerjaan yang diajukan tersebut.

Belum lagi jika ternyata perusahaan yang tercantum adalah nama perusahaan yang menjadi saingannya. Maka bisa dipastikan lamaran yang dikirim tidak akan bernilai apa apa.

Oleh sebab itu, anda harus meneliti ulang untuk menyesuaikan nama perusahaan dengan alamat yang dituju. Mengecek ulang tidak membutuhkan waktu yang lama, dan ini akan berdampak positif untuk anda kedepannya. Selain itu, anda juga harus memastikan jika ejaan nama perusahaan sudah sesuai.

2. Tidak Menulis Posisi yang Dilamar

Biasanya saat membuat lowongan pekerjaan, perusahaan pasti akan mencantumkan posisi yang sedang dibutuhkan. Namun, terkadang beberapa pelamar tidak mencantumkan posisi pekerjaan yang dilamar tersebut.

Padahal belum tentu perusahaan tersebut membuka untuk satu posisi saja. Bagaimana jika perusahaan sedang membuka cabang baru, sehingga posisi yang dibutuhkan lebih banyak. Tentu HRD akan kebingungan memahami pekerjaan yang dilamar.

Bisa saja mereka justru berpikir negatif karena tidak disebutkan posisi yang diinginkan pada surat lamaran kerja tersebut. Maka dari itu, anda harus mencantumkan posisi yang akan dilamar, untuk memudahkan HRD menyesuaikan dengan kemampuan yang anda miliki.

Jika perlu anda juga harus memahami terlebih dahulu tentang posisi yang akan dilamar. Jangan sampai asal melamar, namun tidak memahami dengan baik jobdesk dari pekerjaan yang dilamar tersebut.

Baca juga: Cara Membuat Curriculum Vitae dan Surat Lamaran Kerja

3. Kurang Memahami Persyaratan yang Dimaksud

Perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan, pasti akan mencantumkan beberapa persyaratan yang harus dimiliki oleh calon pelamar agar lebih sesuai dengan pekerjaan tersebut.

Salah satu yang syarat yang sering ditemukan yaitu memiliki pengalaman kerja yang sama dengan pekerjaan yang akan dilamar.

Sayangnya, beberapa pelamar justru mengabaikan persyaratan itu, dan tetap saja melamar pekerjaan yang tidak ada kaitannya dengan pekerjaan sebelumnya.

Apabila hal ini juga anda lakukan, maka kemungkinan besar perusahaan akan langsung menolak lamaran anda. Karena pada saat membaca lamaran yang anda ajukan, mereka menilai jika anda tidak sesuai dengan pekerjaan yang dimaksud.

HRD tentu lebih memilih pelamar yang lebih relevan dengan posisi yang masih kosong. Mungkin perusahaan masih mempertimbangkan apabila anda memiliki keterampilan atau soft skill yang masih berkaitan dengan pekerjaan yang dimaksud.

4. Menambahkan Informasi yang Tidak Relevan

Banyak yang mengira jika lamaran akan semakin baik jika informasi yang dicantumkan semakin banyak. Namun, terlalu banyak informasi yang ditambahkan pada surat lamaran kerja, dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan pekerjaan yang dilamar justru akan membuat HRD mengabaikan lamaran tersebut.

Sebaiknya informasi yang dituliskan sesuai dengan persyaratan yang ada pada lowongan pekerjaan. Selain itu, usahakan menulisnya dengan singkat agar lebih mudah dipahami.

Informasi yang tidak penting ini sebagaimana contohnya, ketikan perusahaan yang dilamar bergerak di bidang jasa keuangan sedangkan hobi yang kemampuan yang dicantumkan adalah melukis, tentu ini sangat tidak relevan sama sekali.

Oleh sebab itu, sebelum mengirimkannya kepada perusahaan yang dituju anda harus memeriksa ulang. Pastikan selalu mengubahnya  dan menyesuaikan dengan posisi dan bidang perusahaan yang akan dilamar tersebut.

5. Penggunaan Kalimat yang Tidak Tepat

Ini adalah dokumen profesional. Artinya, selalu periksa dan baca ulang lamaran kerja. Perbaiki kesalahan apa pun sebelum dokumen dikirim. Periksa dan periksa kembali juga informasi kontak yang Anda berikan.

Jika Anda menulis surat lamaran kerja dalam bahasa Inggris, gunakan perangkat lunak seperti Grammarly untuk membantu Anda memeriksa ejaan. Jika Anda merasa kurang teliti, mintalah orang terdekat Anda untuk membaca ulang surat lamaran kerja Anda.

Saat mengirim lamaran sesuai dengan pekerjaan yang diinginkan, sebaiknya anda harus percaya diri dan mengatakan jika mampu menjalankan tugas sesuai posisi yang dimaksud apabila diterima.

Sayangnya banyak pelamar yang justru merasa minder dan kurang percaya diri dengan kemampuannya, sehingga menggunakan kalimat yang tidak tepat untuk mengungkapkan kesesuaian posisi yang sedang dilamar dengan kemampuan yang dimiliki.

6. Kesalahan Penulisan Ejaan

Beberapa pelamar seringkali mengirimkan surat lamaran kerja dengan kata kata yang bertele tela dan berbelit belit. Bahkan tidak sedikit juga yang menulis beberapa kata yang typo.

Meskipun terkesan sepele, namun Kesalahan Saat Menulis Surat Lamaran Kerja ini bisa berakibat fatal sehingga lamaran anda diabaikan.

Perusahaan akan berpikir jika anda termasuk orang yang ceroboh dan kurang teliti. Tentu mereka akan menilai anda kurang tepat jika bekerja di perusahaannya.

Jika dalam hal yang kecil saja, anda bisa lalai bagaimana dengan tugas besar yang nantinya akan dibebankan kepada anda. Oleh sebab itu, anda harus meneliti ulang sebelum mengirimkannya kepada perusahaan.

Lakukan pengecekan ulang mulai dari tanggal pengiriman, pemilihan kata yang efektif serta hindari menggunakan singkatan yang tidak baku. Usahakan tidak ada kesalahan ejaan yang akan membuat HRD bingung saat membacanya.

7. Tidak Memenuhi Persyaratan yang Diminta

Saat membuka lowongan, perusahaan biasanya mencantumkan mengenai dokumen atau file yang harus disertakan pada surat lamaran kerja. Umumnya dokumen tersebut meliputi fotokopi identitas diri, ijazah serta foto.

Namun, ada juga yang menambahkan persyaratan lain seperti SIM atau SKCK. Hal ini terkadang dianggap sepele oleh pelamar.

Namun, persyaratan yang tidak dilengkapi ini tentu membuat HRD berpikir jika anda tidak bisa memahami lowongan dengan baik.

Sebelum mengirim lamaran kepada perusahaan, anda perlu memastikan jika dokumen yang dilampirkan sudah sesuai dengan permintaan perusahaan.

Anda juga perlu menghindari foto dengan model kekinian dan background yang tidak umum. Akan lebih baik lagi apabila anda menambahkan dokumen agar tampak semakin lengkap.

Jika memang ada dokumen persyaratan yang diminta cukup banyak, maka anda harus mengurusnya jauh jauh hari.

8. Kurang Memahami identitas Perusahaan

Saat mengirim surat lamaran kerja, tentu anda harus memahami dengan baik identitas dari perusahaan tersebut. Jika memang belum mengetahui tentang perusahan yang akan dilamar, anda perlu mencari informasi yang berkaitan dengan perusahaan tersebut.

Tentu ini tidak sulit dilakukan, apalagi saat ini berbagai informasi dapat diakses dengan mudah melalui internet. Mengetahui identitas perusahaan bisa memberikan nilai tambahan bagi pelamar.

9. Tidak Menuliskan Apapun di Amplop Surat Lamaran

Ketika anda mengirimkan surat lamaran dengan menggunakan jasa kantor pos, maka sebaiknya anda menuliskan dengan jelas alamat perusahaan.

Tuliskan nama perusahaan yang akan anda lamar dengan lengkap beserta dengan alamatnya. Selain itu, di bagian belakang ataupun sudut kiri, maka kamu pun juga bisa untuk menuliskan nama dan juga posisi yang akan anda lamar.

Bagi anda yang mengirimkan lamaran dengan melalui email, maka sebaiknya anda perlu mengeceknya terlebih dahulu. Pasalnya, anda perlu memastikan bahwa subjek dan body text di email kosong.

Untuk itu, anda bisa menuliskannya dengan kalimat yang sopan dan sesuai. Sehingga surat lamaran kerja yang anda kirim tidak berakhir di tempat pembuangan sampah, ataupun tidak dibaca oleh pihak perusahaan.

10. Terlalu Banyak Typo Dan Tidak Memperhatikan Tata Bahasa

Kesalahan selanjutnya yang sering kali terjadi adalah ketika anda menuliskan surat lamaran maupun CV, terdapat banyak kata yang typo ataupun tata bahasa yang tidak karuan.

Jika anda melamar pekerjaan dengan CV yang acak acakan tersebut, tentu saja perusahaan pun akan menjadi malas untuk memperkerjakan anda. Dengan begitu, perusahaan pun akan menilai bahwa anda merupakan orang yang tidak kompeten.

Perusahaan pun akan mengira bahwa anda adalah orang yang ceroboh dan kurang perhatian. Selain itu, ketika anda melamar pekerjaan dengan menggunakan Bahasa Inggris, sebaiknya anda pun juga perlu untuk memperhatikan ejaan dan tata bahasa yang tepat.

Sehingga, ketika anda ingin mengirimkan CV maka ada baiknya anda mengecek terlebih dahulu. Apabila anda memiliki teman yang jago tentang permasalahan tata bahasa, maka anda pun bisa meminta tolong bantuan dari orang tersebut.

11. Memakai Format yang Terlalu Standar

Selain itu, kesalahan yang juga kerap kali dilakukan ketika menulis lamaran kerja adalah saat anda menggunakan format yang standar.

Terlebih lagi, apabila surat lamaran anda berdasarkan hasil mencontek seara persis dari contoh yang ada di internet. Nantinya surat lamaran tersebut akan terkesan basa basi.

Biasanya akan terdiri dari posisi yang ingin dilamar, profil singkat dan diakhiri dengan kalimat bahwa pelamar akan menunggu kabar baik.

Format standar tersebut tentu saja akan terasa membosankan. Untuk itu, anda pun bisa membuat surat lamaran yang berisi ringkasan dari diri anda.

Selain itu, untuk memberikan penekanan maka anda pun juga bisa memberikan bullets pada poin yang anda anggap penting. Intinya, buatlah surat lamaran ang berbeda dari biasanya.

Sehingga perusahaan pun akan terkesan dan menjadi paham terkait posisi yang anda inginkan.

12. Lupa Mencamtumkan Nomer Telepon atau Email yang Bisa Dihubungi

Kesalahan Saat Menulis Surat Lamaran Kerja satu ini cukup fatal ketika anda mengajukan lamaran kerja ke sebuah perusahaan. Dimana anda lupa untuk mencamtumkan email ataupun nomer telepon yang bisa dihubungi.

Pasalnya, di era digital yang serba canggih ini kandidat yang terpilih atau lolos seleksi biasanya akan dipanggil dengan menggunakan telepon ataupun email.

Sehingga, akan menjadi hal yang merugikan apabila anda kelupaan untuk mencamtumkan kedua hal tersebut.

13. Lupa Melampirkan Foto

Selain nomer telepon, apabila anda kelupaan untuk melampirkan foto di lamaran pekerjaan anda, maka hal tersebut akan menjadi poin yang negatif.

Hal ini dikarenakan sebagus apapun surat lamaran yang telah anda siapkan, tentu saja tidak berguna ketika anda tidak melampirkan foto terbaru.

Pada umumnya, foto merupakan syarat utama yang wajib untuk anda lampirkan di dalam CV maupun berkas surat lamaran.

Namun, anda pun perlu memperhatikan bahwa jangan terlalu banyak untuk melampirkan foto dengan berbagai macam gaya. Selain itu, usahakan untuk tidak menggunakan pas photo ketika anda sedang berada di bangku sekolah.

Usahakan untuk menggunakan foto yang terlihat rapi. Seperti dengan memakai jas atau blazer dan kemeja sehingga akan menimbulkan kesan yang sopan dan serius ketika melamar pekerjaan.

14. Tidak Sesuai Dengan Pengalaman

Ketika anda menulis surat lamaran kerja, pastikan posisi yang terisi memang telah sesuai dengan pengalaman dan passion yang anda miliki.

Hal ini biasanya akan sering terjadi pada anda yang merupakan pelamar pemula. Tentu saja tidak menutup kemungkinan anda akan memperoleh pekerjaan yang tidak sesuai dengan bidang yang anda kuasai.

Akan tetapi, alangkah lebih baik ketika anda melamar pekerjaan sesuai dengan pengalaman yang dimiliki.

Sehingga nantinya perusahaan pun akan lebih yakin dengan kemampuan yang anda miliki. Untuk itu, sebelum melamar pekerjaan dengan bidang yang tidak sesuai, alangkah lebih baik jika anda melamar sesuai dengan pengalaman yang anda dapatkan semasa kuliah.

Selain itu, pilihlah pekerjaan sesuai dengan kemampuan dan keterampila anda. Hindari untuk bekerja hanya karena ikut ikutan teman atau tergiur gaji dengan nominal yang besar.

Baca juga: Jangan Asal Asalan, Berikut Tips Menulis Lamaran Pekerjaan yang Tepat

15. Kurang Paham Tentang Perusahaan yang Anda Lamar

Hal ini tentu saja menjadi salah satu kesalahan fatal yang sering kali dilakukan oleh pelamar. Dimana kebanyakan pelamar hanya mengetahui job desk dan posisi yang akan dilamar saja.

Sehingga, mereka tidak tahu seluk beluk dari perusahaan ataupun informasi terkait perusahaan. Untuk itu, sebelum anda memasukkan lamaran alangkah lebih baik anda mencari tahu banyak informasi mengenai perusahaan tersebut.

16. Tidak Mencantumkan Posisi yang Ingin Dilamar

Untuk Kesalahan Saat Menulis Surat Lamaran Kerja ini biasanya dilakukan oleh pelamar yang pemula. Hal ini tentu saja akan bisa membuat perusahaan tidak mengetahui anda ingin melamar pada posisi yang mana.

Selain itu, hal tersebut juga akan bisa membuat perusahaan menjadi bingung apakah anda ingin melamar kerja sungguhan atau hanya sekedar main main belaka.

Sehingga, bagi anda yang ingin mengirimkan lamaran pekerjaan maka sebaiknya anda mengetahui terlebih dahulu posisi yang ingin untuk anda lamar.

Dengan mengetahui posisi yang anda inginkan di dalam sebuah perusahaan, maka nantinya akan lebih mudah bagi anda untuk mendeskripsikan kemapuan yang anda miliki di posisi yang anda pilih tersebut.

Itulah beberapa kesalahan fatal yang biasanya dilakukan oleh pelamar. Untuk itu, bagi anda yang ingin untuk melamar pekerjaan, sebaiknya anda memperhatikan dulu berbagai macam hal yang terlihat sepele.

Pasalnya, apabila anda menyepelekan hal tersebut, ternyata memiliki dampak yang besar tentang diterima atau tidaknya anda di dalam sebuah perusahaan.

Untuk itu, anda perlu melakukan pengecekan selama beberapa kali sebelum memasukkan lamaran.

17. Satu Surat Lamaran Kerja untuk Semua Lowongan

Surat lamaran kerja idealnya dibuat khusus untuk satu lowongan. Jangan mengirimkan satu surat lamaran kerja untuk banyak lowongan, karena akan membuat surat lamaran Anda kurang spesifik.

Setiap lowongan pekerjaan memiliki persyaratan yang unik. Tipikal surat lamaran kerja hanya menunjukkan bahwa pelamar malas dan tidak detail.

Dan ingat, Anda harus bersaing dengan ratusan pelamar lainnya. Etos kerja pertama dapat dilihat dari upaya kami untuk membuat surat lamaran kerja tertentu (tailor-made) untuk sebuah lowongan.

Lakukan sedikit riset. Cari informasi tentang perusahaan yang Anda lamar, termasuk calon pengguna atau manajer SDM yang memilih aplikasi di sana. Dengan demikian, Anda bisa mencantumkan nama contact person yang secara khusus ditujukan dalam surat lamaran.

Ini akan menjadi nilai plus, karena surat lamaran kerja Anda akan terasa lebih personal.

18. Panjang dan Bertele-tele

Buatlah surat lamaran kerja Anda sesingkat dan seinformatif mungkin.

Surat lamaran kerja adalah tentang menarik perhatian dengan kesan positif. Itu dimulai dengan kalimat pertama dalam surat lamaran Anda.

Menulis surat lamaran kerja yang panjang dan bertele-tele hanya akan membuat HRD yang membacanya bingung dan tidak enak badan. Hasilnya sudah bisa ditebak, surat lamaran seperti ini akan segera dikesampingkan.

Ingat, HRD yang membacakan surat lamaran kerja Anda hanya memiliki waktu sekitar 8 detik untuk membaca satu surat lamaran kerja. Jika pada detik ke 10 dia tidak menemukan sesuatu yang menarik dari cover letter yang dia baca, dia akan pindah ke cover letter berikutnya.

19. Informasi Pribadi

Anda tidak perlu menjelaskan agama, nomor KTP, kontak media sosial pribadi, usia, status perkawinan, atau hal pribadi lainnya dalam surat lamaran Anda. Termasuk foto (masa lalu).

Semua ini, jika dianggap perlu, dapat dicantumkan dalam resume atau curriculum vitae Anda. Sebaiknya surat lamaran kerja berfokus pada manfaat dan kontribusi apa yang dapat Anda tawarkan kepada perusahaan dengan keahlian dan pengalaman kerja Anda.

20. Informasi Gaji

Gaji adalah hal yang sensitif. Kecuali jika Anda diminta untuk menyebutkan gaji yang diharapkan, jangan pernah menuliskan informasi gaji yang ingin Anda terima dalam surat lamaran kerja Anda.

Simpan ini untuk diskusi pribadi dengan manajer SDM jika Anda telah melewati tahap wawancara awal. Menuliskan gaji yang diinginkan dalam surat lamaran Anda dapat mengakibatkan surat lamaran kerja Anda langsung ke tumpukan “TIDAK”.

Itulah lima kesalahan kecil yang harus Anda perhatikan dan hindari saat menulis surat lamaran kerja. Dan ingat, surat lamaran kerja tidak harus rumit. Buatlah surat lamaran kerja yang sederhana namun hits dan memiliki magnet atau daya tarik yang kuat.

Kesimpulan

Menulis lamaran pekerjaan memang harus dilakukan dengan teliti. Sayangnya banyak yang melakukannya dengan asal copy paste dari lamaran orang lain.

Sehingga banyak kesalahan yang tidak disadari, yang akhirnya berakibat pada lamaran yang diabaikan oleh HRD. Dengan menghindari kesalahan di atas, maka kemungkinan besar lamaran anda akan dipertimbangkan oleh perusahaan dan anda segera dipanggil untuk melakukan wawancara kerja.

Loker Pintar tidak pernah meminta kompensasi atau biaya apa pun untuk perekrutan di situs ini, jika ada pihak atas nama kami atau perusahaan yang meminta biaya seperti transportasi atau akomodasi atau apa pun dipastikan itu PALSU.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

error: Content is protected !!